NEW
Font size
WorksheetsFabel
Total questions: 20
Worksheet time: 20mins
Yang bukan termasuk Ciri ciri fabel kecuali....
Tokoh manusia menyerupai hewan
Tokoh hewan menyerupai manusia
Tidak memiliki dialog
Ceritanya berdasarkan sejarah
Dikisahkan hiduplah sekelompok binatang di sebuah kampung. Binatang-binatang itu bekerja sesuai dengan keahliannya masing-masing. Di kampung itu mereka saling bekerja sama untuk menyelesaikan pekerjaan.
Pada suatu hari ada seekor jerapah yang tengah mencari pekerjaan. Sang Jerapah itu bernama Jiji. Dia ingin segera mendapat pekerjaan. Pekerjaan apa saja yang penting tidak merugikan orang lain.
Berdasarkan strukturnya fabel tersebut termasuk
Komplikasi
Resolusi
Koda
Orientasi
Masalahnya, Jiji terlalu tinggi untuk melakukan pekerjaan yang ditawarkan padanya. Jiji terlalu tinggi untuk menjadi kondektur bus. Ketika berdiri di dalam bus, ia harus menekuk leher dan itu membuat lehernya nyeri. Ia juga terlalu tinggi untuk menjadi sopir truk. Lehernya terlalu panjang di ruang kemudi. Saat ia tekuk, hidungnya menyentuh kemudi truk.
“Hm, sepertinya aku cocok untuk melakukan pekerjaan di luar ruangan. Ya, ya,” gumam Jiji pada suatu pagi, sambil matanya menerawang memperhatikan sekitarnya
Jiji mendatangi sebuah rumah. Ia menemui seekor tikus. Si Tikus itu bernama Kus. Si Tikus tengah mengecat rumah itu. Kus berdiri di sebuah tangga pendek sambil tangannya memegang kaleng cat. Kus kelihatan berat mengecat di situ.
“Halo, teman! Sapa Jiji.
“Hai,”sahut Kus Tikus. Lalu, dari mulut keluar keluhan,”oh!”
“Ada apa?” Tanya Jiji.
“Tangga ini terlalu pendek. Aku jadi tidak bisa mencapai langit-langit,” ucap Kus.
“Ah andai saja aku punya teman kerja yang tinggi sepertimu, ia pasti dapat membantuku.”
Cuplikan teks tersebut merupakan bagian....
Komplikasi
Resolusi
Koda
Orientasi
“Aku bisa membatunmu,”Jiji menawarkan diri. “ Kau bisa menggunakan aku sebagai tangga.”
“Sungguh?”
“Ya,”jawab Jiji yakin.
“Terima kasih, teman.”
Dengan gembira Kus Tikus naik ke leher Sang Jerapah. Kemudian, dia memegang kaleng cat dengan mulutnya. Dia merasa nyaman menempel di leher Sang Jerapah. Dengan mudah Si Tikus menjangkau tempat-tempat yang sulit. Si Tikus mengecat langit-langit. Pekerjaan mereka sangat rapi. Pak Beruang, sang pemilik rumah, sangat suka. Lalu, ia memberi ongkos lebih untuk Kus Tikus dan Jiji Jerapah.
“Hore!” Seru JIji senang. “Aku mendapat gaji pertamaku". “Eh, teman, bagaimana kalau mulai saat ini kita bekerja sama? Daripada aku membeli tangga yang lebih tinggi lebih baik aku menggunakanmu saja sebagai tangga. Bagaimana?” usul Kus.
“Ya, ya, aku mau,”sahut Jiji gembira.
Cuplikan teks di atas merupakan bagian dari....
Koda
Resolusi
Orientasi
Komplikasi
Akhirnya, mulai saat itu Jiji dan Kus bekerja sama sebagai tukang cat di kampung tersebut. Mereka tidak pernah kehabisan pekerjaan. Di kampong- kampong lain pun mereka banyak ditawari pekerjaan. Di mana pun mereka bekerja dengan baik. Pekerjaan mereka selalu rapid an memuaskan sehingga banyak yang menggunakan jasa mereka. Hati mereka senang dan gembira
Koda
Orientasi
Resolusi
Komplikasi
Watak tokoh /karakter Jiji pada fabel di atas adalah....
besar kepala
tinggi hati
pantang menyerah
murah hati
Mengapa kedua tokoh dalam fabel di atas tidak pernah kehabisan pekerjaan?
Pekerjaan mereka selalu rapi dan memuaskan
mereka sangat ramah terhadap siapa pun
Mereka selalu menawarkan jasanya ke kampung-kampung
Mereka bekerja tanpa menggunakan peralatan, seperti tangga sehingga cepat selesai
Perhatikan kutipan fabel berikut!
Walupun Sang Kura-kura dan Elang jarang bertemu karena Sang Kura-kura lebih banyak menghabiskan waktu di semak-semak sedangkan Sang Elang lebih banyak terbang, namun, tidak menghalangi Sang Elang untuk selalu mengunjungi teman kecilnya yang baik hati, Sang Kura-kura.
Tema kutipan fabel di atas adalah….
Perhatian
Persahabatan
Percintaan
Persaudaraan
Setelah itu, Raja Kera melompat ke seberang sungai, berenang dengan susah payah. Dicarinya seutas akar yang menjulai ke pohon kayu. Ujung akarnya dibawa ke seberang kembali. Maksudnya hendak dibuat jembatan untuk rakyatnya. Tetapi malang, akar itu tidak sampai. Kurang sedikit lagi. Dengan tidak pikir panjang diikatnya kakinya sebelah, kemudian ia bergantung pada batang kayu.
Pesan moral yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah ....
Tidak ada akar anggota badan pun berguna bagi rakyat yang dipimpinnya
Melakukan sesuatu harus dengan perhitungan yang matang supaya selamat
Seorang pemimpin harus mau membuat jembatan untuk rakyatnya sehingga berhasil
Seorang pemimpin harus memikirkan nasib rakyatnya dalam keadaan bahaya sekalipun
Karakter yang dibutuhkan oleh rakyat kepada pemimpinnya pada kutipan fabel soal nomor 9 adalah …
berwibawa
disiplin
jujur
cerdik
(1)Setelah itu, Raja Kera melompat ke seberang sungai, berenang dengan susah payah. (2)Dicarinya seutas akar yang menjulai ke pohon kayu. (3)Ujung akarnya dibawa ke seberang kembali. (4)Maksudnya hendak dibuat jembatan untuk rakyatnya. (5)Tetapi malang, akar itu tidak sampai. (6)Kurang sedikit lagi. (7)Dengan tidak pikir panjang diikatnya kakinya sebelah, kemudian ia bergantung pada batang kayu.
Kalimat yang mengandung keterangan waktu pada kutipan fabel adalah …
Kalimat pertama
Kalimat kedua
Kalimat kelima
Kalimat ketujuh
(1)Setelah itu, Raja Kera melompat ke seberang sungai, berenang dengan susah payah. (2)Dicarinya seutas akar yang menjulai ke pohon kayu. (3)Ujung akarnya dibawa ke seberang kembali. (4)Maksudnya hendak dibuat jembatan untuk rakyatnya. (5)Tetapi malang, akar itu tidak sampai. (6)Kurang sedikit lagi. (7)Dengan tidak pikir panjang diikatnya kakinya sebelah, kemudian ia bergantung pada batang kayu.
Kalimat yang mengandung keterangan cara pada kutipan fabel adalah …
Kalimat pertama
Kalimat kedua
Kalimat kelima
Kalimat ketujuh
(1)Si Semut semakin sombong dan terus berkata demikian kepada semua hewan yang ada di hutan. (2) Sampai pada suatu hari, Si Semut terjebak dalam lumpur. (3) Si Semut tidak tahu kalau ia berjalan di atas lumpur hidup yang bisa menarik dan menelannya ke dalam lumpur tersebut. (4) Ia tidak tahu juga kalau akan segera mati.
Kalimat yang mengandung kata sifat pada kutipan fabel di atas adalah …
Kalimat pertama
Kalimat kedua
Kalimat ketiga
Kalimat keempat
Merasa dipermainkan, Beruang pun marah dan berkata, “Awas kamu, Cing! Tidak akan kumaafkan! Beruang pun turun dengan menjatuhkan dirinya sambil tetap memeluk pohon. Oleh karena itu, sampai sekarang jika Kucing buang kotoran, ia akan membuat lubang dan menutupnya kembali. Hal itu dilakukan agar kotorannya tidak dimakan Beruang. Sementara itu, Beruang bisa memanjat pohon, tetapi ketika turun ia akan memerosotkan badannya ke bawah.
Karakter tokoh Beruang pada kutipan fabel adalah....
Pemaaf
Pendendam
Sombong
Pembangkang
Kalimat berikut yang mengadung kata sifat adalah …
Sudah dua hari Imah tidak masuk sekolah.
Aku, Ana, dan Afga berencana mengunjunginya usai pulang sekolah.
Dia anak yang rajin dan sebelumnya tak pernah begini.
Kami bertiga sepakat untuk berangkat bersama-sama
Merasa dipermainkan, Beruang pun marah dan berkata, “Awas kamu, Cing! Tidak akan kumaafkan! Beruang pun turun dengan menjatuhkan dirinya sambil tetap memeluk pohon. Oleh karena itu, sampai sekarang jika Kucing buang kotoran, ia akan membuat lubang dan menutupnya kembali. Hal itu dilakukan agar kotorannya tidak dimakan Beruang. Sementara itu, Beruang bisa memanjat pohon, tetapi ketika turun ia akan memerosotkan badannya ke bawah.
Berdasarkan penokohannya, karakter beruang adalah....
Tirtagonis
Protagonis
Sinisonis
Antagonis
Perbedaan mendasar antara fabel dengan legenda terletak pada ….
alur
tokoh
tema
amanat
Persamaan fabel dengan legenda adalah ….
Ceritanya dapat dihubungkan dengan asal-usul suatu tempat.
Keduanya termasuk cerita rakyat
Ceritanya ditulis oleh penulis yang terkenal pada masa lalu
Tokohnya berupa binatang
Legenda Sindupati
Sejak kecil ayah Sindupati sudah tiada. Berumah di ladang yang berpindah-pindah, selalu didahului dengan merambah hutan atau belukar sebelum dijadikan lahan. Tenaganya yang belum seberapa sudah ditantang oleh alam lingkungan untuk bekerja keras. Ia tidak tega melihat ibunya bermandi keringat turun naik panggung perbukitan untuk menyemai benih di liang umang (lubang semai). Usianya yang masih tergolong kekanak-kanakan sudah dilibatkannya dengan kerja keras membantu orang tuanya. Ibu yang membesarkannya dalam suasana keprihatinan, selalu giat bekerja.
“Kalau bukan kamu yang membantu ibu, siapa lagi yang diharapkan?” begitu ibunya mengingatkan kalau ia turun ke pancuran mandi berlama-lama. Tak pelak lagi ia berlari terengah-engah mendaki kemiringan bukit lahan berladang, bila lengking suara ibunya memanggilnya.
Saat Sindupati telah dewasa dan ingin meminang gadis yang dikaguminya pinangannya pun ditolak.
Kutipan Legenda tersebut bertema …
Pinangan seorang pemuda yang ditolak
Seorang ibu yang tidak pernah mengeluh
Kesedihan seorang pemuda
Seorang anak yang bekerja keras membantu ibunya
Di sebuah desa tak jauh dari Gunung Bromo hiduplah seorang gadis jelita. Roro Anteng namanya. Konon, ketika dilahirkan, gadis tersebut tidak menangis seperti bayi pada umumnya.
Banyak jejaka yang melamar Roro Anteng, tetapi semuanya ditolak. Tersebutlah seorang raksasa buruk rupa dan bengis melamar Roro Anteng. Roro Anteng sangat takut terhadapnya dan sedikit pun tidak tertarik kepadanya, tetapi ia tak kuasa menolaknya karena pasti raksasa itu akan marah.
Latar cerita rakyat di atas adalah ….
Danau
Gunung
Desa
Sungai
