WorksheetsTeks Drama
Total questions: 20
Worksheet time: 14mins
Tema yang tersirat dari penggalan drama tersebut adalah....
kepercayaan
persahabatan
permusuhan
percintaan
Kalimat tepat untuk melengkapi dialog rumpang drama tersebut adalah...
Dia dokter yang bertangan dingin
Obatnya selalu obat warung saja.
Setahu saya beliau biasa saja
Dia punya apotek yang cukup besar
Pesan atau amanat yang terkandung dalam penggalan drama tersebut adalah....
sifat serakah dan suka berjudi menciptakan orang hancur
sifat jelek menurun pada anak
anak harus patuh pada orang tua
insan berusaha untuk sempurna
Penggalan dialog drama tersebut menggambarkan tabiat tokoh melalui....
lingkungan sekitar tokoh
dialog tokoh lain
dialog tokoh
fisik tokoh
Penggalan dialog drama tersebut merupakan bagian ...
konflik
klimaks
resolusi
penyelesaian
Watak tokoh Ishak dalam penggalan drama tersebut adalah....
pembual
pemarah
pemberani
Pendendam
Penggalan drama tersebut mengandung konflik ….
sosial
budaya
batin
fisik
Penggambaran watak Pak Gi yang diungkapkan pengarang pada penggalan dialog drama tersebut melalui ….
reaksi tokoh lain
perbincangan tokoh lain
perasaan tokoh
lingkungan sekitar tokoh
Berdasarkan kutipan drama, dialog yang menonjolkan watak tokoh Hastien adalah ….
(a) dan (b)
(b) dan (d)
(a) dan (d)
(d) dan (e)
Bacalah penggalan drama berikut!
Calon suami : Kalau kita menikah nanti, maukah kau menyumbangkan sebagian gajimu untuk anak saya?
Calon istri : Apakah tujuanmu menikahi saya semata-mata untuk kepentingan anakmu, bukan untuk keluarga yang bahagia dan sejahtera?
Watak karakter calon istri pada penggalan dialog di atas adalah ….
kejam
cengeng
Pemarah
pemberani
Adegan Ponirah dan Marni dengan menggendong bakul dan mengenakan topi caping.
Marni : Pon ... Ponirah!
Ponirah : Ada apa?
Marni : Aku melihat sepintas bayangan orang di sana!
Ponirah : Tenang saja!
Marni : Tenang . . . tenang? Tenang bagaimana? Kalau musuh?
PoniraH : Musuh? Marni, kita ini jualan buah dan tidak punya musuh. Kita harus yakin, yang berani bergerak di malam hari hanya TNI. Ayo jalan!
Marni : Tapi bulu kudukku berdiri.
Ponirah : Maka jangan di sini, ayo terus jalan!
Keduanya berjalan dengan sesekali menoleh ke belakang. Topi caping di tangan kiri. Tangan kanan di balik seakan
memegang senjata.
Situasi yang dilukiskan dalam penggalan drama di atas adalah....
mencekam
mengerikan
menggelisahkan
menjengkelkan
Gadis : Aku tidak mengemis nyawa pada Tuan!
Van Dijk : Akan kita lihat nanti .... Hei kau Ibu! Siapkan dirimu! Kini giliranmu!
Ibu : Tidak! Tidak! Biarkan aku pulang. Demi kemanusiaan. Aku punya anak dua orang, masih kecil-kecil. Mereka terkunci. Jika aku harus mati buat mereka aku akan menerima dengan senang hati.
Kesimpulan dari penggalan dialog di atas yang paling tepat adalah ....
Seorang ibu tidak mau menurut terhadap perintah atasannya.
Seorang gadis desa dan seorang ibu melawan perintah Van Dijk sehingga mereka mendapat siksaan.
Van Dijk marah-marah kepada seorang gadis dan seorang ibu, karena tidak mau melayani perintahnya.
Seorang gadis dan seorang ibu disiksa oleh Van Dijk karena mereka bermasalah.
Ayu : Sudah malam lo Sis, kita harus segera pulang.
Siska : Sudahlah Yu, damai saja toh, ini jam sembilan lebih sedikit. Jalanan masih ramai
Ayu : Ih, sudah malam begini kok tenang. Kan kita perempuan, masak pulang hingga larut malam. Tidak lezat kan dengan tetangga. Nanti mereka menduga kita suka keluyuran malam.
Siska : (Dengan sikap tenang) Sudah, nanti saya antar kamu. Memang repot, kita ini wanita tidak masuk akal bila pulang terlalu malam. Kita pun tidak berani melanggar hukum tidak tertulis di masyarakat kita ini.
Penggalan drama di atas mengandung nilai...
agama
budaya
pendidikan
moral
Tina : Hei, semua berhenti! (Sambil menggebrak meja)
Anwar : Tidak usah ikut campur!
Bagian yang ditulis dalam kurung penggalan obrolan di atas disebut....
epilog
prolog
kramagung/petunjuk laku
wacanang
Bacalah penggalan drama berikut!
Asdiarti : Kenapa?
Yanti : Sangat ruwet!
Asdiarti : Kau dipaksa kawin oleh orang tuamu?
Yanti : Antara lain itu. Tapi banyak lagi soalnya.
Asdiarti : Apa?
Yanti : Ah, sudahlah. Sebaiknya kau tak usah memaksaku mengatakannya. Sulit. Terlalu sulit.
Asdiarti : Yah, aku tahu kau kerasan di rumah.
Yanti : (memandang)
Asdiarti : Itu persoalan yang banyak kita rasakan bersama.
Yanti : Kau juga mengalami seperti itu?
Asdiarti : Memang, cuma persoalanku tidak seberat persoalanmu.
Bagian dialog yang mendukung watak tokoh (Yanti) yang tertekan karena banyak masalah adalah ....
(memandang)
Sangat ruwet!
Terlalu sulit.
Kau juga mengalami seperti itu?
lbu : Vian, mandi dulu, masa bangun tidur nyisir sih.
Vian: iya, Bu (seraya menuju kamar mandi)
lbu : [ ... J (1)
Vian : Eh iya, sudah nggak sabar pengen ketemu bu guru baru.
lbu : Jangan lupa handuknya.
Vian : [ ... J (2)
Dialog yang tepat untuk rnelengkapi naskah drama tersebut adalah ....
(1) Jangan lupa Shalat Subuh
(2) Tentu aku akan simpan
(1) Jangan lupa sarapan pagi
(2) Tentu aku akan sarapan
(1) Jangan lupa susun buku
(2) lya ibuku tersayang
(1) Jangan lupa sikat gigi
(2) Tentu aku tak mau basah
Pilihlah menurutmu pernyataan yang tepat! (boleh lebih dari satu)
Epilog merupakan bagian pembukaan atau peristiwa pendahuluan dalam sebuah drama atau sandiwara.
Dialog merupakan media kiasan yang melibatkan tokoh-tokoh drama yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak manusia, problematik hidup yang dihadapi, dan cara manusia dalam menyikapi persoalan hidupnya.
Prolog merupakan bagian akhir dari sebuah drama yang berfungsi untuk menyampaikan inti sari cerita atau bagian yang menafsirkan maksud cerita oleh salah seorang aktor atau dalang pada akhir cerita.
Monolog adalah percakapan yang hanya dilakukan seorang diri, misalnya dalam sebuah drama yaitu ada tokoh yang hanya ada satu orang, dan ia hanya berkomunikasi kepada dirinya sendiri.
Tina : “Tuhan menakdirkan semua nasib manusia, kita hanya menjalani.”
Ibu : “Nah, pikiran begitu itu yang tak kusukai, kau sudah ditakdirkan punya suami buta, tak adakah niatmu, tidak adakah usahamu untuk mengubah takdir itu? Sebab takdir itu baru jatuh setelah manusia berusaha. Tina, kau bukan anakku jika kau tidak berani melawan takdir yang pahit.”
Tina : “Aku sudah berusaha, Abas juga sudah berusaha, dan inilah hasilnya. Dan kami dapat membelanjai diri untuk hidup sehari-hari.
Ibu : ….
Konflik yang terjadi antara tokoh Tina dan Ibu adalah ….
Pasrah menjalani takdir
Pandangan mengenai takdir
Nasib merupakan takdir
Usaha melawan takdir
Jika sebuah cerita menceritakan peristiwa-peristiwa secara maju dari kecil sampai dewasa, berarti cerita tersebut menggunakan alur....
progresif
regresif
flashback
mundur
Mas Abu : Hasilnya? Pasukan musuh itu mampus semuanya, dan senjata senjatanya kami rampas semuanya. Ah ... kalau aku terkenang lagi kepada pertempuran-pertempuran seperti itu, kadangkadang aku ingin kembali ke zaman perang revolusi itu. Sungguh mati Saudara-saudara, bukan sombong.
Samsu : (Sambil Makan Kroket) Ya, ya, aku bisa mengerti, sebab aku pun begitu juga.
Sumantri : (Sambil Mengaduk kopi Susunya) Saudara di mana ketika itu?
Samsu : Saya? Saya ketika itu berada di lereng Gunung Galunggung. Saya pun memimpin satu pasukan.
Inti penggalan naskah drama di atas adalah
Seorang pejuang yang terkenang pada saat perang revolusi.
Seorang pejuang yang memahami keberadaan pejuang lainnya pada saat perang revolusi.
Seorang pemimpin pasukan yang mempimpin perang pada saat perang revolusi
Seorang pejuang yang meragukan kepemimpinan pejuang lainnya pada saat perang revolusi.
