NEW
Font size
WorksheetsPENILAIAN HARIAN TENTANG PUISI
Total questions: 30
Worksheet time: 3600secs
Bacalah puisi berikut dengan seksama!
Sepatu
Kita adalah sepasang sepatu
Selalu bersama tapi tak bisa bersatu
Kita mati bagai tak berjiwa
Bergerak karena kaki manusia
Aku sepatu kanan
Kamu sang sepatu kiri
Ku senang bila diajak berlari kencang
Tapi ku takut kamu kelelahan
Ku tak masalah bila terkena hujan
Tapi ku takut bila kamu kedinginan
........
Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Terasa lengkap bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
.....
Tema puisi yang berjudul sepatu adalah ...
cinta tak berbalas
kasih tak sampai
kecewa karena cinta
kegagalan cinta
keindahan cinta
Bacalah puisi berikut dengan seksama!
Sepatu
Kita adalah sepasang sepatu
Selalu bersama tapi tak bisa bersatu
Kita mati bagai tak berjiwa
Bergerak karena kaki manusia
Aku sepatu kanan
Kamu sang sepatu kiri
Ku senang bila diajak berlari kencang
Tapi ku takut kamu kelelahan
Ku tak masalah bila terkena hujan
Tapi ku takut bila kamu kedinginan
........
Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Terasa lengkap bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
.....
Suasana yang tergambar dalam kutipan puisi berjudul sepatu adalah ...
sedih
gembira
syahdu
protes
haru
Bacalah puisi berikut dengan seksama!
Sepatu
Kita adalah sepasang sepatu
Selalu bersama tapi tak bisa bersatu
Kita mati bagai tak berjiwa
Bergerak karena kaki manusia
Aku sepatu kanan
Kamu sang sepatu kiri
Ku senang bila diajak berlari kencang
Tapi ku takut kamu kelelahan
Ku tak masalah bila terkena hujan
Tapi ku takut bila kamu kedinginan
........
Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Terasa lengkap bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
.....
Isi yang hendak digambarkan dalam puisi berjudul sepatu adalah ...
Cinta yang bertepuk sebelah tangan
Ingin bersama tapi takut mengatakan
Saling mencintai tapi tak dapat bersatu
Ingin bersatu tapi tidak berani mengatakan
Saling mencintai tapi yang satu menolak
Bacalah puisi berikut dengan seksama!
Sepatu
Kita adalah sepasang sepatu
Selalu bersama tapi tak bisa bersatu
Kita mati bagai tak berjiwa
Bergerak karena kaki manusia
Aku sepatu kanan
Kamu sang sepatu kiri
Ku senang bila diajak berlari kencang
Tapi ku takut kamu kelelahan
Ku tak masalah bila terkena hujan
Tapi ku takut bila kamu kedinginan
........
Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa-apa
Terasa lengkap bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
.....
Makna kata kita mati bagai tak berjiwa dalam lagu berjudul sepatu tersebut adalah ...
Perhatian yang selalu ada membuat indah hubungan
Merasa bahagia bila bersama
Seseorang yang mampu mengisi kekosongan
Tidak bisa bergerak karena ada kuasa yang menggerakkan
wujud perhataian terhadap pasangan
Cermati puisi berikut
Ibunda
Engkau adalah bumi, Mama
aku adalah angin yang kembara.
Engkau adalah kesuburan
atau restu atau kerbau bantaian.
Kuciumi wajahmu wangi kopi
dan juga kuinjaki sambil pergi
karena wajah bunda adalah bumi.
Cinta dan korban tak bisa dibagi.
Kata angin yang kembara melambangkan ...
Anak yang tidak menghormati ibu.
Orang yang selalu mengembara.
Pemuda yang mengharapkan pekerjaan.
Orang yang sedang mencari pekerjaan.
Pemuda yang tidak mempunyai pekerjaan tetap.
Cermati puisi berikut
Ibunda
Engkau adalah bumi, Mama
aku adalah angin yang kembara.
Engkau adalah kesuburan
atau restu atau kerbau bantaian.
Kuciumi wajahmu wangi kopi
dan juga kuinjaki sambil pergi
karena wajah bunda adalah bumi.
Cinta dan korban tak bisa dibagi.
Maksud puisi tersebut adalah ...
Ada kesamaan antara ibu dan bumi keduanya tumpuan harapan.
Cinta seorang ibu merupakan wujud sebuah pengorbanan kepada anaknya.
Wajah ibu dan wajah bumi menggambarkan kesuburan dan kedamaian.
Cinta dan pengorbanan seorang ibu kepada anaknya yang sangat besar.
Restu dari seorang ibu selalu diharapkan oleh anak-anaknya.
Cermati puisi berikut!
KIDUNG AKHIR TAHUN
Seorang tua jalan sendiri
Meninggalkan gerbang duniawi
Tak ada yang lain kecuali pergi
Lewat jalan akhir sunyi
Slamet Sukirnanto
Tema puisi tersebut addalah ….
kerinduan
kepedulian
kepiluan
kepasrahan
kesewenangan
Cermati puisi berikut!
KIDUNG AKHIR TAHUN
Seorang tua jalan sendiri
Meninggalkan gerbang duniawi
Tak ada yang lain kecuali pergi
Lewat jalan akhir sunyi
Slamet Sukirnanto
Citraan yang tergambar pad larik pertama pada puisi tersebut adalah .....
pendengaran
penglihatan
perasaan
pemikiran
pengecapan
Cermati puisi berikut!
KIDUNG AKHIR TAHUN
Seorang tua jalan sendiri
Meninggalkan gerbang duniawi
Tak ada yang lain kecuali pergi
Lewat jalan akhir sunyi
Slamet Sukirnanto
Makna larik”meninggalkan gerbang dunia” pada puisi tersebut adalah....
kembali ke kampung
meninggalkan kesenangan
meninggal dunia
menjauhi keburukan
meninggalkan kesenangan
Cermati puisi berikut!
KIDUNG AKHIR TAHUN
Seorang tua jalan sendiri
Meninggalkan gerbang duniawi
Tak ada yang lain kecuali pergi
Lewat jalan akhir sunyi
Slamet Sukirnanto
Maksud puisi tersebut adalah...
Akhir perjalanan seseorang menjelajahi dunia ini.
Kepergian orang yang sudah berusia lanjut.
Orang yang sudah tua pergi seorang diri.
Seorang yang kesunyian ingin pergi seorang diri.
Kepasrahan seseorang yang siap menerima ajal.
Cermati puisi berikut!
Diliurmu, Masih Sempat Kau Berkata yang Paling Bijak
Mentari menepati janji menyinari bumi Menjalankan estafet sebagai matanya dunia Menggerakkan embun-embun yang enggan bangun
Mentari tak pernah lelah menyinari dunia Mewakilkan pada sinar rembulan kala malam Memberi keteduhan kepada jiwa-jiwa yang merindu
Menemani sang kodok bernyanyi nyaring ditepi muara
Pohon-pohon besar bak raksasa kala malam
Memberi nuansa damai pengantar tidur lelap manusia
Rayuan-rayuan air terjun menggelinding ditebing
Isi puisi tersebut bercerita tentang …
Ungkapan rasa sedih rakyat yang sangat menderita akibat perbuatan semena- mena seorang pemimpin.
Seorang pemimpin telah berjanji akan memberikan perlindungan kepada rakyatnya, tetapi dia tidak menempati janjinya.
Pengungkapan rasa dukacita terhadap kerusakan alam atas tidakan kebijakan seorang pemimpin.
Kesedihan bangsa Indonesia atas kegagalan perjuangan dan cita-cita yang akan diwujudkan oleh pemimpinnya.
Sulitnya seorang pemimpin untuk menyusun janji-janji yang baik untuk diwujudkan terhadap rakyatnya.
Cermati puisi berikut!
Diliurmu, Masih Sempat Kau Berkata yang Paling Bijak
Mentari menepati janji menyinari bumi Menjalankan estafet sebagai matanya dunia Menggerakkan embun-embun yang enggan bangun
Mentari tak pernah lelah menyinari dunia Mewakilkan pada sinar rembulan kala malam Memberi keteduhan kepada jiwa-jiwa yang merindu
Menemani sang kodok bernyanyi nyaring ditepi muara
Pohon-pohon besar bak raksasa kala malam
Memberi nuansa damai pengantar tidur lelap manusia
Rayuan-rayuan air terjun menggelinding ditebing
Gaya bahasa yang terdapat dalam bait pertama puisi tersebut adalah …
Hiperbola
litotes
personifikasi
metafora
pelonasme
Perhatikan puisi berikut.
Sepuluh November
Saat itu
Api yang membakar dadamu
Mengukuhkan semangat juangmu
Saat ini
Meskipun jasmanimu cacat
Jiwamu, pahlawan
Memihak yang benar
Semangat yang benar
Semangat itu bergemuruh di dada
Di hati para pemuda
Makna kata yang dicetak tebal dalam puisi di atas adalah . .
semangat
zat yang panas
suara
perjuangan
bahaya
Bacalah kutipan puisi berikut!
Bertudung langit selalu biru
Tempat cahaya selalu benderang
Tempat udara selalu bersih
Termpat angin selalu nikmat
[...]
Larik majas untuk melengkapi bagian rumpang puisi tersebut adalah...
Tempat menari siburung camar
Di tempat sepi, dimana hanya
Disana ku ingin berkubur
Di pundakmu wahai Ibuku
Tempat berteduh sepanjang hari
Bacalah puisi dibawah ini!
Saat dedauanan mulai memanggilmu.
Tersenyum manis kala bersentuhan dengan alam.
Yang tak akan bosan menyapamu.
Awan pun akan menangis merindukan hadirmu.
Majas yang terkandung dalam puisi diatas adalah……
Majas hiperbola.
Majas personifikasi.
Majas pararelisme.
Majas metonimia
Majas perumpamaan
Bungaku Bersemi Kembali
Bungaku kini bersemi kembali
setelah seminggu terkurung di lembah sunyi
kini bertunas lagi daunnya yang dulu menguning dan….
rantingnya yang dulu kering
kini segar kembali
Tidak sia-sia
kusiram bungaku hingga bersemi dan mekar kembali
Diksi yang tepat untuk melengkapi larik puisi tersebut adalah......
Berjatuhan
Bermunculan
Berguguran
Bertebangan
Berserakan
Sajak kita
Dik, pagi kita cerah
Akankah hari ini kita indah
Dik, jika senja kita merah
Mungkinkah malam benderang dengan sinar mentari
.....
Dik, rimba kita gersang
Sanggupkah kita menadah hujan-Nya kelak kita
Dia curahkan diam diam
Sutoyo
Kalimat yang bermajas untuk melengkapi bangian yang rumpang pada puisi tersebut yang tepat aadalah …
malam begitu indah
cinta kita selalu ada
pasti hidupmu bahagia
jangan lupa hidup ini cuma sementara
adakah rumah yang ramah untuk kita
Ayahku
Ayahku tidak kaya harta
Kekayaannya ialah cita-cita
Dia minyak, dia obor
Kami tinggal memanfaatkannya
Ayahku presiden
Dalam hatiku
Dalam hati kami
Tema puisi tersebut adalah ...
kehebatan seorang ayah
kebanggan pada ayah
kasih sayang seorang ayah
kesederhanaan seorang ayah
Kekuatan seorang ayah
Perhatikan kutipan puisi berikut!
Seruling di pasir ipis
Antara gundukan pohon pina
Tembang menggema di dua kaki
Burang-rang tangkuban perahu
Jamrud di pucuk-pucuk
Jamrud di air tipis menurun
Penggalan puisi tersebut melukiskan suasana
tentram dan damai
sedih dan pilu
sunyi dan syahdu
terang dan nyaman
senyap dan nyaman
Bacalah penggalan puisi berikut!
Suatu senja di kala sunyi
Nelayan itu berjalan tegap
Ke arah debur ombak berbunyi
Dikelilingi cuaca gelap
(“Nelayan” karya Helmi Nasution)
Penggalan puisi di atas menceritakan . . .
para nelayan yang pergi melaut setelah sore tiba di rumah
para nelayan yang seharian mencari ikan di laut lepas baru kembali setelah larut malam
para nelayan yang mencari ikan di laut lepas pada malam hari dan pagi hari baru kembali
para nelayan yang mencari ikan di laut lepas baru mendengar suara ombak setelah malam hari
para melayan berjalan kea rah debur ombak
Bacalah penggalan puisi berikut!
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
Kutipan puisi itu memiliki pengimajiuan tentang:
Seseorang jatuh cinta namun tak sempat mengutarakannya
Seseorang putus cinta karena hujan
Seseorang putus cinta karena tak direstui
Seseorang jatuh cinta kepada api
Seseorang jatuh cinta lalu putus cinta
Bacalah penggalan puisi berikut!
Dalam ribaan bahagia datang
Tersenyum bagai kencana
Mengharum bagai cendana…
Dari penggalan puisi tersebut terdapat gaya bahasa:
Hiperbola
Metafora
Litotes
Ironi
Asosiasi
Bacalah puisi berikut dengan saksama!
Aku lalai di hari pagi
Beta lengah di masa muda
Kini hidup meracun hati
Miskin ilmu miskin harta
(Menyesal, A. Hasyim)
Kata meracun hati pada puisi di atas melambangkan….
kekesalan
kekhwatiran
kelalaian
keteledoran
kesusahan
Bacalah puisi berikut dengan saksama!
..............
Tuhan kami
Telah terlalu mudah kami Menggunakan asma-Mu Bertahan di negeri ini
Semoga Kau rela menerima kembali
Kami dalam barisan-Mu
Taufiq Ismail
Hal yang diungkapkan penyair dalam puisi di atas....
permohonan untuk mernakai namanya
permohonan ampun kepada Tuhan
kemudahan dalam menyebut nama Tuhan
kemudahan dalam menerima seseorang
kerelaan untuk menerima yang bersalah
Bacalah puisi berikut dengan saksama!
Tentang Pohon 3
gergaji tak penah berjanji kepada angin untuk mengembalikan pohon kepada burung
(Karya Sapardi Djoko Damono)
Tema puisi tersebut adalah ....
ketenagakerjaan
masalah lingkungan
keindahan alam
penanaman pohon
angin, pohon, dan burung
Cermati kutipan puisi berikut !
Saya tak mengerti
Tentang kematian
Tetapi mengerti sekali tentang diri
Tak mengenal benar akan kelahiran
Tapi sadar akan cinta
Makna yang terkandung dalam bait puisi tersebut adalah....
Apalah artinya diri, yang penting urusan mati
Penyair tidak tahu benar tentang kematian sehingga belum rela untuk mati
Yang lebih penting bukan urusan lahir atau mati, tetapi kehadiran diri dan cinta
Penyair tidak peduli pada lahir, mati, dan cinta
sadar akan kematian dan kelahiran sama dengan sadar akan kehadiran diri sendiri.
Bacalah puisi berikut dengan saksama!
Malam pekat
Bersembunyi di balik mimpi, raga
Pulas menanggung lelah
….
Larik bermajas yang tepat untuk melengkapi puisi terebut adalah …
Kami dating tiba-tiba orang masih tertidur.
Gempa menggeliat, meliuk, robohkan setiap yang tegak.
Mereka tertidur dengan nyenyak sekali.
Musibah disinyalir bersumber dari Gunung Merapi.
Malapetaka menimpa desa terpencil.
Bacalah penggalan puisi berikut!
Banyak peluh tiada angin
Bau badan jadi bertelungkup
Jangan suruh orang berdisiplin
Kalau kamu sendiri belum sanggup
Bait di atas menggunakan rima . . . .
rata
silang
kembar
berpeluk
putus
Bacalah penggalan puisi berikut!
Berdiri aku di tepi pantai
Memandang lepas ketengah laut
Ombak pulang, memecah berderai
Keribaan pasir rindu berpaut
Larik ke-2 puisi di atas mengandung citraan ......
penglihatan
Pendengaran
perabaan
Perasaan
penciuman
Daun kering gugur
Tanah kerontang
Rumput kuning
Semua menunggumu
[…]
Kau sumber kehidupan
Pilihan kata yang tepat untuk melengkapi puisi tersebut adalah ....
Batu kerikil
Awan datang
Langit cerah
Air hujan
sawah mongering
