wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Teks Drama Kelas 8

Total questions: 20

Worksheet time: 2hrs 40mins

Name
Class
Date
1.

Meski saat itu sangat terik, teman-teman Ani tetap datang.

Yuni dan Hani : (memberi salam bersama)

Ibu : (datang dari dapur) Teman-teman Ani, ya?

Yuni : Iya, Bu. Kami teman-teman Ani.

Ibu : Mari, masuk! Silakan duduk dulu! Ibu panggilkan Ani. Ani ...! Itu teman-teman kamu sudah datang.

Ani : Hai! Tuk, langsung saja kita mulai.

Yuni dan Hani : Ayo!

Mereka pun bersama-sama menuju ruang belajar Ani.

Latar kutipan naskah drama tersebut adalah ....

a)

di kantor, sore hari

b)

di rumah, siang hari

c)

di rumah sakit, siang hari

d)

di hotel, sore hari

2.

Hari telah menunjukkan pukul 18.30. kakek dan nenek berada di dalam rumah.

Nenek :(bicara sendiri) Ah, dasar kayak nggak pernah ingat, sudah pikun! Pekerjaannya tak ada cara lain. Cuma bersolek. Dikiranya masih ada gadis-gadis yang suka memandang. Hem ... (mengambil cangkkir lalu minum)

Kakek :(masuk) Bagaimana kalau aku pakai pakaian ini, Bu? (tetap bercermin membiarkan nenek masuk ke kamar)

Nenek : Astaga! Tuan rumah mau pesiar?

Kakek : Tidak ke mana-mana. Cuma mau duduk-duduk saja sambil membaca koran.

Nenek : Mengapa membaca koran pakai kopiah segala.

Kakek : Agar komplit, Bu.

Nenek : Ya…. Waktu dulu kau jadi juru tulis, empat puluh tahun lampau…. Hebat sekali memang. Tapi sekarang, kopiah hanya bernilai tambah belaka… (mendekati dan berdiri disebelah kakek hingga berdiri sejajar)

Suasana yang tergambar pada kutipan naskah drama adalah...

a)

Tenang

b)

Akrab

c)

Haru

d)

Risau

3.

Hari telah menunjukkan pukul 18.30. kakek dan nenek berada di dalam rumah.

Nenek :(bicara sendiri) Ah, dasar kayak nggak pernah ingat, sudah pikun! Pekerjaannya tak ada cara lain. Cuma bersolek. Dikiranya masih ada gadis-gadis yang suka memandang. Hem ... (mengambil cangkkir lalu minum)

Kakek :(masuk) Bagaimana kalau aku pakai pakaian ini, Bu? (tetap bercermin membiarkan nenek masuk ke kamar)

Nenek : Astaga! Tuan rumah mau pesiar?

Kakek : Tidak ke mana-mana. Cuma mau duduk-duduk saja sambil membaca koran.

Nenek : Mengapa membaca koran pakai kopiah segala.

Kakek : Agar komplit, Bu.

Nenek : Ya…. Waktu dulu kau jadi juru tulis, empat puluh tahun lampau…. Hebat sekali memang. Tapi sekarang, kopiah hanya bernilai tambah belaka… (mendekati dan berdiri disebelah kakek hingga berdiri sejajar)

Latar pada kutipan naskah drama tersebut adalah …

a)

pagi hari di kamar

b)

sore hari di rumah

c)

sore hari di dapur

d)

malam hari di kamar

4.

(1) Ratu : Apakah cermin itu milikmu?

(2) Pemuda : (berkata dengan takut-takut) benar ratu, tapi hamba ragu kalau Ratu menyukai cermin ini. Sang Ratu menghampiri cermin milik pemuda tersebut. Ia segera berkaca. Tapi tiba-tiba, mukanya berubah pucat pasi.

(3) Ratu : Hah, kurang ajar. Kubunuh kau pemuda!

(4) Pemuda : (berkat sambil menunduk) Maaf Ratu, cermin itu memang bukan cermin biasa. Cermin itu dapat menunjukkan sisi buruk seseorang.

(5) Ratu : (memandang ke arah pemuda) Lalu, apa maksudnya cermin itu menunjukkan ada banyak ulat di wajahku?

(6) Pemuda : Ulat itu adalah lambang dari keserakahan Ratu.

(7) Ratu : Kau ingin bila bahwa aku serakah?

(8) Pemuda : Hamba hanya ingin mengingatkan. Selama ini, Ratu sering membeli barang berlebih walaupun sebenarnya tidak begitu penting.

(9) Ratu : Aku memang mempunyai banyak cermin. Apakah itu serakah? Sudah sepantasnya aku memiliki banyak cermin karena aku adalah ratu.

(10) Pemuda : Tapi Ratu ...

(11) Ratu : Pengawal, ambilkan pedang siapkan tiang gantungan untuk pemuda lancang ini!

Suasana yang tergambar pada naskah drama tersebut adalah ...

a)

duka

b)

marah

c)

kecewa

d)

haru

5.

(1) Ratu : Apakah cerimin itu milikmu?

(2) Pemuda : (berkata dengan takut-takut) benar ratu, tapi hamba ragu kalau Ratu menyukai cermin ini. Sang Ratu menghampiri cermin milik pemuda tersebut. Ia segera berkaca. Tapi tiba-tiba, mukanya berubah pucat pasi.

(3) Ratu : Hah, kurang ajar. Kubunuh kau pemuda!

(4) Pemuda : (berkat sambil menunduk) Maaf Ratu, cermin itu memang bukan cermin biasa. Cermin itu dapat menunjukkan sisi buruk seseorang.

(5) Ratu : (memandang ke arah pemuda) Lalu, apa maksudnya cermin itu menunjukkan ada banyak ulat di wajahku?

(6) Pemuda : Ulat itu adalah lambang dari keserakahan Ratu.

(7) Ratu : Kau ingin bila bahwa aku serakah?

(8) Pemuda : Hamba hanya ingin mengingatkan. Selama ini, Ratu sering membeli barang berlebih walaupun sebenarnya tidak begitu penting.

(9) Ratu : Aku memang mempunyai banyak cermin. Apakah itu serakah? Sudah sepantasnya aku memiliki banyak cermin karena aku adalah ratu.

(10) Pemuda : Tapi Ratu ...

(11) Ratu : Pengawal, ambilkan pedang siapkan tiang gantungan untuk pemuda lancang ini!

Bukti bahwa sang ratu serakah terdapat pada dialog nomor …

a)

1,2

b)

2,3

c)

8,9

d)

10,11

6.

Mobil yang dinaiki Indra mulai berjalan lambat dan akhirnya berhenti di depan rumah neneknya. Sang nenek sedang menyapu.

Indra : Nek! (keluar mobil dan berlari dan berteriak)

Nenek : Hai cucuku! [...]

Indra : Bapak dan Kak Ani ikut juga, Nek! (membenamkan kepala dalam pelukan hangat)

Nenek : Ya, ya, dan teman-temanmu juga!

Petunjuk lakuan yang tepat untuk melengkapi kutipan naskah drama tersebut adalah ....

a)

Membuang sapu, berlari menuju mobil, dan bersalaman

b)

Meletakkan sapu, membentangkan tangan, dan memeluknya

c)

Memegang sapu, menoleh, memandang dengan senang

d)

Melemparkan sapu, mendekati mobil, memegang

7.

Indah : Interupsi ... (sambil berdiri dan tatapan muka yajam) Saudara Adi, sekadar mengingatkan dan ruangan ini sebagai saksinya. Bukankah bakti sosial pernah kita laksanakan?

Adi : Maksud Saudari?

Indah : Kita kan sudah kumpulkan baju layak pakai, buku, dan tetek bengek lainnya untuk kita sumbangkan di daerah itu. Mengapa harus ke daerah itu lagi? Bukan begitu Saudara Pimpinan Rapat?

Banu : (mengangguk-angguk) Ya, ya.....

Indah : Maksud Saudara?

Banu : Tidak ada masalah kalau daerah itu kita bantu lagi.

Latar tempat pada naskah drama tersebut adalah ....

a)

Ruang rapat

b)

Wilayah konflik

c)

Posko bencana

d)

Daerah benccana

8.

Ibu : Hujan akan segera turun. Nanti dia terjebak hujan. Jemputlah dulu!

Anak 2 : Bu, saya sudah berumur 19 tahun. Jadi, saya rasa, Kakak juga sudah bukan balita lagi.

Ayah : Man, jangan kasar kepada ibumu! (Anak 1 mendadak nyelonong masuk dan menghempaskan tubuhnya ke sofa)

Anak 2 : Tuh, Bu, Putri Cinderela sudah kembali ke istana. Saya pergi dulu!

Ibu : ….

Anak 1 : Biasalah, Bu, memperjuangkan keadilan.

Ayah : Keadilan macam apa?

Anak 1 : Keadilan bagi rakyat jelata.

Konflik pada kutipan naskah drama tersebut adalah ....

a)

Orang tua yang mempunyai anak yang masih balita

b)

Orang tua memahami keadilan yang dituntut anaknya

c)

Seorang anak yang bentrok dengan polisi karena menuntut keadilan

d)

Orang tua yang mencemaskan salah satu anaknya yang belum pulang

9.

Gelandangan : (masih ragu-ragu) Tapi aku tidak boleh menerima sesuatu dari orang lain yang belum aku kenal.

Pemuda : [ ... ] (1)

Gelandangan : Kakakku

Pemuda : [ ... ] (2)

Gelandangan : Iya sudah dua hari ini aku belum makan nasi, terima kasih.

Dialog yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang drama tersebut adalah ....

a)

Mengapa begitu (1)

Kakakmu benar, mungkin agar kamu hati-hati (2)

b)

Siapa yang melarangmu? (1)

Tidak apa-apa, kamu lapar kan? (2)

c)

Siapa yang melarangmu? (1)

Kakakmu benar, agar kamu hati-hati (2)

d)

Tapi kamu lapar, kan? Mengapa kamu dilarang? (1)

Ambillah, tidak apa-apa. Biar kamu nggak lapar (2)

10.

Dr. Hakim : Bicaralah seperti laki-laki, sahabatku Lukman! Siapa yang salah katamu? Kamu tahu bahwa semua salah ada padamu, ada pada pendirian hidupmu. Bukan pada nasibmu!

Dr Lukman : Tetapi semuanya aku kerjakan buat kebaikan juga.

Dr. Hakim : Ya, bagaikan buat dirimu sendiri. Pernahkah kamu pikirkan istri dan anakmu di rumah? Tidak ada kawan. Tidak ada kasih dan sayang darimu. Mereka seperti burung dalam sangkar emas, sepi dan kehausan di tengah-tengah kemakmuran.

Dr. Lukman : Tetapi aku sudah beri mereka cukup. Segala yang diminta kuturuti.

Dr. Hakim : Susah bicara sama kamu [...]

Dr. Lukman : Tapi uang juga penentu kebahagiaan.

Kalimat yang tepat untuk melengkapi kutipan drama tersebut adalah ...

a)

Memang anak dan istrimu itu hanya butuh hartamu. Dengan kepingan emas apa pun yang diinginkan akan didapatnya.

b)

Memangnya mencari harta adalah wajib buat kita untuk menafkahi keluarga dan untuk membahagiakan mereka. Itu bagus Lukman, bagus!

c)

Memang membeli emas itu nomor satu. Hart dapat menyelesaikan masalah. Dengan harta kita bisa menggenggam dunia.

d)

Bagimu uang adalah segala-galanya. Bahagia tidak bisa dibeli, Lukman! Kasih tidak bisa ditawar. Cinta dan kasih hanya bisa dibeli dengan cinta kasih.

11.

Masut : Guru, terima kasih atas ilmu yang guru berikan kepadaku. Apalah artinya diriku andai tidak ada guru.

Guru : Masut, Masut! Kamu harus tahu meskipun kita mempunyai ilmu hanya sedikit, namun tetap harus diberikan kepada orang lain. (terisak sambil memeluk Masut)

Adik Masut : Lebih baik kalau ngobrolnya, sambil minum teh hangat

(menyodorkan cangkir)

Guru : Bisa saja adik kamu, Ut.

Suasana yang tergambar dalam kutipan drama tersebut adalah....

a)

Sedih

b)

Tegang

c)

Haru

d)

Seram

12.

Masut : Guru, terima kasih atas ilmu yang guru berikan kepadaku. Apalah artinya diriku andai tidak ada guru.

Guru : Masut, Masut! Kamu harus tahu meskipun kita mempunyai ilmu hanya sedikit, namun tetap harus diberikan kepada orang lain. (terisak sambil memeluk Masut)

Adik Masut : Lebih baik kalau ngobrolnya, sambil minum teh hangat

(menyodorkan cangkir)

Guru : Bisa saja adik kamu, Ut.

Latar dalam kutipan naskah drama tersebut adalah ….

a)

di sekolah

b)

di dapur

c)

di kelas

d)

di rumah

13.

Masut : Guru, terima kasih atas ilmu yang guru berikan kepadaku. Apalah artinya diriku andai tidak ada guru.

Guru : Masut, Masut! Kamu harus tahu meskipun kita mempunyai ilmu hanya sedikit, namun tetap harus diberikan kepada orang lain. (terisak sambil memeluk Masut)

Adik Masut : Lebih baik kalau ngobrolnya, sambil minum teh hangat

(menyodorkan cangkir)

Guru : Bisa saja adik kamu, Ut.

Berdasarkan kutipan naskah drama di atas, yang termasuk dialog, yaitu …

a)

Guru

b)

(menyodorkan cangkir)

c)

Guru, terima kasih atas ilmu yang guru berikan kepadaku. Apalah artinya diriku andai tidak ada guru.

d)

Masut

14.

Ayah : Kau sepertinya tidak suka melihat ayah di sini, Dam. (1)

Adam : Ya. Aku tidak suka. Kecuali Ayah bilang pada Zuz dan Qon, bahwa cerita-cerita itu bohong. (2)

Ayah : (menggeleng) Aku tidak bohong! (3)

Adam : Kalau begitu Ayah tahu resikonya. Ayah harus pergi dari sini. (4)

Taani : Diam! (Taani berseru kencang, sambil menangis) Jangan lakukan, aku mohon, jangan lakukan itu. Itu ayah Dam. Ayah Kau! Yang menggendong kau saat bayi. Itu ayah Dam. (5)

Ayah : Baik...baik lah. (ayah berdiri, matanya redup) (6)

Taani : Jangan pergi! (berlari menahan lengan ayah) Aku mohon, Ayah jangan pergi. (7)

Ayah : Ayah tidak kemana-mana bukan ? (tertawa kecil) Kau dan anak-anak bebas mengunjungiku kapan saja di sini (menunjuk kuburan). (8)

Taani : Apa? Ayah mau tinggal di sini? (9)

Bukti latar kutipan drama di kuburan ditunjukan dengan nomor....

a)

1 dan 3

b)

4 dan 5

c)

6 dan 7

d)

8 dan 9

15.

Masut : Guru, terima kasih atas ilmu yang guru berikan kepadaku. Apalah artinya diriku andai tidak ada guru.

Guru : Masut, Masut! Kamu harus tahu meskipun kita mempunyai ilmu hanya sedikit, namun tetap harus diberikan kepada orang lain. (terisak sambil memeluk Masut)

Adik Masut : Lebih baik kalau ngobrolnya, sambil minum teh hangat

(menyodorkan cangkir)

Guru : Bisa saja adik kamu, Ut.

Berdasarkan kutipan naskah drama di atas, yang termasuk kramagung, yaitu …

a)

Guru

b)

(menyodorkan cangkir)

c)

Guru, terima kasih atas ilmu yang guru berikan kepadaku. Apalah artinya diriku andai tidak ada guru.

d)

Masut

16.

Copet..copet. (terdengar suara teriakan)

Polisi : He.. berhenti! Door (terdengar suara letusan)

Pencopet : Ampun Pak.

Penumpang : Periksa kantongnya.

Hajar saja.

Pencopet : Ampun pak saya mencopet karena anak saya sedang sakit.

Polisi : Sekarang ikut saya ke kantor Polisi.

Konflik pada kutipan drama tersebut adalah....

a)

Sorang pencopet diperiksa polisi

b)

Seseorang mencopet karena anaknya sakit

c)

Seorang pencopet yang tertembak polisi

d)

Seorang pencopet yang dibawa ke pos polisi

17.

Meski saat itu sangat terik, namun teman-teman Ani tetap datang.

Yuni dan Hani : (memberi salam bersama)

Ibu : (datang dari dapur) Teman-teman Ani, ya?

Yuni : Iya, Bu. Kami teman-teman Ani.

Ibu : Mari, masuk! Silahkan duduk dulu! Ibu panggilkan Ani. Ani...!

Ibu : Itu teman-teman kamu sudah datang.

Ani : Hai! Yuk, langsung saja kita mulai.

Yuni dan Hani : Ayo!

Mereka pun bersama-sama menuju ruang belajar Ani.

Latar yang terdapat dalam kutipan naskah drama tersebut adalah....

a)

di ruang tamu, sore hari

b)

di rumah, siang hari

c)

di ruang belajar, siang hari

d)

di rumah, sore hari

18.

Meski saat itu sangat terik, namun teman-teman Ani tetap datang.

Yuni dan Hani : (memberi salam bersama)

Ibu : (datang dari dapur) Teman-teman Ani, ya?

Yuni : Iya, Bu. Kami teman-teman Ani.

Ibu : Mari, masuk! Silahkan duduk dulu! Ibu panggilkan Ani. Ani...!

Ibu : Itu teman-teman kamu sudah datang.

Ani : Hai! Yuk, langsung saja kita mulai.

Yuni dan Hani : Ayo!

Mereka pun bersama-sama menuju ruang belajar Ani.

Berdasarkan naskah drama di atas, yang termasuk prolog, yaitu …

a)

Meski saat itu sangat terik, namun teman-teman Ani tetap datang

b)

Ibu, Ani, Yuni, dan Hani

c)

(memberi salam bersama)

d)

Mari, masuk! Silahkan duduk! Ibu panggilkan Ani. Ani…!

19.

Meski saat itu sangat terik, namun teman-teman Ani tetap datang.

Yuni dan Hani : (memberi salam bersama)

Ibu : (datang dari dapur) Teman-teman Ani, ya?

Yuni : Iya, Bu. Kami teman-teman Ani.

Ibu : Mari, masuk! Silahkan duduk dulu! Ibu panggilkan Ani. Ani...!

Ibu : Itu teman-teman kamu sudah datang.

Ani : Hai! Yuk, langsung saja kita mulai.

Yuni dan Hani : Ayo!

Mereka pun bersama-sama menuju ruang belajar Ani.

Berdasarkan naskah drama di atas, yang termasuk epilog, yaitu …

a)

Hai! Yuk, langsung saja kita mulai.

b)

Ibu, Ani, Yuni, dan Hani

c)

Mereka pun bersama-sama menuju ruang belajar Ani.

d)

(datang dari dapur)

20.

Fensa :”Halo.. Assalamu’alaikum..”

Noftavia :”Wa’alaikumsalam.. Dek, bisa pulang ke rumah sekarang?”

Fensa :”Ada apa mbak?”

Noftavia :”Pulang bisa pagi ini juga?”

Fensa :”Ada apa dulu, aku harus berangkat kerja. Kalau alasan tidak masuk tidak jelas bisa dikeluarkan!”

Watak tokoh Fensa dalam kutipan drama tersebut adalah...

a)

baik

b)

keras kepala

c)

penurut

d)

bijaksana