NEW
Font size
WorksheetsUJIAN TENGAH SEMESTER GENAP FARMASI FISIK
Total questions: 60
Worksheet time: 2hrs 12mins
Ilmu yang mempelajari tentang analisis kualitatif serta kuantitatif senyawa organik dan anorganik yang berhubungan dengan sifat fisikanya serta menganalisis pembuatan dan hasil akhir dari sediaan obat yaitu ....
Kimia Farmasi
Farmasi Fisik
Farmasetika
Biokimia
Senyawa obat memiliki sifat fisika yang akan mempengaruhi cara formulasi sediaan obat. Hubungan kedua hal ini merupakan ....
Hubungan antara ilmu Farmasi dan ilmu Fisika
Hubungan antara ilmu Farmasi dan ilmu Kimia
Hubungan antara ilmu Farmasi dan ilmu Biologi
Hubungan antara ilmu Farmasi dan ilmu Mikrobiologi
Salah satu tujuan Farmasi Fisika mempelajari sifat-sifat fisik molekul zat aktif obat yaitu ....
Memastikan tingkat kemurnian senyawa tersebut
Menentukan waktu kadaluarsa obat
Menentukan efek kerja obat
Menentukan kadar obat
Salah satu tujuan Farmasi Fisika mempelajari kestabilan fisis meliputi kinetika kimia yaitu ....
Memastikan tingkat kemurnian senyawa tersebut
Menentukan waktu kadaluarsa obat
Menentukan efek kerja obat
Menentukan kadar obat
Tujuan umum yang dapat dicapai dalam ilmu Farmasi Fisika adalah ....
Mampu membuat sediaan obat
Mampu mengindetifikasi sifat-sifat molekul obat
Mampu menguji sediaan obat
Mampu membuat obat yang sesuai standar, aman, berefek pengobatan, dan stabil hingga sampai ke tangan pasien.
Hal-hal yang dipengaruhi oleh ukuran partikel dan tegangan antarmuka yaitu meliputi...
Memengaruhi stabilitas sediaan padat
Memengaruhi proses pembuatan sediaan cair
Secara klinis, ukuran partikel obat dapat memengaruhi pelepasannya dari sediaan yang diberikan secara oral, parenteral, rektal, dan topikal
Proses pencampuran serbuk dalam sediaan padat
Menurut Da Valle, mikromeritik adalah ....
Ilmu dan teknologi tentang ukuran partikel
Ilmu dan teknologi pembuatan tablet
Ilmu dan teknologi tentang serbuk
Ilmu dan teknologi tentang sediaan farmasi
Metode yang digunakan untuk menentukan ukuran partikel yaitu ....
Metode kenaikan pipa kapiler
Metode mikroskopik optik
Metode emulsifikasi
Metode viskometer
Suatu bahan dengan kerapatan 3,1 disuspensikan dalam suatu cairan yang viskositasnya 0,483 g/cm3 dan kerapatan cairan tersebut 1,9. Jika nilai Re tidak melebihi 0,2 dan gravitasi 981 cm/det2 maka diamater dari bahan tersebut adalah ....
14,72 μm
72,14 μm
721,4 μm
147,2 μm
Suatu bahan serbuk dengan kerapatan 1,7 disuspensikan dalam air pada 20°C. Berapakah ukuran partikel terbesar yang akan mengendap tanpa menyebabkan turbulasi? Viskositas air pada 20°C adalah 0,01 poise, atau g/cm detik, dan kerapatannya adalah 1,0.
80,6 µm
60 µm
0,00806 µm
0,006 µm
Sampel serbuk kalsium oksida dengan kerapatan sebenarnya 3,203 dan berat 131,3 mempunyai volume bulk 82,0 cm3 jika ditempatkan dalam gelas ukur 100 ml. Hitung porositasnya !
50%
53%
0,5%
0,53%
Dibawah ini merupakan alat yang digunakan untuk mengukur kerapatan sebenarnya beserta kegunaannya dengan tepat yaitu...
Densitometer Helium digunakan untuk menentukan kelarutan serbuk
Piknometer digunakan untuk mengukur kelarutan sebenarnya dari sebuah padatan dan benda cair
Densitometer Helium digunakan untuk menentukan kerapatan cairan
Piknometer digunakan untuk mengukur kerapatan sebenarnya dari sebuah padatan dan benda cair
Berapakah kerapatan 10 ml serum jika mempunyai massa 6,20 gram?
0,62 g/ml
1,05 g/ml
6,2 g/ml
10,5 g/ml
Kerapatan granul, dari Na bikarbonat adalah 2,325 dan ρ = 3,033. Hitung porositas dalam partikel!
23,34%
28,6%
2,34%
2,86%
Berat sebuah tablet NaI adalah 0,4405 gram dan volume bulk adalah 0,0992 cm3. Kerapatan sebenarnya dari NaI adalah 4,667 gram/cm3. Berapa kerapatan bulk dan porositas total tablet tersebut?
2,6%
4,9%
0,026%
0,049%
Jika 75 gram sampel aluminium oksida dimasukkan ke dalam gelas ukur dan mempunyai volume bulk 62 cm3 maka porositas dari serbuk tersebut bila mempunyai kerapatan sebenarnya 4,0 g/cm3 yaitu ....
78,8%
69,8%
45,3%
88,1%
Porositas dalam granul aspirin jika kerapatan sebenarnya dari aspirin adalah 1,37 dan kerapatan granul adalah 1,33 yaitu ....
7 %
6 %
4 %
3 %
Pengertian dari tegangan antarmuka adalah ....
Tegangan yang terjadi antara fase gas dengan fase cair
Tegangan yang terjadi antara fase gas dengan fase padat
Tegangan yang terjadi pada permukaan antar dua fase
Tegangan yang terjadi pada dua fase yang saling bercampur.
Tegangan permukaan yang terjadi pada larutan bila panjang dari batang besi adalah 7 cm dan massa yang dibutuhkan untuk memecah film adalah 0,85 gram!
59,6 dyne/cm
56,9 dyne/cm
45,1 dyne/cm
67,8 dyne/cm
Sebuah pipa kapiler dengan diameter 0,04 cm (dimana jari-jari (r) = ½ d) dimasukkan ke dalam zat cair yang mempunyai kerapatan 1,92 g/cm3. Bila kenaikan cairan dalam kapiler 1,5 cm dan gravitasi (g) 981 cm/det2. maka tegangan permukaan zat cair tersebut adalah ...
33,4 dyne/cm
25,28 dyne/cm
30,3 dyne/cm
28,25 dyne/cm
Aplikasi dari tegangan antarmuka di bidang Farmasi adalah ...
Penggunaan zat pembasah dan pembuatan sediaan emulsi
Pembuatan larutan sirup
Fenomena terapungnya nyamuk dipermukaan air
Fenomena bentuk bulatan embun air di permukaan daun
Metode dalam pengukuran tegangan permukaan dan tegangan antarmuka diantaranya ada 2 yaitu
Metode kenaikan pipa kapiler dan metode tensiometer DuNouy
Metode mikroskopik dan metode tensinometer DuNouv
Metode kenaikan pipa kapiler dan metode pengayakan
Metode mikroskopik dan metode pengayakan
Dibawah ini merupakan contoh aplikasi adsorpsi antarmuka padat atau cair, yaitu..kecuali
Pendispersian obat-obat seperti sulfur, arang dan serbuk-serbuk lain dengan air
Pemindahan udara dari matriks kapas dan perban penyerap sehingga larutan obat bisa diadsorbsi untuk pemakaian pada bagian dalam tubuh
Pemindahan kotoran dan sisa- sisa dengan menggunakan deterjen dalam pencucian luka
Pemakaian losio dan spray obat pada permukaan kulit dan selaput lendir
Apakah yang dimaksud dengan Larutan?
Campuran yang tidak saling terlarut di mana zat terlarut terdispersi dalam sejumlah pelarut tersebut sebagai pendispersi
Campuran zat satu atau lebih zat terdispersi pada zat pendispersi
Campuran zat terlarut homogen dalam sejumlah pelarut
Campuran homogen yang terdiri atas satu atau lebih zat terlarut dalam pelarut di mana zat terlarut terdispersi dalam sejumlah pelarut tersebut
Campuran yang terdiri dari dua fase yang homogen secara fisika dan kimia disebut ....
Suspensi
Emulsi
Larutan
Granul
Larutan dimana zat terlarut berada dalam kesetimbangan (tepat larut dalam batas kelarutannya) dengan fase pelarutnya yaitu ....
Larutan lewat jenuh
Larutan jenuh
Larutan hampir jenuh
Larutan tidak jenuh
Konsentrasi zat terlarut dalam larutan jenuh pada suhu tertentu disebut sebagai ....
Kelarutan
Larutan
Larutan jenuh
Larutan lewat jenuh
Interaksi zat terlarut dengan pelarutnya didasarkan atas prinsip ....
Like dissolves dislike
Likeness
Unlikeness
Like dissolves like
Pelarut polar melarutkan senyawa polar melalui cara ....
Interaksi dipol induksi
Pemutusan ikatan kovalen
Menginduksi derajat polaritas dalam molekul pelarut
Reaksi asam-basa
Kecepatan kelarutan dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut, kecuali...
Ukuran Partikel
Suhu
Pengadukan
Pelarut
Dibawah ini merupakan pernyataan yang benar mengenai Kelarutan yaitu..
Semakin kecil ukuran partikel maka solute akan semakin cepat larut
Kenaikan suhu akan menurunkan kelarutan solute
Semakin kecil luas permukaan maka solute akan semakin cepat larut
Mengurangi proses pengadukan akan meningkatkan kelarutan solute
Peristiwa adanya zat terlarut tertentu yang mempunyai kelarutan lebih besar dibanding zat utama yang akan menyebabkan penurunan kelarutan zat utama atau terbentuknya endapan karena ada reaksi kimia, disenut dengan...
Cosolvensi
Pembentukan kompleks
Salting In
Salting out
Peristiwa kenaikan kelarutan suatu zat karena adanya penambahan pelarut lain atau modifikasi pelarut, disebut dengan...
Cosolvensi
Pembentukan Kompleks
Salting Out
Salting In
Adanya zat terlarut tertentu yang menyebabkan kelarutan zat utama dalam solvent menjadi lebih besar, disebut dengan...
Salting Out
Coselvensi
Salting In
Pembentukan kompleks
Peristiwa terjadinya interaksi antara senyawa tak larut dengan zat yang larut dengan membentuk garam kompleks, disebut dengan...
Salting In
Salting Out
Pembentukan kompleks
Cosolvensi
Dibawah ini merupakan pernyataan yang salah mengenai zat yang dapat larut dengan pelarutnya, yaitu...
Pelarut polar mengurangi gaya tarik-menarik antara ion dalam kristal yang bermuatan berlawanan
Pelarut polar memecahkan ikatan kovalen pada elektrolit kuat dengan reaksi asam basa karena pelarut ini bersifat amfiprotik
Pelarut polar mampu melarutkan molekul dan ion dengan adanya gaya interaksi dipol
Terbentuknya ikatan polifenol
Pelarut yang tidak dapat mengurangi gaya tarik menarik antara ion-ion elektrolit karena tetapan dieletriknya rendah, yaitu pelarut...
Polar
Non Polar
Semi Polar
Elektrolit
Pelarut yang tidak bisa memecahkan ikatan kovalen dan tidak dapat mengionisasi elektrolit lemah karena termasuk dalam golongan pelarut aprotik, yaitu pelarut...
Non polar
Organik
Non Organik
Polar
Kelarutan oksigen dalam air pada 25oC dengan tekanan parsial sekitar 610 mmHg jika tetapan hukum Henry dinyatakan sebagai σ = 5,33 x 10-5 yaitu ....
0,325 g/liter
0,0325 g/liter
3,25 g/liter
32,5 g/liter
Panas penguapan pelarut karbon disulfat adalah 6682 kal/mol dan volume molar adalah 60,4 cm3 pada suhu 25oC, maka tekanan dalam dari kelarutan karbon disulfida adalah ....
101 kal/c
100 kal/c
11 kal/c
10 kal/c
Fraksi mol kelarutan ideal dari asam benzoat pada 25oC, dengan titik leleh asam benzoat adalah 122 oC dan panas peleburan molar 4139 kal/mol adalah ....
18
1,8
0,18
0,018
Ilmu yang mempelajari tentang aliran zat cair atau perubahan bentuk (deformasi) zat di bawah tekanan disebut ....
Mikromeritik
Rheologi
Viskositas
Logos
Suatu pernyataan tahanan dari suatu cairan untuk mengalir disebut ....
Mikromeritik
Rheologi
Viskositas
Logos
Faktor yang memengaruhi viskositas cairan adalah kecuali...
Suhu
Berat molekul
Tekanan
Ukuran partikel
Faktor yang menyebabkan menurunnya viskositas cairan adalah ...
Kenaikkan suhu
Penurunan berat molekul
Penurunan tekanan
Penurunan konsentrasi larutan
Salah satu aplikasi sifat rheologi dalam bentuk sediaan semisolid adalah kecuali ....
Penyebaran dan pelekatan pada kulit
Pengeluaran sediaan dari tube
Pelepasan obat dari basisnya
Aliran serbuk dari corong ke dalam lubang pencetak tablet
Aliran yang tidak dipengaruhi oleh suhu, gaya, dan tekanan serta kecepatan geser disebut ....
Aliran Newton
Aliran Non Newton
Aliran Plastis
Aliran Pseodoplastis
Aliran yang tidak akan mengalir sampai shearing stress dicapai sebesar yield value
disebut sebagai aliran ....
Plastis
Pseudoplastis
Dilatan
Thiksotropik
Sistem yang disebut pula sebagai sistem geser encer ( shear-thinning) karena dengan menaikkan tekanan geser viskositas akan menjadi turun dikenal sebagai aliran ....
Plastis
Pseudoplastis
Dilatan
Thiksotropik
Sistem aliran dimana viskositas meningkat dengan bertambahnya rate of shear dan disebut sebagai sistem disebut geser kental (shear-thickening) yaitu sistem..
Thiksotropik
Pseudoplastis
Plastis
Dilatan
Jenis aliran ideal yang diterapkan dalam bentuk sediaan Farmasi yaitu ....
Plastis
Thiksotropik
Rheopeksi
Dilatan
Viskometer yang digunakan untuk mengukur viskositas aliran Non Newton adalah ....
Viskometer Kapiler dan Viskometer Bola Jatuh
Viskometer Cup and Bob, dan Viskometer Cone and Plate
Viskometer Cup and Bob, dan Viskometer Kapiler
Viskometer Cone and Plate, dan Viskometer Bola Jatuh
Jika diketahui ρ gliserin = 1,201 g/ml dan t gliserin = 2 menit sedangkan ρ air = 0,989 g/ml dan t air = 60 detik, serta viskositas air 0,8904 cp pada suhu 25 oC. Maka viskositas dari gliserin yaitu .....
22,16 cp
62,21 cp
2,1623 cp
162,3 cp
Suatu sampel petrolatum putih dianalisis dengan viskometer Stormer, diperoleh data w = 1800 g, wf = 1420 g, v = 500 rpm dan Kv = 50. Maka viskositas plastis dari sampel ini adalah ....
38 poise
3,8 poise
0,38 poise
380 poise
Suatu emulsi minyak mineral ternyata menunjukkan aliran plastis ketika dianalisis dengan viskometer kerucut lempeng. Diperoleh data yaitu puntiran (T) = 110 pada 200 rpm dan Tf = 25 pada 0 rpm, C = 1,168 maka viskositas emulsi tersebut adalah ....
5 poise
10 poise
0,50 poise
0,10 poise
Jika pada emulsi di atas (nomor 4), Tf = 25 dan menggunakan persamaan f = 0,122 x Tf jika menggunakan viskometer Ferranti-Shirley maka nilai yield value yaitu ....
6,1 dyne/cm2
5,1 dyne/cm2
4,1 dyne/cm2
3,1 dyne/cm2
Waktu yang dibutuhkan aseton untuk mengalir antara kedua tanda pada viskometer kapiler adalah 45 detik, dan untuk air waktu yang dibutuhkan adalah 100 detik pada suhu 25 oC. Pada temperatur ini kerapatan aseton 0,788 gram/cm3, kerapatan air 0,997 g/cm3 pada suhu 25 oC, viskositas air 0,8904 cp. Berapakah viskositas aseton pada suhu 25 oC?
0,0313 cp
0,313 cp
3,13 cp
31,3 cp
Dalam belajar mengajar mata kuliah Farmasi Fisik, materi apasajakah yang telah diberikan oleh dosen pengampu, kecuali...
Rheologi
Kelarutan
Mikromeritik
Bentuk Sediaan Obat
Dibawah ini merupakan ciri-ciri larutan ideal, kecuali...
Terjadi perubahan sifat dari komponen ketika zat bercampur membentuk larutan;
Tidak ada panas yang diserap dan dilepaskan selama proses pencampuran
Tidak ada penyusutan volume
Mengikuti hukum Roult;
Dibawah ini merupakan pelarut polar; semi polar; non polar secara berurut-urut yaitu...
air ; eter ; benzen
etanol ; etil asetat ; air
metanol ; kloroform ; heksan
eter ; metanol ; benzen
