wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Latihan Bahasa Indonesia Tema 9_KD 3.9

Total questions: 10

Worksheet time: 30mins

Name
Class
Date
1.

Bacalah cerita di berikut!


“ Bi, saya mau les. Kalau ibu bangun, tolong sampaikan, ya !” pesannya kepada Bi Surti.

Tanpa menunggu jawaban pembantunya, Vian langsung ke garasi mengambil sepeda. Arvian dan Dedy bergegas pergi. Sebenarnya jarak antara tempat les dan rumah mereka tidak begitu jauh. Bila naik sepeda cukup tujuh setengah menit juga sudah sampai.

Sesampai di Jalan Kartini, tiba-tiba Dedy berhenti. Arvian yang ada di sebelahnya juga ikut berhenti.

“ Vian, sekarang baru jam tiga lebih dua puluh. Ayo, mampir dulu ke Play Station. Kamu kemarin belum mencoba games terbaru, kan ?” kata Dedy.

Arvian tidak sanggup mengelak. Pertimbangannya buat apa menunggu lama-lama di tempat les. Masuknya juga masih cukup lama. Lagi pula, dari pengalaman hari Minggu lalu, ia masih merasa belum puas. Ia ingin bermain lagi. Kebetulan ada pakarnya yang mengajak bermain.


Bagaimana Arvian menanggapi ajakan Dedy ?

a)

Arvian menolak ajakan Dedi.

b)

Arvian tidak sanggup mengelak ajakan Dedi.

c)

Arvian senang dengan ajakan Dedy.

d)

Arvian tidak berani menolak ajakan Dedy.

2.

Bacalah cerita berikut !


Sudah dua hari, Bu Sari dan Bu Tina tidak saling menyapa. Pagi ini, Bu Sari hendak ke pasar. Ia melewati rumah Bu Tina. Rumah Bu Tina terlihat ramai sekali. Ada mobil ambulan di depannya. Bu Sari dengan malu-malu mengintip dan bertanya kepada salah seorang di sana. “Siapa yang sakit?” Orang tersebut menjawab,“Bu Tina, Bu. Katanya semalam badannya lemas, dan pagi ini dibawa ke rumah sakit.” Tak tega melihat sahabatnya sakit, Bu Sari pun memutuskan untuk menemani Bu Tina ke rumah sakit. Di mobil ambulan, Bu Sari dan Bu Tina saling meminta maaf akibat perselisihan kemarin. Kini, pertemanan mereka sudah membaik.


Amanat dalam cerita tersebut adalah …

a)

Orang yang salah haruslah dimaafkan.

b)

Tidak baik bila permusuhan berlangsung lama.

c)

Sahabat yang baik tidak boleh bertengkar.

d)

Ketika bertengkar, seharusnya tidak saling menolong.

3.

Baca Cerita rakyat berikut!


Dahulu kala di Sumindang, Sumatra Selatan, terdapat sebuah kerajaan besar. Di kerajaan, hiduplah seorang pangeran bernama Serunting. Serunting mempunyai adik ipar bernama Aria Tebing. Hubungan mereka kurang begitu baik.

Pada suatu hari, Serunting menantang Aria Tebing berkelahi. Mereka memperebutkan tanaman cendawan yang tumbuh di ladang. Aria Tebing meminta bantuan istri Serunting agar memberitahukan rahasia kesaktian Serunting. Serunting kalah dalam perkelahian itu. Dia merasa dikhianati istrinya.

Akhirnya Serunting mengembara dan bertapa di Gunung Siguntang. Dia mendapatkan kesaktian, apa pun yang keluar dari mulutnya akan berubah menjadi kutukan. Serunting lalu diberi julukan “ Si Pahit Lidah”.

Serunting kembali ke kampung halaman. Dia mengutuk setiap orang yang dijumpainya. Dia menjadi sombong. Meskipun demikian, Serunting masih memiliki sifat baik hati. Dia mengubah bukit yang gundul menjadi hutan kayu. Dia juga mengabulkan permintaan orang lain yang membutuhkan bantuan. Serunting bahagia karena bisa berguna untuk orang lain.


Tokoh Serunting memiliki keteladanan ....

a)

bijaksana kepada rakyatnya

b)

menghukum orang yang bersalah

c)

berbuat baik kepada orang lain

d)

mengkhianati istri dan adik iparnya

4.

Baca cerita rakyat berikut!


Dahulu kala di Sumindang, Sumatra Selatan, terdapat sebuah kerajaan besar. Di kerajaan, hiduplah seorang pangeran bernama Serunting. Serunting mempunyai adik ipar bernama Aria Tebing. Hubungan mereka kurang begitu baik.

Pada suatu hari, Serunting menantang Aria Tebing berkelahi. Mereka memperebutkan tanaman cendawan yang tumbuh di ladang. Aria Tebing meminta bantuan istri Serunting agar memberitahukan rahasia kesaktian Serunting. Serunting kalah dalam perkelahian itu. Dia merasa dikhianati istrinya.

Akhirnya Serunting mengembara dan bertapa di Gunung Siguntang. Dia mendapatkan kesaktian, apa pun yang keluar dari mulutnya akan berubah menjadi kutukan. Serunting lalu diberi julukan “ Si Pahit Lidah”.

Serunting kembali ke kampung halaman. Dia mengutuk setiap orang yang dijumpainya. Dia menjadi sombong. Meskipun demikian, Serunting masih memiliki sifat baik hati. Dia mengubah bukit yang gundul menjadi hutan kayu. Dia juga mengabulkan permintaan orang lain yang membutuhkan bantuan. Serunting bahagia karena bisa berguna untuk orang lain.


Tema cerita rakyat tersebut adalah ....

a)

berubah menuju kebaikan

b)

rukun terhadap sesama

c)

akibat perbuatan tercela

d)

manfaat hidup rukun

5.

Baca cerita rakyat berikut!


Dahulu kala di Sumindang, Sumatra Selatan, terdapat sebuah kerajaan besar. Di kerajaan, hiduplah seorang pangeran bernama Serunting. Serunting mempunyai adik ipar bernama Aria Tebing. Hubungan mereka kurang begitu baik.

Pada suatu hari, Serunting menantang Aria Tebing berkelahi. Mereka memperebutkan tanaman cendawan yang tumbuh di ladang. Aria Tebing meminta bantuan istri Serunting agar memberitahukan rahasia kesaktian Serunting. Serunting kalah dalam perkelahian itu. Dia merasa dikhianati istrinya.

Akhirnya Serunting mengembara dan bertapa di Gunung Siguntang. Dia mendapatkan kesaktian, apa pun yang keluar dari mulutnya akan berubah menjadi kutukan. Serunting lalu diberi julukan “ Si Pahit Lidah”.

Serunting kembali ke kampung halaman. Dia mengutuk setiap orang yang dijumpainya. Dia menjadi sombong. Meskipun demikian, Serunting masih memiliki sifat baik hati. Dia mengubah bukit yang gundul menjadi hutan kayu. Dia juga mengabulkan permintaan orang lain yang membutuhkan bantuan. Serunting bahagia karena bisa berguna untuk orang lain.


Pernyataan yang sesuai dengan cerita rakyat tersebut adalah ...

a)

Istri Serunting membantu Serunting melawan Aria Tebing.

b)

Aria Tebing mengembara dan bertapa di Gunung Siguntang.

c)

Serunting dan Aria Tebing hidup rukun dan saling membantu.

d)

Serunting mendapat kesaktian setelah bertapa di Gunung Siguntang.

6.

Bacalah cerita di bawah ini !


Saat matahari tegak di atas kepala, Abdi kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat itu telah sampai di kawasan hutan karangasem, Playen, Gunung kidul. Rasa haus dan lapar di perut, tidak dihiraukannya. Tekadnya sudah bulat, perintah raja harus dilaksanakan. Ia ingin segera menyelesaikan tugasnya, ia tidak ingin kembali kerajaan dengan tangan kosong. Perintah raja untuk mencari kayu jati dijalaninya dengan penuh tanggung jawab. Ia ingin segera menemukan kayu jati dijalaninya dengan penuh tanggung jawab. Ia ingin segera menemukan kayu jati yang besar, tua, dan lurus. Kayu tersebut akan dipergunakan sebagai tiang utama bangunan keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Setelah beberapa hari Abdi Kerajaan berada di kawasan hutan Karangasem, akhirnya dia menemukan kayu jati yang dicarinya: besar, lurus dan sudah tua. Namun, ternyata kayu itu dihuni makhluk halus sebangsa Jin. Abdi kerajaan mengutarakan maksud dan tujuan kehadirannya di hutan tersebut. Jin memahaminya, bahkan jin ingin ikut ke kerajaan Ngayogyakarta dan akan menetap selamanya di dalam kayu jati itu.


Sifat Abdi kerajaan dalam cerita tersebut adalah...

a)

setia

b)

gigih

c)

sabar

d)

sombong

7.

Bacalah cerita di bawah ini !


Kerajaan Tanah Sumedang diperintah raja yang adil dan bijaksana. Sang Raja mempunyai seorang anak bernama Putri Arum. Suatu ketika Putri Arum mengidap penyakit kulit yang menjijikkan. Raja mengadakan sayembara. Siapa dapat.menyembuhkan Putri Arum jika laki-laki akan dijodohkan, jika perempuan akan dijadikan saudara. Bujang Trindil pembantu setia Dang Anggana mengikuti sayembara. Ia segera pergi mencari obat. Ia berjalan mendaki gunung tinggi dan menjelajah hutan belantara. Karena lelah, ia tertidur di bawah pohon rindang dan bermimpi. Dalam mimpi itu, ia disuruh membuat sumur. Sumur itu akan mengeluarkan air panas sebagai sarana menyembuhkan Putri Arum. Ketika terbangun, Bujang Trindil segera melakukan seperti dalam mimpinya. Keajaiban terjadi. Setelah Putri Arum mandi dengan air sumur itu, penyakit kulitnya lenyap. Akhirnya, Bujang Trindil mendapatkan hadiah. Namun, hadiah itu ia serahkan kepada tuannya, Dang Anggana. Menikahlah Dang Anggana dengan Sang Putri Arum. Bujang Trindil merasa lega dan bahagia.


Sifat Bujang Trindil dalam bacaan tersebut adalah ....

a)

penyabar dan pekerja keras

b)

penyayang dan penurut

c)

setia dan rela berkorban

d)

bekerja keras dan penurut

8.

Bacalah bacaan di bawah ini !


Riana Helmi dalam usianya yang belum genap 18 tahun, tepatnya 17 tahun 11 bulan, dianggap dokter termuda di Indonesia. Remaja kelahiran Banda Aceh itu diwisuda sebagai dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Riana menyelesaikan kuliah dalam waktu tiga tahun enam bulan dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) sangat memuaskan, yaitu 3,67 dan dengan waktu kuliah tercepat dibandingkan mahasiswa kedokteran di mana pun. Meskipun begitu, ia tetap gadis yang rendah hati, ramah, dan tidak sombong dengan prestasi yang diraihnya.


Sifat yang diteladani dari dari tokoh di atas adalah....

a)

Tinggi hati dan ramah

b)

Sombong dan rendah hati

c)

Rendah hati dan ramah

d)

Tinggi hati dan sombong

9.

Bacalah bacaan di bawah ini !


Ternyata tidak seorang pun yang ditanyainya paham tentang budidaya ulin. Padahal, ulin merupakan pohon hutan yang kayunya dikenal keras dan tidak lapuk meskipun lama direndam. Herry pun membulatkan tekad untuk meneliti sendiri cara budidaya ulin. Tahun 2000, ketika pergi ke hutan Tabalien di Kabupaten Gunung Mas, Herry mengumpulkan biji pohon ulin. Setahun kemudian, biji-biji itu dia tanam di pekarangan rumahnya di Palangkaraya. Satu tahun berlalu, tetapi tidak ada tanda-tanda biji ulin akan tumbuh. Semangat Herry tidak hilang sampai di situ. Dia tetap melakukan eksperimen dengan cara lain.

Keteladan yang dapat diambil dari tokoh Herry adalah ... .

a)

Kehidupan yang sulit tidak membuat Herry putus asa.

b)

Herry tidak putus asa dan terus mencoba meski mengalami kegagalan.

c)

Dukungan keluarga menambah semangat Herry untuk berusaha.

d)

Herry suka sekali melestarikan alam.

10.

Perhatikan kutipan cerita berikut !


Sepulang sekolah Jono cepat melepaskan sepatunya dan menaruhnya di rak sepatu. Tasnya ia letakkan di meja belajarnya. Dahulu sewaktu masih di panti asuhan, Jono tidak pernah melakukannya. Ia selalu saja ceroboh meletakkan sepatu di bawah tempat tidur Kak Bambang. Ia juga meletakkan sepatu di bawah tempat tidurnya. Kak Bambang selalu menasehatinya, tetapi Jono tidak pernah mendengarkannya. Tapi sekarang, Jono harus belajar rajin, apalagi Jono melihat bapak juga rajin. Setiap pulang dari kantor, Bapak menaruh tas dan sepatu di tempat masing-masing. Bapak orang yang disiplin. Jono ingin meniru bapak menjadi orang disiplin.


Sikap yang dapat diteladani dari tokoh Jono adalah....

a)

Jono dekat dengan kedua orang tuanya.

b)

Jono menerapkan sikap disiplin di rumah.

c)

Jono selalu mematuhi nasihat kakaknya.

d)

Jono salut kepada perjuangan orang tuanya.