NEW
Font size
WorksheetsREMIDI DRAMA 1
Total questions: 15
Worksheet time: 35mins
Bacalah penggalan drama berikut!
Ibu : (Tidak menoleh benar) Malam lebaran Narto, dengarlah tabuh itu bersahut-sahutan. Pada malam lebaran seperti ini dia pergi, pergi dengan tidak meninggalkan kata.
Gunarto : (Agak kesal) Ayah …?
Ibu : keesokan harinya, hari lebaran, sesudah sembahyang aku memaafkan dosanya.
Gunarto : Kenapa ibu ingat juga waktu yang lampau, mengingat kepada orang yang tak pernah lagi mengingat kita.
Ibu : (Memandang Gunarto) Aku merasa ia masih ingat kita Gunarto.
Yang tergambar dalam penggalan drama di atas adalah konflik ….
Sosial
Fisik
Batin
Budaya
Alam
Bacalah penggalan drama berikut!
Satilawati : (berasa kasihan) Maafkanlah segala perkataanku yang kemarin itu, Kartili. Jangan dimasukkan ke dalam hati.
Kartili : (Tersenyum) Tentu tidak, Satilawati. Aku mengerti keadaanmu kemarin itu. Sekarang aku memuji kesetiaanmu terhadap Ishak. Sungguhpun telah engkau ketahui, bahwa ia ….
Satilawati : Gila, ya. Tapi ada sesuatu, suara halusku mengatakan, bahwa ia akan baik lagi. Baik buat selama-lamanya.
Kartili : itu yang kuhargakan tinggi, Satilawati: kepercayaanmu kepada diri sendiri.
Satilawati : dan biarpun ia tidak baik kembali, aku tidak juga dapat mengikatkan diriku kepada orang lain.
Kejahatan Membalas Dendam, Idrus
Watak tokoh Satilawati berdasarkan kutipan drama di atas ….
Baik hati, belas kasih, egois
Setia, penuh keyakinan, percaya diri
Keras kepala, cepat tersinggung, baik
Pemarah, setia, keras kepala
Baik, egois, baik
Bacalah penggalan drama berikut!
Ibu : Pak Gi ini benar-benar seorang pejuang yang tak pernah melupakan cita-citanya.
Anak : Cita-cita yang mana, Bu?
Ibu : Bahwa yang tak kalah penting dengan perang melawan kemiskinan dan kebodohan. Lha ini semua kan bukti keberhasilan beliau melawan kemiskinan?
Anak : Ibu sendiri kenapa tidak mengikuti jejak Pak Gi?
Ibu : Sebagai mantan bagian dapur umum, saya tetap berjuang terus, lho! Melawan kelaparan …”
Kado Istimewa, Jujur Prananto
Penggambaran watak Pak Gi yang diungkapkan pengarang pada penggalan di atas melalui ….
Ciri-ciri fisik tokoh
Lingkungan sekitar tokoh
Perbincangan tokoh lain
Prasaan tokoh
Reaksi tokoh-tokoh lain
Ketegangan di dalam cerita rekaan atau drama disebut ….
a. Peristiwa
b. Tokoh
c. Watak
d. Konflik
e. Dialog
Peristiwa
Tokoh
Watak
Konflik
Dialog
Bacalah penggalan drama berikut!
(a) Nuniek : Bagaimana, Tien, Tonymu? Apa dia dating dari Jakarta?
(b)Hastien : datang sih sudah! Tapi dasar lelaki, bosan aku berurusan dengan dia. Lagi orang tuanya yang bawel itu, malah menyalahkan saya.
(c)Nuniek : Lho! Emangnya yang salah siapa?
(d)Hastien : Ya, jelas dong. Kalau aku enggak dikasih itu kan nggak begini jadinya.
(e)Nuniek : Kalau kamu nggak mau diajak itu, pasti nggak begitu!
(f)Hastien : Kau juga menyalahkan aku?
Berdasarkan kutipan drama di atas, dialog yang menonjolkan watak tokoh Hastien adalah ….
(a) dan (b)
(b) dan (d)
(c) dan (e)
(a) dan (d)
(d) dan (e)
Bacalah penggalan drama berikut!
(a) Nuniek : Bagaimana, Tien, Tonymu? Apa dia dating dari Jakarta?
(b)Hastien : datang sih sudah! Tapi dasar lelaki, bosan aku berurusan dengan dia. Lagi orang tuanya yang bawel itu, malah menyalahkan saya.
(c)Nuniek : Lho! Emangnya yang salah siapa?
(d)Hastien : Ya, jelas dong. Kalau aku enggak dikasih itu kan nggak begini jadinya.
(e)Nuniek : Kalau kamu nggak mau diajak itu, pasti nggak begitu!
(f)Hastien : Kau juga menyalahkan aku?
Berdasarkan drama pada soal di atas penyebab konflik adalah ….
Hastien
Nuniek
Hastien dan orang tuanya
Hastien dan Tony
Tony
Bacalah penggalan drama berikut!
Calon suami : Kalau kita menikah nanti saya?
Calon istri : Apakah tujuanmu menikahi saya semata-mata untuk kepentingan anakmu, bukan untuk keluarga yang bahagia dan sejahtera?
Watak karakter calon istri pada penggalan dialog di atas adalah ….
Cengeng
Kejam
Pemberani
Pemarah
Peramah
Adegan Ponirah dan Marni dengan menggendong bakul dan mengenakan topi caping.
Marni : Pon ... Ponirah!
Ponirah : Ada apa?
Marni : Aku melihat sepintas bayangan orang di sana!
Ponirah : Tenang saja!
Marni : Tenang . . . tenang? Tenang bagaimana? Kalau musuh?
PoniraH : Musuh? Marni, kita ini jualan buah dan tidak punya musuh. Kita harus yakin, yang berani bergerak di malam hari hanya TNI. Ayo jalan!
Marni : Tapi bulu kudukku berdiri.
Ponirah : Maka jangan di sini, ayo terus jalan!
Keduanya berjalan dengan sesekali menoleh ke belakang. Topi caping di tangan kiri. Tangan kanan di balik seakan
memegang senjata.
Situasi yang dilukiskan dalam penggalan drama itu adalah....
mencekam
mengerikan
Menegangkan
menjengkelkan
Menggelisahkan
Gadis : Aku tidak mengemis nyawa pada Tuan!
Van Dijk : Akan kita lihat nanti .... Hei kau Ibu! Siapkan dirimu! Kini giliranmu!
Ibu : Tidak! Tidak! Biarkan aku pulang. Demi kemanusiaan. Aku punya anak dua orang, masih kecil-kecil. Mereka terkunci. Jika aku harus mati buat mereka aku akan menerima dengan senang hati.
Kesimpulan dari penggalan dialog di atas yang paling tepat adalah....
Seorang gadis desa dan seorang ibu melawan perintah Van Dijk sehingga mereka mendapat siksaan.
Seorang ibu lebih rela mati untuk anak-anaknya daripada harus menurut perintah Van Dijk.
Van Dijk marah-marah kepada seorang gadis dan seorang ibu, karena tidak mau melayani perintahnya.
Seorang ibu tidak mau menurut terhadap perintah atasannya.
Seorang gadis dan seorang ibu disiksa oleh Van Dijk karena mereka bermasalah.
Bacalah penggalan drama berikut!
Asdiarti : Kenapa?
Yanti : Sangat ruwet!
Asdiarti : Kau dipaksa kawin oleh orang tuamu?
Yanti : Antara lain itu. Tapi banyak lagi soalnya.
Asdiarti : Apa?
Yanti : Ah, sudahlah. Sebaiknya kau tak usah memaksaku merigatakannya. Sulit. Terlalu sulit.
Asdiarti : Yah, aku tahu kau kerasan di rumah.
Yanti : (memandang)
Asdiarti : Itu persoalan yang banyak kita rasakan bersama.
Yanti : Kau juga mengalami seperti itu?
Asdiarti : Memang, cuma persoalanku tidak seberat persoalanmu.
Bagian dialog yang mendukung watak tokoh (Yanti) yang tertekan karena banyak masalah adalah ....
(memandang)
Kau juga mengalami seperti itu?
Sangat ruwet!
Ah, sudah.
Terlalu sulit.
Perhatikan kutipan naskah drama berikut!
Maya : Pokoknya, Ibu harus setuju!
Ibu : (menarik napas panjang kecewa) Dengan apa Ibu membayarnya?
Maya : (terkejut dan gugup) Kan masih lama, Ibu.
Ibu : Biaya kursus cukup besar, Maya.
Maya : [ … ]
Ibu : (dengan tersenyum) Nah, begitu. Ini gres putri Ibu.
Dialog yang sempurna untuk melengkapi cuilan rumpang kutipan drama tersebut yakni …
Iya deh, Maya turuti nasihat Ibu.
Maya, kita kini lagi kesulitan.
Coba kau mengerti kondisi Ibu.
Baiklah Ibu akan beli yang baru.
Coba ibu pikirkan dulu.
Cermatilah obrolan berikut!
Husna : Sakit apa, Mbak?
Astuti : Sakit perut, sudah beberapa hari.
Husna : Mbak selalu ke dokter ini? Apa setiap hari juga banyak pasiennya? (sambil melihat beberapa pasien yang menunggu)
Astuti : Setahun saya begitu, setiap hari banyak dikunjungi pasien. Padahal dokter lain juga ada.
Husna : Dokternya punya kelebihan?
Astuti : …..
Husna : O, pantes jikalau kalau begitu.
Astuti : Banyak orang yang sembuh ditangani dokter ini.
Kalimat yang sempurna untuk melengkapi cuilan rumpang pada obrolan tersebut yakni …
Ya, anaknya banyak, tujuh orang
Setahu saya beliau biasa saja
Dia dokter yang bertangan dingin
Dia punya apotek yang cukup besar
Obatnya selalu obat warung saja.
Tidak menyerupai biasanya, Anton berpakaian begitu rapi sore itu keluar dari rumahnya. Terlihat pula ia membawa sesuatu di tasnya. Langkah kakinya begitu gagah menuju rumah Tika. Di rumah Tika sudah banyak teman-teman yang datang. Mereka berkumpul di tepi kolam renang. Rupanya Tika sedang merayakan ulang tahunnya. Begitu melihat Anton, Tika pribadi menyambut penuh keceriaan.
Tika : “Selamat datang, Anton. Aku kira kau tidak akan datang.”
Antin : “Untukmu selalu saja ada waktu luang.” (matanya memandang 17 lilin di tengah kolam renang).
Tika : “Ah, sanggup saja kamu. Aku jadi tersanjung.”
Anton : “Tika …. “ (memberikan sesuatu kepada Tika)
Tika : “Terimakasih. Ini niscaya sesuatu yang istimewa.”
Latar kawasan perayaan ulang tahun Tika yakni ….
di rumah Anton
di rumah Tika
di tepi kolam renang
Di tengah kolam renang
Di waktu sore hari
Samin : Fred, jangan cepat-cepat bahaya!
Fredi : Alaa, malam begini sepi, tak apa! (Samin menyusul dan menariknya mundur.)
Samin : Kita berhenti dulu!
Fredi : Ah! Lebih cepat sampai ke alamatnya kan lebih baik!
Samin : Ingat yang aku bawa surat penting!
Fredi : Justru itu!
Samin : Pokoknya berhenti, Fred!Aku tidak mau ambil risiko tertangkap Belanda.
Fredi : Baik, Min! Kau yagn pegang komando.
Konflik yang terdapat dalam penggalan drama di atas adalah....
a.
terjadinya pertengkaran antara Sarmin dan Fredi
Keinginan berhenti untuk beristirahat
perebutan pemegang komando tugas
kekhawatiran aka keselamatan surat penting
ketakutan berjalan di malam hari
Samin : Fred, jangan cepat-cepat bahaya!
Fredi : Alaa, malam begini sepi, tak apa! (Samin menyusul dan menariknya mundur.)
Samin : Kita berhenti dulu!
Fredi : Ah! Lebih cepat sampai ke alamatnya kan lebih baik!
Samin : Ingat yang aku bawa surat penting!
Fredi : Justru itu!
Samin : Pokoknya berhenti, Fred!Aku tidak mau ambil risiko tertangkap Belanda.
Fredi : Baik, Min! Kau yagn pegang komando.
Tokoh Samin pada penggala drama di atas adalah bersifat....
penyabar
ambisius
semangat
hati-hati
tanggung jawab
