NEW
Font size
WorksheetsSoal Meneladani Kehidupan dari Teks Cerpen
Total questions: 63
Worksheet time: 32mins
Cermati teks berikut!
Teks 1
Suara-suara bising beragam bahasa dunia yang menyelinap dari balik jendela terbuka mulai perlahan menyenyap. Malam makin sepuh. Kubayangkan, para turis yang mulai letih telah memenjarakan dirinya di kamar-kamar hotel untuk menukarkan penat.
Suaramu masih benderang, ceritamu seolah tak berujung, sementara ujung malam beringsut mendekat.
("Gerimis Senja di Praha", Eep Saefulloh Fatah)
Teks 2
Ia menatap sembari mengangguk-angguk. dengan sedikit terkekeh ia balik badan, pergi begitu saja. Saya lepas ia dengan tatapan yang menyimpan rasa cemas. Tampaknya, ia orang paling ditakuti di daerah kami ini.
Kemudian, di dalam saya mendapatkan istri sedang ketakutan di sudut kamar. Pucat membias di wajahnya. Pasti tadi ia mengintip atau nguping dari dalam.
"Kita pindah saja. Salah-salah, orang itu bisa ancam kita! Aku takut! Orang seperti dia itu tidak takut polisi, tidak takut mati. Nekat!" Memelas suara istri saya. Saya mencoba menenangkannya.
("Pisau", Yusrizal KW)
Persamaan kedua teks tersebut adalah ...
menggunakan sudut pandang akuan
menggunakan konjungsi pertentangan
berupa kalimat-kalimat tunggal
bertema tentang pariwisata
latar tempat di rumah tokoh utama
Cermati teks berikut!
Teks 1
Suara-suara bising beragam bahasa dunia yang menyelinap dari balik jendela terbuka mulai perlahan menyenyap. Malam makin sepuh. Kubayangkan, para turis yang mulai letih telah memenjarakan dirinya di kamar-kamar hotel untuk menukarkan penat.
Suaramu masih benderang, ceritamu seolah tak berujung, sementara ujung malam beringsut mendekat.
("Gerimis Senja di Praha", Eep Saefulloh Fatah)
Teks 2
Ia menatap sembari mengangguk-angguk. dengan sedikit terkekeh ia balik badan, pergi begitu saja. Saya lepas ia dengan tatapan yang menyimpan rasa cemas. Tampaknya, ia orang paling ditakuti di daerah kami ini.
Kemudian, di dalam saya mendapatkan istri sedang ketakutan di sudut kamar. Pucat membias di wajahnya. Pasti tadi ia mengintip atau nguping dari dalam.
"Kita pindah saja. Salah-salah, orang itu bisa ancam kita! Aku takut! Orang seperti dia itu tidak takut polisi, tidak takut mati. Nekat!" Memelas suara istri saya. Saya mencoba menenangkannya.
("Pisau", Yusrizal KW)
Ringkasan isi cerita pada teks 2 adalah ...
Suami yang datang terlambat menyelamatkan istri.
Preman yang menggedor-gedor pintu rumah.
Istri yang ketakutan karena perilaku kasar seseorang.
Suatu wilayah yang penduduknya merasa tidak aman.
Kurangnya perlindungan aparat kepada warga.
Cermati kutipan cerpen berikut!
Hingga tiga bulan lalu, suami Melani masih bisa menggarap lahan Pak Minto. Lahan itu sebelumnya hanya lahan mati dengan rumput ilalang setinggi orang dewasa. Setelah Melani dan suaminya datang sebagai keluarga jauh yang merantau, Pak Minto mengizinkan keduanya memanfaatkan lahan itu untuk cocok tanam. Daripada jadi lahan tak terurus, begitu kata Pak Minto.
Nilai sosial yang terdapat pada kutipan tersebut adalah ...
seorang suami yang masih bisa menggarap lahan
seseorang yang bisa memanfaatkan lahan mati
suami istri yang datang sebagai keluarga perantau
menolong orang yang memerlukan pekerjaan
suami yang bekerja keras menghidupi keluarganya
Cermati kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal!
Dua gentong berusia ratusan tahun itu bagai sepasang manusia renta yang tercampakkan. Keduanya duduk muram di sudut kamar paling belakang. Menekur diam. Bibirnya berlumur lelehan pewarna yang pekat dan sudah mengering.
Menatap gentong tua itu tiba-tiba aku seperti melihat bayangan ibumu. Melihat kedua tangannya yang berwarna kerak nasi dan telah menghasilkan lembar-lembar batik gentongan, yang sebagian dijual dan sebagian lagi sudah dipersiapkan untuk pernikahanmu, sebagaimana kewajiban seorang ibu memersembahkan hadiah itu, meskipun sudah pernah kautegaskan bahwa itu tidak perlu!
Dialah perempuan Tanjungbumi yang tak lelah menyunggi tradisi meskipun berkelindan dengan sepi.
...
Hanya pada dua gentong tua itu akan kautemukan bayangan ibumu. Bersama benda peninggalan leluhur itulah ibumu berkarib memilin sepi. Menunggumu pulang dengan kerinduan berkelindan. Dan kini, benda tua itu tampak muram ditinggal pemiliknya. Gelap yang tersisa saat kulongokkan kepala, mengintip ke dalam. Mirip bilik hati ibumu; tak tertebak bagai lorong rahasia yang panjang.
("Gentong Tua", Muna Mayasari)
Makna gentong pada kutipan tersebut melambangkan ...
kembali
ibu tokoh
rumah di masa lalu
kerinduan
penderitaan
Cermati kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal!
Dua gentong berusia ratusan tahun itu bagai sepasang manusia renta yang tercampakkan. Keduanya duduk muram di sudut kamar paling belakang. Menekur diam. Bibirnya berlumur lelehan pewarna yang pekat dan sudah mengering.
Menatap gentong tua itu tiba-tiba aku seperti melihat bayangan ibumu. Melihat kedua tangannya yang berwarna kerak nasi dan telah menghasilkan lembar-lembar batik gentongan, yang sebagian dijual dan sebagian lagi sudah dipersiapkan untuk pernikahanmu, sebagaimana kewajiban seorang ibu memersembahkan hadiah itu, meskipun sudah pernah kautegaskan bahwa itu tidak perlu!
Dialah perempuan Tanjungbumi yang tak lelah menyunggi tradisi meskipun berkelindan dengan sepi.
...
Hanya pada dua gentong tua itu akan kautemukan bayangan ibumu. Bersama benda peninggalan leluhur itulah ibumu berkarib memilin sepi. Menunggumu pulang dengan kerinduan berkelindan. Dan kini, benda tua itu tampak muram ditinggal pemiliknya. Gelap yang tersisa saat kulongokkan kepala, mengintip ke dalam. Mirip bilik hati ibumu; tak tertebak bagai lorong rahasia yang panjang.
("Gentong Tua", Muna Mayasari)
Maksud dari bilik hati dalam kutipan tersebut adalah ...
rahasia
kehidupan
perasaan
kepahitan
keheningan
Cermati kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal!
(1) Dua gentong berusia ratusan tahun itu bagai sepasang manusia renta yang tercampakkan. (2) Keduanya duduk muram di sudut kamar paling belakang. (3) Menekur diam. (4) Bibirnya berlumur lelehan pewarna yang pekat dan sudah mengering.
(5) Menatap gentong tua itu tiba-tiba aku seperti melihat bayangan ibumu. (6) Melihat kedua tangannya yang berwarna kerak nasi dan telah menghasilkan lembar-lembar batik gentongan, yang sebagian dijual dan sebagian lagi sudah dipersiapkan untuk pernikahanmu, sebagaimana kewajiban seorang ibu memersembahkan hadiah itu, meskipun sudah pernah kautegaskan bahwa itu tidak perlu!
(7) Dialah perempuan Tanjungbumi yang tak lelah menyunggi tradisi meskipun berkelindan dengan sepi.
...
(8) Hanya pada dua gentong tua itu akan kautemukan bayangan ibumu. (9) Bersama benda peninggalan leluhur itulah ibumu berkarib memilin sepi. (10) Menunggumu pulang dengan kerinduan berkelindan. (11) Dan kini, benda tua itu tampak muram ditinggal pemiliknya. (12) Gelap yang tersisa saat kulongokkan kepala, mengintip ke dalam. (13) Mirip bilik hati ibumu; tak tertebak bagai lorong rahasia yang panjang.
("Gentong Tua", Muna Mayasari)
Kalimat bermajas personifikasi dalam kutipan tersebut terdapat pada kalimat nomor
(2)
(5)
(8)
(12)
(13)
Cermati kutipan berikut untuk menjawab soal!
Betul. Semasa kecil, saya sering didongengi ibu. Katanya hidup di surga itu nyaman sekali, tinggal tunjuk langsung jadi. Mau anggur akan diantar ke hadapan. Mau minum dan makan juga demikian. Bukankah sekarang zaman juga sudah begini? Haus dan lapar tinggal buka ponsel. Hanya perlu satu jari untuk membuatnya ada di depan mata. Lalu, mengapa harus susah payah memasak segala?
... Memasak yang dimaksud ibu saya bukan sekadar bisa, melainkan memang lihai sebab akan memengaruhi rasa.
Sekali lidah harus langsung enak terasa sehingga sampai sajian tandas di piring kenangan baiklah yang terbawa. Maka, demi memenuhi angan-angan punya anak perempuan yang bisa menyajikan penganan enak itu, ibu kemudian mendesak saya datang ke rumahnya.
"Ambil libur dua hari apa tidak bisa sama sekali?" desaknya di ujung telepon.
Saya menjepit ponsel di antara kepala dan bahu sementara sepasang tangan masih berusaha melepaskan sarung karet berwarna pucat. Saya memang baru keluar dari ruang operasi ketika ibu menelepon lagi untuk kesekian kali.
(Semangkuk Perpisahan di Meja Makan", Miranda Seftiana)
Konflik pada kutipan cerpen tersebut adalah ...
Tidak perlu bisa memasak untuk menjadi anak perempuan yang baik.
Seorang anak yang tidak menyempatkan waktu untuk bertemu ibunya.
Seorang anak yang sibuk dengan pekerjaannya sampai lupa untuk belajar memasak.
Kemudahan mencari makanan dan minuman membuat seorang anak berselisih dengan ibunya.
Seorang ibu yang meminta anaknya untuk libur agar bisa belajar memasak dengannya.
Cermati kutipan berikut untuk menjawab soal!
Betul. Semasa kecil, saya sering didongengi ibu. Katanya hidup di surga itu nyaman sekali, tinggal tunjuk langsung jadi. Mau anggur akan diantar ke hadapan. Mau minum dan makan juga demikian. Bukankah sekarang zaman juga sudah begini? Haus dan lapar tinggal buka ponsel. Hanya perlu satu jari untuk membuatnya ada di depan mata. Lalu, mengapa harus susah payah memasak segala?
... Memasak yang dimaksud ibu saya bukan sekadar bisa, melainkan memang lihai sebab akan memengaruhi rasa.
Sekali lidah harus langsung enak terasa sehingga sampai sajian tandas di piring kenangan baiklah yang terbawa. Maka, demi memenuhi angan-angan punya anak perempuan yang bisa menyajikan penganan enak itu, ibu kemudian mendesak saya datang ke rumahnya.
"Ambil libur dua hari apa tidak bisa sama sekali?" desaknya di ujung telepon.
Saya menjepit ponsel di antara kepala dan bahu sementara sepasang tangan masih berusaha melepaskan sarung karet berwarna pucat. Saya memang baru keluar dari ruang operasi ketika ibu menelepon lagi untuk kesekian kali.
(Semangkuk Perpisahan di Meja Makan", Miranda Seftiana)
Keterkaitan isi kutipan tersebut dengan kehidupan sehari-hari adalah ...
Anak perempuan di zaman sekarang tidak ada yang bisa memasak.
Seorang ibu yang memaksa anaknya untuk libur kerja.
Ketika lapar dan haus, seseorang dengan mudah bisa memesan makanan lewat ponselnya.
Orang dewasa akan selalu sibuk dengan pekerjaannya dan melupakan ibunya.
Makanan enak itu dibuat dengan tangan seorang ibu yang pandai memasak yang di dalamnya terdapat ketulusan.
Cermati kutipan novel berikut ini!
Di rumah aku belajar sampai jauh malam dan penyakit insomnia ternyata malah mendukungku. Aku adalah penderita insomnia yang paling produktif karena saat-saat tak bisa tidur kugunakan untuk membaca. Jika kelelahan belajar aku melakukan penyegaran mental yaitu kembali membuka buku. Seandainya Mereka Bisa Bicara dan di sana kutemukan bagaimana Herriot menghadapi kesulitan membuktikan dirinya di depan para petani Derbyshire yang sangat skeptis, keras kepala, dan antiperubahan. Dari buku itu juga aku merasakan angin pagi lembah Edensor yang dingin bertiup merasuki dadaku yang sesak setelah menyelusup di antara dedaunan astuaria. Membaca semua itu semangatku kembali terpompa dan hatiku semakin bening siap menerima pelajaran-pelajaran baru.
(Laskar Pelangi, Andrea Hirata)
Pendeskripsian watak tokoh Aku yang cerdas diungkapkan melalui ...
lingkungan tokoh
deskripsi fisik tokoh
pikiran tokoh
ucapan tokoh
tingkah laku tokoh
Cermati kutipan novel berikut ini!
Di rumah aku belajar sampai jauh malam dan penyakit insomnia ternyata malah mendukungku. Aku adalah penderita insomnia yang paling produktif karena saat-saat tak bisa tidur kugunakan untuk membaca. Jika kelelahan belajar aku melakukan penyegaran mental yaitu kembali membuka buku. Seandainya Mereka Bisa Bicara dan di sana kutemukan bagaimana Herriot menghadapi kesulitan membuktikan dirinya di depan para petani Derbyshire yang sangat skeptis, keras kepala, dan antiperubahan. Dari buku itu juga aku merasakan angin pagi lembah Edensor yang dingin bertiup merasuki dadaku yang sesak setelah menyelusup di antara dedaunan astuaria. Membaca semua itu semangatku kembali terpompa dan hatiku semakin bening siap menerima pelajaran-pelajaran baru.
(Laskar Pelangi, Andrea Hirata)
Pembuktian latar tempat dalam kutipan tersebut terdapat dalam bagian ...
Aku adalah penderita insomnia yang paling produktif karena saat-saat tak bisa tidur kugunakan untuk membaca.
Di rumah aku belajar sampai jauh malam dan penyakit insomnia ternyata malah mendukungku.
Jika kelelahan belajar aku melakukan penyegaran mental yaitu kembali membuka buku.
Seandainya Mereka Bisa Bicara dan di sana kutemukan bagaimana Herriot menghadapi kesulitan membuktikan dirinya di depan para petani Derbyshire yang sangat skeptis, keras kepala, dan antiperubahan.
Dari buku itu juga aku merasakan angin pagi lembah Edensor yang dingin bertiup merasuki dadaku yang sesak setelah menyelusup di antara dedaunan astuaria.
Cermati dua kutipan cerpen berikut!
Kutipan 1
Kemudian ia sampai pada pemikiran bahwa yang jauh tetaplah di kejauhan.Yang dekat tetaplah pada kedekatan, kecuali yang jauh itu mendekat atau yang dekat itu menjauh.Miliknya akan tetap miliknya, kecuali ia rebut atau ia lepaskan.Begitu pun yang bukan miliknya akan menjadi miliknya jika ia merebutnya atau menerimanya dari orang lain.Kenangan dan imajinasi akan tetap seperti apa adanya.Dan kenyataan adalah di mana kita berada.Lalu, bocah itu tersenyum dengan penuh kemenangan.Kemenangannya atas sang nasib yang kini tidak akan bisa lagi merenggut kebahagiaannya.
( Hujan, Yeni Puspyta)
Kutipan 2
Sembari menatap langit kelam, ia berangsur-angsur mengemasi sisa-sisa barang dagangannya yang berceceran diobrak-abrik oleh para petugas Satpol PP yang mencoba menertibkan kawwasan Tanah Abang, tempat di mana ia berjualan untuk menyambung hidupnya di belantara ibu kota.Ia masih yakin, Jakarta masih bisa ditaklukkan.Dan pada akhirnya nanti, ia bisa buktikan pada semua orang kampung yang selama ini mencibir dan menganggap remeh dia dan keluarganya.
(Masih Ada Asa, Rusmana)
Persamaan unsur intrinsik yang terdapat pada kedua cerpen tersebut adalah ...
alur maju
latar suasana gembira
sudut pandang orang ketiga
perwatakan langsung
konflik internal
Cermati kutipan cerita berikut untuk menjawab soal nomor 8 dan 9!
(1)Ke sebelah kanan, Kawan, sebab sebelah kiri penuh sesak teman-teman kita yang sedang melihat pula.(2)Lihat, lepu ayam ikan ganjil, sirip dan ekornya tumbuh melebihi panjangnya dari ikan biasa, sehingga merupakan ayam kalkun.(3)Dengan warnanya yang kemerah-merahan bercampur putih itu, sepadan benar dengan lenggoknya perlahan-lahan di air tenang.(4)Semua teman-temannya tidak diperdulikannya.(5)Dengan sombong katanya” adakah yang melebihi kegagahan dan kebagusanku?Akulah raja keindahan di air ini.Lihatlah, mereka lari, malu seraya menyingkirkan diri.”
(Tinjaulah Dunia Sana, Maria Amin)
Pembuktian watak tokoh yang suka pamer terdapat pada kalimat bernomor ...
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
Amanat yang terdapat pada kutipan cerita tersebut adalah ...
Jangan menganggap diri paling sempurna karena tidak ada yang sempurna di dunia
Bersikap dan berbuat baiklah terhadap sesama agar mendapatkan keberkahan
Berbicaralah yang sopan terhadap orang yang lain agar kita juga dihargai
Jangan menyombongkan diri dengan berpura-pura merendah dan berlagak miskin
Hargailah kelebihan orang lain, jangan merendahkan ataupun meremehkannya
Berikut yang tidak termasuk nilai-nilai yang terkandung dalam cerpen dalah ….
budaya
sosial
pendidikan
moral
amanat
2.Membaca cerpen tidak hanya mendapat hiburan semata, tetapi juga ada nila-nilai kehidupan yang dapat kita ambil dari cerpen tersebut. Salah satu nilai yang terkandung dalam cerpen adalah nilai agama (relegius) adalah ….
nilai yang berkaitan dengan hubungan antara manusia dengan Tuhan
nilai yang menyangkut atura-aturan yang terkait dengan hubungan antar manusia dengan Tuhan
nilai yang menyangkut masalah baik buruk, sopan santun, dan etika antar manusia
menyangkut masalah adat istiadat, kebiasaan, dan bahasa, dalam kehidupan sosialnya
nilai yang menyangkut hubungan antara manusia dengan orang lain dalam kehidupan
3.Bacalah teks cerpen berikut!
(1) Teman teman fajar bersorak gembira, (2) Daffa terkulai lemas karena layang-layang putus. (3) Senja pun tiba. (4) Ketika terdengar suara azan, anak-anak mulai membubarkan diri untuk pergi ke masjid. (5) Berita kemenangan Fajar atas daffa makin menambah keyakinan anak-anak desa itu bahwa layang-layang milik fajarmemang sakti. (6) Fajar menjadi makin tinggi hati.
Bukti nilai agama terdapat pada kalimat bertanda nomor ….
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
4.Nilai yang terdapat dalam cerpen yang menyangkut masalah baik buruk, sopan santun, dan etika antar manusia adalah nilai….
sosial
budaya
agama
politik
moral
5.Perhatikan kalimat berikut!
Akhirnya Badu mengakui kekalahannya, kalimat tersebut termasuk pada nilai ….
moral
sosial
budaya
agama
pendidikan
6.“Hanafi, mudah-mudahan Tuhan mengampuni dosamu. Sebagai ibu yang engkau durhakai dengan lillaahitaala sudh rela mengampuni akan dikau.” Hanafi tergeletak tertawa seolah mencemooh pula,” Hai ibu, mengucap ibu dengan tulusnya barangkali ibu akan mendapatkan ilham, lalu dapat berkata dengan benar. Pada hematku ibulah juga yang banyak bersalah atas diriku.”
Nilai moral yang sesuai teks tersebut adalah ….
anak durhaka yang tidak perlu dicontoh
anak baik dan sopan santun
ibu yang durhaka
anak buruk hati
anak yang pamer
7.Nilai yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari adalah ….
Seorang ibu banyak berbuat salah pada anaknya
Seorang ibu mengampuni kesalahan aanaknya
Seorang ibu selalui didurhakai anaknya
Seorang ibu selalu membimbing anaknya
Seorang ibu selalu menyayangi anaknya
8.Nilai yang terkandung dalam cerpen yang berisi masalah adat istiadat, kebiasaan, dan bahasa dalam kehidupan sosial disebut nilai ….
sosial
budaya
agama
pendidikan
moral
9.Salah satu nilai yang terkandung dalam cerpen adalah nilai sosial. Nilai sosial adalah …
nilai yang berkaitan dengan hubungan antara manusia dengan Tuhan
nilai yang menyangkut aturan-aturan yang terkait dengan hubungan antara manusia dengan Tuhan
nilai yang menyangkut masalahbaik buruk, sopan santun, dan etika antar manusia
menyangkut masalah adat istiadat, kebiasaan, dan bahasa dalam kehidupan sosialnya
nilai yang menyangkut hubungan antar manusia dengan orang lain dalam kehidupan
Bacalah kutipan teks cerpen berikut!
Astaga, siapa orang-orang ini? Tampang mereka seperti orang-orang criminal. Namun, hak mereka sama dengan semua penumpang yang masuk taksiku. Aku tak perlu tahu urusan mereka. Barangkali juga tidak berhak tahu. Meskipun banyak juga yang aku tahu sebagai supir taksi.
Nilai moral yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….
kehati-hatian seseorang terhadap keadaan sekelilingnya.
ketakutan yang timbul akibat pengalaman masa lalu.
jangan berprasangka buruk hanya karena melihat penampilannya
ketidakpercayaan terhadap orang-orang di sekitarya
ketakutan melihat orang jahat
Cermatilah kutipan cerpen beikut!
Setibanya Pak Usman di restoran kecil sepulang dari sekolah, Larasati segera memulai pembicaraan. “Sebelum membicarakan soal Diah, saya perlu menjelaskan mengapa saya tidak mau membicarakan hal ini di sekolah karena saya ingin saya bicarakan adalah masalah yang harus diselesaikan dengan kacamata kemanusiaan, bukan kedinasan”
“Maksud Ibu apa?", kata Pak Usman.
"Saya khawatir , keinginan Bapak untuk menghabisi Diah itu karena kebencian Bapak terhadap saya. Selama ini orang kan tahu saya sangat perhatin terhadap Diah. Dia anak yang lemah, Pak, sudah mengalami berbagai cobaan hidup, sering murung karena menerima beban yang terlalu banyak dalam hidupnya".
Sifat tokoh Larasati berdasarkan kutipan di atas adalah....
sabar dan penyayang
angkuh dan disiplin
tegas dan pemberani
penuh perhatiaan dan tegas
angkuh dan pemberani
Cermatilah kutipan teks cerpen berikut!
Kelihatan seorang kakek berjalan bersama cucunya seorang gadis belia yang cantik. Mereka duduk di bawah pohon yang rindang. Gadis itu meminta kakeknya menceritakan riwayat hidupnya, siapa sebenarnya kedua orang tuanya dan di mana mereka sekarang. Sang kakek terdiam sebentar, kemudian mulailah ia bercerita. “Delapan belas tahun yang lalu, seorang pemuda kota berjalan-jalan ke desa ini. Ia terpikat gadis cantik bunga desa ini, dan mereka pun menikah. Gadis cantik itu adalah putri kakek satu-satunya.
Latar tempat pada cerita di atas adalah...
di bawah pohon rindang.
di perkampungan.
di hutan rimba.
di jalan pedasaan.
di rumah singgah
Cermatilah Kutipan Teks Cerpen Berikut!
Aku tak bisa diam, setengah tahun aku ditempatkan di sekolah
ini pengelolaan BK aku ubah secara mendasar. Mulai administrasi, cara
penanganan siswa, termasuk ruang konsultasi siswa. Namun, langkahku membuat
lukman terusik, terutama dalam kasus Diah telah banyak menerima penderitaan,
anakitu perlu bimbingan dan kasih sayang bukan penghakiman.
Tema dalam cerpen tersebut adalah ….
kehidupan seorang guru BK di sekolah
kesedihan seorang guru BK melihat kondisi siswanya
keinginan seorang guru BK untuk melaksanakan tuganya dengan baik
seorang guru BK yang ingin membantu mengatasi masalah siswanya
memerlukan penanganan khusus
Cermatilah Kutipan Teks Cerpen Berikut!
Dengan tergesa Ersa menaiki bus yang nyaris meninggalkan suasana yang kurang nyaman baginya. Dari kejauhan terdengan sayup suara “… penumpang bus Gemilang Asa untuk segera memasuki kendaraan…”. Hati Ersa agak tenang karena dia sudah berada di dalamnya. “Mudah-mudahan sore nanti aku bisa berada di acara itu,” harapnya dalam hati.
Latar waktu dan tempat pada penggalan cerpen tersebut adalah …
sore hari, terminal
siang hari, perjalanan
siang hari, terminal
pagi hari, rumah
pagi hari, perjalanan
Cermatilah Kutipan Teks Cerpen Berikut!
Meski termasuk anak yang pandai dan masuk kelas akselerasi, Romero tetap memilik banyak teman dan sahabat. Baginya teman adalah lingkungan yang dapat memberikan banyak inspirasi dan pengalaman yang tidak diperoleh di bangku sekolah. Di rumah ia juga bersikap baik pada tetangga. Ia ingat ketika orang tuannya berpesan, “Carilah teman dan sahabat sebanyak-banyaknya karena kita tidak bisa hidup sendiri. Suatu saat pasti kita membutuhkan orang lain.”
Unsur ekstrinsik penggalan cerpen tersebut adalah ….
budaya
ekonomi
pendidikan
estetika
sosial
Bacalah kutipan teks cerpen berikut!
Aku tak bisa diam, setengah tahun aku ditempatkan di sekolah ini pengelolaan BK aku ubah secara mendasar. Mulai administrasi, cara penanganan siswa, termasuk ruang konsultasi siswa. Namun, langkahku membuat lukman terusik, terutama dalam kasus Diah telah banyak menerima penderitaan, anakitu perlu bimbingan dan kasih sayang bukan penghakiman.
Tema dalam cerpen tersebut adalah ….
kehidupan seorang guru BK di sekolah
kesedihan seorang guru BK melihat kondisi siswanya
keinginan seorang guru BK untuk melaksanakan tuganya dengan baik
seorang guru BK yang ingin membantu mengatasi masalah siswanya
memerlukan penanganan khusus
Aku tak bisa diam, setengah tahun aku ditempatkan di sekolah ini pengelolaan BK aku ubah secara mendasar. Mulai administrasi, cara penanganan siswa, termasuk ruang konsultasi siswa. Namun, langkahku membuat lukman terusik, terutama dalam kasus Diah telah banyak menerima penderitaan, anakitu perlu bimbingan dan kasih sayang bukan penghakiman.
Berdasarkan kutipan tersebut, tema cerpen termasuk masalah adalah ….
kemanusiaan
masalah pendidikan
kehidupan sosial
permasalahan ekonomi
kemiskinan
Aku tak bisa diam, setengah tahun aku ditempatkan di sekolah ini pengelolaan BK aku ubah secara mendasar. Mulai administrasi, cara penanganan siswa, termasuk ruang konsultasi siswa. Namun, langkahku membuat lukman terusik, terutama dalam kasus Diah telah banyak menerima penderitaan, anakitu perlu bimbingan dan kasih sayang bukan penghakiman.
Cara pengarang penyampaian tema cerpen adalah ….
melalui kisah hidup tokoh
narasi langsung oleh pengarang
melalui dialog
pendapat tokoh dalam cerita
melalui prolog
salah satu ciri alur cerpen yang baik adalah ….
memuat banyak konflik sehingga cerpen menjadi menari untuk dibaca
berkembang sesuai dengan cerita utama agar penceritaan tidak melebar ke hal yang tidak penting
alur mengalir secara dramatik memuat masalah yang dibahas dari awal hingga akhir cerita secara konsisten
harus memuat masalah kemanusiaan, yang berupa masalah ekonomi, politik, sosial, dan budaya
memuat kehidupan masa lampau sebagai bagian pembelajaran bagi pembaca agar mengambil hikmah di dalamnya
Pada tahapan yang penulis mulai memperkenalkan masalah yang akan dihadapi oleh tokoh utamanya disebut alur dalam tahapan ….
perkenalan
pemunculan masalah
menuju konflik
ketegangan
penyelesaian
Setibanya Pak Usman di restoran kecil sepulang dari sekolah, Larasati segera memulai pembicaraan. “Sebelum membicarakan soal Diah, saya perlu menjelaskan mengapa saya tidak mau membicarakan hal ini di sekolah karena saya ingin bicarakan adalah masalah yang harus diselesaikan dengan kacamata kemanusiaa, bukan kedinasan” “Maksud ibu apa? Saya khawatir, keinginan bapak untuk menghabisi Diah itu karena kebencian bapak terhadap saya. Selama ini orang kan tahu saya sangat perhatian terhadap Diah. Dia anak yang lemah Pak, sudah mengalami berbagai cobaan hidup, sering murung karena menerima beban yang terlalu banyak dalam hidupnya.
Sifat tokoh Larasati berdasarkan kutipan di atas adalah …
sabar dan penyayang
angkuh dan disiplin
tegas dan pemberani
penuh perhatiaan dan tegas
angkuh dan pemberani
Setibanya Pak Usman di restoran kecil sepulang dari sekolah, Larasati segera memulai pembicaraan. “Sebelum membicarakan soal Diah, saya perlu menjelaskan mengapa saya tidak mau membicarakan hal ini di sekolah karena saya ingin bicarakan adalah masalah yang harus diselesaikan dengan kacamata kemanusiaa, bukan kedinasan” “Maksud ibu apa? Saya khawatir, keinginan bapak untuk menghabisi Diah itu karena kebencian bapak terhadap saya. Selama ini orang kan tahu saya sangat perhatian terhadap Diah. Dia anak yang lemah Pak, sudah mengalami berbagai cobaan hidup, sering murung karena menerima beban yang terlalu banyak dalam hidupnya.
Karakter tokoh pak Usman dalam kutipan cerpen tersebut memiliki sifat ….
pendendam
keras kepala dan mudah marah
tidak bisa membedakan urusan dinas dan pribadi
ingin menang sendiri
pemurah
Setibanya Pak Usman di restoran kecil sepulang dari sekolah, Larasati segera memulai pembicaraan. “Sebelum membicarakan soal Diah, saya perlu menjelaskan mengapa saya tidak mau membicarakan hal ini di sekolah karena saya ingin bicarakan adalah masalah yang harus diselesaikan dengan kacamata kemanusiaa, bukan kedinasan” “Maksud ibu apa? Saya khawatir, keinginan bapak untuk menghabisi Diah itu karena kebencian bapak terhadap saya. Selama ini orang kan tahu saya sangat perhatian terhadap Diah. Dia anak yang lemah Pak, sudah mengalami berbagai cobaan hidup, sering murung karena menerima beban yang terlalu banyak dalam hidupnya.
Kedudukan tokoh pak Usman dan Larasati dalam kutipan cerpen di atas adalah ….
tokoh antagonis, tokoh penengah
tokoh protagonis, tokoh penengah
tokoh antagonis, tokoh protagonis
tokoh protagonis, tokoh protagonis
tokoh antagonis, tokoh antagonis
Setibanya Pak Usman di restoran kecil sepulang dari sekolah, Larasati segera memulai pembicaraan. “Sebelum membicarakan soal Diah, saya perlu menjelaskan mengapa saya tidak mau membicarakan hal ini di sekolah karena saya ingin bicarakan adalah masalah yang harus diselesaikan dengan kacamata kemanusiaa, bukan kedinasan” “Maksud ibu apa? Saya khawatir, keinginan bapak untuk menghabisi Diah itu karena kebencian bapak terhadap saya. Selama ini orang kan tahu saya sangat perhatian terhadap Diah. Dia anak yang lemah Pak, sudah mengalami berbagai cobaan hidup, sering murung karena menerima beban yang terlalu banyak dalam hidupnya.
Gambaran karakter tokoh Diah dalam cerpen tersebut adalah …
kuat menerima cobaan
mudah putus asa
lemah dan penuh penderitaan
trauma dalam menjalani kehidupan
sedih dan terharu
Aku tak bisa diam, setengah tahun aku ditempatkan di sekolah ini pengelolaan BK aku ubah secara mendasar. Mulai administrasi, cara penanganan siswa, termasuk ruang konsultasi siswa. Namun, langkahku membuat lukman terusik, terutama dalam kasus Diah telah banyak menerima penderitaan, anakitu perlu bimbingan dan kasih sayang bukan penghakiman.
Tema yang terdapat dalam cerpen termasuk jenis tema ….
mayor
minor
sampingan
tunggal
ganda
Bacalah kutipan teks cerpen berikut!
Aku tak bisa diam, setengah tahun aku ditempatkan di sekolah ini pengelolaan BK aku ubah secara mendasar. Mulai administrasi, cara penanganan siswa, termasuk ruang konsultasi siswa. Namun, langkahku membuat lukman terusik, terutama dalam kasus Diah telah banyak menerima penderitaan, anakitu perlu bimbingan dan kasih sayang bukan penghakiman.
Tema dalam cerpen tersebut adalah ….
Kehidupan seorang guru BK di sekolah
Kesedihan seorang guru BK melihat kondisi siswanya
Keinginan seorang guru BK untuk melaksanakan tuganya dengan baik
Seorang guru BK yang ingin membantu mengatasi masalah siswanya
Memerlukan penanganan khusus
Dengan memberanikan diri, aku pun bertanya, "Apa Ibu kenal dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sana itu?" Ia menjawab, "Silakan masuk, Nyonya! Kalau Anda ibunya Eric, sungguh Anda tak punya hati!”. Ia membuka pintu tempat tinggalnya. (1) "Tolong katakan, di mana ia sekarang? Saya janji menyayanginya dan tidak akan meninggalkannya lagi!” (2) Aku berlari memeluk tubuhnya yang bergetar keras. "Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric telah meninggal dunia. Jasadnya ditemukan di kolong jembatan,” jawabnya dengan suara terbata-bata. (3) ”Eric... maafkan Ibu, Nak!” Aku sungguh menyesal, mengapa anakku Eric, dulu kutinggalkan. (4)
Bukti latar tempat pada kutipan cerita tersebut ditandai nomor ...
(1)
(2)
(3)
(4)
(1) (2)
Perhatikan teks berikut!
Setibanya Pak Usman di restoran kecil sepulang dari sekolah, Larasati segera memulai pembicaraan. “Sebelum membicarakan soal Diah, saya perlu menjelaskan mengapa saya tidak mau membicarakan hal ini di sekolah karena saya ingin bicarakan adalah masalah yang harus diselesaikan dengan kacamata kemanusiaa, bukan kedinasan” “Maksud ibu apa? Saya khawatir, keinginan bapak untuk menghabisi Diah itu karena kebencian bapak terhadap saya. Selama ini orang kan tahu saya sangat perhatian terhadap Diah. Dia anak yang lemah Pak, sudah mengalami berbagai cobaan hidup, sering murung karena menerima beban yang terlalu banyak dalam hidupnya.
Sifat tokoh Larasati berdasarkan kutipan di atas adalah …
Sabar dan penyayang
Angkuh dan disiplin
Tegas dan pemberani
Penuh perhatiaan dan tegas
Angkuh dan pemberani
kau berbohong padaku. Seperti yang kau utarakan kemarin, dan yang kemarin dulu itu. Ketika mentari meredup berpendar di pucuk daun sebelah barat rumah dan ketika kerumunan itu tak lagi bersamamu, kau mulai dengan kisah kebohonganmu yang pertama kepadaku.
Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar waktu sore adalah...
Mentari meredup
Mentari di sebelah barat
Ketika kerumunan tidak bersama
Kebohongan yang disampaikan tokoh kamu
Pucuk daun sebelah barat rumah
Bacalah dengan saksama!
Di Kantor Pos
Oleh: Muhammad Ali
“Tadi agaknya telah terjadi suatu kekeliruan ketika Nona membayarkan uang pos wesel kepada saya, sebab ….”
“Mana bisa keliru?” si pegawai menyela dengan cepat.
“Seharusnya saya terima tiga ratus rupiah, bukan? Kalau tak salah, sekian itulah angka yang tertulis dalam pos wesel saya.”
“Coba saya liat dulu, Saya masih ingat nomor pos wesel Saudara.” Si pegawai lalu memeriksa salah satu lajur dalam daftar yang terkembang di hadapannya, kemudian katanya,”Nah ini, wesel nomor satu empat tujuh dengan tanda C. Jumlah uang:tiga ratus rupiah. Apa yang keliru? Bukankah tadi Saudara terima dari saya tiga ratus rupiah?”
“Tidak,”jawab laki-laki itu.” Nona tadi memberikan kepada saya bukan tiga lembar kertas ratusan, tapi empat lembar. Jadi, empat ratus rupiah yang saya terima tadi.”
“Oh,, kalau begitu saya keliru. Benar-benar keliru,” kata si pegawai akhirnya dengan kemalu-maluan.”Maklum banyak kerja. Lagi pula lembaran-lembaran uang itu masih baru hingga mudah saja terlengket karenanya. Jadi, Saudara mau kembalikan uang yang seratus rupiah kepada saya, sekarang?”
“Betul, Saya akan mengembalikannya kepada Nyonya ….”
“Nona!” sela si pegawai cepat.
Sudut pandang yang digunakan pengarang pada kutipan cerpen tersebut adalah …
Orang ketiga sebagai pengamat
Orang pertama tokoh utama
Orang pertama tokoh tambahan
Orang campuran
Orang ketiga manatahu
(1) Boleh jadi, itu sikap angkuhnya seorang yang sukses dan kaya menghadapi pemuda kere macam aku. (2) Sebagai pimpinan sebuah bank papan atas di negeri ini, mungkin dia tak rela hati anak gadisnya kupacari. (3) Jadi, amat wajar dia kelihatan tidak suka terhadapku. (4) Apalagi tampangku tidak keren kayak aktor Nicholas Saputra, sementara wajah Mawar memang cakep. (5) Kamu sendiri bilang, Mawar mirip Dian Sastro dengan bodi semampai macam Luna Maya (padahal menurutku, Mawar lebih mirip penyanyi kesukaanmu, Mulan Jamila).
Bukti bahwa watak tokoh ‘dia’ pada kutipan cepen tersebut sombong terletak pada kalimat bernomor .…
(1) dan (2)
(2) dan (3)
(3) dan (4)
(4) dan (5)
(5) dan (1)
Perhatikan kedua kutipan cerpen berikut!
Kutipan 1
“Kalau memang masih ingin jadi juru masak, bagaimana kalau Ayah jadi juru masak di salah satu rumah makan milik saya di Jakarta? Saya tak ingin lagi berjauhan dengan Ayah.” Sejenak Makaji diam mendengar tawaran Azrial. Tabiat orang tua memang selalu begitu, walau terasa semanis gula, tak bakal langsung direguknya, meski sepahit empedu tidak pula buru-buru dimuntahkannya, mesti matang ia menimbang. Makaji memang sudah lama menunggu ajakan seperti itu. Orang tua mana yang tak ingin berkumpul dengan anaknya di hari tua? Dan kini, gayung telah bersambut, sekali saja ia mengangguk, Azrial akan segera memboyongnya ke rantau. Makaji tetap akan mempunyai kesibukan di Jakarta, ia akan jadi juru masak di rumah makan milik anaknya sendiri.
Kutipan 2
“Benar. Benar. Benar. Itulah negeri kami.”
“Di negeri, di mana penduduknya sendiri melarat itu?”
“Ya. Ya. Ya. Itulah dia negeri kami.”
“Negeri yang lama diperbudak orang lain itu?”
“Ya, Tuhanku. Sungguh laknat penjajah-penjajah itu, Tuhanku.”
“Dan hasil tanahmu, mereka yang mengeruknya dan diangkutnya ke negerinya, bukan?”
“Benar Tuhanku, hingga kami tidak mendapat apa-apa lagi. Sungguh laknat mereka itu.”
“Di negeri yang selalu kacau itu, hingga kamu dengan kamu selalu berkelahi, sedang hasil tanahmu orang lain juga yang mengambilnya, bukan?”
Perbedaan yang tampak pada kedua kutipan cerpen di atas adalah ….
Kutipan cerpen 1 Menggunakan bahasa lugas, Kutipan cerpen 2 Menggunakan ungkapan
Kutipan cerpen 1 Menggunakan majas dan ungkapan, Kutipan cerpen 2 Menggunakan bahasa sehari-hari
Kutipan cerpen 1 Menggunakan bahasa Melayu, Kutipan cerpen 2 Menggunakan bahasa populer
Kutipan cerpen 1 Menggunakan bahasa resmi, Kutipan cerpen 2 Menggunakan majas
Kutipan cerpen 1 Menggunakan ungkapan, Kutipan cerpen 2 Menggunakan bahasa lugas
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Perhelatan bisa kacau tanpa kehadiran lelaki itu. Gulai kambing akan terasa hambar lantaran racikan bumbu tidak meresap ke dalam daging. Kuah gulai kentang dan gulai rebung bakal encer karena keliru menakar jumlah kelapa parut hingga setiap menu masakan kekurangan santan. Akibatnya, berseraklah fitnah dan cela yang mesti ditanggung tuan rumah. Bukan karena kenduri kurang meriah, tidak pula karena pelaminan tempat bersandingnya pasangan pengantin tak sedap dipandang mata, tetapi karena macam-macam hidangan yang tersuguh tak menggugah selera. Nasi banyak gulai melimpah, tetapi helat tak bikin kenyang. Ini celakanya bila Makaji, juru masak handal itu tidak dilibatkan.
Kutipan cerpen tersebut merupakan struktur cerpen bagian …
Abstrak
Orientasi
Komplikasi
Resolusi
Koda
Dahulu kala, Pak tua bilang ibuku pernah kerja di sini meratapi nasibnya.
Ciri kebahasaan yang ditonjolkan dalam kutipan cerpen di atas adalah…
Penggunaan kata lampau
Penggunaan kata sifat
Penggunaan kata kerja
Penggunaan keterangan waktu
Penggunaan dialog
Kata-kata si pegawai itu memberondong cepat bagai peluru yang mendesing memerahkan daun telinga laki-laki kurus itu. Biji mata laki-laki itu melotot berputar-putar cepat seolah-olah ...
Majas yang tepat untuk melengkapi teks tersebut adalah ...
Hendak menatap anaknya dengan kasih sayang.
Mati memalingkan pemandangan bagiku.
Mati melihat seseorang dengan jelas.
Hendak mengawasi gerakan temannya.
Hendak melompat keluar dari kedua matanya.
Faktor-faktor di dalam lingkungan masyarakat penulis yang mempengaruhi penulis dalam menulis cerpen tersebut disebut ….
latar belakang masyarakat
latar belakang penulis
penokohan
sudut pandang
alur
Nilai yang menjelaskan baik dan buruk seseorang dalam cerita adalah nilai ….
agama
sosial
budaya
moral
ekonomi
Bacalah penggalan cerpen berikut!
Waktu Holil anak Haji Zainuri sunat, aku masih anak kecil. Di kotaku belum ada listrik. Apalagi radio dan bioskop. Hiburan satu-satunya bagi anak-anak kecil di waktu sore hari ialah menonton orang memasang lampu petromaks yang dikerek di setiap perempatan jalan dan memburu-buru gangsir atau laron bilamana musimnya tiba.
Unsur ekstrinsik yang ingin ditonjolkan dan penggalan cerpen tersebut adalah latar belakang ….
sosial masyarakat
budaya masyarakat
sosial pengarang
sejarah penciptaan
agama pengarang
Salah satu jenis karya sastra yang memaparkan kisah atau cerita mengenai manusia beserta seluk-beluknya lewat tulisan pendek dan singkat disebut ….
cerita pendek
eksposisi
eksplanasi
deskripsi
prosedur
Berikut ini yang tidak termasuk ciri cerpen adalah ….
jalan ceritanya pendek
memiliki jumlah 10.000 kata
berasal dari kehidupan sehari-hari
menggambarkan semua kisah pada tokohnya
tidak ada permasalahan dalam cerita
Ringkasan atau inti dalam cerita pendek yang akan dikembangkan menjadi sebuah rangkaian-rangkaian peristiwa atau bisa juga sebagai gambaran awal dalam cerita disebut …
abstrak
orientasi
komplikasi
evaluasi
koda
Sebuah gagasan pokok yang mendasari dari jalan cerita sebuah cerpen disebut ….
tema
alur
setting
tokoh
penokohan
Jalan dari sebuah kisah cerita merupakan karya sastra disebut ….
tema
penokohan
amanat
alur
setting
Berikut yang tidak termasuk setting adalah …
tempat
latar
suasana
waktu
tokoh
Tokoh baik dalam karya sastra disebut ….
protagonis
antagonis
campuran
tritagonis
pantonim
Penulis mulai memperkenalkan tokoh-tokoh, latar yang ada di dalam cerita termasuk tahapan alur….
perkenalan
pemunculan masalah
menuju konflik
ketegangan
penyelesaian
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Pagi ini cuaca begitu cerah sehingga dapat mengubah suasana jiwaku yang penat karena setumpuk tugas yang terbengkelai menjadi teringankan. Namun, sekarang aku harus mulai bangkit dari tidurku dan bergegas untuk mandi karena pagi ini aku harus bekerja keras.
Tokoh “aku” dalam kutipan tersebut merupakan sudut pandang ….
orang pertama pelaku utama
orang pertama pelaku sampingan
orang ketiga serbatahu
orang ketiga pengamat
orang kedua
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Sudah genap 1 bulan dia menjadi pendatang baru di perumahan ini. Tetapi, dia juga belum satu kali pun terlihat keluar rumah hanya untuk sekedar beramah-tamah dengan tetangga yang lain.
Kutipan cerpen tersebut memiliki sudut pandang ….
orang pertama pelaku utama
orang pertama pelaku sampingan
orang ketiga serbatahu
orang ketiga pengamat
orang kedua
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Entah apa yang telah terjadi dengannya. Pada saat datang, ia langsung marah. Memang kelihatannya ia mempunyai banyak masalah.
Kutipan teks cerpen tersebut memiliki sudut pandang ….
orang pertama pelaku utama
orang pertama pelaku sampingan
orang ketiga serbatahu
orang ketiga pengamat
orang kedua
Bacalah kutipan cerpen tersebut!
Sebuah pesan dari seorang penulis atau pengarah cerita tersebut kepada pembaca agar pembaca dapat bertindak atau melakukan sesuatu disebut ….
amanat
tema
sudut pandang
alur
setting
