Worksheetsintegrasi nasional dalam bingkai bhinneka tunggal ika
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Keberagaman harus membentuk masyarakat Indonesia yang memiliki toleransi dan sikap saling menghargai. Oleh karena itu, diperlukan adanya
komitmen persatuan bangsa dalam keberagaman
komitmen untuk membangun daerahnya masing-masing
komitmen untuk mensejahterakan rakyat di daerah tertingga
komitmen untuk memajukan daerahnya dalam bingkai persatuan
Persatuan dalam keberagaman harus dipahami oleh setiap warga masyarakat agar dapat mewujudkan hal-hal berikut ini, kecuali
pembangunan berjalan lancar
pergaulan antarsesama yang lebih akrab
perbedaan yang ada tidak menjadi sumber masalah
terbentuknya satu masyarakat yang sama ras, agama, suku dan bahasa
persatuan dan kesatuan bangsa sangat penting bagi bangsa Indoenesia, hal itu karena
bangsa Indonesia adalah bangsa yang toleran
bangsa Indonesia adalah bangsa yang beragam
bangsa Indonesia memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika
dengan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang majemuk akan menjadi kokoh dan kuat
Indonesia adalah negara yang sangat rentan akan terjadinya perpecahan dan konflik. Hal ini disebabkan
adanya pemisah TNI dan POLRI
Indonesia adalah negara dengan keberagaman suku, etnik, budaya, agama serta karakteristik dan keunikan di setiap wilayahnya
banyaknya partai politik yang ingin berkuasa
negara Indonesia pernah dijajah secara bergantian oleh bangsa Eropa
Persatuan dalam keberagaman memiliki arti yang sangat penting bagi bangsa Indonesia. Persatuan dalam keberagaman harus dipahami oleh setiap warga masyarakat agar dapat mewujudkan hal-hal sebagai berikut, kecuali
pembangunan berjalan lancar
pergaulan antarsesama yang lebih akrab
persatuan demi kebersamaan dan kepedulian kelompok tertentu
kehidupan yang serasi, selaras, dan seimbang
Momentum yang merupakan konsensus nasional yang merupakan konsep integrasi bangsa Indonesia menjadi suatu bangsa yang resmi dan berdaulat adalah
sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928
proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945
penetapan Pancasila pada tanggal 17 Agustus 1945
penetapan UUD NRI tahun 1945 pada tanggal 17 Agustus 1945
Syarat di bawah adalah syarat keberhasilan suatu integrasi pada suatu negara, kecuali
nilai-nilai sosial dijadikan aturan baku dalam melangsungkan proses integrasi sosial
norma-norma dijadikan aturan baku dalam melangsungkan proses integrasi sosial
adanya konsuesus nasional dalam rangka kepemimpinan nasional yang otoritarian
anggota-anggota masyarakat merasa bahwa mereka masyarakat merasa bahwa mereka berhasil saling mengisi kebutuhan-kebutuhan satu dengan lainnya
Pernyataan yang menunjukkan hubungan antara Integrasi nasional dalam pelanggaran hak dan kewajiban adalah
pelanggaran hak orang akan menyebabkan terjadinya disentegrasi, sehingga hak orang yang haknya dilanggar kemungkinan tidak akan menjalankan kewajibannya
pelanggaan hak orang akan menyebab terjadinya disentegrasi, sehingga yang hak dilanggar kemungkinan akan menjalankan haknya
pelanggaran hak orang akan menyebabkan terjadinya disentegrasi, sehingga orang yang haknya dilanggar kemungkinan tidak akan menjalankan haknya
pelanggaran hak orang akan menyebabkan terjadinya disentegrasi, sehingga orang yang kewajibannya dilanggar kemungkinan tidak akan menjalankan haknya
Faktor di bawah ini yang bukan merupakan faktor pendorong tercapainya integrasi nasional adalah ditandai dengan adanya
persamaan dan kesetiakawanan yang agung antar pemeluk agama
rasa senasib dan seperjuangan yang diakibatkan oleh faktor sejarah
ancaman dari luar yang menyebabkan munculnya semangat nasionalisme di kalangan rakyat Indonesia
tekad serta keinginan untuk bersatu di kalangan bangsa Indonesia seperti yang dinyatakan dalam sumpah pemuda
Integrasi nasional akan berhasil jika antar komponen bangsa dapat meminimalisir beberapa faktor penghambat dalam integrasi nasional, kecuali
kurangnya toleransi antar golongan
adanya rasa senasib sepenangugan akibat penderitaa dalam persatuan di kota besar
kurangnya penghargaan terhadap kemajemukan yang bersifat heterogen
kurangnya kesadaran dari masyarakat Indonesia terhadap ancaman dan gangguan dari luar
