Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Soal Latihan Analisis Wacana

Total questions: 20

Worksheet time: 30mins

Name
Class
Date
1.

Teks berikut digunakan untuk menjawab soal nomor 1 s.d. 7.


UMR (upah minimum regional) merupakan upah terendah yang diberikan kepada setiap buruh menurut peraturan pemerintah daerah. Namun, tidak jarang pula para pengusaha tidak memberikan upah kepada buruhnya sesuai dengan UMR. Akibatnya, sering terjadi demonstrasi buruh yang menuntut kenaikan upah sesuai dengan UMR demi kehidupan yang layak bersama keluarga. Di samping itu, pada setiap sektor usaha juga berbeda upah minimum yang diberikan kepada buruhnya. Hal itu tentu tidak menjadi masalah sepanjang upah itu tidak di bawah UMR.

Menurut Badan Koordinator Pengupahan Sektor Usaha di Kota XX, upah yang diberikan kepada buruh berbeda setiap sektor usaha. Dari tahun 2008 hingga 2010, sektor usaha seperti pertanian,

bangunan, angkutan, pertambangan, dan industri memiliki perbedaan upah yang diberikan kepada buruhnya setiap bulan. Hal itu disebabkan oleh perbedaan risiko, beban kerja, dan jenis pekerjaan yang

dilakukan. Dalam perkembangannya, setiap tahunnya ada peningkatan UMR yang diberikan setiap sektor usaha sebagaimana terlihat pada tabel berikut.


TABEL 1

(TABEL DI ATAS)

Dari tabel tersebut tampak bahwa UMR di Indonesia sangat beragam. Di samping itu, tidak semua

perusahaan mengindahkan ketentuan UMR sehingga memantik munculnya demonstrasi buruh. Kalau demonstrasi itu berlaku dengan aman dan kondusif, itu mungkin tidak terlalu dimasalahkan banyak orang.

Masalahnya, demonstrasi kaum buruh tersebut sering pula menimbulkan kekacauan karena tidak jarang mereka melakukan demonstrasi dengan cara-cara yang anarkis.


Berdasarkan paragraf pertama, manakah pernyataan berikut ini yang paling benar?

(A) Kaum buruh sering melakukan demonstrasi agar dapat hidup lebih bermartabat dan mewah.


(B) Upah regional minimum ditetapkan berdasarkan peraturan gubernur atau kepala daerah.


(C) Naiknya upah minimum regional dengan sendirinya akan menghentikan demonstrasi para buruh.


(D) Upah yang diberikan setiap sektor usaha kepada buruhnya pada umumnya sama dan berimbang.


(E) Semua upah yang diberikan pada pengusaha kepada buruhnya selalu di atas UMR demi kelayakan hidup.

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

2.

Teks berikut digunakan untuk menjawab soal nomor 1 s.d. 7.


UMR (upah minimum regional) merupakan upah terendah yang diberikan kepada setiap buruh menurut peraturan pemerintah daerah. Namun, tidak jarang pula para pengusaha tidak memberikan upah kepada buruhnya sesuai dengan UMR. Akibatnya, sering terjadi demonstrasi buruh yang menuntut kenaikan upah sesuai dengan UMR demi kehidupan yang layak bersama keluarga. Di samping itu, pada setiap sektor usaha juga berbeda upah minimum yang diberikan kepada buruhnya. Hal itu tentu tidak menjadi masalah sepanjang upah itu tidak di bawah UMR.


Menurut Badan Koordinator Pengupahan Sektor Usaha di Kota XX, upah yang diberikan kepada buruh berbeda setiap sektor usaha. Dari tahun 2008 hingga 2010, sektor usaha seperti pertanian,

bangunan, angkutan, pertambangan, dan industri memiliki perbedaan upah yang diberikan kepada buruhnya setiap bulan. Hal itu disebabkan oleh perbedaan risiko, beban kerja, dan jenis pekerjaan yang

dilakukan. Dalam perkembangannya, setiap tahunnya ada peningkatan UMR yang diberikan setiap sektor usaha sebagaimana terlihat pada tabel berikut.


TABEL 1

(TABEL DI ATAS)


Dari tabel tersebut tampak bahwa UMR di Indonesia sangat beragam. Di samping itu, tidak semua

perusahaan mengindahkan ketentuan UMR sehingga memantik munculnya demonstrasi buruh. Kalau demonstrasi itu berlaku dengan aman dan kondusif, itu mungkin tidak terlalu dimasalahkan banyak orang.

Masalahnya, demonstrasi kaum buruh tersebut sering pula menimbulkan kekacauan karena tidak jarang mereka melakukan demonstrasi dengan cara-cara yang anarkis.


Berdasarkan paragraf pertama, apabila semua perusahaan memberikan upah kepada buruhnya sesuai UMR, apalagi di atas UMR, manakah simpulan berikut yang paling mungkin benar?

(A) Pemerintah daerah sudah dapat menjalankan kewajiban dengan baik untuk menyejahterakan hidup masyarakat.


(B) Sudah dapat dipastikan bahwa kehidupan kaum buruh akan sangat makmur dan tidak pernah kekurangan uang.


(C) Masalah baru akan muncul karena antara buruh di sektor yang satu akan iri dengan buruh di sektor lain yang gajinya besar.


(D) Demonstrasi kaum buruh untuk menuntut kenaikan upah demi kehidupan yang layak tidak akan terjadi.


(E) Demonstrasi akan terus dilakukan untuk menuntut UMR yang lebih tinggi lagi karena kebutuhan akan terus bertambah.

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

3.

Teks berikut digunakan untuk menjawab soal nomor 1 s.d. 7.


UMR (upah minimum regional) merupakan upah terendah yang diberikan kepada setiap buruh menurut peraturan pemerintah daerah. Namun, tidak jarang pula para pengusaha tidak memberikan upah kepada buruhnya sesuai dengan UMR. Akibatnya, sering terjadi demonstrasi buruh yang menuntut kenaikan upah sesuai dengan UMR demi kehidupan yang layak bersama keluarga. Di samping itu, pada setiap sektor usaha juga berbeda upah minimum yang diberikan kepada buruhnya. Hal itu tentu tidak menjadi masalah sepanjang upah itu tidak di bawah UMR.


Menurut Badan Koordinator Pengupahan Sektor Usaha di Kota XX, upah yang diberikan kepada buruh berbeda setiap sektor usaha. Dari tahun 2008 hingga 2010, sektor usaha seperti pertanian,

bangunan, angkutan, pertambangan, dan industri memiliki perbedaan upah yang diberikan kepada buruhnya setiap bulan. Hal itu disebabkan oleh perbedaan risiko, beban kerja, dan jenis pekerjaan yang

dilakukan. Dalam perkembangannya, setiap tahunnya ada peningkatan UMR yang diberikan setiap sektor usaha sebagaimana terlihat pada tabel berikut.


TABEL 1

(TABEL DI ATAS)


Dari tabel tersebut tampak bahwa UMR di Indonesia sangat beragam. Di samping itu, tidak semua

perusahaan mengindahkan ketentuan UMR sehingga memantik munculnya demonstrasi buruh. Kalau demonstrasi itu berlaku dengan aman dan kondusif, itu mungkin tidak terlalu dimasalahkan banyak orang.

Masalahnya, demonstrasi kaum buruh tersebut sering pula menimbulkan kekacauan karena tidak jarang mereka melakukan demonstrasi dengan cara-cara yang anarkis.


Berdasarkan isi paragraf ketiga, apa yang menyebabkan munculnya demonstrasi para buruh di Indonesia?

(A) Tidak semua perusahaan mengacuhkan ketentuan upah minimum regional, bahkan jauh di bawahnya.


(B) Demonstrasi buruh muncul karena upah minimum sangat beragam besarnya.


(C) Tidak adanya perusahaan yang betul-

betul sangat peduli dengan nasib dan kehidupan buruh dan keluarganya.


(D) Para buruh tidak mendapat jawaban yang memuaskan saat menyampaikan tuntutan mereka kepada perusahaan.


(E) Masyarakat semakin gerah dengan aksi demonstrasi yang dilakukan para buruh karena mengganggu ketertiban umum.

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

4.

Teks berikut digunakan untuk menjawab soal nomor 1 s.d. 7.


UMR (upah minimum regional) merupakan upah terendah yang diberikan kepada setiap buruh menurut peraturan pemerintah daerah. Namun, tidak jarang pula para pengusaha tidak memberikan upah kepada buruhnya sesuai dengan UMR. Akibatnya, sering terjadi demonstrasi buruh yang menuntut kenaikan upah sesuai dengan UMR demi kehidupan yang layak bersama keluarga. Di samping itu, pada setiap sektor usaha juga berbeda upah minimum yang diberikan kepada buruhnya. Hal itu tentu tidak menjadi masalah sepanjang upah itu tidak di bawah UMR.


Menurut Badan Koordinator Pengupahan Sektor Usaha di Kota XX, upah yang diberikan kepada buruh berbeda setiap sektor usaha. Dari tahun 2008 hingga 2010, sektor usaha seperti pertanian,

bangunan, angkutan, pertambangan, dan industri memiliki perbedaan upah yang diberikan kepada buruhnya setiap bulan. Hal itu disebabkan oleh perbedaan risiko, beban kerja, dan jenis pekerjaan yang

dilakukan. Dalam perkembangannya, setiap tahunnya ada peningkatan UMR yang diberikan setiap sektor usaha sebagaimana terlihat pada tabel berikut.


TABEL 1

(TABEL DI ATAS)


Dari tabel tersebut tampak bahwa UMR di Indonesia sangat beragam. Di samping itu, tidak semua

perusahaan mengindahkan ketentuan UMR sehingga memantik munculnya demonstrasi buruh. Kalau demonstrasi itu berlaku dengan aman dan kondusif, itu mungkin tidak terlalu dimasalahkan banyak orang.

Masalahnya, demonstrasi kaum buruh tersebut sering pula menimbulkan kekacauan karena tidak jarang mereka melakukan demonstrasi dengan cara-cara yang anarkis.


Berdasarkan paragraf kedua, manakah pernyataan berikut yang paling benar?

(A) Upah yang diberikan kepada buruh

tidak berbeda pada setiap sektor usaha dan perusahaan.


(B) Selama empat tahun terakhir, beberapa sektor usaha, seperti pertanian, angkutan, industri, dan pertambangan

memiliki perbedaan upah.


(C) Upah minimum regional yang diberikan oleh setiap sektor usaha kepada

buruhnya meningkat setiap tahunnya.


(D) Perbedaan upah yang diberikan oleh setiap sektor usaha didasarkan pada pertimbangan keuntungan yang akan didapat.


(E) Tidak semua perusahaan menaikkan upah buruh setiap tahun karena

pertimbangan risiko kerja dan jenis

pekerjaan.

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

5.

Teks berikut digunakan untuk menjawab soal nomor 1 s.d. 7.


UMR (upah minimum regional) merupakan upah terendah yang diberikan kepada setiap buruh menurut peraturan pemerintah daerah. Namun, tidak jarang pula para pengusaha tidak memberikan upah kepada buruhnya sesuai dengan UMR. Akibatnya, sering terjadi demonstrasi buruh yang menuntut kenaikan upah sesuai dengan UMR demi kehidupan yang layak bersama keluarga. Di samping itu, pada setiap sektor usaha juga berbeda upah minimum yang diberikan kepada buruhnya. Hal itu tentu tidak menjadi masalah sepanjang upah itu tidak di bawah UMR.


Menurut Badan Koordinator Pengupahan Sektor Usaha di Kota XX, upah yang diberikan kepada buruh berbeda setiap sektor usaha. Dari tahun 2008 hingga 2010, sektor usaha seperti pertanian,

bangunan, angkutan, pertambangan, dan industri memiliki perbedaan upah yang diberikan kepada buruhnya setiap bulan. Hal itu disebabkan oleh perbedaan risiko, beban kerja, dan jenis pekerjaan yang

dilakukan. Dalam perkembangannya, setiap tahunnya ada peningkatan UMR yang diberikan setiap sektor usaha sebagaimana terlihat pada tabel berikut.


TABEL 1

(TABEL DI ATAS)


Dari tabel tersebut tampak bahwa UMR di Indonesia sangat beragam. Di samping itu, tidak semua

perusahaan mengindahkan ketentuan UMR sehingga memantik munculnya demonstrasi buruh. Kalau demonstrasi itu berlaku dengan aman dan kondusif, itu mungkin tidak terlalu dimasalahkan banyak orang.

Masalahnya, demonstrasi kaum buruh tersebut sering pula menimbulkan kekacauan karena tidak jarang mereka melakukan demonstrasi dengan cara-cara yang anarkis.


Berdasarkan tabel tersebut, pernyataan manakah berikut ini yang paling benar?

(A) Peningkatan jumlah UMR yang paling

stabil terjadi pada bidang pertanian.


(B) Peningkatan jumlah UMR yang tidak stabil terjadi pada bidang bangunan.


(C) Peningkatan jumlah UMR yang

paling/agak stabil terjadi pada bidang pertambangan.


(D) Setiap tahun, bidang industri dan

angkutan di Kota XX selalu mengalami kenaikan UMR.


(E) Setiap tahun, bidang pertambangan di

Kota XX selalu memiliki jumlah UMR yang paling tinggi.

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

6.

Teks berikut digunakan untuk menjawab soal nomor 1 s.d. 7.


UMR (upah minimum regional) merupakan upah terendah yang diberikan kepada setiap buruh menurut peraturan pemerintah daerah. Namun, tidak jarang pula para pengusaha tidak memberikan upah kepada buruhnya sesuai dengan UMR. Akibatnya, sering terjadi demonstrasi buruh yang menuntut kenaikan upah sesuai dengan UMR demi kehidupan yang layak bersama keluarga. Di samping itu, pada setiap sektor usaha juga berbeda upah minimum yang diberikan kepada buruhnya. Hal itu tentu tidak menjadi masalah sepanjang upah itu tidak di bawah UMR.


Menurut Badan Koordinator Pengupahan Sektor Usaha di Kota XX, upah yang diberikan kepada buruh berbeda setiap sektor usaha. Dari tahun 2008 hingga 2010, sektor usaha seperti pertanian,

bangunan, angkutan, pertambangan, dan industri memiliki perbedaan upah yang diberikan kepada buruhnya setiap bulan. Hal itu disebabkan oleh perbedaan risiko, beban kerja, dan jenis pekerjaan yang

dilakukan. Dalam perkembangannya, setiap tahunnya ada peningkatan UMR yang diberikan setiap sektor usaha sebagaimana terlihat pada tabel berikut.


TABEL 1

(TABEL DI ATAS)


Dari tabel tersebut tampak bahwa UMR di Indonesia sangat beragam. Di samping itu, tidak semua

perusahaan mengindahkan ketentuan UMR sehingga memantik munculnya demonstrasi buruh. Kalau demonstrasi itu berlaku dengan aman dan kondusif, itu mungkin tidak terlalu dimasalahkan banyak orang.

Masalahnya, demonstrasi kaum buruh tersebut sering pula menimbulkan kekacauan karena tidak jarang mereka melakukan demonstrasi dengan cara-cara yang anarkis.


Berdasarkan pada tabel tersebut, manakah simpulan berikut yang paling benar tentang UMR di Kota XX?

(A) Semua sektor usaha memiliki jumlah

UMR yang jauh lebih tinggi daripada

UMR secara nasional.


(B) Sektor usaha pertambangan mengalami kenaikan jumlah UMR sangat fantastis

setiap tahunnya.


(C) Hanya dua sektor usaha yang memiliki jumlah UMR di bawah satu juta rupiah dari tahun ke tahun.


(D) Sektor usaha bangunan memiliki jumlah UMR terendah dibandingkan

dengan sektor usaha lainnya.


(E) Jumlah UMR (upah minimum regional)

berbagai sektor usaha di Kota XX

sangat beragam.

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

7.

Teks berikut digunakan untuk menjawab soal nomor 1 s.d. 7.


UMR (upah minimum regional) merupakan upah terendah yang diberikan kepada setiap buruh menurut peraturan pemerintah daerah. Namun, tidak jarang pula para pengusaha tidak memberikan upah kepada buruhnya sesuai dengan UMR. Akibatnya, sering terjadi demonstrasi buruh yang menuntut kenaikan upah sesuai dengan UMR demi kehidupan yang layak bersama keluarga. Di samping itu, pada setiap sektor usaha juga berbeda upah minimum yang diberikan kepada buruhnya. Hal itu tentu tidak menjadi masalah sepanjang upah itu tidak di bawah UMR.


Menurut Badan Koordinator Pengupahan Sektor Usaha di Kota XX, upah yang diberikan kepada buruh berbeda setiap sektor usaha. Dari tahun 2008 hingga 2010, sektor usaha seperti pertanian,

bangunan, angkutan, pertambangan, dan industri memiliki perbedaan upah yang diberikan kepada buruhnya setiap bulan. Hal itu disebabkan oleh perbedaan risiko, beban kerja, dan jenis pekerjaan yang

dilakukan. Dalam perkembangannya, setiap tahunnya ada peningkatan UMR yang diberikan setiap sektor usaha sebagaimana terlihat pada tabel berikut.


TABEL 1

(TABEL DI ATAS)


Dari tabel tersebut tampak bahwa UMR di Indonesia sangat beragam. Di samping itu, tidak semua

perusahaan mengindahkan ketentuan UMR sehingga memantik munculnya demonstrasi buruh. Kalau demonstrasi itu berlaku dengan aman dan kondusif, itu mungkin tidak terlalu dimasalahkan banyak orang.

Masalahnya, demonstrasi kaum buruh tersebut sering pula menimbulkan kekacauan karena tidak jarang mereka melakukan demonstrasi dengan cara-cara yang anarkis.


Berdasarkan teks tersebut, manakah simpulan berikut yang paling sesuai dan benar?

(A) UMR merupakan upah terendah yang diberikan kepada setiap buruh menurut peraturan pemerintah daerah.


(B) UMR yang merupakan upah terendah buruh di suatu daerah berbeda besaran

pada beberapa sektor usaha.


(C) Beberapa sektor usaha, seperti pertanian, bangunan, angkutan, pertambangan, dan industri, menjadi incaran para pencari kerja.


(D) Demonstrasi yang dilakukan buruh berkaitan dengan ketidakpuasan terhadap

UMR sering menimbulkan kekacauan.


(E) Meskipun UMR naik setiap tahun, pemerintah daerah selalu mengevaluasinya besaran upah para pekerja di daerahnya

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

8.

Pergulatan antara budaya tinggi dan budaya massa, seperti yang tampak dalam dunia musik, juga ditemukan dalam dunia perfilman. Mereka yang mencoba membuat film yang lebih bermutu selalu dikalahkan oleh para pembuat film yang mengundang selera massa. Kadang kala, pertumbuhan industri film yang komersiil justru mendapat dukungan dari pejabat yang berwenang, suatu bentuk kerja sama yang jelas antara birokrasi dan kekuatan modal. Film Apa yang Kau Cari Palupi pada tahun 1971 menjadi bukti bagaimana kerja sama birokrasi dan pemilik modal telah mengalahkan kebijakan budaya yang mencoba menegakkan film bermutu. Seorang pejabat dikabarkan lebih suka menonton film hiburan dan komersial daripada film bermutu yang pada akhirnya akan mematikan usaha industri perfilman.

Massa mempunyai peranan besar dalam pembentukan selera kesenian, tetapi tidak selalu kesenian popular mempunyai kecenderungan dekaden. Massa kelas menengah telah sanggup membagi-bagi perhatian dan selera kelas itu sendiri ke dalam berbagai tingkat selera. Film-film “jorok” tentu tidak

ditonton oleh kelas menengah yang sadar akan “kelasnya”, tetapi justru menjadi hiburan bagi kelas pinggiran kota, anak-anak remaja, penerima upah kecil, dan ploretariat kota.


perfilman

(A) TIDAK PERLU DIPERBAIKI.

(B) perfileman.

(C) “perfilman”.

(D) perfilman.

(E) perpileman.

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

9.

Pergulatan antara budaya tinggi dan budaya massa, seperti yang tampak dalam dunia musik, juga ditemukan dalam dunia perfilman. Mereka yang mencoba membuat film yang lebih bermutu selalu dikalahkan oleh para pembuat film yang mengundang selera massa. Kadang kala, pertumbuhan industri film yang komersiil justru mendapat dukungan dari pejabat yang berwenang, suatu bentuk kerja sama yang jelas antara birokrasi dan kekuatan modal. Film Apa yang Kau Cari Palupi pada tahun 1971 menjadi bukti bagaimana kerja sama birokrasi dan pemilik modal telah mengalahkan kebijakan budaya yang mencoba menegakkan film bermutu. Seorang pejabat dikabarkan lebih suka menonton film hiburan dan komersial daripada film bermutu yang pada akhirnya akan mematikan usaha industri perfilman.

Massa mempunyai peranan besar dalam pembentukan selera kesenian, tetapi tidak selalu kesenian popular mempunyai kecenderungan dekaden. Massa kelas menengah telah sanggup membagi-bagi perhatian dan selera kelas itu sendiri ke dalam berbagai tingkat selera. Film-film “jorok” tentu tidak

ditonton oleh kelas menengah yang sadar akan “kelasnya”, tetapi justru menjadi hiburan bagi kelas pinggiran kota, anak-anak remaja, penerima upah kecil, dan ploretariat kota.


komersiil

(A) TIDAK PERLU DIPERBAIKI.

(B) “komersiil”.

(C) komersial.

(D) komersial.

(E) komersiel.

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

10.

Pergulatan antara budaya tinggi dan budaya massa, seperti yang tampak dalam dunia musik, juga ditemukan dalam dunia perfilman. Mereka yang mencoba membuat film yang lebih bermutu selalu dikalahkan oleh para pembuat film yang mengundang selera massa. Kadang kala, pertumbuhan industri film yang komersiil justru mendapat dukungan dari pejabat yang berwenang, suatu bentuk kerja sama yang jelas antara birokrasi dan kekuatan modal. Film Apa yang Kau Cari Palupi pada tahun 1971 menjadi bukti bagaimana kerja sama birokrasi dan pemilik modal telah mengalahkan kebijakan budaya yang mencoba menegakkan film bermutu. Seorang pejabat dikabarkan lebih suka menonton film hiburan dan komersial daripada film bermutu yang pada akhirnya akan mematikan usaha industri perfilman.

Massa mempunyai peranan besar dalam pembentukan selera kesenian, tetapi tidak selalu kesenian popular mempunyai kecenderungan dekaden. Massa kelas menengah telah sanggup membagi-bagi perhatian dan selera kelas itu sendiri ke dalam berbagai tingkat selera. Film-film “jorok” tentu tidak

ditonton oleh kelas menengah yang sadar akan “kelasnya”, tetapi justru menjadi hiburan bagi kelas pinggiran kota, anak-anak remaja, penerima upah kecil, dan ploretariat kota.


popular

(A) TIDAK PERLU DIPERBAIKI.

(B) populer.

(C) popularasi.

(D) “populer”.

(E) poluler.

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

11.

Pergulatan antara budaya tinggi dan budaya massa, seperti yang tampak dalam dunia musik, juga ditemukan dalam dunia perfilman. Mereka yang mencoba membuat film yang lebih bermutu selalu dikalahkan oleh para pembuat film yang mengundang selera massa. Kadang kala, pertumbuhan industri film yang komersiil justru mendapat dukungan dari pejabat yang berwenang, suatu bentuk kerja sama yang jelas antara birokrasi dan kekuatan modal. Film Apa yang Kau Cari Palupi pada tahun 1971 menjadi bukti bagaimana kerja sama birokrasi dan pemilik modal telah mengalahkan kebijakan budaya yang mencoba menegakkan film bermutu. Seorang pejabat dikabarkan lebih suka menonton film hiburan dan komersial daripada film bermutu yang pada akhirnya akan mematikan usaha industri perfilman.

Massa mempunyai peranan besar dalam pembentukan selera kesenian, tetapi tidak selalu kesenian popular mempunyai kecenderungan dekaden. Massa kelas menengah telah sanggup membagi-bagi perhatian dan selera kelas itu sendiri ke dalam berbagai tingkat selera. Film-film “jorok” tentu tidak

ditonton oleh kelas menengah yang sadar akan “kelasnya”, tetapi justru menjadi hiburan bagi kelas pinggiran kota, anak-anak remaja, penerima upah kecil, dan ploretariat kota.


massa

(A) TIDAK PERLU DIPERBAIKI.

(B) massal.

(C) “massa”.

(D) masa.

(E) “massa’.

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

12.

Pergulatan antara budaya tinggi dan budaya massa, seperti yang tampak dalam dunia musik, juga ditemukan dalam dunia perfilman. Mereka yang mencoba membuat film yang lebih bermutu selalu dikalahkan oleh para pembuat film yang mengundang selera massa. Kadang kala, pertumbuhan industri film yang komersiil justru mendapat dukungan dari pejabat yang berwenang, suatu bentuk kerja sama yang jelas antara birokrasi dan kekuatan modal. Film Apa yang Kau Cari Palupi pada tahun 1971 menjadi bukti bagaimana kerja sama birokrasi dan pemilik modal telah mengalahkan kebijakan budaya yang mencoba menegakkan film bermutu. Seorang pejabat dikabarkan lebih suka menonton film hiburan dan komersial daripada film bermutu yang pada akhirnya akan mematikan usaha industri perfilman.

Massa mempunyai peranan besar dalam pembentukan selera kesenian, tetapi tidak selalu kesenian popular mempunyai kecenderungan dekaden. Massa kelas menengah telah sanggup membagi-bagi perhatian dan selera kelas itu sendiri ke dalam berbagai tingkat selera. Film-film “jorok” tentu tidak

ditonton oleh kelas menengah yang sadar akan “kelasnya”, tetapi justru menjadi hiburan bagi kelas pinggiran kota, anak-anak remaja, penerima upah kecil, dan ploretariat kota.


kebijakan

(A) TIDAK PERLU DIPERBAIKI.

(B) kebijaksanaan.

(C) ke bijakan.

(D) “kebijakan”.

(E) “kebijaksanaan”.

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

13.

Pergulatan antara budaya tinggi dan budaya massa, seperti yang tampak dalam dunia musik, juga ditemukan dalam dunia perfilman. Mereka yang mencoba membuat film yang lebih bermutu selalu dikalahkan oleh para pembuat film yang mengundang selera massa. Kadang kala, pertumbuhan industri film yang komersiil justru mendapat dukungan dari pejabat yang berwenang, suatu bentuk kerja sama yang jelas antara birokrasi dan kekuatan modal. Film Apa yang Kau Cari Palupi pada tahun 1971 menjadi bukti bagaimana kerja sama birokrasi dan pemilik modal telah mengalahkan kebijakan budaya yang mencoba menegakkan film bermutu. Seorang pejabat dikabarkan lebih suka menonton film hiburan dan komersial daripada film bermutu yang pada akhirnya akan mematikan usaha industri perfilman.

Massa mempunyai peranan besar dalam pembentukan selera kesenian, tetapi tidak selalu kesenian popular mempunyai kecenderungan dekaden. Massa kelas menengah telah sanggup membagi-bagi perhatian dan selera kelas itu sendiri ke dalam berbagai tingkat selera. Film-film “jorok” tentu tidak

ditonton oleh kelas menengah yang sadar akan “kelasnya”, tetapi justru menjadi hiburan bagi kelas pinggiran kota, anak-anak remaja, penerima upah kecil, dan ploretariat kota.


ploretariat

(A) TIDAK PERLU DIPERBAIKI.

(B) ploretaris.

(C) ploretariatis.

(D) proletariat

(E) proletaris

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

14.

Teks berikut digunakan untuk menjawab soal nomor 14 s.d. 16.

(1) Suku Wana adalah suku terasing yang mendiami hutan belantara di wilayah Sulawesi Tengah. (2) Mereka disebut suku terasing karena wilayah mereka yang terisolasi dan keadaan ketidakberdayaan dari suku ini. (3) Mereka membuat rumah dan tinggal di atas pohon. (4) Suku ini pun enggan bertemu dengan orang luar. (5) Mereka telah lama terisolir dari peradaban modern. (6) Pola hidup suku itu dipengaruhi oleh sistem adat yang mereka anut. (7) Mereka menyandarkan hidup mereka pada hutan adat. (8) Penyikapan mereka terhadap yang dianggap sebagai petunjuk dalam menjalani hidup memberi arahan hidup orang Wana sehari-hari. (9) Di luar hari-hari mengerjakan lahan kebun dan masa menuai tanaman, mereka menghabiskan hari-hari mereka di hutan tropis Cagar Alam Morowali. (10) Bagi warga suku Wana, hutan menyediakan apa saja yang dibutuhkan mereka dalam hidup.


(11) Kehidupan orang Wana sangat bergantung pada kearifan lingkungan alam sekeliling mereka. (12) Oleh karena itu, mereka sangat memercayai adanya ruh (spirit) yang menjaga atau memelihara setiap jengkal tanah dan hutan. (13) Setiap kerusakan lingkungan ataupun perubahan siklus alam yang tidak berjalan sebagaimana biasanya dipercayai sebagai tanda murkanya sang penjaga. (14) Untuk mencegah kemurkaan para penjaga yang memelihara lingkungan, maka mereka memberikan persembahan atau sesajen (kapongo) di setiap bukit atau bagian dari hutan mereka ketika, misalnya, mereka akan membuka lahan ladang baru.


Apakah judul yang tepat untuk teks tersebut?

(A) Suku Wana sebagai Suku Terasing di Sulawesi Tengah

(B) Kehidupan Suku Wana yang Bergantung pada Alam

(C) Pola Hidup Suku Wana Dipengaruhi oleh Sistem Adat

(D) Alam sebagai Sumber Kehidupan Suku Wana

(E) Kepercayaan Suku Wana kepada Ruh Penjaga Alam

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

15.

Teks berikut digunakan untuk menjawab soal nomor 14 s.d. 16.

(1) Suku Wana adalah suku terasing yang mendiami hutan belantara di wilayah Sulawesi Tengah. (2) Mereka disebut suku terasing karena wilayah mereka yang terisolasi dan keadaan ketidakberdayaan dari suku ini. (3) Mereka membuat rumah dan tinggal di atas pohon. (4) Suku ini pun enggan bertemu dengan orang luar. (5) Mereka telah lama terisolir dari peradaban modern. (6) Pola hidup suku itu dipengaruhi oleh sistem adat yang mereka anut. (7) Mereka menyandarkan hidup mereka pada hutan adat. (8) Penyikapan mereka terhadap yang dianggap sebagai petunjuk dalam menjalani hidup memberi arahan hidup orang Wana sehari-hari. (9) Di luar hari-hari mengerjakan lahan kebun dan masa menuai tanaman, mereka menghabiskan hari-hari mereka di hutan tropis Cagar Alam Morowali. (10) Bagi warga suku Wana, hutan menyediakan apa saja yang dibutuhkan mereka dalam hidup.


(11) Kehidupan orang Wana sangat bergantung pada kearifan lingkungan alam sekeliling mereka. (12) Oleh karena itu, mereka sangat memercayai adanya ruh (spirit) yang menjaga atau memelihara setiap jengkal tanah dan hutan. (13) Setiap kerusakan lingkungan ataupun perubahan siklus alam yang tidak berjalan sebagaimana biasanya dipercayai sebagai tanda murkanya sang penjaga. (14) Untuk mencegah kemurkaan para penjaga yang memelihara lingkungan, maka mereka memberikan persembahan atau sesajen (kapongo) di setiap bukit atau bagian dari hutan mereka ketika, misalnya, mereka akan membuka lahan ladang baru.


Apa gagasan utama yang tepat untuk paragraf selanjutnya dari teks tersebut?

(A) Kegiatan perladangan bisa gagal apabila mereka tidak bersedia mengikuti anjuran kepala adat dan kepala daerah.


(B) Kapongo hanya ada dan merupakan tradisi khas suku Wana yang mendiami suatu wilayah di Sulawesi Tengah


(C) Dalam memberikan kapongo, mereka menggunakan perlengkapan berupa sirih, pinang, kapur, dan tembakau yang diletakkan pada sebuah “rumah” yang tingginya sekitar 40 – 50 cm dari permukaan tanah.


(D) Dalam sehari bisa ratusan atau ribuan

kapongo yang disediakan untuk para arwah atau roh penjaga alam, terutama di tanah baru.


(E) Setiap kerusakan lingkungan ataupun perubahan siklus alam disebabkan kurang atau tidak adanya kapongo

yang diberikan warga suku.

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

16.

Teks berikut digunakan untuk menjawab soal nomor 14 s.d. 16.

(1) Suku Wana adalah suku terasing yang mendiami hutan belantara di wilayah Sulawesi Tengah. (2) Mereka disebut suku terasing karena wilayah mereka yang terisolasi dan keadaan ketidakberdayaan dari suku ini. (3) Mereka membuat rumah dan tinggal di atas pohon. (4) Suku ini pun enggan bertemu dengan orang luar. (5) Mereka telah lama terisolir dari peradaban modern. (6) Pola hidup suku itu dipengaruhi oleh sistem adat yang mereka anut. (7) Mereka menyandarkan hidup mereka pada hutan adat. (8) Penyikapan mereka terhadap yang dianggap sebagai petunjuk dalam menjalani hidup memberi arahan hidup orang Wana sehari-hari. (9) Di luar hari-hari mengerjakan lahan kebun dan masa menuai tanaman, mereka menghabiskan hari-hari mereka di hutan tropis Cagar Alam Morowali. (10) Bagi warga suku Wana, hutan menyediakan apa saja yang dibutuhkan mereka dalam hidup.


(11) Kehidupan orang Wana sangat bergantung pada kearifan lingkungan alam sekeliling mereka. (12) Oleh karena itu, mereka sangat memercayai adanya ruh (spirit) yang menjaga atau memelihara setiap jengkal tanah dan hutan. (13) Setiap kerusakan lingkungan ataupun perubahan siklus alam yang tidak berjalan sebagaimana biasanya dipercayai sebagai tanda murkanya sang penjaga. (14) Untuk mencegah kemurkaan para penjaga yang memelihara lingkungan, maka mereka memberikan persembahan atau sesajen (kapongo) di setiap bukit atau bagian dari hutan mereka ketika, misalnya, mereka akan membuka lahan ladang baru.


Paragraf 1 sebenarnya terdiri atas 2 paragraf.

Kalimat yang tepat mengawali paragraf 2 adalah


(A) kalimat (4).

(B) kalimat (5).


(C) kalimat (6).


(D) kalimat (7)


(E) kalimat (8).

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

17.

Teks berikut digunakan untuk menjawab soal nomor 17 s.d. 20.

(1) UNESCO telah menetapkan subak (di Bali) sebagai situs warisan dunia sejak tahun 2012. (2) Tetapi, kelestarian lahan berbasis filosofi “Tri Nita Karana” itu makin terancam akibat alih fungsi lahan di Provinsi Bali tidak bisa dielakkan karena para petani mengalami dilema antara tetap melestarikan subak dan desakan memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari. (3) “Begitu sudah ditetapkan sebagai warisan dunia, seluruh masyarakat pemilik lahan dan pemerintah daerah setempat semestinya taat untuk menjaga kawasan subak yang ada serta pemda harus bersedia menyediakan APBD untuk pelestariannya,” kata Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbud, Nadjamuddin Ramly, Senin (8/4/2019), di Jakarta.


(4) Subak yang diakui UNESCO seluas 19.519,9 hektare dengan kawasan penunjangnya mencapai

1.454,8 hektare yang meliputi 17 subak: 14 subak di Tabanan dan 3 di Kabupaten Gianyar. (5) Di Provinsi Bali, secara keseluruhan masih ada 1.599 subak dengan total luas mencapai 70.000 hektare. (6) Dengan sisa lahan pertanian bersistem subak yang tinggal 70.000 hektare tersebut, setiap tahun rata-rata ada 750 hektare area sawah beralih fungsi yang kebanyakan (lahan persawahan) berkurang karena pembangunan (akibat terdesak kebutuhan hidup). (7) Jika upaya pelestarian tidak dilakukan, luas kawasan subak akan terus- menerus menyusut dan pengakuan subak sebagai warisan dunia terancam dicabut kembali oleh UNESCO. (8) Subak hanya bisa lestari apabila petani bisa hidup sejahtera sehingga sejatinyalah, seperti harapan UNESCO, kesejahteraan petani subak diperhatikan.


Masalah utama teks tersebut adalah ...


(A) subak merupakan situs warisan dunia berdasarkan ketetapan UNESCO.


(B) kurangnya kepedulian petani dan pemerintah atas kelestarian subak.


(C) kelestarian subak terancam akibat alih fungsi lahan pertanian.


(D) keberadaan subak kalah penting dibandingkan kehadiran turis.


(E) pentingnya memperhatikan kesejahteraan petani berbasis subak.

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

18.

Teks berikut digunakan untuk menjawab soal nomor 17 s.d. 20.

(1) UNESCO telah menetapkan subak (di Bali) sebagai situs warisan dunia sejak tahun 2012. (2) Tetapi, kelestarian lahan berbasis filosofi “Tri Nita Karana” itu makin terancam akibat alih fungsi lahan di Provinsi Bali tidak bisa dielakkan karena para petani mengalami dilema antara tetap melestarikan subak dan desakan memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari. (3) “Begitu sudah ditetapkan sebagai warisan dunia, seluruh masyarakat pemilik lahan dan pemerintah daerah setempat semestinya taat untuk menjaga kawasan subak yang ada serta pemda harus bersedia menyediakan APBD untuk pelestariannya,” kata Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbud, Nadjamuddin Ramly, Senin (8/4/2019), di Jakarta.


(4) Subak yang diakui UNESCO seluas 19.519,9 hektare dengan kawasan penunjangnya mencapai

1.454,8 hektare yang meliputi 17 subak: 14 subak di Tabanan dan 3 di Kabupaten Gianyar. (5) Di Provinsi Bali, secara keseluruhan masih ada 1.599 subak dengan total luas mencapai 70.000 hektare. (6) Dengan sisa lahan pertanian bersistem subak yang tinggal 70.000 hektare tersebut, setiap tahun rata-rata ada 750 hektare area sawah beralih fungsi yang kebanyakan (lahan persawahan) berkurang karena pembangunan (akibat terdesak kebutuhan hidup). (7) Jika upaya pelestarian tidak dilakukan, luas kawasan subak akan terus- menerus menyusut dan pengakuan subak sebagai warisan dunia terancam dicabut kembali oleh UNESCO. (8) Subak hanya bisa lestari apabila petani bisa hidup sejahtera sehingga sejatinyalah, seperti harapan UNESCO, kesejahteraan petani subak diperhatikan.


Kata kelestarian pada kalimat (2) teks tersebut berantonim dengan kata

(A) kekeringan.

(B) kekosongan.

(C) keberadaan.

(D) kelemahan.

(E) kesementaraan.

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

19.

Teks berikut digunakan untuk menjawab soal nomor 17 s.d. 20.

(1) UNESCO telah menetapkan subak (di Bali) sebagai situs warisan dunia sejak tahun 2012. (2) Tetapi, kelestarian lahan berbasis filosofi “Tri Nita Karana” itu makin terancam akibat alih fungsi lahan di Provinsi Bali tidak bisa dielakkan karena para petani mengalami dilema antara tetap melestarikan subak dan desakan memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari. (3) “Begitu sudah ditetapkan sebagai warisan dunia, seluruh masyarakat pemilik lahan dan pemerintah daerah setempat semestinya taat untuk menjaga kawasan subak yang ada serta pemda harus bersedia menyediakan APBD untuk pelestariannya,” kata Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbud, Nadjamuddin Ramly, Senin (8/4/2019), di Jakarta.


(4) Subak yang diakui UNESCO seluas 19.519,9 hektare dengan kawasan penunjangnya mencapai

1.454,8 hektare yang meliputi 17 subak: 14 subak di Tabanan dan 3 di Kabupaten Gianyar. (5) Di Provinsi Bali, secara keseluruhan masih ada 1.599 subak dengan total luas mencapai 70.000 hektare. (6) Dengan sisa lahan pertanian bersistem subak yang tinggal 70.000 hektare tersebut, setiap tahun rata-rata ada 750 hektare area sawah beralih fungsi yang kebanyakan (lahan persawahan) berkurang karena pembangunan (akibat terdesak kebutuhan hidup). (7) Jika upaya pelestarian tidak dilakukan, luas kawasan subak akan terus- menerus menyusut dan pengakuan subak sebagai warisan dunia terancam dicabut kembali oleh UNESCO. (8) Subak hanya bisa lestari apabila petani bisa hidup sejahtera sehingga sejatinyalah, seperti harapan UNESCO, kesejahteraan petani subak diperhatikan.


Kata hubung Tetapi pada kalimat (2)

seharusnya diganti dengan

(A) Namun.

(B) Sedangkan.

(C) Meskipun.

(D) Karena itu.

(E) Sehingga.

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E

20.

Teks berikut digunakan untuk menjawab soal nomor 17 s.d. 20.

(1) UNESCO telah menetapkan subak (di Bali) sebagai situs warisan dunia sejak tahun 2012. (2) Tetapi, kelestarian lahan berbasis filosofi “Tri Nita Karana” itu makin terancam akibat alih fungsi lahan di Provinsi Bali tidak bisa dielakkan karena para petani mengalami dilema antara tetap melestarikan subak dan desakan memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari. (3) “Begitu sudah ditetapkan sebagai warisan dunia, seluruh masyarakat pemilik lahan dan pemerintah daerah setempat semestinya taat untuk menjaga kawasan subak yang ada serta pemda harus bersedia menyediakan APBD untuk pelestariannya,” kata Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemdikbud, Nadjamuddin Ramly, Senin (8/4/2019), di Jakarta.


(4) Subak yang diakui UNESCO seluas 19.519,9 hektare dengan kawasan penunjangnya mencapai

1.454,8 hektare yang meliputi 17 subak: 14 subak di Tabanan dan 3 di Kabupaten Gianyar. (5) Di Provinsi Bali, secara keseluruhan masih ada 1.599 subak dengan total luas mencapai 70.000 hektare. (6) Dengan sisa lahan pertanian bersistem subak yang tinggal 70.000 hektare tersebut, setiap tahun rata-rata ada 750 hektare area sawah beralih fungsi yang kebanyakan (lahan persawahan) berkurang karena pembangunan (akibat terdesak kebutuhan hidup). (7) Jika upaya pelestarian tidak dilakukan, luas kawasan subak akan terus- menerus menyusut dan pengakuan subak sebagai warisan dunia terancam dicabut kembali oleh UNESCO. (8) Subak hanya bisa lestari apabila petani bisa hidup sejahtera sehingga sejatinyalah, seperti harapan UNESCO, kesejahteraan petani subak diperhatikan.


Simpulan yang tepat atas isi teks tersebut adalah

(A) Subak yang ditetapkan UNESCO

sebagai situs warisan dunia akan dicabut statusnya bila kelestariannya tidak dijaga.


(B) Luas subak di Provinsi Bali saat ini masih cukup luas untuk irigasi pertanian dan persawahan.


(C) Lahan pertanian di Bali, terutama sawah, berubah fungsi demi kebutuhan dan tuntutan hidup masyarakat.


(D) Petani dan Pemda Bali kurang peduli terhadap kelestarian subak yang sudah menjadi warisan dunia.


(E) Upaya pelestarian subak tidak bisa dipisahkan dengan kesejahteraan hidup para petani pemiliknya.

a)

A

b)

B

c)

C

d)

D

e)

E