WorksheetsKUIS RESENSI DAN DRAMA
Total questions: 20
Worksheet time: 50mins
Berikut ini yang tidak termasuk tujuan resensi adalah….
mengajak pembaca untuk memikirkan dan mendiskusikan lebih jauh fenomena yang muncul dalam sebuah buku
memberikan pertimbangan kepada pembaca apakah sebuah buku pantas mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak
memberikan informasi atau pemahaman yang komprehensif tentang apa yang terungkap dalam sebuah buku
menjelaskan kepada pembaca tentang seluk beluk penerbit buku yang sedang dibahas
menjawab pertanyaan yang timbul jika seseorang melihat buku yang baru terbit
Berikut ini manfaat resensi bagi penulis buku adalah….
membantu pembaca yang belum berkesempatan membaca buku tersebut
mengetahui kelemahan dan kelebihan buku yang diresensi
mengetahui latar belakang dan alasan buku tersebut diterbitkan
mengetahui perbandingan buku yang telah dihasilkan penulis yang sama atau buku-buku karya penulis lain yang sejenis
informasi atas buku yang diulas bisa sebagai masukan berharga bagi proses kreatif kepenulisan selanjutnya
Bacalah kutipan paragraf berikut dengan cermat!
Keterlibatannya dalam Paguyuban Soekabumi Heritageslah yang membawa penulis menjelajah dan mengumpulkan informasi dengan survey dan wawancara serta mengumpulkan bahan dari berbagai sumber: buku, laporan, surat kabar baik elektronik maupun konvensional.
Kutipan tersebut termasuk sistematika resensi, yaitu….
Identitas resensi
Kepengarangan
Isi resensi
Keunggulan buku
Kekurangan buku
Cermatilah kutipan paragraf berikut!
Lepas menguraikan aspek sejarah dan proses geologis dan kehidupan purba, masih di bab yang sama penulis beralih menguraikan pasang naik dan pasang surut kerajaan-kerajaan di Jawa bagian Barat karena berbagai konflik dan intrik internal, serangan dari kerajaan baru, khususnya kekuasaan islam dari Banten, Cirebon, Demak, dan lain sebagainya, sampai akhirnya masuknya orang-orang Eropa, yang diuraikan pada bab 2.
Masalah yang dibahas dalam kutipan resensi tersebut adalah….
Sejarah kehidupan purba
Proses geologis pada masa kerajaan-kerajaan Jawa bagian barat
Pasang naik dan pasang surut kerajaan-kerajaan di Jawa bagian barat
Konflik dan intrik internal di kerajaan Jawa bagian barat
Serangan dari kerajaan baru di Jawa
Bacalah kutipan resensi berikut!
Sangat jarang sekali novel-novel “serius” di Indonesia yang terbit dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir yang menggunakan tokoh utama seorang anak kecil, selain dari novel Mencoba Tidak Menyerahnya Yudhistira ANM, mungkin hanya novel Ketika Lampu Berwarna Merah karya cerpenis Hamsad Rangkuti. Adalah hal yang menarik apabila membaca cerita sebuah novel “serius” dengan tokoh utama seorang anak kecil karena ia memiliki perspektif atau pandangan berbeda mengenai dunia dan segala sesuatu yang terjadi, bila dibandingkan dengan orang dewasa. Kita bisa membayangkan bagaimana seorang Kuntara yang baru berusia dua belas tahun menanggapi berbagai peristiwa yang terjadi dengan diri, keluarga, dan lingkungan sekitarnya pada masa penjajahan Jepang dan dengan “kepintarannya” ia mencoba untuk memecahkan persoalan tersebut.
Kutipan tersebut termasuk sistematika resensi, yaitu….
Identitas resensi
Pendahuluan/ orientasi
Isi resensi
Keunggulan buku
Kekurangan buku
Bacalah kutipan resensi berikut!
(1) Jika membaca judul buku ini, tentu yang terpikirkan oleh kita, “Hem? Serius judulnya ini?” (2) Memang, sekilas buku ini seperti buku yang ditulis oleh orang-orang gila dan sinis. (3) Jika kamu berpikir seperti itu, kamu tidak sendirian karena awalnya saya juga berpikir seperti itu. (4) Setelah saya membaca buku ini saya tahu bahwa mereka bertiga bukanlah orang-orang yang sinis. (5) Tetapi mohon maaf sebelumnya, saya terpaksa mengakui bahwa mereka adalah orang gila.
Penggunaan konjungsi yang kurang tepat ditunjukkan oleh kalimat bernomor….
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
27. Judul : Bekisar Merah
Pengarang : Ahmad Tohari
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Novel ini mengambil kisah dan kehidupan yang sederhana. Lewat simbolisasi bekisar merah, Tohari berusaha memotret perbedaan kehidupan pedesaan dan perkotaan. perbedaan tersebut diperlihatkan melalui tokoh-tokohnya…
Kalimat resensi yang menyatakan keunggulan karya tersebut adalah….
Dari segi bahasa, Tohari menggunakan bahasa yang lugas, tetapi istilah-istilah kedaerahan yang sering muncul membuat novel ini sulit dipahami, terutama oleh pembaca nonjawa.
Yang menarik dari novel ini adalah kemampuan pengarang dalam menampilkan potret kehidupan yang sederhana, yang dekat dengan kita, menjadi sesuatu yang bermakna.
Novel Bekisar Merah ini merupakan karya Ahmad tohari yang pernah dimuat sebagai cerita bersambung dalam harian kompas.
Tokoh utama dalam novel ini diceritakan mengenal dua alam kehidupan, yaitu kehidupan desa dan kota.
Dalam novel ini tampak ada semacam konsep kesederhanaan yang ditawarkan meskipun tokoh-tokohnya biasa saja.
Novel ini layak dibaca oleh pelajar, mahasiswa, dan umum pencinta sastra Indonesia. Cerita yang dikemas menarik membuat novel ini laris manis diburu.
Kebahasaan yang dipaparkan dalam penggalan resensi di atas adalah….
konjungsi sebab akibat
pernyataan rekomendasi
pernyataan pembanding
konjungsi pengandaian
konjungsi antarkalimat
Judul buku : Jalan Tak Ada Ujung
Jenis Buku : Roman
Pengarang : Mochtar Lubis
Keunggulan : Mendapat penghargaan dari BMKN tahun 1952 sebagai roman terbaik yang memenuhi sebuah kriteria kelayakan sebuah karya sastra.
Jika data keunggulan roman di atas ditulis dalam resensi, kalimat yang tepat adalah…
Dengan kematangan dirinya, Mochtar Lubis mampu menggambarkan kehidupan masyarakat.
Roman ini menceritakan seorang guru yang bernama Isa yang hidup pada masa revolusi.
Gaya bahasa Mochtar Lubis sangat khas, penggunaan majas perbandingan yang sangat tepat.
Novel ini pantas mendapatkan penghargaan karena semua unsur yang harus dimiliki karya fiksi terpenuhi dalam buku ini.
Novel ini layak mendapat penghargaan karena merupakan buku best seller.
Pernyataan yang merupakan penggalan resensi buku nonfiksi terdapat pada kalimat…
Kekuatan novel ini tidak hanya terletak pada realitas hidup tokoh Ongga yang sulit diduga.
Buku ini menceritakan tentang seseorang yang didatangi tamu menyebalkan.
Kemunculan buku ini telah memperkaya khazanah literatur bisnis, khususnya bagi pengusaha pemula
Mochtar Lubis memperlihatkan sikap jiwa yang ditemukan pada diri orang-orang pada masa revolusi melalui tokoh Hazil dan Guru Isa.
Novel ini terinspirasi dari kehidupan pribadi penulis ditambah kisah unik yang dibuat penulis dengan begitu apik.
Bacalah kutipan drama berikut dengan saksama!
Rubi : Kapten,gadis itu kena cacar! Kapten : (Terkejut)
Adenan : Ya. Kenapa kapten membiarkan Panieka membawanya kemari. Abu yang bilang pada saya. Ketika perempuan itudilarikan dia tidak apa-apa. Tapi sehari kemudian dia kena cacar!
Comol : Cacar! Waduh ..... Kapten, lihat malapetaka itu mulai datang.
Adenan : Awas Kapten! Wabah itu cepat sekali menularnya.
Comol : Oh, wabah itu sekarang ada disini!
Alur yang tergambar dalam kutipan drama tersebut adalah....
pengenalan
klimaks
penyelesaian konflik
komplikasi
peleraian
Bacalah kutipan drama berikut dengan saksama!
(1) Trisno : "Begini Ton, maksudku, bahwa aku telah ...."
(2) Anton : "Sudah, aku tahu kamu berlagak pahlawan agar orang - orang menaruh perhatian kepada kamu sehingga kamu . .. .
(3) Rini : "Anton! Ini apa. Ini apa?"
(4) Kardi : "Anton. Sabar. Kamu mau bunuh diri apa bagaimana? Masa, sedang ...."
Penyebab konflik dalam cuplikan drama di atas adalah ……
Anton yang berlagak sok pahlawan.
Trisno yang tidak mau jujur.
Trisno yang malang
Rini yang selalu mencampuri urusan orang lain.
Kardi yang suka mengatur
Perhatikan teks drama berikut dengan saksama!:
Tina : “Tuhan menakdirkan semua nasib manusia, kita hanya menjalani.”
Ibu : “Nah, pikiran begitu itu yang tak ku sukai, kau sudah ditakdirkan punya suami buta, tak adakah niatmu, tidak adakah usahamu untuk mengubah takdir itu? Sebab takdir itu baru jatuh setelah manusia berusaha. Tina, kau bukan anakku jika kau tidak berani melawan takdir yang pahit.”
Tina : “Aku sudah berusaha, Abas juga sudah berusaha, dan inilah hasilnya. Dan kami dapat membelanjai diri untuk hidup sehari- hari.
Ibu : ….
Konflik yang terjadi antara tokoh Tina dan Ibu adalah ….
Pasrah menjalani takdir
Nasib merupakan takdir
Perbedaan takdir manusia
Pandangan mengenai takdir
Usaha melawan takdir
Bagian awal dari naskah drama yang berisi keterangan dan pendapat pengarang tentang yang disajikan merupakan bagian dari naskah yang disebut....
prolog
epilog
monolog
dialog
alur
Perhatikan drama berikut!
Masut : Guru, terima kasih atas ilmu yang guru berikan kepadaku. Apalah artinya diriku andai tidak ada guru.
Guru : Masut, Masut! Kamu harus tahu, meskipun kita mempunyai ilmu hanya sedikit. Namun, tetap harus diberikan kepada orang lain.
(Istri Masut masuk ke ruangan membawa teh hangat).
Istri Masut : Lebih baik kalau ngobrolnya, sambil minum teh hangat (menyodorkan cangkir)
Guru : Bisa saja istri kamu, Ut.
Suasana yang tergambar pada drama tersebut adalah ...
santai
haru
tegang
seram
sedih
Husna : Sakit apa, Mbak?
Astuti : Sakit perut, sudah beberapa hari.
Husna : Mbak selalu ke dokter ini? Apa setiap hari juga banyak pasiennya? (sambil melihat beberapa pasien yang menunggu)
Astuti : Setahun saya begitu, setiap hari banyak dikunjungi pasien. Padahal dokter lain juga ada.
Husna : Dokternya punya kelebihan?
Astuti : …..
Husna : O, pantes jikalau kalau begitu.
Astuti : Banyak orang yang sembuh ditangani dokter ini.
Kalimat yang sempurna untuk melengkapi cuilan rumpang pada obrolan tersebut yakni …
Ya, anaknya banyak, dan semuanya sukses
Dia dokter yang bertangan dingin
Obatnya selalu obat warung saja.
Setahu saya beliau biasa saja
Dia punya apotek yang cukup besar
(menatap Didi sesaat, kemudia menepuk-nepuk bahu Didi)
Damar: "Sabar, Di. Ini cobaan dari Tuhan untuk keluargamu. Kamu mesti sabar. Kamu harus membantu orang tuamu menyelesaikan masalah ini dengan arif.”
Watak Damar dalam penggalan kutipan naskah drama tersebut adalah….
egois
sombong
sabar
perhatian
acuh tak acuh
Perhatikan dialog berikut!
Parjo: Saya mau berhenti dari tempat kerja ini! (sambil mengepalkan tangan penuh kemarahan)
Rahmat: Ada apa, Jo? Mbok yang sabar. Kenapa, Jo? (Berkata dengan nada rendah)
Parjo: Apa yang aku lakukan kok selalu salah? (suaranya meninggi)
Rahmat: Jo, kau kan sudah hapal dengan sifatnya. (meredakan)
Parjo: (....)
Rahmat: Ya, itulah yang selalu dilakukannya pada kita, tidak menghargai hasil kerja orang lain.
Kalimat yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang dialog tersebut adalah....
Ingin rasanya aku memukul wajahnya yang selalu tampak menjengkelkan.
Dia memang selalu memandang orang lain dengan sebelah mata.
Sebetulnya ia orang yang rendah diri karena ia tidak berpendidikan tinggi.
Dia selalu berhati-hati kalau memperbaiki mobilnya di bengkel.
Maksudmu, kita harus mengalah terus dan mengakui keunggulannya?
Percakapan yang dilakukan seorang diri dalam pementasan drama disebut....
dialog
monolog
epilog
prolog
wawancara
Gita: Yang pasti kita jangan kerja kelompok di rumah Wawan. Rumah dia kan kecil dan kumuh, lagi pula aku nggak boleh sama orang tuaku jika bermain ke tempat kumuh seperti itu.
Juni: Iya betul sekali itu, pasti rumah Wawan itu bau banget dan sempit sekali. Pokoknya aku tidak akan mau kerja kelompok di tempat Wawan.
Lia: Teman-teman, kalianj jangan ngomong seperti itu, belum tentu apa yang kalian ucapkan itu benar, sedangkan tujuan kita untuk belajar, bukan bermain.
Wawan: Sudahlah tidak apa-apa perkataan mereka itu benar kok, kalau kita belajar di tempat yang tidak nyaman kan juga memengaruhi tugas kita juga.
Juni: Bagaimana kalau di rumah Lisa saja?
Watak Wawan pada penggalan naskah drama di atas adalah....
iri hati
ramah
besar hati
tinggi hati
keras hati
