WorksheetsTema 9 Sub Tema 1 Bahasa Indonesia
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Perhatikan teks cerita berikut!
Kisah Pemulung yang Jujur
Pak Ilham adalah pemulung yang sangat rajin bekerja.Ia harus menghidupi empat orang anaknya yang masih kecil. Setiap hari, ia harus pergi memulung untuk ditukarkan dengan sejumlah uang. Walau tak seberapa yang didapatkan setiap harinya, ia selalu bersyukur. Dalam hatinya,ia ingin mendapatkan pekerjaan yang layak dan dapat menghidupi keluarganya seperti kebanyakan orang lain. Suatu pagi, ia bergegas memulai pekerjaannya.
Tiba-tiba “Bluuk..!” Ada sebuah tas jatuh di depannya. Dipungutnya tas itu lalu ia berteriak kepada seorang wanita yang sedang dibonceng sepeda motor. “Ibu...ibu... tas ibu jatuh...!”, teriaknya. Spontan ibu muda yang diboncengkan tadi menoleh ke belakang. Tukang ojek pun berhenti dan si ibu muda tadi berlari menuju Pak Ilham. “Heh... kamu mau mencuri ya!” teriak ibu tadi. “Maaf bu, tas ibu ini tadi terjatuh dan saya memungutnya untuk saya kembalikan,” kata Pak Ilham dengan jujur. “Ah aku tidak percaya, mana ada pencuri mengaku,” si ibu muda naik pitam. Beruntung ada seorang guru yang lewat dan memperhatikan sedari tadi. “Maaf Bu, Bapak ini memang benar, ia memungut dan mengembalikannya kepada Ibu. Seharusnya Ibu berterima kasih kepada Bapak ini.” Tanpa basa-basi, ibu itu langsung pergi tanpa sepatah kata.Guru tadi merasa iba dengan Pak Ilham dan Pak Ilham diajak ke rumah guru tersebut. Akhir cerita, melihat kejujuran hati si pemulung ini, guru tadi mengajak Pak Ilham bekerja sebagai penjaga sekolah di
tempat ia bekerja.
Perilaku yang dapat diteladani dari tokoh Pak Ilham pada cerita tersebut adalah ....
bekerja keras setiap hari demi keluarganya
mengembalikan tas yang bukan miliknya
datang tepat waktu ketika masuk kerja
tabah dalam menghadapi kesulitan hidup
Perhatikan teks cerita berikut!
Kisah Pemulung yang Jujur
Pak Ilham adalah pemulung yang sangat rajin bekerja.Ia harus menghidupi empat orang anaknya yang masih kecil. Setiap hari, ia harus pergi memulung untuk ditukarkan dengan sejumlah uang. Walau tak seberapa yang didapatkan setiap harinya, ia selalu bersyukur. Dalam hatinya,ia ingin mendapatkan pekerjaan yang layak dan dapat menghidupi keluarganya seperti kebanyakan orang lain. Suatu pagi, ia bergegas memulai pekerjaannya.
Tiba-tiba “Bluuk..!” Ada sebuah tas jatuh di depannya. Dipungutnya tas itu lalu ia berteriak kepada seorang wanita yang sedang dibonceng sepeda motor. “Ibu...ibu... tas ibu jatuh...!”, teriaknya. Spontan ibu muda yang diboncengkan tadi menoleh ke belakang. Tukang ojek pun berhenti dan si ibu muda tadi berlari menuju Pak Ilham. “Heh... kamu mau mencuri ya!” teriak ibu tadi. “Maaf bu, tas ibu ini tadi terjatuh dan saya memungutnya untuk saya kembalikan,” kata Pak Ilham dengan jujur. “Ah aku tidak percaya, mana ada pencuri mengaku,” si ibu muda naik pitam. Beruntung ada seorang guru yang lewat dan memperhatikan sedari tadi. “Maaf Bu, Bapak ini memang benar, ia memungut dan mengembalikannya kepada Ibu. Seharusnya Ibu berterima kasih kepada Bapak ini.” Tanpa basa-basi, ibu itu langsung pergi tanpa sepatah kata.Guru tadi merasa iba dengan Pak Ilham dan Pak Ilham diajak ke rumah guru tersebut. Akhir cerita, melihat kejujuran hati si pemulung ini, guru tadi mengajak Pak Ilham bekerja sebagai penjaga sekolah di
tempat ia bekerja.
Nilai moral yang dapat diambil dari cerita tersebut adalah ....
bekerja keras untuk memperoleh uang
jujur dan bersyukur dalam bekerja
tanpa kenal waktu dalam bekerja
tidak ingkar bila mempunyai janji
Perhatikan teks cerita berikut!
Kisah Pemulung yang Jujur
Pak Ilham adalah pemulung yang sangat rajin bekerja.Ia harus menghidupi empat orang anaknya yang masih kecil. Setiap hari, ia harus pergi memulung untuk ditukarkan dengan sejumlah uang. Walau tak seberapa yang didapatkan setiap harinya, ia selalu bersyukur. Dalam hatinya,ia ingin mendapatkan pekerjaan yang layak dan dapat menghidupi keluarganya seperti kebanyakan orang lain. Suatu pagi, ia bergegas memulai pekerjaannya.
Tiba-tiba “Bluuk..!” Ada sebuah tas jatuh di depannya. Dipungutnya tas itu lalu ia berteriak kepada seorang wanita yang sedang dibonceng sepeda motor. “Ibu...ibu... tas ibu jatuh...!”, teriaknya. Spontan ibu muda yang diboncengkan tadi menoleh ke belakang. Tukang ojek pun berhenti dan si ibu muda tadi berlari menuju Pak Ilham. “Heh... kamu mau mencuri ya!” teriak ibu tadi. “Maaf bu, tas ibu ini tadi terjatuh dan saya memungutnya untuk saya kembalikan,” kata Pak Ilham dengan jujur. “Ah aku tidak percaya, mana ada pencuri mengaku,” si ibu muda naik pitam. Beruntung ada seorang guru yang lewat dan memperhatikan sedari tadi. “Maaf Bu, Bapak ini memang benar, ia memungut dan mengembalikannya kepada Ibu. Seharusnya Ibu berterima kasih kepada Bapak ini.” Tanpa basa-basi, ibu itu langsung pergi tanpa sepatah kata.Guru tadi merasa iba dengan Pak Ilham dan Pak Ilham diajak ke rumah guru tersebut. Akhir cerita, melihat kejujuran hati si pemulung ini, guru tadi mengajak Pak Ilham bekerja sebagai penjaga sekolah di
tempat ia bekerja.
Simpulan yang tepat untuk cerita tersebut adalah ....
Menolong orang yang sedang kesulitan akan mendapat balasan dari orang lain.
Bantuan yang diberikan kepada seseorang belum tentu diterima engan baik.
Seseorang memberikan pekerjaan kepada orang lain sangat bermanfaat.
Pekerjaan yang tidak layakpun dapat menghasilkan uang untuk keluarga.
Perhatikan teks cerita berikut!
Anisa seorang gadis kecil yang hidup di sebuah desa.
Ayahnya seorang pengembala domba dan ibunya seorang penjual kayu bakar di pasar. Anisa dan keluarganya hidup sederhana di desa itu. Suatu malam, saat makan malam di rumahnya, ayah dan ibunya bercerita tentang kesusahan mereka. Domba-domba ayah menjadi kurus karena musim kemarau yang panjang, tidak ada rumput yang dapat hidup di tanah yang kering. Sehingga ayah tidak bisa menjual domba-domba itu dengan harga yang tinggi. Ibu juga sulit menemukan lagi batang kayu untuk dijual. Semua pohon mati dan padang rumput menjadi gersang. Persediaan makan mereka sudah berkurang karena ayah dan ibunya sudah tidak mampu membeli makanan. Mendengar semua itu Anisa menangis saat menjelang tidur dan bergumam dalam hati “Apa yang dapat kulakukan untuk membuat keadaan menjadi lebih baik”. Anisa berdoa kepada Tuhan supaya turun hujan, keesokan harinya Anisa dan kedua orang tuanya gembira karena hujan yang mereka nantikan turun.
Sifat Anisa dalam cerita tersebut adalah ....
mandiri
patuh
penyayang
cerdas
Perhatikan teks cerita berikut!
Anisa seorang gadis kecil yang hidup di sebuah desa.
Ayahnya seorang pengembala domba dan ibunya seorang penjual kayu bakar di pasar. Anisa dan keluarganya hidup sederhana di desa itu. Suatu malam, saat makan malam di rumahnya, ayah dan ibunya bercerita tentang kesusahan mereka. Domba-domba ayah menjadi kurus karena musim kemarau yang panjang, tidak ada rumput yang dapat hidup di tanah yang kering. Sehingga ayah tidak bisa menjual domba-domba itu dengan harga yang tinggi. Ibu juga sulit menemukan lagi batang kayu untuk dijual. Semua pohon mati dan padang rumput menjadi gersang. Persediaan makan mereka sudah berkurang karena ayah dan ibunya sudah tidak mampu membeli makanan. Mendengar semua itu Anisa menangis saat menjelang tidur dan bergumam dalam hati “Apa yang dapat kulakukan untuk membuat keadaan menjadi lebih baik”. Anisa berdoa kepada Tuhan supaya turun hujan, keesokan harinya Anisa dan kedua orang tuanya gembira karena hujan yang mereka nantikan turun.
Latar cerita tersebut adalah ..
hutan
kota
desa
pasar
Perhatikan teks cerita berikut!
Anisa seorang gadis kecil yang hidup di sebuah desa.
Ayahnya seorang pengembala domba dan ibunya seorang penjual kayu bakar di pasar. Anisa dan keluarganya hidup sederhana di desa itu. Suatu malam, saat makan malam di rumahnya, ayah dan ibunya bercerita tentang kesusahan mereka. Domba-domba ayah menjadi kurus karena musim kemarau yang panjang, tidak ada rumput yang dapat hidup di tanah yang kering. Sehingga ayah tidak bisa menjual domba-domba itu dengan harga yang tinggi. Ibu juga sulit menemukan lagi batang kayu untuk dijual. Semua pohon mati dan padang rumput menjadi gersang. Persediaan makan mereka sudah berkurang karena ayah dan ibunya sudah tidak mampu membeli makanan. Mendengar semua itu Anisa menangis saat menjelang tidur dan bergumam dalam hati “Apa yang dapat kulakukan untuk membuat keadaan menjadi lebih baik”. Anisa berdoa kepada Tuhan supaya turun hujan, keesokan harinya Anisa dan kedua orang tuanya gembira karena hujan yang mereka nantikan turun.
Amanat yang terkandung dalam cerita tersebut adalah ....
Kita harus membiasakan hidup sederhana
Bekerja keras dan berdoa dalam menjalani hidup
Seorang anak tidak sepantasnya mengeluh
Kebaikan anak terhadap orang tua dibalas oleh Tuhan
Perhatikan cuplikan cerita berikut!
Sudah hampir tiga jam Pak Sofyan duduk di atas batu
menunggu kailnya disambar ikan. Namun, tidak ada satu pun ikan yang mendekat.
Hari semakin panas. Namun, Pak Sofyan kembali melempar kailnya ke sungai itu.
Sifat tokoh pada cuplikan cerita tersebut adalah ....
kurang kerjaan
suka berpetualang
menyukai tantangan
penyabar
Perhatikan penggalan cerita berikut!
Pukul 21.00, Tomi masih terjaga sambil menghafal rumus Matematika. Matanya terkadang terpejam tak kuat menahan kantuk. Tetapi,Tomi enggan tidur sebelum berhasil menghafalkan materi Matematika untuk menghadapi ulangan besok. Tomi berharap, rumus yang dihafalnya melekat di otak. Namun, rasa kantuk sering menghapus hafalannya.Tomi bertekad harus bisa menghafal materi dengan baik. Tomi tak rela gelar juara kelas direbut oleh Bayu. Apalagi ayah Tomi sudah berjanji untuk membelikan sepeda baru jika Tomi bisa mempertahankan prestasinya. "Luas bola adalah ..., aah! Lupa lagi!" keluh Tomi kesal.
Latar waktu pada teks cerita tersebut adalah ....
siang hari
sore hari
malam hari
tengah malam
Perhatikan teks cerita berikut!
Baturaden
Suatu sore ketika ia sedang berjalan-jalan disekitar pemandian, ia dikejutkan oleh jeritan seorang wanita. Suta segera mencari ke arah jeritan tadi. Akhirnya, ia tiba di dekat sebuah pohon besar. Dilihatnya putri Adipati menjerit-jerit di bawah pohon itu. Di dekatnya seekor ular raksasa menggelantung. Mulutnya menganga siap menelan putri tersebut. Suta sebenarnya ngeri melihat ular besar itu. Namun, ia kasihan melihat sang Putri pucat dan ketakutan. Timbul keberanian Suta untuk memukul ular
tersebut. Diambilnya bambu yang cukup besar, dipukulnya kepala ular itu berkali-kali. “Terima kasih, Kang Suta. Kamu telah menyelamatkan jiwaku.” “Itu sudah menjadi tugas saya, Tuan Putri. Apalagi hamba ini abdi Sang Adipati, ayah Tuan Putri,” sahut Suta. Kemudian, Sang Putri dan Suta pergi meninggalkan tempat itu menuju Kadipaten. Sejak kejadian itu Sang Putri semakin akrab dengan Suta. Bahkan, keduanya punya rencana mengikat hubungan itu dalam suatu pernikahan. Rencana itu diketahui Sang Adipati, maka marahlah Sang Adipati.
Watak tokoh Suta pada teks cerita tersebut adalah ....
penolong
pemberani
penakut
penyayang
Perhatikan penggalan cerita berikut!
"Andi, kamu pandai berpuisi, kembangkanbakatmu," puji Pak Tulus.Sorak sorai teman-teman sekelas Andi bergemuruh. Pak Tulus kemudian menyuruh Andi membacakan puisinya di depan teman-teman. Tanpa malu-malu, Andi membacakan setiap kata dalam bait-bait puisinya.
Sikap tokoh utama pada teks cerita tersebut adalah ....
percaya diri
disiplin
pemalu
tegas
