NEW
Font size
WorksheetsMendalami unsur-unsur drama
Total questions: 45
Worksheet time: 44mins
Cermati bagian-bagian berikut ini!
(1) alur
(2) latar
(3) sutradara
(4) penokohan
(5) penulis naskah
Bagian yang termasuk unsur-unsur drama ditunjukkan dengan nomor ....
(1), (2), (3)
(1), (2), (4)
(2), (3), (5)
(3), (4), (5)
Rangkaian peristiwa dan konflik yang menggerakkan jalan cerita dalam drama disebut dengan ....
alur
latar
tema
penokohan
Cermati bagian-bagian alur drama berikut ini!
(1) konflik awal
(2) penyelesaian
(3) pengenalan cerita
(4) perkembangan konflik
Urutan alur drama yang tepat adalah ....
(2) - (3) - (4) - (1)
(2) - (3) - (1) - (4)
(3) - (1) - (4) - (2)
(3) - (2) - (1) - (4)
Cara pengarang di dalam menggambarkan karakter tokoh di dalam drama disebut dengan ....
latar
dialog
bahasa
penokohan
Tokoh yang menjadi sentral cerita dalam pementasan drama disebut dengan tokoh ....
utama
figuran
pembantu
sampingan
Tokoh yang dilibatkan atau dimunculkan untuk diperbantukan mendukung jalannya cerita dan memiliki kaitan dengan tokoh utama dsiebut dengan ....
tokoh inti
tokoh pokok
tokoh sentral
tokoh pembantu
Tokoh yang tidak mengalami perubahan karakter dari awal hingga akhir dalam sebuah drama, misalnya tokoh yang berkarakter jahat dari awal sampai akhir drama akan tetap bersifat jahat, disebut dengan tokoh ....
statis
serbabisa
pembantu
berkembang
Berikut ini yang bukan ciri-ciri tokoh utama dalam drama adalah ....
paling sering muncul dalam setiap adegan
menjadi sentral atau pusat perhatian tokoh-tokoh lain
kejadian yang melibatkan tokoh lain selalu dapat dihubungkan dengan tokoh tersebut
dialog yang didapatkan oleh tokoh utama lebih singkat dibanding tokoh lain
Tokoh yang mengalami perkembangan nasib atau watak selama pertunjukkan, seperti yang awalnya orang baik pada akhirnya menjadi orang jahat disebut dengan tokoh ....
tokoh statis
tokoh serbabisa
tokoh berkembang
tokoh pembantu
Petunjuk perilaku, tindakan, atau perbuatan yang harus dilakukan oleh tokoh, biasanya dituliskan dalam tanda kurung atau dicetak miring disebut dengan istilah ....
dialog
wawancang
kramagung
adegan
Keterangan mengenai ruang dan waktu dalam pemnetasan drama disebut dengan ....
alur
latar
amanat
pesan moral
Inti cerita yang menjadi pusat pengisahan sebuah drama disebut dengan ....
tema
alur
latar
tokoh
Bagian dari drama yang menunjukkan perilaku atau perbuatan yang dilakukan oleh tokoh disebut dengan ....
adegan
gerakan
lakuan
babak
Pesan moral yang disampaikan dalam sebuah pementasan drama disebut juga dengan ....
alur
latar
amanat
sudut pandang
Tokoh yang berwatak baik disebut juga dengan istilah
tirtagonis
protagonis
antagoni
pesimis
Ibu : Ayahmu nanti membawa pisang rebus, pasti kamu suka
Anak : bosan ma. Asep ingin makan nasi. Sudah lama, kan, ma, kita tidak makan nasi
Ibu : ya, semoga saja bapakmu dapat nasi juga. Sekarang, jangan menangis lagi. Ya!
Anak : . . . . .
Latar belakang tokoh ibu yang tergambar di dalam cuplikan drama itu adalah . . .
Ibu tua yang sakit- sakitan.
Seorang istri yang setia kepada suaminya.
Perempuan miskin yang tabah dengan keadaan.
Perempuan yang pernah menjual diri sehingga mendapat kutukan.
Ibu : Ayahmu nanti membawa pisang rebus. Pasti kamu sukaAnak : bosan ma. Asep ingin makan nasi. Sudah lama, kan, ma, kira tidak makan nasi
Ibu : ya, semoga saja bapakmu dapat nasi juga. Sekarang, jangan menangis lagi. Ya!
Anak : . . . . .
Dialog yang dapat di ungkapkan tokoh anak untuk melengkapi cuplikan tersebut adalah. . . .
Tapi, mengapa bapak lama sekali? Bapak pergi ke mana, ma?
Bapak itu siapa namanya? Apa pekerjaannya, ma?
Asep akan menangis lagi karena tidak bisa sekolah.
Kalau nanti sudah makan, Asep akan pergi ke sungai, menangkap ikan.
Edo : Mau pergi ke mana, Yuk, sore-sore begini?
Ayuk : Oh, aku mau pergi ke rumah tante Ita, tapi malah
hujan.
Edo : Akhir-akhir ini hujan sering turun, Ya !
Budi : Ya, banjir pun terjadi di sana sini hingga merusak
lingkungan.
Ayuk : Apa hubungannya, Bud, banjir dan orang yang tidak
peduli lingkungan?
Budi : Ya, penyebab banjir tidak lain karena ulah manusia yang tidak peduli lingkungan.
Manusia sering melakukan penebangan pohon di hutan. Pemerintah harusnya
menindak tegas oknum yang merusak alam ini.
Ayuk : Jangan begitulah, mungkin mereka melakukan itu karena kebutuhan ekonomi.
Tokoh utama dalam drama di atas adalah. …
Budi dan Ayuk
Edo dan Ayuk
Edo dan Budi
Edo, Budi, dan Ayuk
Edo : Mau pergi ke mana, Yuk, sore-sore begini?
Ayuk : Oh, aku mau pergi ke rumah Tante Ita, tapi malah
hujan.
Edo : Akhir-akhir ini hujan sering turun, Ya !
Budi : Ya, banjir pun terjadi di sana sini hingga merusak
lingkungan.
Ayuk : Apa hubungannya, Bud, banjir dan orang yang tidak
peduli lingkungan?
Budi : Ya, penyebab banjir tidak lain karena ulah manusia yang tidak peduli lingkungan.
Manusia sering melakukan penebangan pohon di hutan. Pemerintah harusnya
menindak tegas oknum yang merusak alam ini.
Ayuk : Jangan begitulah, mungkin mereka melakukan itu karena kebutuhan ekonomi.
Latar waktu yang sesuai dengan drama tersebut adalah. …
menjelang malam
sore hari
siang hari
pagi hari
Edo : Mau pergi ke mana, Yuk, sore-sore begini?
Ayuk : Oh, aku mau pergi ke rumah Tante Ita, tapi malah
hujan.
Edo : Akhir-akhir ini hujan sering turun, Ya !
Budi : Ya, banjir pun terjadi di sana sini hingga merusak
lingkungan.
Ayuk : Apa hubungannya, Bud, banjir dan orang yang tidak
peduli lingkungan?
Budi : Ya, penyebab banjir tidak lain karena ulah manusia yang tidak peduli lingkungan.
Manusia sering melakukan penebangan pohon di hutan. Pemerintah harusnya
menindak tegas oknum yang merusak alam ini.
Ayuk : Jangan begitulah, mungkin mereka melakukan itu karena kebutuhan ekonomi.
Amanat yang tepat dari penggalan teks drama tersebut adalah. …
Banjir disebabkan oleh hujan yang turun tiada henti
Lingkungan rusak disebabkan oleh ulah manusia
Hujan menyebabkan banjir sehingga merusak lingkungan
Semua orang harus peduli lingkungan
Elis : (datang dari ruang dalam) “Ya … Pak. Ada apa, Pak?”
Kakek: “Mana Ari dan Adi? Sudah sore begini belum di rumah?”
Elis : ”Main … Pak. Tadi bawa motor.”
Kakek: “Aduh, Elis. Bagaimana kalian membesarkan anak? Akan jadi apa cucuku kelak?”
Elis : “Sudahlah … Pak. Kan, Adi dan Ari sudah biasa naik motor.”
Kakek: “Kau dan suamimu memanjakannya. Mereka masih SMP, belum berhak punya
SIM.”
Elis : “Biar masa kecil mereka senang, Pak! Tidak seperti kita dulu.”
Kakek: “Aduh … Lis! Itu, cara mendidik anak yang salah.”
Latar tempat penggalan drama di atas adalah ….
Di rumah
Di jalan
Di sekolah
Di halaman
Hani : Ayo, Indra kita berangkat sekarang! Jangan sampai kita terlambat lagi.
(sambil menatap Indra).
Indra: Iya, aku juga tidak enak dengan teman-teman jika terlambat lagi.
(sedikit tergesa-gesa berjalan).
Hani : Baiklah. Jangan kecewakan teman-teman lagi. Ayo, kita segera ke rumah Iwan.
Latar suasana dalam kutipan drama di atas adalah ….
Sedih
Tergesa-gesa
Cemas
Terharu
Tahap alur dalam drama yang menggambarkan mulai adanya masalah, baik
antartokoh maupun pada diri seorang tokoh disebut ….
Pertikaian
Leraian
Klimaks
Pemaparan
Di bawah ini adalah struktur dari drama, kecuali
Dialog
Epilog
Prolog
Monolog
Adi, kamu itu memang keterlaluan. Kamu tahu kan, Siska itu lemah jantung? Teganya kamu bentak-bentak dia hingga menangis dan pingsan,” kata Dina marah.
”Biar saja, itu urusanku. Lagian kenapa sih kamu ikut-ikutan? Jangan sok pahlawan lah!” balas Adi.
Berdasarkan teks di atas, watak tokoh Adi adalah ….
sombong dan pembohong
kasar, keras kepala, pemarah
suka menolong
teguh pendirian
(1) Boleh jadi, itu sikap angkuhnya seorang yang sukses dan kaya menghadapi pemuda kere macam aku. (2) Sebagai pimpinan sebuah bank papan atas di negeri ini, mungkin dia tak rela hati anak gadisnya kupacari. (3) Jadi, amat wajar dia kelihatan tidak suka terhadapku. (4) Apalagi tampangku tidak keren kayak aktor Nicholas Saputra, sementara wajah Mawar memang cakep. (5) Kamu sendiri bilang, Mawar mirip Dian Sastro dengan bodi semampai macam Luna Maya (padahal menurutku, Mawar lebih mirip penyanyi kesukaanmu, Mulan Jamila).
Bukti bahwa watak tokoh ‘dia’ pada kutipan cepen tersebut sombong terletak pada kalimat bernomor .
1 dan 2
2 dan 3
3 dan 4
4 dan 5
Drama yang berisi kisah-kisah yang sedih disebut . . . .
Melodrama
Tragedi
komedi
dagelan
Di bawah ini yang merupakan unsur-unsur drama adalah ....
Tema, amanat, alur, penokohan, dialog, latar, dan bahasa.
Bait, larik, dan rima.
unsur lahir dan unsur batin.
Tema, amanat, nlai-nilai, riwayat pengarang.
Dari segi perwatakannya penokohan dalam drama dibagi menjadi 4, yaitu ....
Tokoh utama dan tokoh pembantu.
Tokoh antagonis, protagonis dan tritagonis
Tokoh berkembang, tokoh pembantu, tokoh statis, dan tokoh serbabisa.
Semua salah.
Ibu : Ayahmu nanti membawa pisang rebus. Pasti kamu sukaAnak : bosan ma. Asep ingin makan nasi. Sudah lama, kan, ma, kira tidak makan nasi
Ibu : ya, semoga saja bapakmu dapat nasi juga. Sekarang, jangan menangis lagi. Ya!
Anak : . . . . .
Dialog yang dapat di ungkapkan tokoh anak untuk melengkapi cuplikan tersebut adalah. . . .
Tapi, mengapa bapak lama sekali? Bapak pergi ke mana, bu?
Bapak itu siapa namanya? Apa pekerjaannya, bu?
Asep akan menangis lagi karena tidak bisa sekolah.
Kalau nanti sudah makan, Asep akan pergi ke sungai, menangkap ikan.
Saya sepakat melepaskan tanah saya yang akan menjadi pabrik itu karena di pabrik itu tidak hanya dibutuhkan kantor, ruang meja, halaman, dan seterusnya, pasti juga harus ada mesjid. Tapi bahkan para pekerja tidak diberi jam istirahat untuk bersembahyang, karena itu saya menuntut …
Unsur intrinsik novel yang paling dominan pada penggalan novel di atas adalah …
latar
tema
alur
tokoh
Bacalah kutipan drama berikut dengan saksama kemudian kerjakan dua soal berikut:
Masut : Guru, terima kasih atas ilmu yang guru berikan kepadaku. Apalah artinya diriku andai tidak ada guru.
Guru : Masut, Masut! Kamu harus tahu, meskipun kita mempunyai ilmu hanya sedikit, namun tetap harus diberikan kepada orang lain.
(Istri Masut masuk ke ruangan membawa teh hangat).
Istri Masut : Lebih baik kalau ngobrolnya, sambil minum teh hangat (menyodorkan cangkir)
Guru : Bisa saja istri kamu, Ut.
Suasana yang tergambar pada drama tersebut adalah ...
santai
tegang
haru
seram
Salah satu unsur kebahasaan drama adalah menggunakan konjungsi urutan waktu. berikut yang merupakan kalimat dengan konjungsi urutan waktu adalah ... .
Dewi : "Aku sudah menduga kamu dan kekasihmu yang mencuri."
Bayu : "Apakah kamu termakan fitnah wi, bukan aku dan kekasihku."
Dewi : "Aku melihatnya Bay, kemarin setelah pulang kemudian kalian masuk kamarku kan?"
Bayu : "Tau apa kamu wi, aku dan Titi langsung pulang dan tidak pernah masuk ke dalam kamarmu."
Latar dalam drama dibagi menjadi....
tempat, waktu dan suasana
tempat dan waktu terjadi
waktu dan suasana hati
situasi dan kondisi
Unsur-unsur drama sama seperti unsur cerpen dan novel. Hal ini karena drama, cerpen, dan novel termasuk ke dalam jenis teks....
Deskripsi
Eksplanasi
Narasi
Prosedur
Pengantar pembuka dalam drama disebut....
Prolog
Epilog
Babak
Adegan
Bagian penutup dalam drama disebut....
Prolog
Epilog
Babak
Adegan
Percakapan dalam drama yang dilakukan sendiri disebut....
Dialog
Monolog
Prolog
Epilog
Perhatikan kutipan naskah drama berikut!
Rina : Apa-apaan sih? Kok posterku disobek?
(menahan marah)
Aji : […]
Rina : Maaf..maaf enak saja!
Aji : (dengan amat menyesal)
Iya deh, aku ganti postermu. Tapi kamu mau maafin aku kan?
Rina : Ya. Lain kali kamu jangan ceroboh.
Aji : (dengan tersenyum)
Oke, Bos!
Dialog yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang kutipan drama tersebut adalah...
Maafin aku Rina. Aku tidak sengaja.
Maafin aku Aji. Aku tidak sengaja.
Begitu saja kok kamu marah, Rin.
Baiklah aku akan beli yang baru.
Perhatikan penggalan drama di bawah ini !
"Dari mana saja kau, Badrun? Hari sudah petang tapi kau baru pulang." Tanya ayah sambil berkacak pinggang.
Dialog di atas diucapkan dengan nada ....
Keras sambil bercanda
Marah dan serius
Rendah dan penuh tanya
Merasa dendam
Tempat, waktu dan suasana terdapat pada unsur pembangun drama bagian ....
tokoh
setting
alur
tema
Unsur pembangun drama yang mendasari cerita adalah....
tema
alur
watak
setting
(1) Betapa gembiranya Ardi. (2) Saat pulang sekolah ia mendapat tawaran dari pamannya Abdurrahman untuk sekolah di Jakarta. (3) Bagaimanapun di Jakarta harus berjuang . (4) Jakarta adalah kota besar, yang selama ini ia impikan untuk bisa melihat dan tinggal di Jakarta.
Bukti bahwa latar waktu kutipan tersebut pada siang hari ditunjukan pada nomor ...
4
2
3
1
....
Kebetulan sekali aku bebas pada jam pelajaran pertama dan kedua sehingga aku punya waktu untuk menolong dia mencari-cari di segala pematang yang pernah dilaluinya. Lama-lama tidak juga tertemui benda-benda itu. Kulihat mukanya, diam tanpa perubahan, tetapi kukira hatinya penuh ketakutan pada orang tuanya. Setelah mondar-mandir lagi beberapa lamanya, akhirnya aku pasti bawa benda-benda itu telah dipungut orang. Kepastian itu membuat aku lebih kasihan padanya, betapalah ia dimarahi orang tuanya jika ketahuan.
(Dari: Mutiara di Tengah Sawah karya Gerson Poyk, dalam angkatan 66 H.B. Yassin)
Pada penggalan cerpen di atas, pengarang mempergunakan sudut pandang sebagai ...
orang pertama
orang kedua
orang ketiga
pengarang serba tahu
Elis : (datang dari ruang dalam) “Ya … Pak. Ada apa, Pak?”
Kakek: “Mana Ari dan Adi? Sudah sore begini belum di rumah?”
Elis : ”Main … Pak. Tadi bawa motor.”
Kakek: “Aduh, Elis. Bagaimana kalian membesarkan anak? Akan jadi apa cucuku kelak?”
Elis : “Sudahlah … Pak. Kan, Adi dan Ari sudah biasa naik motor.”
Kakek: “Kau dan suamimu memanjakannya. Mereka masih SMP, belum berhak punya
SIM.”
Elis : “Biar masa kecil mereka senang, Pak! Tidak seperti kita dulu.”
Kakek: “Aduh … Lis! Itu, cara mendidik anak yang salah.”
Sikap Elis terhadap anaknya pada percakapan di atas adalah ….
sayang
bijaksana
memanjakan
mendidik
