NEW
Font size
WorksheetsUAS Analisa Bahan Pangan Tingkat 2
Total questions: 70
Worksheet time: 1hrs 10mins
Pencantuman pada label sediaan bahan tambahan pangan (BTP) yang tidak wajib adalah:
Tulisan bahan tambahan pangan
Nama golongan bahan tambahan pangan
Harga bahan tambahan pangan
Nama jenis bahaan tambahan pangan
Nomor pendaftaran produsen BTP
Jumlah maksimum suatu zat dalam milligram per kilogram berat badan yang dapat dikonsumsi dalam sehari tanpa menimbulkan efek merugikan terhadap kesehatan disebut:
ADI (Acceptable Daily Intake
PTWI (Profisional Tolerable weekly Intake)
MTDI (Maximum Tolerable Daily Intake)
MTWI (Maximum Tolerable Weekly Intake)
PTDI (Profisional Tolerable Daily Intake)
Selulosa mikrokristalin digunakan sebagai bahan tambahan pangan berfungsi sebagai:
reservation
anti caking agent
antioxidant
sweeter
emulsifying
Sorbitol digunakan sebagai bahan tambahan pangan yang berfungsi:
pemanis buatan
pemanis alami
pemanis sintesis
pemanis semisintesis
artificial sweetenet
Pernyataan yang tidak perlu dicantukan pada label sediaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) adalah:
tulisan “Bahan Tambahan Pangan”;
nama golongan BTP;
nama jenis BTP; dan
nomor Pendaftaran Produsen BTP,
cara produksi BTP
Pengelompokkan bahan pangan berdasarkan komponen-komponen penyusunnya adalahsebagaiberikut, kecuali:
Kelompok Makronutrien
Kelompok Mikronutrien
Kelompok Bahan lkutan (Food ajunct)
Kelompok BahanTambahan
Kelompok proses metabolisme
Pada prinsipnya kesalahan dalam melaksanakan analisis pangan dikelompokkan ke dalam kesalahan yang sifatnya tetap dan kesalahan bersifat sistematis. Kesalahan sistemik meliputi, kecuali:
Kesalahan dalam prosedurnya
Kesalahan pengambilan & persiapan sampel
Kesalahan dalam menerapkan metoda analisis
Kesalahan Alat ukur
Kesalahan pengerjaan
Pada label sediaan pemanis buatan, wajib dicantumkan hal-hal sebagai berikut, kecuali:
kesetaraan kemanisan dibandingkan dengan gula;
tulisan "Untuk penderita diabetes dan/atau orang yang membutuhkan makanan berkalori rendah”;
tulisan ”Mengandung pemanis buatan, disarankan tidak dikonsumsi oleh anak di bawah 5 (lima) tahun, ibu hamil, dan ibu menyusui”; dan
jumlah mg pemanis buatan yang dapat digunakan tiap hari per kg bobot badan (Acceptable Daily Intake, ADI).
tulisan “pemanis buatan terbuat dari zat....”
Prinsip penentuan kadar air dengan Metode Titrasi Karl Fisher adalah:
penghitungan selisih bobot bahan (sampel) sebelum dan sesudah pengeringan
mengeringkan sampel dalam noven 100-105° C sampai bobot konstan
menguapkan air bahan dengan care destilasi menggunakan pelarut "immicible"
titrasi sampel dengan larutan iodin dalam metanol dan piridin
bahan dihilangkan kandungan airnya maka yang tersisa adalah padatan
Prinsip penentuan kadar air dengan metode Kalsium Karbida:
penghitungan selisih bobot bahan (sarnpel) sebelum dan sesudah pengeringan
Didasarkan atas reaksi antara kalsium karbida dengan air menghasllkan gas asetilen
menguapkan air bahan dengan cara destilasi menggunakan pelarut"immicible"
titrasi sampel dengan larutan iodin dalam metanol dan piridin
Didasarkan atas reaksi antara asetilklorida dengan air menghasilkan asam yang dapat dititrasi dengan basa
Sistem keamanan pangan yang sudah diakui dan diterapkan secara internasional adalah Hazard Analysis Critical ControlPoint (HACCP). Sistem ini menekankan pada pengendalian berbagai faktor yang mempengaruhi bahan, produk, dan proses. Pendekatan bukan merupakan prinsip HACCP yaitu:
Analisis potensi bahaya, bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi potensi bahaya yang diperkirakan dapat terjadi pada setiap langkah produksi makanan
Penentuan titik kendali kritis, merupakan langkah tindak lanjut dari analisis potensi bahaya. Potensi bahaya yang telah teridentifikasi harus diikuti dengan satu atau lebih critical controlpoint (CCP)
Penetapan batas kritis. Batas kritis mencerminkan batasan yang digunakan untuk menjamin proses yang berlangsung dapat menghasilkan produk yang aman
Penetapan sistem pemantauan. Pada tahapan ini dilakukan serangkaian pengamatan atau pengukuran untuk memeriksa apakah CCP di bawah kendali dan untuk memperoleh catatan yang akurat untuk digunakan dalam verifikasi
Penetapan tindakan korektif. Pada tahapan ini dilakukan tindakan perbaikan terhadap produk bila CCP melampaui batas aman
Pengukuran sampel dengan menggunakan Spektrofotometri melibatkan hal-hal sebagai berikut, kecuali:
Panjang gelombang
radiasi elektromagnetik
sinar UV
sinar gama
sinar tampak
Suatu penyakit yang merupakan hasil dari pencernaan dan penyerapan makanan yang mengandung mikroba oleh tubuh manusia disebut:
diare
Food desease
Cholerae
Dysentriae
alergi
Perubahan yang terjadi pada sampel dapat disebabkan karena beberapa faktor berikut ini, kecuali:
Perubahan kimiawi,misalnya karena proses oksidasi
Perubahan biokimiawi enzimatis
Perubahan akibat kontaminasi mikroorganisme
Perubahan yang irreversible
Perubahan mekanis
Analisis protein dapat menggunakan metode sebagai berikut kecuali:
Metode Kjeldhal
Metode iodimetri
metode Biuret
Metode Lowry
Metode pengikatan zat warna
Penetuan kadar Na-benzoat secara spektrofotometri UV berdasarkan kepada:
adanya gugus karboksil
Adanya gugus aromatik
Adanya gugus –OH
adanya gugus fungsi
Adanya sifat garam
Prinsip analisis protein dengan menggunakan HPLC?
Melalui kolom penukar polar dari alat HPLC (High Performance Liquid Chromatography), asam-asam amino ditentukan jenis dan jumlahnya
Melalui kolom non polar kation dari alat HPLC (High Performance Liquid Chromatography), asam-asam amino ditentukan jenis dan jumlahnya
Melalui kolom penukar kation dari alat HPLC (High Performance Liquid Chromatography),asam-asam amino ditentukan jenis dan jumlahnya
Melalui kolom kation dari alat HPLC (High Performance Liquid Chromatography), asam-asam amino ditentukan jenis dan jumlahnya
Melalui kolom penukar kation dari alat HPLC (High Performance Liquid Chromatography), asam-asam amino tersebut dapat ditentukan jenis dan jumlahnya
Iodimetri merupakan titrasi langsung dan merupakan metoda penentuan atau penetapan kuantitatif yang dasar penentuannya adalah:
jumlah I2 yang bereaksi dengan sampel
jumlah I2 yang terbentuk bersifat redukstor
senyawa KI digunakan sebagai pentiter
Reaksi redoks berlangsung dengan spontan
Indikator yang digunakan adalah metil merah
Larangan penggunaan formalin sebagai pengawet bahan pangan tercantum dalam :
Peraturan Presiden RI No. 033 tahun 2012 tentang Bahan Tambahan Pangan
Undang-Undang RI No. 033 tahun 2012 tentang larangan penggunaan formalin
Permenkes RI No.033 tahun 2012, tentang Bahan Tambahan Pangan
Peraturan Presiden RI No. 033 tahun 2012 tentang Bahan Berformalin
Permenkes RI No.033 tahun 2012, tentang penggunaan formalin
Pereaksi Schryver yang digunakan pada analisis kualitatif formalin mengandung senyawa:
Fenilhidrazin HCl
Fenilbutazon
Fenil alanine
fenolftalin
fenol
Pada analisis kuantitatif formalin dapat menggunakan pereaksi:
Schryver
Nash
Fehling
Benedict
Redoks
Panjang gelobangan yang didapatkan setelah formalin bereaksi dengan pereaksi Nash adalah:
415 nm
450 nm
409,5 nm
420 nm
430 nm
International Agency for Research on Cancer (IARC) mengklasifikasikan formaldehida ke dalam:
carcinogenic to animals
carcinogenic to humans
carcinogenic to farm
carcinogenic to town
carcinogenic to country
Menurut Permenkes No. 722/Menkes/Per/IX/88 tentang bahan tambahan makanan, batas maksimum penambahan Na benzoate dalam makanan adalah:
50 mg/kg
1000 mg/kg
500 mg/kg
600 mg/kg
400 mg/kg
Metode analisis kuantitatif Na-Benzoat yang dapat digunakan adalah:
metode spektrofotometri UV
metode spektrofotometri Vis
metode iodometri
metode iodimetri
metode kompleksometri
Rentang panjang gelombang untuk analisis asam benzoate berada pada rentang:
350 – 499 nm
150 – 180 nm
190 – 300 nm
299 – 450 nm
400 – 500 nm
Reagensia Karl Fischer yang terdiri dari:
S02,piridimidin,dan iodin
S02,piridin,dan iodin
S02,piridin,dan iodide
S03,piridin,dan iodin
S04,piridin,dan iodin
Sifat atau ciri khas molekul protein antara lain yaitu, kecuali:
Mempunyai ukuran berat molekul (BM) besar,sehingga mudah mengalami perubahan bentuk fisiik dan aktivitas biologi
BM yang besar dapat bermanfaat untuk mengenali dan memisahkan dari komponen bahan pangan yang lain
Struktur molekul protein mengandung unsur nitrogen(N) relative sedikit
Keberadaan protein di dalam bahan dapat ditentukan berdasarkan kandungan unsur N
Protein merupakan polimer yang tersusun oleh banyak monomer asam-asam amino (lebih dari 20 jenis), sehingga protein di dalam bahan pangan juga banyak jenisnya
Tujuan analisis protein mencakup beberapa hal berikut ini, kecuali:
Menera jumlah kandungan protein dalam bahan pangan.
Menentukan tingkat kualitas protein dari sudut gizi.
Menelaah protein sebagai suatu bahan kimia
Menelaah secara biokimiawi,fisiologis, reologis.dll
Menelaah protein sebagai enzim
Metode pengukuran jumlah protein tersebut ada beberapa cara,antara lain yaitu, kecuali:
metode ekstraksi
metode Kjeldhal
metode Biuret
metode Lowry
metode pengikatan zat wama
Prinsip penentuan nipagin dengan spektrofotometri UV adalah:
terdapat gugus aromatik yang dapat menyerap sinar UV
terdapat gugus hidroksil yang dapat menyerap sinar UV
terdapat gugus metil yang dapat menyerap sinar UV
terdapat gugus profil yang dapat menyerap sinar UV
terdapat gugus eter yang dapat menterap sinar UV
Prinsip Analisis protein dengan metode Biuret adalah:
dalam larutan basa, Cu2+ Membentuk kompleks dengan ikatan peptida (-CO-NH-) dari suatu protein yang membentuk wama ungu dengan absorbansi 540nm
dalam larutan basa,Cu2+ Membentuk kompleks dengan ikatan kovalen (-CO-NH-) dari suatu protein yang membentuk wama ungu dengan absorbansi 540nm
dalam larutan basa,Cu2+ Membentuk kompleks dengan ikatan ionik (-CO-NH-) dari suatu protein yang membentuk wama ungu dengan absorbansi 540nm.
dalam larutan basa,Cu2+ Membentuk kompleks dengan ikatan hidrogen (-CO-NH-) dari suatu protein yang membentuk wama ungu dengan absorbansi 540nm
dalam larutan basa,Cu2+ Membentuk kompleks dengan ikatan polar (-CO-NH-) dari suatu protein yang membentuk wama ungu dengan absorbansi 540nm
Golongan karbohidrat yang banyak dijumpai di alam adalah, kecuali:
monosakarida seperti glukosa dan fruktosa
oligosakarida yang terdiri dari 2 unit monosakarida seperti laktosa dan sukrosa
polisakarida seperti pati,dekstrin dan berbagai serat pangan
disakarida yang terdiridati 2 unit monosakarida seperti laktosa dan sukrosa
polisakarida seperti pati,dekstrin dan berbagai serat pangan
Prinsip penentuan kadar asam askorbat total adalah:
asam askorbat dioksidasi seluruhnya menjadi asam dihidroaskorbat oleh arang aktif dengan bantuan asam asetat.
asam askorbat dioksidasi seluruhnya menjadi asam dihidro askorbat oleh arang aktif dengan bantuan asam klorida.
asam askorbat dioksidasi seluruhnya menjadi asam dihidroaskorbat oleh arang aktif dengan bantuan asam sulfat pekat.
asam askorbat dioksidasi seluruhnya menjadi asam dihidroaskorbat oleh arang aktif dengan bantuan asam iodida.
asam askorbat dioksidasi seluruhnya menjadi asam dihidroaskorbat oleh arang aktif dengan bantuan asam bromida
. Pernyataan di bawah ini berkaitan dengan Bahan metabolit:
produk metabolisme mikroba yang menggunakan komponen bahan pangan tersebut untuk detosifikasi mikroba.
Ada jenismi kroba yang sengaja diumbuhkan untuk menghasilkan metabolit tertentu seperti alkohol dan asam-asam organik yang ada di dalam produk-produk fermentasi.
produk toksin mikroba yang menggunakan komponen bahan pangan tersebut untuk tumbuh dan berkembang biak.
produk metabolisme mikroba yang menggunakan komponen bahan tambahan tersebut untuk tumbuh dan berkembangbiak.
Ada jenis mikroba yang sengaja diumbuhkan untuk menghasilkan racun tertentu seperti alkohol dan asam-asam organik yang ada di dalam produk-produk fermentasi.
Kelompok Bahan Metabolit adalah:
Yang disengaja contohnya metanol
Yang tak disengaja (Aflaloksin,senyawa beracun yang lain)
Yang disengaja formalin
Yang tak disengaja contohnya ephedrine
Yang disengaja na benzoat
Pada saat pengambilan sampel perlu diperhtikan kemungkinan terjadinya perubahan sampel. Perubahan tersebut dapat disebabkan karena beberapa faktor berikut ini, kecuali:
Perubahan kimiawi,misalnya karena proses oksidasi.
Perubahan biokimiawi enzimatis
Perubahan akibat kontaminasi mikroorganisme.
Perubahan fisiologi
Perubahan mekanis
Pengukuran bahan pangan secara kuantitatif dapat dikelompokkan dalam beberapa cara,yaitu, kecuali:
kimiawi,
elektronis,
spektroskopi,
fisiologi
biologi.
Bahan tambahan pangan yang berfungsi sebagai acidity regulator adalah
asam sulfat
asam klorida
asam mefenamat
asam nitrat
asam asetat
Zat tambahan pangan yang tidak boleh digunakan sebagai preservative adalah
asam sorbat
Na Sorbat
Na benzoate
asam asetat
asam benzoat
SOAL Pilihan Berganda (PG) 41- 50
Dalam memilih prosedur anBila benar semuanya
alisis,hal-hal yang harus diketahui,yaitu:
1) Pengetahuan dasar komposisi suatu bahan,
2) Tingkat ketelitian yang dikehendaki,
3) Jumlah atau banyaknya sampel yang tersedia.
4) Profesionalisme analisis
Bila 1,2 dan 3 benar
Bila 1 dan 3 benar
Bila 2 dan 4 benar
Bila 4 saja yang benar
Bila benar semuanya
Pada saat pengambilan sampel perlu diperhatikan kemungkinan terjadinya perubahan sampel. Perubahan tersebut dapat di sebabkan karena beberapa faktor berikut ini:
1) Perubahan kimiawi,misalnya karena proses oksidasi.
2) Perubahan biokimiawi enzimatis
3) Perubahan akibat kontaminasi mikroorganisme.
4) Perubahan fisik dan Perubahan mekanis
Bila 1,2 dan 3 benar
Bila 1 dan 3 benar
Bila 2 dan 4 benar
Bila 4 saja yang benar
Bila benar semuanya
Kegiatan analisis pangan pada dasarnya mencakup beberapa langkah berikut:
1) Penetapan batasan masalah
2) Sampling
3) Penetapan cara pengukuran
4) Kesimpulan akhir
Bila 1,2 dan 3 benar
Bila 1 dan 3 benar
Bila 2 dan 4 benar
Bila 4 saja yang benar
Bila benar semuanya
Pengukuran bahan secara kuantitatif dapat dikelompokkan dalam beberapa cara:
1). kimiawi,
2) spektroskopl,
3) filsika,
4) biologi.
Bila 1,2 dan 3 benar
Bila 1 dan 3 benar
Bila 2 dan 4 benar
Bila 4 saja yang benar
Bila benar semuanya
Pengukuran sampel dengan cara Elektronis diterapkan dengan pengukuran:
1) tenaga potensial, 2) aliran listrik,
3) kondukivitas, 4) sifat elektronis bahan,
Bila 1,2 dan 3 benar
Bila 1 dan 3 benar
Bila 2 dan 4 benar
Bila 4 saja yang benar
Bila benar semuanya
Pada cara flsikawi diterapkan metoda pengukuran berdasarkan sifat dan besaran fisik bahan yang meliputi:
1) pengukuran BJ,
2) pengukuran index refraksi,
3) pemutaran optik 4) sifat magnetis.
Bila 1,2 dan 3 benar
Bila 1 dan 3 benar
Bila 2 dan 4 benar
Bila 4 saja yang benar
Bila benar semuanya
KesalahanTetap (Constant Determinann Error) pada analisis bahan pangan adalah:
1)Alat pengukur
2)Personel analis
3) KemumianBahan
4) teknologi instrumentasi
Bila 1,2 dan 3 benar
Bila 1 dan 3 benar
Bila 2 dan 4 benar
Bila 4 saja yang benar
Bila benar semuanya
Kesalahan Sistematis (Systematic Error) pada analisis bahan pangan adalah:
1) Kesalahan dalam prosedurnya
2) Kesalahan dalam pengambilan & persiapan sampel
3) Kesalahan dalam menerapkan metoda analisis
4) Kesalahan pengerjaan
Bila 1,2 dan 3 benar
Bila 1 dan 3 benar
Bila 2 dan 4 benar
Bila 4 saja yang benar
Bila benar semuanya
Untuk memperkecil kemungkinan kesalahan dalam analisis, ada beberapa saran penting dalam analisis yaitu;
1) Cara pengambilan & persiapan sampel
2) Ketepatan Analisis
3) Pemilihan metode yang tepat
4) Perubahan metode analisis
Bila 1,2 dan 3 benar
Bila 1 dan 3 benar
Bila 2 dan 4 benar
Bila 4 saja yang benar
Bila benar semuanya
Pengawet yang digunakan sebagai kombinasi yang sering adalah :
1) niapgin 2) asam benzoat 3)nipasol 4) Na-benzoat
Bila 1,2 dan 3 benar
Bila 1 dan 3 benar
Bila 2 dan 4 benar
Bila 4 saja yang benar
Bila benar semuanya
SOAL VIGNETTE 51-70
Berbagai jenis bahan pangan atau bahan baku obat-obatan tertentu mengandung air yang bersifat khas. Dimana terdapat Air terikat kuat dan sering juga disebut air hidrat karena air tersebut membentuk hidrat dengan beberapa molekul lain dengan ikatan bersifat ioniik dengan karakteristik yang unitk. Yang bukan merupakan karakterisik air tersebut adalah :
Air terikat kuat jumlahnya sangat kecil
Air terikat kuat sangal sulit diuapkan
Air terikat kuat sulit dibekukan.
Air terikat kuat mudah diekstraksi
Penetuan kadar air tersebut bisa dengan metode Karl Fisher
Prinsip pengukuran kadar air dengan metode destilasi adalah menguapkan air bahan dengan care destilasi menggunakan pelarut "immicible", kemudian air ditampung dalam tabung yang diketahui volumenya. Pelarut yang digunakan mempunyai titik didih lebih besar dari air, tetapi mempunyai berat jenis (BJ) lebih kecil dari air. Senyawa yang tidak dapat dijadikan pelarut pada metode tersebut adalah yaitu:
Toluen,
Xylen
Benzen
etanol
Metil benzena
Beberapa cara penentuan kadar air dengan metode kimiawi, yaitu metode titrasi Karl Fischer, Metode kalsium karbida, dan metode asetil klorida. Di samping metode tersebut, metode yang digunakan adalah metode pengeringan dan destilasi. Dari berbagai macam metode tersebut ada metode yang sesuai untuk menentukan kadar air hidrat. Metode yang dimaksud adalah :
Karl Fisher
Metode pengeringan
Metode destilasi
Metode Oven Kering
Metode Oven Vakum
Formalin atau formaldehie adalah suatu zat kimia yang sering disalahgunakan sebagai pengawet makanan. Oleh sebab itu setiap profesi farmasi mempunyai tanggung jawab dalam menganalisis secara kualitatif ataupun kuantitatif untuk mengetahui kandungan zat tersebut. Analisis kuantitatif terhadap kandungan formalin dalam bahan pangan bisa dengan menggunakan metode Spektrofotometri UV/Vis, tapi masalahnya molekul fomalin tidak bisa diukur secara langsung dengan metode tersebut. Langkah analisis yang harus dilakukan agar bisa menggunakan metode tersebut adalah:
direaksikan dengan suatu zat yang berwarna
Berdasarkan tetapan dielektrikum
Berdasarkan daya hantar dan reslstansi listrik
Berdasarkan resonansi nuklir magnetik atau"nuclearmagneticresonance"
Berdasarkan penguapan air
Salah satu penentuan kadar air di dalam bahan pangan adalah dengan menggunakan Metode Kalsium Karbida. Prinsip dari metode ini adalah jumlah asetilen yang terbentuk pada penentuan kadar air dengan Metode kalsium Karbida dapat diukur dengan beberapa cara. Pernyataan yang bukan merupakan cara pada metode tersebut adalah :
Selisih bobot campuran bahan sebelum dan sesudah reaksi.
Jumlah total bobot sampel setelah bereaksi
menampung dan mengukur volume gas asetil di dalam tabung tertutup.
Titrasi terhadap gas asetilen yang tertampung
reaksi kalsium karbida dengan air
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam titrasi iodimetri pada penentuan kadar vitamin C, antara lain :
1) pembuatan larutan
2) penyimpanan larutan
3) Jumlah indicator, dan
4) ketelitian dalam melakukan titrasi, yaitu dalam menentukan titik akhir dan pembacaan skala pada buret
Indikator yang digunakan pada titrasi tersebut adalah:
Kanji
Tepung
Fenolftalin
Metilen blue
Metil jingga
Pada analisis Vitamin C pada sampel bahan pangan perlu diperhatiakan kondisi fisik zat tersebut karena dapat hilang oleh hal-hal seperti:
1) Pemanasan, yang menyebabkan rusak atau berbahayanya struktur.
2) Pencucian sayuran setelah dipotong-potong terlebih dahulu .
3) Adanya alkali atau suasana basa selama pengolahan
4) Membuka tempat berisi vitamin C,
Rusaknya zat tersebut bila terkena udara luar merupakan reaksi:
Reduksi
Oksidasi
Degradasi
Konjugasi
Dehidrogenasi
Analisis kuantitatif Na-benzoat/asam benzoat sebagai pengawet makanan bisa dengan Titrasi asam basa atau dengan spektrofotometri UV-Vis. Gugus-gugus fungsi pada senyawa tersebut mempunyai serapan maksimal pada daerah sinar UV. Gugus yang dimaksud pada senyawa tersebut adalah:
Karboksil
Hidroksil
Aromatik
metil
keton
Analisis kuantitatif formalin dalam sample bisa menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Dasar dari metode ini adalah reaksi antara formaldehide dengan pereaksi Nash membentuk senyawa kompleks berwarna yang dapat dianalisis dengan menggunakan metode tersebut. Zat berwarna yang terbentuk pada reaksi tersebut adalah:
3,5-diasetil-1,4-dihidrolutidin
1,5-diasetil-1,4-dihidrolutidin
3,5-diasetil-2,4-dihidrolutidin
1,5-diasetil-2,4-dihidrolutidin
2,5-diasetil-2,4-dihidrolutidin
Analisis kualitatif formalin dalam sample ikan bisa dengan menggunakan reaksi warna.Senyawa berwarna yang terbentuk adalah sebagai hasil dari reaksi formaldehide dengan reagen Schryver. Warna yang terlihat adalah warna:
merah
Jingga
orange
Kuning
Coklat
Terdapat beberapa cara analisis formaldehida di dalam makanan, antara lain metode kolorimetri, spektrofotometri, HPLC ataupun gas kromatografi dan GC-MS. Metode HPLC dan Kromatografi Gas-MS merupakan metode yang cukup mahal dan rumit selain itu dibutuhkan proses derivatisasi yang memerlukan zat penderivat yang cukup mahal. Oleh karena itu untuk analisis rutin diperlukan metode analisis yang murah, cepat tapi sensitive. Pernyataan manakah yang paling sesuai dengan metode yang murah dan sensitive tersebut:
Metode yang dimaksud adalah spektrofotometri UV
Metode kolorimetri dengan perekasi Schryver untuk analisis kuantitatif
Metode Spektrofotometri UV-Vis dengan pereaksi Nash untuk analisis Kuantitatif
Metode kolorimetri dengan perekasi Nash untuk analisis kualitatif
Metode Spektrofotometri UV-Vis dengan pereaksi Nash untuk analisis Kualitatif
Mikroorganisme yang berkembang dalam susu dapat menurunkan kualitas susu dan mempengaruhi keamanan produk tersebut bila dikonsumsi oleh manusia. Beberapa kerusakan pada susu yang disebabkan oleh cemaran mikroorganisme adalah Pengasaman dan penggumpalan, yang disebabkan oleh fermentasi laktosa menjadi asam laktat sehingga pH susu menurun dan kasein menggumpal. Susu berlendir seperti tali karena terjadinya pengentalan dan pembentukan lendir akibat pengeluaran bahan seperti kapsul dan bergetah oleh beberapa jenis bakteri. Jenis bakteri apakah yang menyebabkan peristiwa tersebut?
E. coli
B. eureus
Staphilococus
Salmonea
Shigella
Salah satu bahan pengawet yang sering digunakan dalam makanan adalah asam benzoat (C6H5COOH). Pengawet ini sangat cocok digunakan untuk bahan makanan yang bersifat asam seperti saos tomat. Mekanisme penghambatan mikroba oleh benzoat yaitu mengganggu permeabilitas membran sel, struktur sistem genetik mikroba, dan mengganggu enzim intraseluler. Pada pH berapakah zat ini bekerja secara efektif?
pH 5-7
pH 7-8
pH 1-2
pH 2,5 – 4
pH 8-9
Uji kualitatif untuk asam benzoate dilakukan dimana larutan sampel hasil ekstraksi diambil sebanyak 10 mL dan ditambahkan larutan NH3 sampai larutan tersebut menjadi basa. Larutan tersebut kemudian diuapkan di atas penangas air. Residu yang diperoleh, dilarutkan dengan air panas dan disaring. Selanjutnya, ditambahkan 3-4 tetes FeCl3 0,5%. Perubahan apakah yang menunjukkan bahwa sampel tersebut mengandung zat yang dimaksud?
adanya endapan berwarna hitam
adanya endapan berwarna merah
adanya endapat berwarna coklat
adanya endapan berwarna kuning
adnya endapan berwarna perak
Uji Kuantitatif sampel larutan asam benzoat hasil ekstraksi dipipet sebanyak 10,0 mL dengan pipet volume, kemudian dimasukkan ke dalam labu Erlenmeyer 250 mL. Larutan tersebut ditambah 2-3 tetes indikator PP dan selanjutnya dititrasi dengan larutan NaOH yang telah dibakukan dengan larutan asam oksalat sampai terjadi perubahan warna. Perubahan warna apakah yang menandai bahwa titrasi harus dihentihan?
dari tidak berwarna menjadi merah muda yang stabil selama 15 detik.
dari warna merah muda menjadi merah tua yang stabil selama 15 detik.
dari warna merah muda menjadi tidak berwarna yang stabil selama 15 detik.
dari tidak berwarna menjadi biru muda yang stabil selama 15 detik.
dari tidak berwarna menjadi merah marun yang stabil selama 15 detik.
Dalam rangka menjamin keamanan pangan pada saos tomat maka harus dilakukan uji. Uji kualitatif tersebut adalah untuk mengetahui ada tidaknya benzoat pada sampel saos tomat. Pereaksi yang digunakan pada uji kualitatif ini adalah FeCl3 yang dapat membentuk endapan berwarna kecolatan bila bereaksi dengan benzoat. Zat apakah yang membentuk endapan tersebut?
Besi(II)benzoat
Besi(III)benzoat
Besi (IV)benzoate
besi bezoat
FeCl3-benzoat
Asam benzoate merupakan bahan pengawet yang luas penggunannya dan sering digunakan pada bahan makanan yang asam. Bahan ini digunakan untuk mencegah pertumbuhan khamir dan bakteri. Biasa digunakan dalam bentuk garamnya (Na benzoate). Benzoat dapat ditentukan kadarnya sevara spektrofotometri karena mengandung gugus kromofor yang dapat menyerap sinar UV. Pada panjang gelombang berapakah zat tersebut dapat dianalisis secara spektrofometri?
270 nm
190 nm
225 nm
290 nm
300 nm
Pada label sediaan pemanis buatan tertentu wajib dicantumkan peringatan ”Mengandung fenilalanin, tidak cocok untuk penderita fenilketonurik”; dan tulisan “Tidak cocok digunakan untuk bahan yang akan dipanaskan”. Peringatan ini adalah untuk melindungi konsumen dari penggunaan berlebih dari pemanis biatan tersebut. Pemanis apakah yang dimaksud ?
poliol
sorbitol
aspartame
monosodium glutamate
fenetil amin
Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang diproduksi, dimasukkan ke dalam wilayah Indonesia, dan diedarkan harus memenuhi standar dan persyaratan dalam Kodeks Makanan Indonesia yang ditetapkan oleh Menteri. BTP hanya dapat diproduksi oleh industri yang mempunyai izin industri sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Industri yang dimaksud harus terdaftar di Badan yang tugas dan tanggung jawabnya di bidang pengawasan obat dan makanan. Ketentuan lebih lanjut mengenai produksi, pemasukan, dan peredaran BTP ditetapkan dengan Peraturan Kepala Badan. Apakah Lembaga Negara yang dimaksud dalam pernyataan tersebut?
Badan Pengawas Bahan Kimia Pangan
Badan Pengawas Obat dan Makanan
Badan pengawas bahan berbahaya
Badan pengawas BTP
Badan Pengawas Bahan Kimia untuk BTP
Ada beberapa metode yang dikembangkan untuk penentuan kadar vitamin C diantaranya adalah metode spektrofotometri UV-Vis dan metode iodimetri. Metode spektrofotometri dapat digunakan untuk penetapan kadar campuran dengan spektrum yang tumpang tindih tanpa pemisahan terlebih dahulu. Karena perangkat lunaknya mudah digunakan untuk instrumentasi analisis dan mikrokomputer, spektrofotometri banyak digunakan di berbagai bidang analisis kimia terutama farmasi. Sedangkan metode iodimetri merupakan metode yang sederhana dan mudah diterapkan dalam suatu penelitian. Pada panjang gelombang berapakah bila zat tersebut dianalisis menggunakan metode spektrofotometri?
250 nm
267 nm
190 nm
200 nm
300 nm
