Font size
WorksheetsQUIZ TEKNOLOGI PENGOLAHAN PANGAN
Total questions: 30
Worksheet time: 30mins
Komoditas pangan umumnya bersifat perishable, yang berarti
Mudah kehilangan zat gizi
Karakteristik fisiknya mudah berubah
Mudah mengalami kerusakan
Aromanya cepat menghilang
Komoditas pangan bersifat perishable, penyebab internalnya adalah
Mengandung zat gizi
Kadar airnya tinggi
Umumnya bertekstur lunak
Semua jawaban benar
Batasan kerusakan pangan dari sisi industri pangan
Sifat-sifatnya menyimpang dari suatu standar yang telah ditetapkan
Karakteristik pangan tidak memenuhi standar perdagangan
Karakteristik pangan tidak sesuai dengan SNI untuk komoditas pangan
Semua jawaban benar
Proses perusakan bahan hasil pertanian
Berlangsung baik sebelum maupun sesudah panen
Terjadi setelah panen
Terjadi sebelum panen
Berlangsung selama pengolahan
Kemunduran kualitas komoditas pangan nabati segar secara alami disebabkan
Transpirasi
Respirasi
Asimilasi
Evaporasi
Konsep pengendalian mikroorganisme dalam industri pangan adalah
Menekan mikroorganisme yang tidak berguna
Memelihara mikroorganisme yang berguna
Membunuh mikroba pathogen
Menekan mikroorganisme yang tidak berguna, dan memelihara mikroorganisme yang berguna
Umur simpan produk ditentukan oleh:
metode pengolahan/pengawetan
cara pengepakan
waktu dan suhu penyimpanan
kelembaban ruang penyimpanan
Penyebab kerusakan biologis dapat disebabkan
Terjadinya perubahan kehilangan cita-rasa dan zat gizi
Pertumbuhan dan perkembangbiakan bakteri dan insekta
Perubahan nilai gizi,
Semua pernyataan benar
Semua pernyataan salah
Penyebab kerusakan mikroba pada bahan pangan dengan kadar gula yang tinggi seperti selai, dodol dan wajid adalah
Khamir dan bakteri
Kapang dan khamir
Bakteri dan khamir
Semua pernyataan benar
Kemunduran kualitas komoditas pangan nabati segar secara alami dapat ditekan dengan cara
Pemanenan yang tepat
Menekan laju transpirasi
Mengurangi kandungan oksigen
Pengemasan dan penyimpanan pada suhu rendah
Penyimpanan komoditas nabati segar pada kondisi oksigen terlalu rendah menyebabkan kerusakan. Hal ini disebabkan
Terjadinya oksidasi enzimatis
Terjadi oksidasi enzimatis
Respirasi berlangsung secara anaerobik
Respirasi aerobik
Kemasan produk pangan melindungi isinya dari
suhu dan cahaya
kelembaban dan guncangan
tekanan dan gesekan
semua jawaban benar
Mikroba yang terlibat pada pembuatan tape singkong adalah
Rhizopus
Sacharomyces cerevisiae
Lactobacillus
Aspergillus
Mikroba yang terlibat pada pembuatan yoghurt adalah
Rhizopus
Saccaromyces cerevisiae
Lactobacillus
Aspergillus
Berikut ini prinsip pengawetan bahan hasil pertanian yang tidak akan disimpan lama, kecuali
Mempertahankan bahan dalam keadaan hidup selama mungkin
Tidak mematikan hewan sebelum tiba saatnya diolah
Pengemasan dan penyimpanan pada suhu rendah
Penggunaan suhu tinggi
Perlakuan pemanasan yang ringan (63oC selama 30 menit) disebut
Sterilisasi
Blansing
Pasteurisasi
Pengerinan
Makanan yang dipasteurisasi selalu harus diikuti dengan cara pengawetan lain, hal ini disebabkan
Pasteurisasi tidak mematikan mikroorgainsme patogen
Pasteurisasi tidak menginaktivkan seluruh enzim
Makanan yang dipasteurisasi masih mengandung mikroorganisme
Untuk lebih memperpanjang masa simpan
Perlakuan panas yang berat umumnya pada suhu 121oC selama jangka waktu tertentu, disebut
Sterilisasi
Blansing
Pasteurisasi
Pengeringfan
Sterilisasi adalah salah satu upaya pengawetan menggunakan suhu tinggi. Sterilisasi bertujuan
Mematikan semua mikroorganisme beserta spora-sporanya
Membunuh semua bakteri patogen yang umum dijumpai pada bahan makanan
Memperpanjang daya tahan simpan dengan jalan mematikan bakteri penyebab pembusukan
Memperpanjang daya tahan simpan dengan jalan menonaktifkan enzim.
Sterilisasi yang digunakan dalam pengalengan ikan dan daging adalah
Sterilisasi oven
Sterilisasi komersil
Sterilisasi mutlak/absolute
Semua jawaban benar
Sterilisasi yang digunakan untuk membunuh semua mikroorganisme beserta sporanya pada alat-alat kedokteran adalah
Sterilisasi oven
Sterilisasi komersil
Sterilisasi mutlak/absolute
Sterilisasi Biologis
Blansing adalah perlakuan panas yang ringan yang bertujuan
Mematikan mikroorganisme pathogen
. Menonaktifkan enzim dan menekan populasi mikroorganisme
Membunuh seluruh mikroba pathogen
Memperpanjang umur simpan
Blansing dapat dilakukan dengan
Pengukusan bahan dengan cara memasukkan bahan dalam air panas
Pemanasan bahan dengan cara memasukkan bahan dan air dalam wadah lalu dilakukan pemanasan
Pemanasan bahan dengan cara memasukkan bahan dalam air yang sudah dipanaskan
Perendaman dalam air panas
Proses pemanasan (temperatur dan lama pemanasan) pada proses thermal dipilih berdasarkan pertimbangan
Kombinasi suhu dan waktu pemanasan harus cukup untuk membunuh mikroorganisme patogen yang paling resisten
Kombinasi suhu dan waktu pemanasan harus cukup untuk membunuh mikroorganisme pembusuk yang paling resisten
Sifat-sifat penetrasi panas dari bahan makanannya diperhitungkan dalam menentukan proses termal
Semua jawaban benar
Semua jawaban salah
Letalitas mikroorganisme dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain
pH dan Aw medium tumbuh
Lama Pemanasan
Adanya mikroorganisme lain
Jumlah dan Jenis mikroba
Efek Iradiasi bahan pangan dipengaruhi oleh faktor-faktor diantaranya
Tingkat energi radiasi
Kemampuan radiasi untuk mengubah molekul bahan pangan
Tingkat energi radiasi
semua jawaban benar
Dibawah ini yang bukan merupakan sifat-sifat microwafe
Dipantulkan oleh logam, bergerak menurut garis lurus
Dapat melalui udara dan beberapa jenis kertas, kaca/gelas dan bahan plastic
Dapat diserap oleh komponen bahan pangan termasuk air
Bila dipantulkan dari permukaan bahan maka bahan tersebut menjadi panas
Pengawetan dengan cara refrigerasi, prinsip utama yang harus diperhatikan adalah
Suhu rendah yang digunakan harus mampu menginaktifkan enzim
Suhu yang digunakan harus dapat memperlambat respirasi bahan pangan
bahwa suhu penyimpanan produk harus tercapai secepat mungkin setelah pemanenan, pemotongan ataupun pengolahan
Semua jawaban benar
Semua jawaban salah
Pembekuan dengan kecepatan pembekuan tinggi menghasilkan produk dengan kualitas lebih baik dari pada pembekuan kecepatan rendah, hal ini disebabkan
Laju pembekuan yang tinggi membentuk kristal es berukuran kecil dalam jumlah yang besar dan tersebar merata dalam bahan
Bahan-bahan yang larut dalam cairan sel tidak dibatasi waktu dan ruang geraknya dalam jaringan
Laju respirasi diperlambat dengan menurunnya suhu
Kemungkinan terjadinya reaksi antar-komponen sel lebih kecil
Penggosokan kulit telur dengan ampelas pada pembuatan telur asin bertujuan
Menipiskan kulit terlur sehingga larutan garam dengan mudah masuk ke dalam bagian dalam telur
Menipiskan kulit telur sehingga udara dengan mudah masuk ke dalam bagian dalam telur
Menghilangkan mikroba yang menempel pada kulit telur
Meningkatkan efektivitas garam dalam mengawetkan telur
