NEW
Font size
WorksheetsKuis KD 3.3 Menerapkan asesmen keamanan pangan
Total questions: 10
Worksheet time: 8mins
Keamanan pangan adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi. Berdasarkan pengertian tersebut, keamanan pangan di Indonesia diatur dalam Undang-undang yaitu…
UU No. 17 tahun 2012
UU No. 17 tahun 2013
UU No. 18 tahun 2012
UU No. 18 tahun 2013
UU No. 19 tahun 2012
Perhatikan data berikut ini!
1. Pengaturan terhadap Bahan Tambahan Pangan
2. Pengaturan terhadap konsumsi pangan dan gizi
3. Pengaturan terhadap ketersediaan pangan
4. Pengaturan terhadap perencanaan pangan
5. Pengaturan terhadap iradiasi pangan
Berdasarkan data tersebut, yang termasuk kedalam aspek penyelenggaraan keamanan pangan menurut PP No.89 Tahun 2019 adalah….
1 dan 2
1 dan 3
1 dan 4
1 dan 5
2 dan 4
Rangkaian kegiatan penilaian kesesuaian yang berkaitan dengan pemberian jaminan tertulis bahwa pangan telah memenuhi standar keamanan pangan dan mutu pangan adalah pengertian dari…
Persyaratan sanitasi
Persyaratan pangan
Iradiasi pangan
Keamanan Pangan
Sertifikasi
Dalam suatu inspeksi jajanan sekolah, terdapat beberapa jajanan yang ternyata tidak memenuhi persyaratan. Dari sejumlah produk yang diperiksa, sekitar 80% menggunakan bahan tambahan pangan/BTP pada tingkat yang cukup menghawatirkan seperti penggunaan zat pewarna, pengawet, dan pemanis dengan jumlah yang tidak sesuai dengan persyaratan. Berikut ini salah satu contoh BTP yang termsuk kedalam zat pewarna, pengawet, dan pemanis adalah..
Amaranth, boraks, dan formalin
Rhodamin B, formalin, dan siklamat
Rhodamin B, formalin dan amaranth
Methanyl yellow, amaranth, dan sakarin
Methanyl yellow, siklamat, dan sakarin
Dalam rangka merayakan hari kesehatan, salah satu sekolah di Jawa Barat menyelenggarakan acara pembagain susu gratis kepada siswanya. Namun beberapa saat setelah acara tersebut selesai, beberapa siswa dilarikan kerumah sakit karena mengalami pusing, mual, muntah dan sakit perut. Setelah diindikasi di rumah sakit, terrnyata para siswa mengalami keracunan. Kemudian, pihak kesehatan meninjau tempat produksi susu yang siswa minum untuk dilakukan pemeriksaan dan didapatkan bahwa tempat tersebut kurang menerapkan sanitasi pangan, sehingga menyebabkan produk susu tersebut terkontaminasi dan menyebabkan produk telah rusak. Dari kasus tersebut, dapat disimpulkan bahwa sanitasi pangan sangat penting diterapkan dalam industri pengolahan susu. Prinsip dari sanitasi pangan yang paling tepat berdasarkan kasus tersebut adalah...
Mencegah produk dari kontaminasi fisik saja
Membuat produk agar lebih enak untuk dikonsumsi
Menghilangkan dan mencegah kontaminan baik dari produk maupun mesin pengolahan
Membuat produk agar lebih menarik konsumen
Mencegah produk dari kontaminasi kimiawi saja
Dalam menerapkan sanitasi industri pengolahan susu, dilakukan pengujian secara mikrobiologi untuk mengetahui apakah air yang digunakan pernh tercemar oleh kotoran manusia atau tidak. Pengujian tesebut dilakukan dengan menggunakan bakteri indikator sanitasi. Berikut ini yang termasuk kedalam bakteri indikator sanitasi adalah..
E. coli
Acetobacter xylium
Staphylococcus aureus
Lactobacillus bulgarius
Acetobacter aceti
Sumber kontaminan yang mengandung bakteri Clostridium perfringens penyebab keracunan makanan adalah…
Debu dan kotoran
Binatang pengerat
Lalat
Peralatan atau mesin
Hewan peliharaan
Suatu pedoman yang digunakan oleh industri pangan untuk memproduksi makanan agar aman, bermutu, dan layak dikonsumsi adalah penegertian dari…
Sanitasi industri pangan
GMP
UU No. 18 tahun 2011
SSOP
Quality Control
Perhatikan data dibawah ini!
1. Aspek keunggulan produk
2. Aspek pengendalian proses
3. Aspek laboratorium
4. Aspek umur pekerja
5. Aspek jumlah karyawan
Dari data diatas, yang merupakan aspek yang diidentifikasi dalam persyaratan GMP adalah..
1 dan 2
1 dan 3
1 dan 4
1 dan 5
2 dan 3
Salah satu aspek yang diidentifikasi dalam GMP adalah asoek fasilitas santitasi. Berikut ini manakan yang termasuk kedalam persyaratan aspek fasilitas industri..
Air yang digunakan sesuai dengan persyaratan air minum yaitu kualitas sesuai Permenkes RI no. 416/Menkes/Per/IX/1990
Tata letak peralatan harus memudahkan proses, pemeliharaan, pencucian, pembersihan, kemudahan dan keamanan kerja
Produk akhir harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh otoritas kompeten dan tidak boleh merugikan atau membahayakan kesehatan konsumen
Laboratorium harus dilengkapi dengan sistem pengaturan udara (air conditioning). Suhu laboratorium harus selalu berada dalam kisaran 15-250C
Pabrik/tempat produksi harus jauh dari daerah lingkungan yang tercemar atau daerah tempat kegiatan industri yang menimbulkan pencemaran terhadap pangan olahan
