NEW
Font size
S
M
L
XL
WorksheetsBangunan dan Stabilitas Kapal Ikan
Total questions: 40
Worksheet time: 17mins
Name
Class
Date
1.
Ukuran memanjang seluruhnya kapal pole and line yaitu panjang kapal termasuk para-para pemancing pada haluan, adalah :
a)
LOA
b)
LBP
c)
LoWL
d)
LoDL
e)
L Mld
2.
Ukuran memanjang kapal ikan yang diperhitungkan untuk kemampuan melingkarkan pukat cincin (purse-seine) adalah :
a)
LOA
b)
LBP
c)
LoWL
d)
LoDL
e)
L Mld
3.
Ukuran memanjang kapal ikan yang diperhitungkan untuk menentukan besarnya daya penggerak utama kapal untuk memperoleh kecepatan tinggi pada Kapal Long Line
a)
LOA
b)
LBP
c)
LoWL
d)
LoDL
e)
L Mld
4.
Ukuran melintang kapal ikan ditentukan dengan :
a)
MB (moulded breadth)
b)
LBP
c)
LoWL
d)
LoDL
e)
L Mld
5.
Ukuran melintang kapal ikan yang diperlukan untuk memperhitungkan kapal memasuki perairan dangkal, adalah :
a)
MB (moulded breadth)
b)
LOA
c)
EB (extreme breadth)
d)
d (draft)
e)
D (depth)
6.
Ukuran melintang kapal ikan yang diperlukan untuk menghitung kapasitas palkan ikan, adalah :
a)
MB (moulded breadth)
b)
LOA
c)
EB (extreme breadth)
d)
d (draft)
e)
D (depth)
7.
Dasar berganda menurut ketentuan SOLAS 1974, maka bagi kapal ikan pabrik pengolah ikan yang mempunyai panjang LOA 76 meter atau lebih, wajib :
a)
Memasang dasar berganda sedekat-dekatnya dengan sekat kedap air tubrukan haluan
b)
Memasang dasar berganda sedekat-dekatnya dengan sekat kedap air tubrukan buritan
c)
Memasang dasar berganda sedekat-dekatnya dengan sekat kedap air tubrukan haluan dan buritan
d)
Memasang dasar berganda sedekat-dekatnya dengan sekat kedap air kamar mesin
e)
Memasang dasar berganda dari sekat kedap air tubrukan buritan sampai dengan sekat kedap air tubrukan buritan<br />
8.
Konstruksi dasar berganda bagi kapal ikan pabrik pengolah ikan yang mempunyai panjang LOA 76 meter atau lebih, dibatasi bagian bangunan kapal, yaitu :
a)
Sekat kedap air tubrukan buritan dan haluan, lantai dasar, dan plat kulit dasar
b)
Sekat kedap air tubrukan buritan dan haluan, sekat kedap air kamar mesin, sekat kedap air palka ikan
c)
Sekat kedap air palka ikan, sekat kedap air tubrukan buritan dan haluan, dan plat geladak
d)
Plat geladak, sekat kedap air tubrukan buritan dan haluan, dan plat kulit dasar
e)
Plat kulit lambung timbul, sekat kedap air tubrukan buritan dan haluan, plat kulit dasar.
9.
Konstruksi dasar berganda (double bottom) bagi kapal ikan pabrik pengolah ikan yang mempunyai panjang LOA 76 meter atau lebih, antara lain, kecuali :
a)
Mempunyai tangki bahan bakar minyak dan air
b)
Mempunyai man hole, pintu masuk orang untuk bekerja di dalamnya
c)
Mempunyai konstruksi lapis dua bagian dasar kapal
d)
Mempunyai dua sekat kedap air tubrukan buritan dan haluan
e)
Mempunyai batas dua perpendikuler buritan dan haluan
10.
Dasar berganda menurut ketentuan SOLAS 1974, maka bagi kapal ikan yang mempunyai panjang LOA 50 meter sampai dengan 61 meter wajib :
a)
Memasang dasar berganda sedekat-dekatnya dengan sekat kedap air tubrukan haluan
b)
Memasang dasar berganda sedekat-dekatnya dengan sekat kedap air tubrukan buritan
c)
Memasang dasar berganda sedekat-dekatnya dengan sekat kedap air tubrukan haluan dan buritan
d)
Memasang dasar berganda sedekat-dekatnya dengan sekat kedap air kamar mesin
e)
Memasang dasar berganda dari sekat kedap air tubrukan buritan sampai dengan sekat kedap air tubrukan buritan
11.
Yang tidak termasuk Gross tonnage (GT) kapal ikan :
a)
GT = K1 . v
b)
GT = 0,353 (Ldl x Bdl x H) x Cb
c)
Berat Benaman
d)
GT =0,25 x V
e)
Ton Register
12.
Dalam perhitungan / pengukuran GT kapal ikan, maka V adalah :
a)
V1 + V2
b)
Cukup V1 saja, yaitu jumlah volume ruang tertutup di atas geladak
c)
Jumlah V1 dan V2 yaitu volume ruang tertutup di bawah geladak
d)
Cukup V1 saja yaitu perkalian koefisien balok di bawah geladak dengan volume kedap air
e)
Cukup V2 jaitu semua volume ruang tertutup kurang dari 1m³ diatas geladak
13.
Yang tidak termasuk sarat air (draught, draft) kapal ikan, adalah :
a)
sarat dalam (draught moulded) Tmld
b)
sarat rancang (designed draught)
c)
sarat ringan (light draught)
d)
sarat haluan (forward draught)
e)
sarat musim (moonson draught)
14.
Yang tidak termasuk Konstruksi alas tunggal pada kapal penangkapan ikan :
a)
lunas (keel)
b)
pelat alas (bottom plating)
c)
gading-gading
d)
side girder
e)
wrang (plate floors)
15.
Pengukuran GT kapal ikan dengan panjang ≤ 24 meter, menggunakan salah satu rumus : GT = 0,353 (Ldl x Bdl x H) x Cb, maka :
a)
0,353 = koefisien balok<br />
b)
Ldl = Panjang kapal total
c)
Bdl= Lebar pada garis geladak
d)
Cb = Koefisien balok volume kapal dibawah geladak
e)
H = sarat maksimal kapal
16.
Berikut ini yang tidak termasuk notasi ukuran melintang dan ukuran dalam (vertical/tegak) kapal penangkap ikan :
a)
Tinggi perpendikuler adalah tinggi poros kemudi<br />
b)
Lambung bebas (F=free boad) adalah jarak tegak dari garis air sampai atas geladak atau dek line.
c)
Sarat (d=draft) adalah jarak tegak dari bagian lunas kapal bawah sampai bagian garis air.
d)
MB (Moulded Breadth) : lebar dalam adalah jarak melintang dari tepi dalam plat kulit lambung kanan sampai tepi dalam lambung kiri diukur pada bagian terluar.
e)
D (Depht) adalah jarak tegak dari bagian lunas bawah kapal sampai bagian atas geladak dek line
17.
Jelaskan fungsi dari sekat kedap air pada kapal penangkapan ikan, kecuali :
a)
Mencegah masuknya air bila terjadi kebocoran pada kulit dasar<br />
b)
Mengisolasi kebocoran agar tetap disatu ruangan
c)
Mengisolasi Kebakaran agar tetap disatu ruangan
d)
Membagi kapal dalam beberapa ruang
e)
Merupakan kekuatan melintang kapal setempat
18.
Semua jenis gading-gading menjadi bagian konstruksi kapal perikanan, kecuali :
a)
Gading-gading besar yaitu gading-gading yang ukurannya lebih besar di bandingkan gading-gading lainnya<br />
b)
Gading-gading semu
c)
Gading-gading nol yaitu gading yang sebidang dengan cagak kemudi
d)
Gading-gading cermin yaitu semua gading-gading di belakang gading nol
e)
Gading-gading simpul yaitu gading-gading sepanjang tabung poros baling-baling
19.
Berikut ini bagian dari Konstruksi geladak kerja pada kapal penangkapan ikan, kecuali :
a)
balok ujung palkah (hatch end beam)<br />
b)
balok dengan koefisien = 0,7
c)
penumpu geladak (deck girder)
d)
balok besar geladak (strong beam)
e)
balok geladak (deck beam)
20.
Sebutkan salah satu kegunaaan pemasangan gading – gading pada kapal perikanan.
a)
<br /><br />Mencegah masuknya air bila kulit kapal rusak<br /><br />
b)
Penyanggga utama geladak kerja
c)
Untuk menyimpan bahan cair
d)
Bersama balok geladak dan wrang membentuk suatu bingkai kekuatan melintang kapal
e)
Memberi kekuatan memanjang
21.
Titik penting dalam memahami stabilitas kapal ikan, terdapat titik yang terbentuk oleh perpotongan gaya apung pada saat kapal miring memotong garis tengah kapal, yaitu :
a)
M (Metacentrum)
b)
B (Bouyance)
c)
G (Grafity)
d)
K (Keel)
e)
d (draft)
22.
Titik penting dalam memahami stabilitas kapal ikan, terdapat titik sebagai resultante gaya-gaya apung komponen kapal yang mempunyai daya apung dan di bawah garis air, yaitu:
a)
M (Metacentrum)
b)
B (Bouyance)
c)
G (Grafity)
d)
K (Keel)
e)
d (draft)
23.
Tinggi meta centrum adalah jarak vertikal yang diukur dari dasar kapal K (keel) ke titik tertentu, yaitu :
a)
M (Metacentrum)
b)
B (Bouyance)
c)
G (Grafity)
d)
K (Keel)
e)
d (draft)
24.
Dalam operasional penangkapan ikan, stabilitas memerlukan perhatian khusus, karena perubahannya sangat dinamis. Setiap perubahan stabilitas ditentukan jarak antara titik-titik tertentu, maka stabilitas Positif apabila :
a)
GM = 0
b)
GM = artinya titik M berada di bawah G
c)
GM = artinya titik M berada di atas G
d)
KM = 0
e)
KM = negatif, artinya titik M berada di bawah G
25.
Menurut teori, Stabiliteit negatif terhadap semua kapal termasuk kapal ikan, adalah :
a)
titik M terletak di bawah titik G
b)
titik M terletak di atas titik G
c)
titik M berimpit dengan titik G
d)
titik M = titik G
e)
GM = 0
26.
Kapal purse seine yang sedang menurunkan alat tangkapnya seberat 2 Ton dalam hitungan detik, maka terjadi perubahan stabilitas, kapal menjadi miring dan tidak kembali tegak dengan kata lain kapal mengalami stabilitas netral, yaitu:
a)
GM = 0
b)
GM = negatif, artinya titik M berada di bawah G
c)
GM = positif, artinya titik M berada di atas G
d)
KM = 0
e)
KM = negatif, artinya titik M berada di bawah G
27.
Bila angin terlalu kuat, maka shooting purse seine dibatalkan, dan menunggu sampai angin reda. Faktor eksternal yang mempengaruhi stabilitas kapal purse seine adalah :
a)
Angin, gelombang, dan kebocoran pada kamar mesin
b)
Angin dan gelombang
c)
Kebocoran dan Trim buritan
d)
Angin, gelombang, dan Trim haluan
e)
Angin, gelombang dan muatan ikan hasil tangkapan
28.
Faktor internal yang menyebabkan perubahan Stabilitas kapal purse seine tersebut menjadi lebih baik, adalah :
a)
Menurunkan posisi titik G
b)
Menurunkan posisi titik M
c)
Menurunkan posisi titik G dan M sekaligus
d)
Menaikkan posisi titik G
e)
Menaikkan posisi titik G dan M sekaligus
29.
Salah satu cara untuk merubah posisi titik G agar kapal purse seine menjadi lebih stabil, adalah dengan :
a)
Memindahkan tangki air dari geladak ke kamar mesin
b)
Memindah muatan ikan hasil tangkapan dari palka ke geladak
c)
Mengosongkan sama sekali ikan hasil tangkapan dari palka ikan
d)
Memindahkan semua muatan dan barang kapal dari kamar mesin ke geladak
e)
Membasahi jaring purse seine agar menjadi lebih berat
30.
Titik tangkap dari Resultante gaya-gaya yang menekan tegak ke atas pada bagian kosong kapal purse seine di bawah garis air disebut :
a)
Keel (K)
b)
Centre of gravity (G)
c)
Centre of buoyancy (B)
d)
Center line (CL)
e)
Center of metacentrum (M)
31.
Titik tangkap dari Resultante gaya-gaya yang tegak lurus ke pusat bumi pada seluruh bagian kapal purse seineyang mempunyai berat disebut :
a)
Keel (K)
b)
Centre of gravity (G)
c)
Centre of buoyancy (B)
d)
Center line (CL)
e)
Center of metacentrum (M)
32.
Apa yang dimaksud dengan permukaan bebas pada kapal yang sedang beroperasi penangkapan ikan ?. Jelaskan.
a)
Permukaan geladak tempat berkumpul dalam keadaan darurat
b)
Permukaan geladak keselamatan
c)
Permukaan geladak kerja yang bebas dari gangguan
d)
Permukaan laut yang tidak ada hambatan
e)
Permukaan zat cair tidak penuh dalam tangki tertutup yang mempengaruhi stabilitas kapal
33.
Menurut teori dan berlaku juga bagi kapal penangkap ikan, jika Kapal miring αº, maka Momen Penegak adalah :
a)
W x MB Sin αº
b)
W x KB Sin αº
c)
W x GM Sin αº
d)
W x KM Sin αº
e)
W x GB Sin αº
34.
Hubungan lengan penegak dengan posisi titik G, sebagai berikut :
a)
Titik G berimpit dengan titik M, lengan penegak maksimum
b)
Titik G menjauhi titik M vertikal ke bawah, lengan penegak sama dengan Nol
c)
Titik G berpindah-pindah tidak memberikan pengaruh kepada lengan penegak
d)
Titik G = titik M, kapal tidak lengan penegak sama dengan Nol
e)
Titi G berada diatas Titik M, maka lengan penegak sama dengan Nol
35.
Trim kapal penangkap ikan, adalah :
a)
stabilitas melintang
b)
stabilitas membujur
c)
sarat rata-rata kapal
d)
tinggi tonggaknya kapal
e)
sarat kapal
36.
Nilai KG kapal penangkap ikan adalah :
a)
KG = GM + GM
b)
KG = GM + KM
c)
KG = GM - KM
d)
KG = KM – GM
e)
KG = KB + BM
37.
Kapal penangkap ikan mengalami oleng (senget) maka terjadi stabilitas ….
a)
Melintang
b)
Memanjang
c)
Dinamis
d)
Statis
e)
Negatif
38.
Kapal Penangkap Ikan "Tuna Long-liner) memiliki titik berat ( G ) dan titik apung ( B ) berada dalam satu garis tegak, maka yang terjadi pada kapal tersebut :
a)
Oleng
b)
Seimbang
c)
Tidak mempunyai gaya apung
d)
Tidak mempunyai gaya tenggelam
e)
Tenggelam
39.
Stabilitas kapal penangkap ikan untuk sudut senget 10 s/d 15 dan mempunyai kemampuan tegak kembali dinyatakan :
a)
Stabilitas Negatif
b)
Stabilitas positf
c)
Stabilitas netral
d)
Stabilitas kapal tender
e)
Stabilitas awal
40.
Dinamika kapal penangkap ikan yang sedang operasional diantaranya Gerakan mengoleng dan mengangguk diratakan sebagai stabilitas kapal :
a)
Positif dan negative
b)
Rolling dan Hogging
c)
Rolling dan Pitching
d)
Sagging dan Pitching
e)
Rolling dan saging
Reset
