NEW
Font size
WorksheetsPhysics - Earth Structure 1
Total questions: 45
Worksheet time: 2hrs 30mins
Bagaimana gempa bumi dapat terjadi ?
Akibat tumbukan dua lempeng yang saling bergesekan berlawanan
Akibat tumbukan dua lempeng yang mengakibakan pelepasan energi
Akibat tabrakan dua lempeng tektonik yang mengakibatkan energi momentum yang besar
Akibat tabrakan dua lempeng tektonik yang mengakibatkan gelombang seismik
Hiposentrum adalah
lokasi dipermukaan bumi yang berada diatas pusat gempa
lokasi terjadinya gempa bumi / pusat gempa
lokasi di permukaan bumi tempat terjadinya gempa
lokasi di sekitar pusat gempa
Episentrum adalah
lokasi dipermukaan bumi yang berada di atas pusat gempa
lokasi tempat terjadinya gempa / pusat bumi
lokasi di permukaan bumi tempat terjadinya gempa
Lokasi di sekitar pusat gempa
Seismograf adalah
Alat yang digunakan untuk mengetahui pusat gempa
Alat yang digunakan untuk mengetahui waktu terjadinya gempa
Alat yang digunakan untuk mengukur kekuatan gempa
Alat yang digunakan untuk mencatat getaran dan waktu terjadinya gempa
3 Jenis gempa menurut penyebab terjadinya yaitu
Gempa vulkanik, gempa tektonik, gempa buatan
Gempa tektonik, gempa vulkanik, gempa sangat besar
Gempa buatan, gempa tektonik, gempa mikro
Gempa vulkanik, gempa buatan, gempa dasar laut
5 skala pengukuran gempa adalah
Potential, MMI, Richter, De rossi Forrel, Holden
Kekuatan moment, Omari, Richter, Holder, MMI
MMI, Omari, Richter, De Rossi Forrel, Holden
Kekuatan moment, Richter, Omari, De Rossi Forrel, MMI
Jenis gelombang seismik
Love, Pressure, Shear, Ray Leigh
Transversal, Longitudinal, Love, Pressure
Transversal, Love, Pressure, Ray Leigh
Longitudinal, panjang, Ray Leight, Love
Gempa vulkanik terjadi karena
Tumbukan dua lempeng tektonik
Pergeseran lempeng tektonik
Peningkatan aktivitas magma
Aktivitas manusia
Gempa Tektonik terjadi karena
Tumbukan dua lempeng tektonik
Pergeseran lempeng tektonik
Peningkatan aktivitas magma
Aktivitas Manusia
Gempa buatan terjadi karena
Tumbukan dua lempeng tektonik
Pergeseran dua lempeng tektonik
Peningkatan aktivitas magma
Aktivitas Manusia
Gelombang Primer adalah
Gelombang akibat interverensi gelombang sebelumnya dan memiliki sudut datang lebih besar dari sudut kritisnya
Gelombang yang datang paling lambat
Gelombang yang datang kedua
Gelombang yang pertama kali sampai saat terjadi gempa
Gelombang sekunder adalah
Gelombang aibat interverensi gelombang sebelumnya dan memiliki sudut datang lebih besar dari sudut kritisnya
Gelombang yang datang paling lambat
Gelombang yang datang kedua
Gelombang yang pertama kali sampai saat terjadi gempa
Gelombang Love adalah
Gelombang akibat interverensi gelombang sebelumnya dan memiliki sudut datang lebih besar dari sudut kritisnya
Gelombang yang datang paling lambat
Gelombang yang datang kedua
Gelombang yang pertama kali sampai saat terjadi gempa
Gelombang Ray Leigh adalah
Gelombang akibat interverensi gelombang lainnya dan memiliki sudut datang lebih besar dari sudut kritisnya
Gelombang yang datang paling lambat
Gelombang yang datang kedua
Gelombang yang pertama kali sampai saat terjadi gempa
MMI adalah salah 1 skala yang digunakan untuk mengukur kekuatan gempa. MMI merupakan singkatan dari
Modify Mercali Internsity
Modify Mercalli Intensity
Modified Mercalli Intensity
Modified Mercali Internsity
Skala MMI memiliki pembagian skala sampai
7 tingkat
13 tingkat
11 tingkat
12 tingkat
Skala Omari memiliki nama lain yaitu
Skala Shobu
Skala Shinko
Skala Shindo
Skala Shundo
Prinsip skala Omari berdasarkan dari hukum omori. Hukum omori adalah
Rumus empiris untuk menghitung kekuatan gempa
Rumus empiris untuk menghitung skala gempa susulan
Rumus empiris untuk menghitung waktu terjadinya gempa
Rumus empiris untuk menghitung lokasi gempa
Dalam skala omari, pembagian skala mencapai
7 tingkatan
13 tingkatan
12 tingkatan
11 tingkatan
Getaran terasa sedang, tidak kuat namun juga tidak lemah, barang-barang pada jatuh, namun belum ada korban jiwa dan bangunan masih utuh hanya bergetar. Dalam hitungan skala MMI, OMARI dan Richter masuk ke dalam kategori
MMI : tingkat V
Omari : Tingkat II
Richter : Tingkat 3,0 - 3,9
MMI : tingkat V
Omari : Tingkat I
Richter : Tingkat 3,0 - 3,9
MMI : tingkat IV
Omari : Tingkat II
Richter : Tingkat 3,0 - 3,9
MMI : tingkat V
Omari : tingkat II
Richter : Magnitude 4,0 - 4,9
Getaran terasa sangat kuat, bangunan rumah dan lainnya runtuh dan kerusakan mencangkup area lebih luas. Dalam skala MMI, Omari dan Richter termasuk kategori :
MMI : tingkat XI
Omari : tingkat VII
Richter : magnitude 7,0 - 7,9
MMI : tingkat X
Omari : tingkat VII
Richter : magnitude 7,0 - 7,9
MMI : tingkat X
Omari : tingkat VII
Richter : magnitude 6,0 - 6,9
MMI : tingkat XI
Omari : tingkat VI
Richter : magnitude 6,0 - 6,9
Skala Ritcher ditemukan oleh
Charles Richtern
Charles F. Richter
Charly Richtern
Charly F. Richter
Yang dimaksud dengan magnitudo adalah
Parameter kekuatan gempa yang diukur berdasarkan cepat rambat gelombang saat terjadinya gempa
Parameter kekuatan gempa yang diukur berdasarkan getaran gempa pada sumbernya
Parameter kekuatan gempa yang diukur berdasarkan waktu terjadinya gempa
Parameter kekuatan gempa yang diukur berdasarkan lokasi terjadinya gempa di pusat
Dasar perhitungan skala holden dan rentang skala nya adalah
Dasar : Percepatan gempa dengan waktu 1 menit dengan angka percepatan
Rentang skala : 20 - 1,200
Dasar : Percepatan gempa dengan waktu 1 menit dengan angka percepatan
Rentang skala : 2,5 - 1,000
Dasar : Percepatan gempa dengan waktu 1 detik dengan angka percepatan
Rentang skala : 2,5 - 1,000
Dasar : Percepatan gempa dengan waktu 1 detik dengan angka percepatan
Rentang skala : 20 - 1,200
Penemu Skala De Rossi forel, lokasi penggunaan skala ini dan ciri khasnya adalah
Penemu : Michele Stefano De Rossi dan Francois Alphonse Forel
Lokasi : Italy
Ciri khas : Penulisan angka menggunakan romawi
Penemu : Michele Stefano De Rossi dan Francois Alphonse Forel
Lokasi : Perancis
Ciri khas : Penulisan angka menggunakan romawi
Penemu : Michele Stefano Forrel dan Francois Alphonse De Rossi
Lokasi : Perancis
Ciri khas : Penulisan angka menggunakan romawi
Penemu : Michele Stefano Forrel dan Francois Alphonse De Rossi
Lokasi : Italy
Ciri khas : Penulisan angka menggunakan romawi
Apa arti Tsunami berdasarkan asal bahasa yang digunakan ?
Gelombang besar yang mencapai pelabuhan
Gelombang besar dari laut
Gelombang yang sangat besar mencapai ke daratan
Gelombang yang besar yang terjadi di daerah pantai
Tsunami berasal dari bahasa Jepang :
Tsu artinya gelombang dan nami artinya air
Tsu artinya gelombang dan nami artinya pelabuhan
Tsu artinya pelabuhan dan nami artinya air
Tsu artinya pelabuhan dan nami artinya gelombang
Syarat terjadinya Tsunami adalah sebagai berikut kecuali :
Gempa dengan kekuatan minimum 6,5 skala Richter
Gempa bumi dengan pusat di tengah laut & dalam
Gempa bumi dengan pusat di tengah laut & dangkal
Pola gempa adalah sesar naik atau turun
Berikut adalah bagian dari proses terjadinya tsunami , kecuali :
Terjadi patahan pada lempeng benua dan terjadi gempa bumi. Energi yang dilepas menarik volume air laut untuk mengisi patahan tersebut, air laut pun menjadi menyusut.
Gempa di tengah laut karena 2 lempeng saling berbenturan , daerah benturan membuat pola sear naik / sesar turun di tengah laut. Proses ini menyebabkan pelengkungan yang berlangsung dalam waktu cukup lama sehingga menimbun energi.
air laut yang menumpuk akan berputar di dalam patahan dan setelahnya akan menghasilnya gelombang yang sangat tinggi dan besar dan bergerak dengan kecepatan tetap menuju daratan
air laut yang menumpuk akan membuat sebuah gelombang besar yang sangat tinggi dan bergerak dengan kecepatan tinggi menuju daratan
Pada Desember 2004, Tsunami pernah terjadi di ...
Palembang
Aceh
Bengkulu
Jambi
Pada Maret 2011 , terjadi tsunami di negara Jepang yang menewaskan sebanyak kurang lebih 15,000 jiwa. Di pulau manakah kejadiannya ?
Honshu
Fukusima
Hokaido
Osaka
Diantara pernyataan dibawah ini, yang bukan merupakan perlindungan saat terjadi gempa adalah :
Melindungi diri di bawah meja
Menjauhi diri dari pepohonan dan bangunan tinggi
Mengikuti arahan petugas keamanan
Melindungi orang lain terlebih dahulu
Tiga jenis gunung adalah
Perisai, komposit, kaldera
Perisai, berapi, kaldera
Komposit, kaldera, berapi
Berapi, perisai, komposit
Tingkat status erupsi gunung berapi di Indonesia terbagi dalam 4 status secara berurutan dari yang terendah yaitu :
1 = awas, 2 = siaga, 3 = waspada, 4= normal
1 = awas, 2 = waspada, 3 = siaga, 4= normal
1 = normal, 2 = waspada, 3 = siaga, 4= awas
1 = normal, 2 = siaga, 3 = waspada, 4= awas
Status awas menandakan :
Gunung bergerak kearah letusan
Gunung akan segera meletus
Gunung mencapai puncak magma
Gunung dalam kondisi memuntahkan magma
Pada saat status waspada, tindakan yang dapat dilakukan adalah
Mengosongkan wilayah dan survei
Koordinasi harian dan piket penuh
Melaksanakan piket dan sosialisasi di wilayah terancam
Mengecek sarana dan menilai kadar bahaya
Terjadinya pegunungan api disebabkan :
Pergerakan dan tabrakan lempeng samudra
Pergerakan dan tabrakan lempeng tektonik
Pergerakan dan tabrakan lempeng benua
Pergerakan dan tabarakan sesar / patahan
Ciri gunung api komposit adalah :
Memiliki lereng curam dan akan bertambah ukuran setelah meletus
Aliran lava banyak dan berulang
Magma keluar dan membentuk lubang besar
Magma menyebar ke wilayah yang luas
Ciri gunung api perisai adalah :
Memiliki lereng curam dan akan bertambah ukuran setelah meletus
Aliran lava banyak dan berulang
Magma keluar dan membentuk lubang besar
Magma menyebar ke wilayah yang luas
Ciri gunung api kaldera adalah :
Memiliki lereng curam dan akan bertambah ukuran setelah meletus
Aliran lava banyak dan berulang
Magma keluar dan membentuk lubang besar
Magma menyebar ke wilayah yang luas
Gunung Tambora merupakan contoh gunung
Strato
Perisai
Kaldera
Berapi
Gunung Lamongan merupakan contoh gunung api :
Kaldera
Perisai
Strato
Berapi
Gunung Tangkuban perahu merupakan contoh gunung :
Kaldera
Strato
Perisai
Berapi
Mengapa Indonesia rawan gempa bumi, gunung meletus, dan tsunami ?
Karena Indonesia memiliki tanah yang kurang baik yang menyebabkan erupsi dan bencana lainnya
Karena Indonesia terletak di 2 lempeng saja
Karena Indonesia dilewati jalur yang memiliki banyak gunung berapi
Karena terletak di 2 sirkum dan memiliki banyak lempeng tektonik
Indonesia terletak pada posisi :
Diantara 2 sirkum yaitu sirkum pasifik dan mediterania serta memiliki 3 lempeng yaitu lempeng eurasia, indo-australia dan pasifik
Diantara 2 sirkum yaitu sirkum pasifik dan mediterania serta memiliki 3 lempeng yaitu lempeng eurasia, indo-australia dan antartika
Diantara 2 sirkum yaitu sirkum dan mediterania serta memiliki 4 lempeng yaitu lempeng oikos, indo-australia, pasifik dan benua
Diantara 2 sirkum yaitu sirkum pasifik dan mediterania serta memiliki 4 lempeng yaitu lempeng eurasia, indo-australia, samudera,dan antartika
