Font size
WorksheetsUJIAN AKHIR SEMESTER TEKNOLOGI SEDIAAN STERIL
Total questions: 40
Worksheet time: 22mins
Pernyataan yang benar tentang osmosis
Sama dengan difusi
Proses absorbs
Dari konsentrasi tinggi ke rendah
Semua senyawa yang larut dalam air menghasilkan tekanan osmotic
Injeksi boleh hipertonis berdasarkan pertimbangan
Hemolisis
Rasa nyeri
Dosis
Keseimbangan elektrolit
Sediaan dikatakan hipotonis jika
B = +
B = -
b1.C >0,52
b1.C =0,52
Buffer yang sesuai untuk zat aktif yang mempunyai kelarutan pada pH 5
Buffer pKa 5,7
Buffer pKa 5,5
Buffer pKa 4,76
Buffer pKa 4,5
Zat yang ditambahkan untuk mengatasi efek sediaan yang terlalu asam
Benzalkonium klorida
Benzil alcohol
EDTA
Ko-solvent
Bahan pembantu sediaan infuse
NaOH
Benzalkonium klorida
Dapar fosfat
Lidokain
Untuk sediaan yang mudah teroksidasi, pembawa yang digunakan adalah
Aqua pro injeksi
Aqua pro injeksi bebas CO2
Aqua pro injeksi bebas O2
Aqua pro injeksi bebas pyrogen
Jika zat aktif tidak larut air, maka
Gunakan pembawa non-air
Buat injeksi kering
Buat injeksi sistem depo
Gunakan co-solvent
Yang bukan merupakan cara mengatasi jika zat aktif mudah terhidrolisis
Buat bentuk suspense
Buat injeksi bentuk kering
Atur pH sediaan
Tambahkan tokoferol
Yang dianggap isotonis dengan cairan tubuh adalah
NaCl 0,5%
Glukosa 5,5%
Sukrosa 9,5%
Natrium sulfat 2%
Sediaan butuh penambahan buffer saat
Terjadi interaksi dengan komponen wadah
Kelarutan obat terbatas pH tertentu
pH stabilitas <3
Dibuat sediaan infus
Pengawet dapat ditambahkan kedalam sediaan
Injeksi dosis tungal, sterilisasi akhir
Injeksi volume kecil, rute intratekal
Injeksi dosis tunggal, metode filtrasi
Injeksi volume besar
pH target 6, saat IPC pH sediaan 5,5. Saran..
Tambah buffer
Tambah HCl
Tambah NaOH
Tambah fosfat
Bahan yang tidak bisa digunakan sebagai pembawa non air
Alcohol
Ispropil myristat
Propilen glikol
Paraffin cair
Bahan yang bisa ditambahkan untuk mmenjaga stabilitas zat aktif kecuali,
Pengawet
Antioksidan
Buffer
Adjust pH
Data kelarutan zat aktif diperlukan saat praformulasi sediaan injeksi kecuali,
Menentukan pembawa
Menentukan rute pemberian
Menentukan frekuensi pemberian
Menentukan bentuk sediaan
Pada praformulasi, rute pemberian juga berpengaruh pada
Tonisitas sediaan
Dosis sediaan
Sediaan yang bersifat hipertonis dapat diatasi dengan..
Penggunaan anestesi local
Penggunaan infusi lambat
Untuk membebas pyrogenkan pembawa, dapat dilakukan
Penambahan karboadsorben
Membebas alkalikan
Persyaratan sediaan larutan injeksi dosis tunggal
Isotonis
Isohidris
Bebas partikulat
isoosmotik
Data stabilitas pada praformulasi berguna untuk
Rute pemberian
Frekuensi peberian
Lama penyimpanan
Bentuk sediaan
Zat aktif mudah terhidrolisis, kelarutan rendah. Pernyataan yang sesuai..
Buat dalam bentuk suspense, tambahkan pembasah
Buat dalam bentuk suspense, tambahkan ko-solvent
Buat dalam bentuk suspense kering, tambahkan ko-solvent
Buat dalam bentuk suspense kering, tambahkan pembasah
Suatu zat X akan dibuat injeksi dalam volume 1 mL dengan konsentrasi 1%, diketahui nilai E NaCl = 0,16. Tentukan tonisitasnya dalam sediaan
0,16
0,32
0,48
0,54
Suatu zat X akan dibuat injeksi dalam volume 1 mL dengan konsentrasi 1%, diketahui nilai E NaCl = 0,16. Agar isotonis dibutuhkan NaCl sebanyak..
1,6 mg
3,2 mg
7,4 mg
9 mg
Suatu zat X akan dibuat sediaan injeksi volume 5 mL dengan rute intravena. Persen kelebihan volume sediaan yang diperbolehkan dalam wadah
2%
3%
6%
7,5%
Kekurangan injeksi
Untuk obat yang rusak oleh asam lambung
Butuh tenaga medis dalam penggunaan
Efek cepat
Terdapat pyrogen
Industry farmasi akan memproduksi sediaan injeksi Furosemid dosis tunggal dengan sterilisasi akhir, yang memiliki kelarutan mmmaksimal pada pH 4-6, bahan tambahan yang rencananya akan digunakan adalah benzalkonium klorida, Na2HPO4, NaH2PO4, benzyl alcohol, NaCl dan aqua proinjeksi. Bahan yang tidak perlu ditambahkan adalah
Benzalkonium klorida
Na2HPO4
NaH2PO4
Benzyl alcohol
Depyrogenisasi dengan pemanasan pada suhu 250oC selama 30 menit merupakan Teknik depyrogenisasi
Removal
Destruksi
Membran yang digunakan untuk menyaring bakteri adalah
0,22 µm
0,25 µm
0,40 µm
0,45 µm
Evaluasi spesifik untuk sediaan injeksi volume besar adalah
Penetapan pH
Penetapan volume sediaan dalam wadah
Penetapan Bahan partikulat
Uji kebocoran
Tujuan utama penggunaan wadah sediaan injeksi adalah
Memudahkan penanganan
Melindungi sediaan
Mempertahankan shelf life
Identitas sediaan
Bahan yang cocok digunakan sebagai wadah sediaan injeksi untuk zat yang dipengaruhi oleh adanya natrium dan kalsium adalah
Rubber
Plastic
Gelas Tipe I dan II
Gelas Tipe III dan NP
Persyaratan ukuran partikel pada injeksi suspense adalah
0-5 µm
1-5 µm
5-10 µm
10-15 µm
Data kestabilan zat aktif dalam formulasi digunakan untuk hal berikut kecuali
Penentuan metode sterilisasi
Penentuan bahan tambahan
Penentuan bentuk sediaan
Penentuan rute pemberian
Sediaan yang didesain untuk pemberian bagian dalam mata disebut
Intraocular
Topical
Periocular
Insert
Tonisitas yang dapat ditoleransi oleh sediaan mata adalah yang ekivalen dengan…. NaCl
0,5-0,9%
0,9%
0,5-1%
0,5-1,6%
Pada pembuatan sediaan tetes mata, metode sterilisasi yang tidak cocok digunakan adalah
Sterilisasi akhir
Aseptik
Filtrasi
Radiasi
Bentuk zat aktif yang paling banyak digunakan untuk sediaan tetes mata adalah
Asam
Basa
Garam
Hidrat
Bahan tambahan yang harus ada dalam sediaan tetes mata adalah
Buffer
Pengisotonis
Pengawet
Pengental
Data praformulasi zat aktif pada pembuatan sediaan tetes mata yang sangat penting diperhatikan sehubungan dengan absorbsinya adalah
Kelarutan dan pH zat aktif
Titik isoelektrik dan lipofilisitas
Kelarutan dan viskositas
Lipofilisitas dan bentuk zat aktif
