wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS OBAT TRADISIONAL 2

Total questions: 20

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Berdasarkan pembagian obat tradisional yang beredar di Indonesia. Obat tradisional terbagi menjadi 3 yaitu jamu, obat herbal terstandar (OHT) dan fitorfarmaka. Dari pembagian tersebut. Yang termasuk produk obat herbal terstandar (OHT) adalah...

a)

a. Tolak angin

b)

b. Lelap

c)

c. imunos

d)

d. Stimuno

e)

e. Madu TJ

2.

Dalam formulasi obat tradisional, peneliti biasa membuat produk yang terdiri dari bahan baku dan bahan tambahan. Dalam penggunaan bahan tambahan harus memenuhi syarat yang berlaku. Pesyaratan penggunaan bahan tambahan/basis adalah...

a)

a. Memiliki stabilitas yang baik

b)

b. Tidak bereaksi dengan bahan lain/bahan inert

c)

c. Memiliki daya sebar yang baik

d)

d. Dapat melepaskan bahan yang ada didalamnya dengan baik

e)

e. Semua benar

3.

Berdasarkan bentuk sediaan obat tradisional yang saat ini beredar di masyarakat. Obat tradisional dibagi menjadi dua kelompok yaitu sediaan oral dan sediaan topikal. Berikut merupakan contoh bentuk sediaan oral adalah...

a)

a. Salep

b)

b. Linimenta

c)

c. Serbuk

d)

d. Suppositoria

e)

e. Krim

4.

Seorang peneliti sedang membuat produk obat tradisional yaitu dalam sediaan linimenta. Berdasarkan pembagian obat tradisional yang telah beredar di masyarakat Indonesia.

Linimenta termasuk bentuk sediaan...

a)

a. Topikal

b)

b. Injeksi

c)

c. Oral

d)

d. Plester

e)

e. Salah semua

5.

Dalam penelitian ilmiah, seorang peneliti sedang membuat obat tradisional dengan bentuk sediaan serbuk instan dan serbuk simplisia. Dari kedua bentuk sediaan yang dibuat. Perbedaan antara serbuk instan dan serbuk simplisia yang paling tepat adalah...

a)

a. Serbuk instan berupa butiran homogen dan serbuk simplisia berupa butiran tidak homogen

b)

b. Serbuk instan terbuat dari ekstrak dan serbuk simplisia terbuat dari daun langsung

c)

c. Serbuk instan diseduh dengan air panas dan serbuk simplisia diseduh dengan air hangat

d)

d. Serbuk instan dibuat dengan dididihkan dan serbuk simplisia dibuat dengan direndam.

e)

e. Salah semua

6.

Seorang peneliti sedang membuat sediaan kapsul dan kapsul lunak dan tanaman bahan alam.

Dalam pembuatan sediaan tersebut memiliki perbedaan yaitu...

a)

a. Kapsul terbungkus dari selaput hewan dan kapsul lunak dari lemak hewan

b)

b. Kapsul terbungkus dari cangkang keras dan kapsul lunak dari cangkang lunak

c)

c. Kapsul berisi ekstrak dan kapsul lunak berisi minyak

d)

d. a dan c benar

e)

e. b dan c benar

7.

Budi adalah seoarang mahasiswa yang sedang melakukan penelitian tentang membuat suatu produk obat taradisional. Produk yang sedang dibuat adalah sediaan padat atau cair obat tradisional yang terbuat dari serbuk simplisia atau ekstrak dan digunakan sebagai obat luar. Bentuk sediaan yang dibuat Budi yang paling tepat adalah

a)

a. Koyo/Plester

b)

b. Bedak

c)

c. Suppositoria

d)

d. Parem

e)

e. Krim

8.

Ani merupakan seorang peneliti yang sedang memformulasikan suatu sediaan lotion. Diketahui sediaan lotion yang ingin dibuat sebesar 50 gram. Konsentrasi ekstrak tiap sediaan lotion sebesar 1%, 3% dan 5%. Dari formulasi lotion yang ingin dibuat. Berapa gram ekstrak yang harus ditimbang pada konsentrasi 1%, 3% dan 5%.

a)

a. 0,05 gram, 0,15 gram, dan 0,25 gram

b)

b. 0,5 gram, 1,5 gram dan 2,5 gram

c)

c. 5 gram, 15 gram dan 25 gram

d)

d. 50 gram, 150 gram dan 250 gram

e)

e. Salah semua

9.

Proses produksi obat tradisional pada obat herbal terstandar dan fitofarmaka terdapat perbedaan. Untuk memproduksi obat fitofarmaka harus membutuhkan waktu yang lama karena memiliki tahapan sampai tahap uji klinik yaitu uji klinik fase I, II, III, dan IV.

Pada uji klinik fase I membutuhkan sukarelawan sebanyak...

a)

a. 5-10 orang

b)

b. 10-15 orang

c)

c. 15-20 orang

d)

d. 20-30 orang

e)

e. 30-50 orang

10.

Telah banyak beredar produk obat tradisional di kalangan masyarakat Indonesia. Produk obat tradisional sudah banyak dikembangkan lagi menjadi berbagai macam produk. Awalnya dari produk jamu hingga menjadi produk fitofarmaka.

Contoh produk fitofarmaka yang beredar di Indonesia adalah...

a)

a. Kiranti

b)

b. Antangin JRG

c)

c. Mastin

d)

d. Stimuno Forte

e)

e. Slimming Tea

11.

Menurut Peraturan BPOM Nomor 32 Tahun 2019 tentang persyaratan keamanan dan mutu obat tradisional. Berdasarkan penggunaannya terbagi menjadi dua yaitu obat dalam dan obat luar.

Berdasarkan isi peraturan diatas, yang termasuk obat dalam adalah...

a)

a. Kapsul dan tablet

b)

b. Pil dan salep

c)

c. Efervessen dan parem

d)

d. Serbuk instan dan krim

e)

e. Plester dan pilis

12.

Menurut Peraturan BPOM Nomor 32 Tahun 2019 tentang persyaratan keamanan dan mutu obat tradisional. Berdasarkan penggunaannya terbagi menjadi dua yaitu obat dalam dan obat luar.

Berdasarkan isi peraturan diatas, yang termasuk obat luar adalah...

a)

a. Kapsul dan tablet

b)

b. Serbuk simplisia dan serbuk effervessen

c)

c. Efervessen dan parem

d)

d. Serbuk instan dan krim

e)

e. Salep dan pilis

13.

Beti sedang melakukan evaluasi sediaan obat dalam. Untuk memenuhi syarat dari sediaan yang dibuat. Beti harus melihat persyaratan mutu obat dalam, salah satunya dengan melihat kadar air dari sediaan tersebut. Kadar air dari sediaan yang dihasilkan sebesar 11%.

Berdasarkan hasil yang diperoleh, apakah nilai kadar air Beti telah memenuhi syarat dan berapa nilai kadar air yang memenuhi syarat ?

a)

a. Memenuhi syarat; ≤20%

b)

b. Memenuhi syarat; ≤15%

c)

c. Tidak memenuhi syarat; ≤5%

d)

d. Tidak memenuhi syarat; ≤10%

e)

e. Salah semua

14.

Berdasarkan persyaratan mutu obat dalam pada evaluasi cemaran mikroba. Budi sedang mengevaluasi sediaan tablet dan mengahasilkan kadar cemaran logam berat As pada tablet sebesar 3 mg/kg.

Berdasarkan evaluasi Budi tersebut, apakah sudah memenuhi syarat mutu ? dan berapa kadar cemaran logam berat yang memenuhi syarat ?

a)

a. Memenuhi syarat; ≤ 15 mg/kg

b)

b. Memenuhi syarat; ≤ 12 mg/kg

c)

c. Memenuhi syarat; ≤ 10 mg/kg

d)

d. Tidak memenuhi syarat; ≤ 5 mg/kg

e)

e. Tidak memenuhi syarat; ≥ 1 mg/kg

15.

Mahasiswa sedang mengevaluasi sediaan pil di laboratorium. Berdasarkan hasil evaluasinya, diperoleh presentase nilai penyimpangan terhadap bobot rata-rata pil sebesar ± 9%.

Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, berapa bobot rata-rata pil yang tepat untuk digunakan...

a)

a. < 50 mg

b)

b. 50 mg s/d 100 mg

c)

c. 100 mg s/d 300 mg

d)

d. 300 mg s/d 1500 mg

e)

e. 1500 mg s/d 3000 mg

16.

Berdasarkan persyaratan mutu bahan tambahan pada Peraturan BPOM. Ada batas maksimum penggunaan bahan tambahan disetiap produk obat tradisional. Salah satunya pada bahan pengawet yang sering digunakan yaitu asam sorbat. Budi telah membuat sediaan sirup yang mengandung bahan pengawet asam askorbat dengan nilai batas maksimum yang digunakan sebesar 1000 mg/kg.

Berdasarkan hasil evaluasi Budi diatas, apakah sudah memenuhi syarat mutu ? dan berapa batas maksimum yang boleh digunakan ?

a)

a. Tidak memenuhi syarat; 2500 mg/kg

b)

b. Tidak memenuhi syarat; 3000 mg/kg

c)

c. Memenuhi syarat; 2000 mg/kg

d)

d. Memenuhi syarat; 3000 mg/kg

e)

e. Memenuhi syarat; 4000 mg/kg

17.

Ani sedang membuat sediaan obat tradisional dengan menambahkan beberapa bahan pengawet. Bahan pengawet yang digunakan adalah kalium benzoat dan kalium sorbat. Masing-masing kadar bahan pengawet yang digunakan adalah 1500 mg/kg dan 2000 mg/kg.

Berdasarkan bahan pengawet yang digunakan Ani. Berapa yang dibutuhkan Ani untuk penggunaan campuran pengawet tersebut...

a)

a. 1,75 mg/kg

b)

b. 17,5 mg/kg

c)

c. 3,5 mg/kg

d)

d. 35 mg/kg

e)

e. 50 mg/kg

18.

Berdasarkan Peraturan BPOM RI Nomor HK.03.1.23.06.11.5629 Tahun 2011 tentang cara pembuatan obat tradisional yang baik atau biasa disebut CPOTB. Ada beberapa komponen CPOTB yang dijelaskan sangat rinci di dalam peraturan BPOM tersebut.

Berdasarkan isi peraturan BPOM tentang CPOTB tersebut. Beberapa komponen CPOTB yang sesuai dengan isi peraturan tersebut adalah...

a)

a. Pembuatan dan analisis berdasarkan kontrak

b)

b. Penanganan terhadap produk, penarikan produk dan produk kembalian

c)

c. Inspeksi diri

d)

d. Salah semua

e)

e. a, b dan c benar

19.

Pada komponen CPOTB berdasarkan peraturan BPOM Tahun 2011. Manajemen mutu merupakan suatu aspek fungsi yang dapat menentukan dan mengimplementasikan kebijakan mutu. Manajemen mutu terdiri dari infrastruktur kerja, QA dan QC.

Berdasarkan pernyataan diatas, manajemen mutu pada bagian QA memiliki peran yaitu

a)

a. sebagai pemeriksaan pengujian lingkungan dan pelayanan produk

b)

b. sebagai pemeriksaan produk dan pengujian produk

c)

c. sebagai pencegahan pencemaran dan memperhatikan kualitas produk

d)

d. sebagai penyedia layanan produk dan pengujian produk

e)

e. sebagai pengantar produk dan pemeriksa produk

20.

Berdasarkan Peraturan BPOM RI Nomor HK.03.1.23.06.11.5629 Tahun 2011 tentang cara pembuatan obat tradisional yang baik atau biasa disebut CPOTB. Salah satu komponen CPOTB yang berperan penting adalah personalia. Personalia terdiri dari kepala bagian produksi, kepala bagian pengawasan mutu dan kepala bagian manajemen mutu.

Berdasarkan isi peraturan BPOM tentang CPOTB tersebut. Tugas dari kepala bagian pengawasan mutu adalah...

a)

a. Menyetujui atau menolak bahan awal

b)

b. Memeriksa pemeliharaan bangunan

c)

c. Memastikan bahwa obat tradisional diproduksi dan dsimpan sesuai prosedur

d)

d. Memastikan bahwa validasi yang sesuai telah dilaksanakan

e)

e. Memprakarsai dan mengawasi audit internal