wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

AGEN PERUBAHAN

Total questions: 15

Worksheet time: 24mins

Name
Class
Date
1.

Tujuan Reformasi Birokrasi adalah menciptakan birokrasi pemerintah yang professional. Selain professional, birokrasi juga harus disertai dengan ciri:

a)

A. Berkarakter, berintegrasi, berkinerja tinggi, dan berdedikasi

b)

B. Bebas dan bersih dari KKN, dan mampu melayani publik

c)

C. Netral, sejahtera, dan memegang teguh nilai-nilai dasar dan kode etik aparatur Negara

d)

Jawaban a dan b benar

e)

Jawaban a, b, dan c benar

2.

Berkompetisi dalam mencapai predikat Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) adalah salah satu upaya mewujudkan reformasi birokrasi di lingkungan instansi pemerintah dengan menjalankan manajemen perubahan. Tujuan utamanya adalah untuk:

a)

Meningkatkan kapabilitas dan efektifitas peran instansi dalam menjalankan pemerintahan

b)

Mewujudkan pemerintahan yang bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme

c)

Melakukan perubahan pola pikir dan budaya kerja institusi ke arah yang lebih baik

d)

Menciptakan kondisi kerja institusi yang kondusif dalam melaksanakan tugas fungsinya

e)

Semua jawaban benar

3.

Untuk mewujudkan perubahan, terdapat 4 indikator yang perlu dipenuhi pada area Manajemen Perubahan, yaitu:

a)

Tim kerja, program, rencana aksi, dan evaluasi

b)

Rencana Program Pembangunan ZI WBK, pemantauan dan evaluasi, Role Model, dan Agen Perubahan

c)

Tim Kerja, role model, rencana aksi, dan agen perubahan

d)

Tim Kerja, Dokumen Rencana Pembangunan, Pemantauan dan Evaluasi, dan Perubahan Pola Pikir dan Budaya Kerja

e)

Role model, rencana program, perubahan pola pikir, dan Budaya kerja

4.

Dalam mempercepat proses perubahan pola pikir dan budaya kerja, program kerja rencana pembangunan yang harus menyesuaikan dengan karakteristik lingkungan organisasi, Pimpinan organisasi memegang peran kunci kesuksesan dengan menjadi panutan bagi setiap individu dalam organisasi. Disebut apakah peran Pimpinan dalam proses perubahan organisasi tersebut?

a)

Pelopor perubahan

b)

Agen Perubahan

c)

Pegawai teladan

d)

Kepala Satuan Kerja

e)

Role Model

5.

Dalam mempercepat proses perubahan pola pikir dan budaya kerja, selain program kerja rencana pembangunan yang harus menyesuaikan dengan karakteristik lingkungan organisasi, dan pimpinan organisasi menjadi panutan bagi individu organisasi, juga perlu dukungan individu lain sebagai pelopor perubahan. Disebut apakah para individu pelopor perubahan organisasi tersebut?

a)

Pelopor perubahan

b)

Agen Perubahan

c)

Pegawai teladan

d)

Pembantu Pimpinan

e)

Role Model

6.

Dalam menjalankan tugasnya, seorang Agen Perubahan harus menunjukkan sikap yang baik sehingga memberi pengaruh positif bagi organisasinya. Selain itu, agen perubahan juga bertanggungjawab terhadap hal-hal berikut, kecuali

a)

Memberikan perintah kepada pegawai yang lain

b)

Menyelesaikan tugas tepat pada waktunya

c)

Menaati aturan disiplin dan kode etik pegawai

d)

Inovatif dalam menjalankan tugasnya

e)

Mempengaruhi pegawai di lingkungannya

7.

Pegawai datang dan pulang tepat pada waktunya merupakan contoh yang patut diteladani bagi pegawai yang lain. Sikap tersebut menunjukkan keteladanan dalam nilai:

a)

Kebaikan

b)

Kejujuran

c)

Keteguhan memegang tanggungjawab

d)

Kedisiplinan

e)

Kesopanan

8.

Seorang agen perubahan harus mampu menginternalisasikan nilai-nilai positif terhadap pegawai yang lain dengan tujuan peningkatan cara berpikir dan tanggungjawab dalam menjalankan tugas dan fungsi organisasi. Berikut adalah contoh seorang agen perubahan mengadopsi kearifan lokal untuk menginternalisasi pegawai di lingkungannya

a)

Menanamkan kembali nilai-nilai tradisional “banyak anak banyak rezeki” untuk menguatkan nilai mengerjakan lebih banyak akan memberikan hasil yang lebih memuaskan

b)

Menanamkan kembali nilai-nilai petuah Bugis “taro ada taro gau” untuk menguatkan keteguhan dalam mengemban tanggungjawab tugas

c)

Menanamkan prinsip “kualleangi tallanga na towalia” untuk menguatkan sikap kenekatan dalam menjalankan tugas

d)

Menanamkan prinsip “pada lao teppada upe” untuk menguatkan sikap saling menghargai

e)

Semua jawaban benar

9.

Meningkatkan kemampuan diri sendiri dalam melaksanakan tugas secara efektif dan efisien, serta berupaya meyakinkan dan mendorong rekan kerja untuk menyelesaikan tugas secara cepat dan tepat dengan cara-cara yang berbeda merupakan salah satu upaya perubahan pola pikir dan budaya kerja. Disebut apakah metode perubahan tersebut?

a)

Ekskalasi

b)

Motivasi

c)

Inovasi

d)

Intervensi

e)

Adaptasi

10.

Beberapa pegawai yang bekerja secara bersama dengan tugas yang serupa, seringkali terjadi perbedaan pendapat yang mengakibatkan terjadinya hambatan komunikasi dan menurunnya kinerja. Apakah yang perlu dilakukan seorang agen perubahan untuk mengatasi hal ini?

a)

Mengusulkan kepada pimpinan untuk menghukum seluruh pegawai tersebut

b)

Mengusulkan salah satu pegawai yang dianggap benar untuk memperoleh penghargaan

c)

Mengusulkan kepada pimpinan untuk menghukum pegawai yang dianggap salah

d)

Hadir di tengah pegawai untuk mendengar dan memahami masalah, memberikan solusi, memediasi, mencairkan suasana, dan memotivasi pentingnya saling bekerjasama

e)

Semua jawaban salah

11.

Dalam meningkatkan kinerja atau budaya kerja pegawai untuk pencapaian tujuan organisasi, agen perubahan perlu memberikan keyakinan kepada seluruh pegawai bahwa:

a)

Organisasi adalah sebuah tim yang seluruh anggotanya berkontribusi sebagai sebuah sistem yang saling membutuhkan, meskipun peran masing-masing berbeda

b)

Organisasi adalah sebuah wadah untuk menunjukkan perbedaan kemampuan antara setiap anggotanya

c)

Organisasi adalah sebuah sistem yang mengutamakan kekeluargaan dan kekerabatan

d)

Organisasi adalah sekumpulan orang yang bekerja berdasarkan struktur jabatan dan status sosial

e)

Organisasi adalah sekumpulan orang bekerja untuk mencapai tujuan masing-masing individu

12.

Seorang agen perubahan berupaya melakukan pendekatan kepada individu yang belum memahami arti penting perubahan pola pikir dan meningkatkan kinerja sesuai tugasnya, agar yang bersangkutan dengan sadar untuk mengubah cara berpikirnya serta ikut berpartisipasi secara aktif melakukan perubahan. Agen perubahan tersebut telah melakukan perannya sebagai...

a)

Katalis

b)

Pemberi Solusi

c)

Mediator

d)

Penggerak Perubahan

e)

Penghubung

13.

Mampu memberi pengaruh positif adalah kriteria yang harus dipenuhi seseorang untuk menjadi seorang agen perubahan. Untuk hal tersebut, maka seorang calon agen perubahan harus kompeten dalam hal, kecuali...

a)

Menyampaikan ide dan informasi secara efektif

b)

Menguasai teknik dan strategi komunikasi untuk mempengaruhi

c)

Memiliki daya adaptasi yang tinggi

d)

Mengimplementasikan cara berpikir positif, optimis, dan relevan

e)

Keterampilan Teknis yang memadai

14.

Menurut anda, apakah di BPCB Sulsel dibutuhkan agen perubahan

a)

Diperlukan, apabila pimpinan membutuhkan

b)

Diperlukan, karena BPCB Sulsel membutuhkan perubahan pola pikir dan budaya kerja secara lebih cepat

c)

Tidak dibutuhkan, sebab BPCB Sulsel saat ini cukup maju dalam pola pikir dan memliki budaya kerja yang cukup memadai

d)

Tidak dibutuhkan, sebab pimpinan sebagai role model cukup memberikan keteladanan bagi seluruh pegawai

e)

Tidak dibutuhkan, karena seluruh pegawai telah melaksanakan tugas fungsinya dengan baik

15.

BPCB Sulsel memikili wilayah kerja yang luas, situs-situs cagar budaya yang sangat banyak, serta memiliki keterbatasan jumlah pegawai. Akibatnya banyak lokasi situs yang tidak memiliki Juru Pelihara. Apakah yang perlu dilakukan oleh agen perubahan untuk mengatasi masalah tersebut?

a)

Menyarankan kepada Pimpinan agar dilakukan mutasi rutin juru pelihara agar seluruh situs dapat terawat

b)

Menyarankan kepada pimpinan agar dilakukan perekrutan pegawai baru

c)

Mendorong agar BPCB memprioritaskan perawatan situs-situs yang dianggap sangat penting saja

d)

Merekomendasikan agar situs-situs yang letaknya jauh diserahkan ke Pemerintah Daerah

e)

Mendorong dan memotivasi juru pelihara agar menggalakkan gotong-royong secara rutin untuk merawat situs yang tidak memiliki juru pelihara