NEW
Font size
WorksheetsQuiz AKM 63.2B.31
Total questions: 15
Worksheet time: 1hrs 15mins
Perlakuan akuntansi terhadap jenis Sekuritas Utang Yang Tersedia untuk Dijual dalam mengakui keuntungan atau kerugian kepemilikan yang belum direalisasi adalah ….
Keuntungan atau kerugian kepemilikan yang belum direalisasi akan diakui di dalam laba bersih.
Keuntungan atau kerugian kepemilikan yang belum direalisasi tidak diakui.
Keuntungan atau kerugian kepemilikan yang belum direalisasi akan diakui di dalam neraca.
Keuntungan atau kerugian kepemilikan yang belum direalisasi akan diakui sebagai laba komprehensif lainnya dan sebagai komponen terpisah dari ekuitas pemegang saham.
Pada tanggal 20 Oktober 2007, P.T. HAZELIA membeli saham biasa dari tiga perusahaan yang setiap investasinya menunjukkan hak kurang dari 20 %. Rinciannya sebagai berikut :
- P.T. HATI Rp. 130.850.000,00
- P.T. ASMARA Rp. 231.150.000,00
- P.T. TEMPURA Rp. 298.750.000,00
Buatlah jurnal yang mencatat pembelian saham !
Kas ............................................................ Rp. 660.750.000,00
Sekuritas Yang Tersedia Untuk Dijual ................... Rp. 660.750.000,00
Investasi dalam saham PT. HAZELIA ................. Rp. 660.750.000,00
Kas ................................................................ Rp. 660.750.000,00
Kas .............................................................. Rp. 660.750.000,00
Investasi dalam saham PT. HAZELIA ...................... Rp. 660,750.000,00
Sekuritas Yang Tersedia Untuk Dijual ............... Rp. 660.750.000,00
Kas ................................................................... Rp. 660.750.000,00
1). Merupakan kemungkinan pengorbanan manfaat ekonomi di masa mendatang,
(2). Merupakan kewajiban saat ini untuk mentransfer asset atau menyediakan jasa kepada
entitas lain,
(3). Merupakan akibat dari transaksi dan atau kejadian di masa lampau.
Keterangan diatas merupakan 3 (tiga) karakteristik yang dimiliki oleh ....
Utang
Piutang
Aktiva Lancar
Persediaan
Yang dimaksud dengan Utang Jangka Pendek, yaitu ….
Kewajiban yang pelunasannya menggunakan sumber daya yang diklasifikasikan sebagai aktiva lancar atau dengan pembentukan utang lancar baru.
Utang perusahaan yang akan jatuh tempo lebih dari satu periode akuntansi.
Utang yang memerlukan proses formal dalam pembentukannya, yaitu persetujuan dari dewan direksi dan atau pemegang saham.
Jumlah yang harus dibayar oleh perusahaan kepada para pemegang sahamnya setelah mendapatkan persetujuan dari dewan direksi.
PT. RANDU menerbitkan wesel 5 tahun, Rp. 150.000.000,00, 12% kepada PT. RINDANG pada tanggal 1 Januari 2007. Pada saat itu, tingkat suku bunga efektif adalah sebesar 12%. Bagaimana jurnal yang dilakukan oleh PT. RANDU pada saat pembayaran bunga setiap tahunnya?
Kas .................................................. Rp. 150.000.000,00
Utang Wesel .................................... Rp. 150.000.000,00
Biaya Bunga .................................... Rp. 18.000.000,00
Kas .................................................. Rp. 18.000.000,00
Kas .................................................. Rp. 18.000.000,00
Biaya Bunga .................................... Rp. 18.000.000,00
Utang Wesel .................................... Rp. 150.000.000,00
Kas .................................................. Rp. 150.000.000,00
Dilihat dari bukti kepemilikan obligasi, obligasi dapat dibedakan menjadi 2 (dua) jenis, yaitu ….
Obligasi Atas Nama (Registered Bonds), dan Obligasi Atas Unjuk (Beared Bonds).
Obligasi Bersyarat (Term Bonds), dan Obligasi Berseri (Serial Bonds).
Obligasi Terjamin (Secured Bonds), dan Obligasi Tak Terjamin (Unsecured Bonds).
Obligasi Hipotek (Mortgage Bonds), dan Obligasi Bergaransi (Guaranted Bonds).
Obligasi PT. NEO dengan nominal Rp. 200.000,00 dengan tingkat bunga 15 % per tahun dibayar setahun sekali dan mempunyai masa edar selama 5 tahun. Jika diperkirakan tingkat bunga efektif yang berlaku selama 5 tahun tersebut adalah 12%, berapa harga jual yang layak atas obligasi tersebut?
Rp. 108.143,29
Rp. 113.485,37
Rp. 122.628,00
Rp. 221.628,66
Pada tanggal 1 Juli 2007 pemegang saham PT. STAR menyetujui penerbitan obligasi sebanyak 800 lembar dengan nominal @ Rp25.000. Bunga 10% per tahun yang akan dibayarkan tiap tanggal 1 Februari dan 1 Agustus. Pada tanggal 1 Agustus 2007, obligasi PT STAR terjual sebanyak 250 lembar dengan kurs 110. Berdasarkan informasi tersebut, maka jurnal yang digunakan untuk mencatat penjualan obligasi tersebut (menggunakan metode obligasi terjual yang dicatat), adalah ….
Kas ……………………………………….. Rp. 6.250.000,00
Utang Obligasi ………………………….… Rp. 6.250.000,00
Kas ………………………………..……… Rp. 6.875.000,00
Premium Utang Obligasi ……………....…… Rp. 625.000,00
Utang Obligasi ………………….……...…..… Rp. 6.250.000,00
Obligasi Belum Terjual …………………... Rp.20.000.000,00
Otorisasi Obligasi ………………………… Rp. 20.000.000,00
Utang Obligasi ………..………………….. Rp. 6.875.000,00
Kas ……………………........…………………. Rp. 6.250.000,00
Diskonto Utang Obligasi ………………… Rp. 625.000,00
Yang dimaksud dengan Modal Saham Yang Ditarik Dari Peredaran (Treasury Stock) adalah ….
Jumlah lembar saham beserta nilai nominalnya yang pernah beredar yang kemudian dibeli kembali (ditarik dari peredaran) oleh PT yang bersangkutan.
Jumlah saham yang telah dipesan pembeliannya oleh pihak tertentu. Saham yang dipesan ini baru akan diserahkan kepada pembelinya setelah harga saham tersebut dibayarkan semuanya.
Jumlah saham beserta nilai nominalnya yang dapat diterbitkan sesuai dengan akte pendirian PT yang bersangkutan.
Jumlah saham yang sudah ada otorisasi pengeluarannya tetapi masih belum terjual.
Seorang calon investor memesan saham PT SHINTA sebanyak 1.250 lembar dengan nominal @ Rp. 3.500,00. Harga jual saham tersebut adalah Rp. 6.000,00 per lembar. Pada saat pemesanan, calon investor tersebut membayar sebanyak Rp. 4.500.000,00, sedang kekurangannya akan dibayarkan pada bulan berikutnya bersamaan dengan diterimanya saham yang dipesannya tersebut. Berdasarkan keterangan tersebut, jurnal untuk mencatat pelunasan saham adalah ….
Agio saham ………………………………………………. Rp. 3.125.000,00
Modal saham yang dipesan ………………………. Rp. 4.375.000,00
Kas ………………………………………………...............……..… Rp. 4.500.000,00
Piutang kepada pemesan saham biasa ………………….… Rp. 3.000.000,00
Kas ………………………………………..……………… Rp. 3.000.000,00
Piutang kepada pemesan saham biasa …..……………. Rp. 3.000.000,00
Piutang kepada pemesan saham biasa ……………………. Rp. 3.000.000,00
Kas ……………………………………………………..… Rp. 3.000.000,00
Kas …………………………………………….…………. Rp. 4.500.000,00
Piutang kepada pemesan saham biasa …………….……… Rp. 3.000.000,00
Agio saham ………………………………………….…… Rp. 3.125.000,00
Modal saham yang dipesan …………………….………… Rp. 4.375.000,00
PT NABILA menerima 350 lembar Saham Biasa-nya dengan nominal Rp. 10.000,00 per lembar dari seorang pemiliknya yang meninggal dunia. Beberapa bulan kemudian saham tersebut berhasil dijual kembali dengan harga Rp. 12.500 per lembar. Berdasarkan keterangan tersebut, maka jurnal untuk mencatat transaksi saat saham telah berhasil dijual (menggunakan metode nilai nominal) adalah ....
Treasury Stock …………………………………………… Rp. 3.500.000,00
Modal yang Berasal Dari Sumbangan …………………… Rp. 3.500.000,00
Modal yang Berasal Dari Sumbangan …………………… Rp. 3.500.000,00 Treasury Stock …………………………………………… Rp. 3.500.000,00
Kas …………………………………………………….… Rp. 4.375.000,00
Treasury Stock ………………...........………………………… Rp. 3.500.000,00
Modal Yang Berasal Dari Sumbangan ……….……..….. Rp. 875.000,00
Treasury Stock ……………………………………………. Rp. 4.375.000,00
Kas ……………………………………………………….. Rp. 4.375.000,00
PT GRIYA mengumumkan pembagian dividen Rp. 5.000 per lembar saham untuk 5.000 lembar saham biasanya yang beredar. Karena perusahaan kekurangan kas untuk dapat membayar dividen seluruhnya, maka kepada 2.000 lembar saham terakhir yang mengambil dividen akan diberikan wesel yang jatuh tempo 3 bulan kemudian. Wesel tersebut berbunga 10% setahun. Dari data ini, maka jurnal yang diperlukan PT GRIYA untuk mencatat pembayaran dividen untuk 2.000 lembar saham yang mengambil terakhir adalah ….
Laba Yang Ditahan ..................................... Rp. 25.000.000,00
Utang Dividen ............................................. Rp. 25.000.000,00
Utang Dividen ............................................. Rp. 15.000.000,00
Kas .............................................................. Rp. 15.000.000,00
Utang Dividen ............................................. Rp. 10.000.000,00
Utang Wesel ................................................. Rp. 10.000.000,00
Utang Dividen ............................................. Rp. 25.000.000,00
Laba Yang Ditahan ..................................... Rp. 25.000.000,00
Manajemen PT BINTANG pada tanggal 25 Desember 2006 mengumumkan adanya pembagian dividen (kas) untuk tahun buku 2006. Pengumuman itu berisi antara lain:
- Besarnya dividen per lembar saham adalah Rp. 1.500,00.
- Pendaftaran dimulai saat pengumuman dikeluarkan sampai 1 (satu) bulan kemudian.
- Dividen mulai dapat diambil pada saat pendaftaran berakhir, yaitu tanggal 25 Januari 2007.
Pada saat pengumuman, PT BINTANG mempunyai 25.000 lembar saham biasa yang beredar.
Berdasarkan keterangan tersebut, maka jurnal yang perlu dicatat untuk pembagian dividen tersebut, adalah ….
….
Laba Yang Ditahan ………………...…… Rp. 37.500.000,00
Utang Dividen …………………………… Rp. 37.500.000,00
Utang Dividen …………………….……… Rp. 37.500.000,00
Laba Yang Ditahan ……………..………… Rp. 37.500.000,00
Utang Dividen ………………………….… Rp. 37.500.000,00
Kas …………………………………….…. Rp. 37.500.000,00
Kas ………………………..……………… Rp. 37.500.000,00
Utang Dividen ………………………….… Rp. 37.500.000,00
Dividen yang dibayar/dibagikan dalam bentuk saham sendiri, disebut dengan ....
Dividen Utang
Dividen Saham
Dividen Likuidasi
Dividen Kas
Bagaimana perlakuan akuntansi terhadap Pendapatan Diterima Dimuka ketika barang atau jasa telah dinikmati oleh konsumen (revenue is earned) ?
Mendebit rekening Pendapatan, dan mengkredit Pendapatan Diterima Dimuka.
Mendebit Pendapatan Diterima Dimuka, dan mengkredit rekening Pendapatan.
Mendebit kas, dan mengkredit Pendapatan Diterima Dimuka.
Mendebit Pendapatan Diterima Dimuka, dan mengkredit Kas.
