Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

hikayat

Total questions: 20

Worksheet time: 27mins

Name
Class
Date
1.

apa yang dimaksud dengan Hikayat?

a)

cerita yang berasal dari masyarakat dan berkembang di dalam masyarakat.

b)

jenis karya sastra berbentuk prosa dan bersifat fiktif yang menceritakan/menggambarkan suatu kisah yang dialami oleh suatu tokoh secara ringkas.

c)

bentuk karya sastra yang terikat oleh irama, rima dan penyusun bait dan baris dengan pemilihan kata yang indah.

d)

suatu bentuk karya sastra prosa, terutama dalam Bahasa Melayu lama yang berisikan tentang cerita, kisah, dan dongeng.

2.

Di bawah ini yang bukan ciri-ciri hikayat adalah?

a)

Anonim

b)

Istana Sentris

c)

Magis

d)

Bersifat Modern

3.

Di bawah yang termasuk ciri-ciri Hikayat adalah?

a)

Istana Sentris

b)

Bersifat Modern

c)

diketahui pengarangnya

d)

Antonim

4.

Bentuk karya sastra lama dalam bentuk prosa, adalah ...

a)

Hikayat

b)

Anekdot

c)

Negosiasi

d)

Wawancara

e)

Debat

5.

Berikut ini yang bukan merupakan contoh hikayat adalah ...

a)

Sri Rama

b)

Si Miskin

c)

Indera Bangsawan

d)

Laskar Pelangi

6.

Kata arkais adalah ....

a)

Kata populer saat ini

b)

Kata baku yang resmi

c)

Kata sulit yang tidak dimengerti

d)

Kata unik yang baru muncul

e)

Kata yang sudah jarang digunakan

7.

Watuwe lalu mengingatkan agar Towjatuwa dan keturunannya tidak membunuh dan memakan daging buaya. Apabila larangan itu dilanggar maka Towjatuwa dan keturunannya akan mati. Sejak saat itu Towjatuwa dan anak keturunannya berjanji untuk melindungi bintang yang berada di sekitar sungai Tami dari para pemburu.

Pesan Moral yang terdapat pada cerita tersebut adalah...

a)

Harusnya orang makan daging

b)

Pentingnya menepati janji

c)

Harus menghormati orang lain

d)

kita harus pandai membahagiakan orang lain

e)

Hendaknya memilih keluarga yang bisa memberikan keturunan

8.

Kata yang bermakna tonjolan kecil dan bundar dalam kata arkais yaitu. . .

a)

Cembul

b)

selat

c)

Comel

d)

Cumel

e)

selit

9.

Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"

Isi kutipan tersebut menceritakan tentang...

a)

Masyarakat sedang berduka atas kematian rajanya.

b)

Orang tua diberi hak berbicara dalam setiap pertemuan.

c)

Seorang raja telah meninggal dan tidak memiliki anak.

d)

Para menteri dan orang besar melakukan musyawarah pemilihan raja.

e)

Hak orang berpendapat untuk memecahkan masalah dalam suatu musyawarah.

10.

Syahdan, maka adalah raja di dalam negeri itu telah kembali ke rahmatullah. Maka ia pun tiada beranak seorang jua pun. Maka segala menteri dan hulubalangnya dan orang-orang besar dan orang-orang membicarakan, siapa juga yang patut dijadikan raja menggantikan raja yang telah kembali ke rahmatullah itu. Maka di dalam antara menteri yang banyak itu ada seorang menteri yang tua daripada tuan hamba sekalian itu. Maka ia pun berkata, katanya: "Adapun hamba ini tua daripada tuan hamba sekalian itu. Jikalau ada gerangan bicara, mengapa segala saudaraku ini tiada hendak berkata?"

Isi kutipan tersebut menceritakan tentang...

a)

Masyarakat sedang berduka atas kematian rajanya.

b)

Orang tua diberi hak berbicara dalam setiap pertemuan.

c)

Seorang raja telah meninggal dan tidak memiliki anak.

d)

Para menteri dan orang besar melakukan musyawarah pemilihan raja.

e)

Hak orang berpendapat untuk memecahkan masalah dalam suatu musyawarah.

11.

Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Hatta berapa lamanya Puteri Kemala Sari pun sakit mata, terlalu sangat. Para ahli nujum mengatakan hanya air susu harimau yang beranak mudalah yang dapat menyembuhkan penyakit itu.

Sumber teks: Buku Kesusastraan Melayu Klasik

Kata-kata arkais yang ditemukan pada teks diatas adalah...

a)

upeti dan hatta

b)

upeti, hatta, dan nujum

c)

raja, elok, dan nujum

d)

elok dan nujum

e)

upeti, putri, dan nujum

12.

Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.

Sumber teks: Kesusastraan Melayu Klasik dengan penyesuaian

Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu...

a)

kemustahilan

b)

kesaktian

c)

istana sentris

d)

anonim

e)

bahasa

13.

Maka diberi oleh perempuan itu segala bekal-bekal itu. Setelah sudah maka dibawanyalah perempuan itu diseberangkan oleh Bedawi itu. Syahdan maka pura-pura diperdalamnya air itu, supaya dikata oleh si bungkuk air itu dalam.

Sumber teks: http://abdsyawal.blogspot.co.id/

Kata yang digarisbawahi pada penggalan hikayat di atas menggunakan majas...

a)

antonomasia

b)

alegori

c)

perumpamaan

d)

simile

e)

metafora

14.

Maka tiadalah terjawab oleh laki-laki itu. Maka disuruh oleh Masyhudulhakk jauhkan laki-laki Bedawi itu. Setelah itu maka dipanggilnya pula orang tua itu. Maka kata Masyhudulhakk, "Hai orang tua, sungguhlah perempuan itu istrimu sebenar-benamya?"


Konjungsi yang menyatakan urutan waktu atau peristiwa pada penggalan hikayat di atas adalah...

a)

kemudian

b)

lalu

c)

maka

d)

setelah itu

e)

selanjutnya

15.

Setelah tiba di istana, Baginda Raja menyambut Abu Nawas dengan sebuah senyuman. “Akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan perut. Kata tabib pribadiku, aku kena serangan angin.” kata Baginda Raja memulai pembicaraan.

“Ampun Tuanku, apa yang bisa hamba lakukan hingga hamba dipanggil.” tanya Abu Nawas.

“Aku hanya menginginkan engkau menangkap angin dan memenjarakannya.” kata Baginda.


Majas yang digunakan pada penggalan hikayat di atas adalah...

a)

metafora

b)

alegori

c)

antonomasia

d)

personifikasi

e)

simile

16.

Adalah sebuah kolam yang amat elok. Di tepi kolam itu adalah dua ekor burung diam. Kedua burung itupun bersahabat dengan seekor kura-kura. Maka beberapa lamanya dengan hal yang demikian itu datanglah kemarau. Maka air kolam itu keringlah.maka berkatalah burung itu kepada sahabatnya kura-kura itu.”Hai sahabatku. Apakah hal kami sekarang karena air kolam ini telah keringlah. Baikla kami berpindah kepada kolam yang lain supaya dapat kami mencari makan di sana. Tetapi susah kami meninggalkan tuan hamba di sini. Sebab itu biarlah kami bawa tuan hamba dan kami lepaskan kepada tempat berair supaya senang hati kami. Hendakpun kami menerbangkan tuan hamba tiada boleh karena kulit tuan hamba itu terlalu keras, tiada dapat kami pagut. Akan tetapi adalah suatu bicara kami, kami bawa suatu kayu tuan hamba gigitlah pada sama tengah kayu itu. Maka kami terbangkan seorang suatu penjuru. Tetapi jangan tuan hamba bukakan mulut dari pada kayu itu.

Maka sahut kura-kura,”Baiklah, mana kata tuan hamba hemba turutlah.”

Maka dibawalah oleh burung itu sepotong kayu, maka digigitlah oleh kura-kura itu maka oleh burung itu diterbangkanlah seorang suatu penjuru. Setelah sampai burung itu terbang ke atas kampung orang maka heranlah segala orang melihat hal itu, kura-kura terbang di tengah-tengah dan dua ekor burung pada kiri kanannya. Maka sekalian orang itu pun bersoraklah serta menepuk-nepuk tangannya. Apabila didengar kura-kura akan bunyi orang riuh rendah, maka katanya kura-kura, “Apa sebabnya maka orang itu semuanya bersorak?” Demi dibukanya mulutnya, maka jatuhlah ia ke bumi lalu mati. (Penjedar Sastra, Dr.C. Hooykaas)

Karakteristik sastra Melayu Klasik yang paling dominan dalam hikayat di atas adalah ... .

a)

tema

b)

latar

c)

sudut pandang

d)

tokoh

e)

alur

17.

Adalah sebuah kolam yang amat elok. Di tepi kolam itu adalah dua ekor burung diam. Kedua burung itupun bersahabat dengan seekor kura-kura. Maka beberapa lamanya dengan hal yang demikian itu datanglah kemarau. Maka air kolam itu keringlah.maka berkatalah burung itu kepada sahabatnya kura-kura itu.”Hai sahabatku. Apakah hal kami sekarang karena air kolam ini telah keringlah. Baikla kami berpindah kepada kolam yang lain supaya dapat kami mencari makan di sana. Tetapi susah kami meninggalkan tuan hamba di sini. Sebab itu biarlah kami bawa tuan hamba dan kami lepaskan kepada tempat berair supaya senang hati kami. Hendakpun kami menerbangkan tuan hamba tiada boleh karena kulit tuan hamba itu terlalu keras, tiada dapat kami pagut. Akan tetapi adalah suatu bicara kami, kami bawa suatu kayu tuan hamba gigitlah pada sama tengah kayu itu. Maka kami terbangkan seorang suatu penjuru. Tetapi jangan tuan hamba bukakan mulut dari pada kayu itu.

Maka sahut kura-kura,”Baiklah, mana kata tuan hamba hemba turutlah.”

Maka dibawalah oleh burung itu sepotong kayu, maka digigitlah oleh kura-kura itu maka oleh burung itu diterbangkanlah seorang suatu penjuru. Setelah sampai burung itu terbang ke atas kampung orang maka heranlah segala orang melihat hal itu, kura-kura terbang di tengah-tengah dan dua ekor burung pada kiri kanannya. Maka sekalian orang itu pun bersoraklah serta menepuk-nepuk tangannya. Apabila didengar kura-kura akan bunyi orang riuh rendah, maka katanya kura-kura, “Apa sebabnya maka orang itu semuanya bersorak?” Demi dibukanya mulutnya, maka jatuhlah ia ke bumi lalu mati. (Penjedar Sastra, Dr.C. Hooykaas)

Hal utama yang diceritakan dalam hikayat di atas adalah ... .

a)

Dua ekor burung yang berbuat baik kepada seekor kura-kura

b)

Kura-kura yang celaka akibat tidak patuh pada kesepakatan

c)

Kecerdikan dua ekor burung dalam memindahkan kura-kura

d)

Kekaguman orang-orang kepada kura-kura yang diterbangkan dua ekor burung

e)

Persahabatan antara burang dan kura-kura

18.

Adalah sebuah kolam yang amat elok. Di tepi kolam itu adalah dua ekor burung diam. Kedua burung itupun bersahabat dengan seekor kura-kura. Maka beberapa lamanya dengan hal yang demikian itu datanglah kemarau. Maka air kolam itu keringlah.maka berkatalah burung itu kepada sahabatnya kura-kura itu.”Hai sahabatku. Apakah hal kami sekarang karena air kolam ini telah keringlah. Baikla kami berpindah kepada kolam yang lain supaya dapat kami mencari makan di sana. Tetapi susah kami meninggalkan tuan hamba di sini. Sebab itu biarlah kami bawa tuan hamba dan kami lepaskan kepada tempat berair supaya senang hati kami. Hendakpun kami menerbangkan tuan hamba tiada boleh karena kulit tuan hamba itu terlalu keras, tiada dapat kami pagut. Akan tetapi adalah suatu bicara kami, kami bawa suatu kayu tuan hamba gigitlah pada sama tengah kayu itu. Maka kami terbangkan seorang suatu penjuru. Tetapi jangan tuan hamba bukakan mulut dari pada kayu itu.

Maka sahut kura-kura,”Baiklah, mana kata tuan hamba hemba turutlah.”

Maka dibawalah oleh burung itu sepotong kayu, maka digigitlah oleh kura-kura itu maka oleh burung itu diterbangkanlah seorang suatu penjuru. Setelah sampai burung itu terbang ke atas kampung orang maka heranlah segala orang melihat hal itu, kura-kura terbang di tengah-tengah dan dua ekor burung pada kiri kanannya. Maka sekalian orang itu pun bersoraklah serta menepuk-nepuk tangannya. Apabila didengar kura-kura akan bunyi orang riuh rendah, maka katanya kura-kura, “Apa sebabnya maka orang itu semuanya bersorak?” Demi dibukanya mulutnya, maka jatuhlah ia ke bumi lalu mati. (Penjedar Sastra, Dr.C. Hooykaas)


Nilai moral yang terdapat dalam hikayat di atas adalah ... .

a)

Saling menolong terutama pada musim kemarau

b)

Menjalin kerja sama merupakan kunci dari persahabatan

c)

Mencari siasat dalam melakukan suatu pekerjaan

d)

Manjalin persahabatan dengan siapa pun.

e)

Pentingnya menaati kesepakatan agar tidak celaka

19.

Ketika tubuhnya digerogoti penyakit dengan enteng orang miskin itu melenggang ke rumah sakit. Ia menyerahkan Kartu Tanda Miskin pada suster jaga. Karena banyak bangsal kosong, suster itu menyuruhnya menunggu di lorong.”begitulah enaknya jadi orang miskin,” batinnya,”dapat fasilitas gratis tidur di lantai.” Dan orang miskin itu dibiarkan menunggu berhari-hari.


Permasalahan pada kutipan cerpen di atas adalah …

a)

Tubuhnya digerogoti penyakit

b)

Buruknya pelayanan rumah sakit

c)

Susahnya menjadi orang miskin

d)

Banyak bangsal yang kosong

e)

Tidak mendapat fasilitas gratis

20.

Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda. “Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.

Amanat dalam penggalan cerpen tersebut adalah ….

a)

Jangan cepat menyerah pada keadaan bagaimanapun juga.

b)

Jangan membuang waktu selagi masih ada waktu.

c)

Sebaiknya kita menyesuaikan diri dengan keadaan.

d)

Jangan lupa diri bila menguasai bahasa orang

e)

Jangan mudah dipengaruhi oleh orang lain.