WorksheetsTeks Fabel
Total questions: 35
Worksheet time: 1hrs 26mins
Teks fabel bersifat ….
Nonfiksi
Kenyataan
Fiksi
Berdasarkan peristiwa
Suatu hari, ada seekor kura-kura dan kelinci yang tinggal di pinggir sungai. Mereka bersepakat untuk menanam wortel bersama. “Kita harus bergantian merawat calon wortel-wortel ini, Kura-Kura, ‘’ kata kelinci. “Baiklah, aku akn menyiramnya setiap pagi sedangkan kau sore hari,” jawab kura-kura. “aku setuju, aku akan rajin merawat, menyirami, dan membersihkan rumput di sekitar wortel setiap hari,” kata kelinci. Beberapa minggu kemudian, wortel telah tumbuh besar dan gemuk-gemuk. Kelincilah yang pertama melihat wortel telah besar dan siap panen itu. Dia langsung menggali semua wortel dan menyisakan satu buah saja untuk Kura-Kura. Sore harinya, Kura-Kura dating untuk merawat wortel seperti biasanya. Betapa terkejutnya Kura-Kura, ternyata semua wortel telah hilang. Hanya tersisa satu wortel kecil di ladang. Dengan hati dongkol, dia memaki-maki Kelinci yang telah membawa kabur semua wortel yang telah mereka rawat bersama.
Makna kata “hati dongkol” dalam teks tersebut adalah ….
terluka
marah-marah
bergumam
perasaan rela
Suatu hari, hiduplah seekor kucing . kucing tersebut sedang mencari makanan. Ia menemukan sebutir telur di dekat rumah kecil. Telur itu ia ambil. Sebelum dapat ia makan, keluarlah seekor bebek bayi. “Mama!” seru bebek itu.”Ini mama saya yang baik!”
Bebek itu melihat makhluk pertama yang berada di hadapannya. Ia mengira itu ibunya.
Tokoh dalam teks tersebut adalah …
Kucing
Kucing dan bebek
Telur
Anak bebek dan telur
Sang semut selalu membanggakan dirinya. Ia bisa pergi ke tempat ia suka. Bahkan, sang semut kuat mengangkat beban yang lebih besar dari tubuhnya. Sang semut merasa bahwa dirinya adalah binatang yang paling hebat. Si kepompong hanya diam saja mendengar ejekan tersebut.
Watak semut dalam teks tersebut adalah ….
ramah
penolong
sombong
penakut
Disebuah hutan yang sangat rindang, ada seekor ayam dan angsa yang berteman sangat kompak dan selalu bersama. Mereka memang binatang yang sangat akrab walaupun mereka berbeda.
Tahapan struktur teks fabel dalam teks tersebut adalah ….
orientasi
komplikasi
resolusi
koda
Akhirnya ketiga binatang itu bersahabat dan selalu hidup rukun. Bahkan mereka menjadi binatang yang baik hati dan suka menolong. Hari itu sudah senja tetapi mereka tetap melanjutkan perjalanannya ke sungai untuk mencari makanan.
Tahapan struktur teks fabel dalam teks tersebut adalah ….
orientasi
komplikasi
resolusi
koda
Ketika itu ular air juga melihat kehadiran sang kadal lalu mendekatinya, setelah dekat dengan sang kadal, ular itu meninggikan kepalanya dan berkata: “Apa yang sedang dilakukan oleh seekor kadal gemuk ini di pinggiran kolam?” kadal itu menjauh dari sang ular karena dia takut dimangsa olehnya “Aku hanya sedang mencari kegiatan baru, aku hanya ingin mencari sebuah petualangan”. Kata sang kadal. “Kenapa kau menghindar dariku? Aku tidak memakanmu aku telah kenyang makan ikan kecil yang ada di kolam itu”.
Tahapan struktur teks fabel dalam teks tersebut adalah ….
orientasi
komplikasi
resolusi
koda
Tiab-tiba tikus mendapat ide. Tikus berpura-pura tenggelam dalam sungai. “Aaa…. Manggut, tolong aku…!” teriak tikus. Mendengar itu manggut segera menolong tikus. Tikus meminta manggut mengantarkannya ke seberang sungai. Manggut tidak bisa berbuat apa-apa. Ia mengantarkan tikus ke seberang sungai.
Tahapan struktur teks fabel dalam teks tersebut adalah ….
orientasi
komplikasi
resolusi
koda
Pada zaman dahulu di sebuah hutan yang rindang hiduplah seekor monyet. Monyet tersebut sangatlah rakus akan semua jenis makanan. Suatu hari datanglah burung yang memberi kabar ke semua penghuni hutan bahwa raja rimba akan mengadakan pesta di tengah hutan. Monyet yang mendengar kabar tersebut merasa sangat senang. Hingga suatu saat sebelum pesta dimulai monyet tersebut akan mencuri buah-buahan. Ketika monyet akan mencuri. Monyet ketahuan oleh kelinci.
Variasi pengungkapan orientasi tersebut adalah ….
Di awali dengan deskripsi latar
Di awali dengan kegiatan tokoh
Di awali dengan latar masa lalu
Di awali dengan cerita
Anak ayam itu pun tersenyum melihat ibunya senang. Ia menari-nari sepanjang jalan dalam mendendangkan lagu. Kata kerja yang terdapat dalam teks tersebut adalah ….
Menari, lagu
Anak ayam, ibu
Tersenyum, mendendangkan
Malam, jalan
Tikus itu asik menikmati buah Apel yang terjatuh …. Bawah pohon …. Ia berlalri ketika melihat kucing.
Kata yang tepat untuk melengkapi kalimat yang rumpang adalah ….
Ke-, pada
Di-, tiba-tiba
Dari, manakala
Di, saat itu
“Tidurlah di sarangku, kamu pasti merasa nyaman” kata burung pipit pada temannya.
Kalimat langsung tersebut jika diubah kalimat tak langsung menjadi ….
Tidurlah disarangku, kamu pasti nyaman.
Tidurlah di sarangku, kamu pasti merasa nyaman, kata burung pipit pada temannya.
Burung pipit berkata untuk segera tidur di sarangnya.
Burung pipit menyuruh temannya untuk tidur di sarangnya agar ia merasa nyaman
Monyet memakan pisang di atas pohon. Kalimat tersebut jika diubah menjadi kalimat pasif, yaitu ….
Monyet dimakan pisang di atas pohon
Di atas pohon monyet sedang makan
Pisang di makan monyet di atas pohon
Pohon pisang dimakan monyet
Perbedaan mendasar antara fabel denagn cerpen adalah ….
alur
tema
tokoh
latar
Fitur bahasa dalam teks fabel sering ditandai dengan penggunaan kata keterangan yang digunakan untuk menggambarkan ….
Penampilan fisik dan watak tokoh
Latar waktu, tempat, dan suasana
Peristiwa yang dialami tokoh
Pesan moral dan nilai budi peskerti
Kera sedang asyik makan pisang diatas pohon. Kancil yang kebetulan lewat di tepi hutan, melihat dan ingin ikut menikmati pisang tersebut. Ia pun berteriak meminta beberapa buah pisang kepada sang Kera, tetapi Kera menolak berbagi. Kancil paham watak sang Kera. Jadi ia tidak kaget jika dirinya tidak diberi pisang. Kancil pun mencari akal untuk mendapatkan pisang itu. Kancil mulai melempari Kera dengan batu kerikil. Kera pun marah dan membalas lemparan batu kerikil dengan lemparan pisang. Kancil pura-pura mengelak dan terjatuh, sambil terus melemparkan batu kerikil. Akhirnya pisang yang dilempar si Kera itu dikumpulkan dan dimakan oleh Kancil. Kera kaget menyadari pisang di pohon telah habis dia lempar ke Kancil. Kera pun meminta maaf ke Kancil dan meminta beberapa pisang dilempar kembali kepadanya karena dia masih lapar. Kancil tersenyum dengan santai dia ajak Kera makan pisang bersama.
Bagaimana watak Kancil dalam cerita di atas ….
Bertanggung jawab
suka berbagi
terbuka
jujur
Saat Ulu tiba di bawah pohon, ia melihat Burung sedang bertengger di dahan pohon sedang membersihkan bulunya. Ulu mengira Burung juga sama seperti Semut dan Ikan, yang tidak dapat menikmati hujan. “Hai Burung, kenapa engkau tidak keluar dan menikmati hujan? Apakah kamu takut bulumu basah? Atau kamu takut tenggelam ke dalam kolam seperti semut? Ataukah kamu memang tidak bisa menikmati indahnya hujan seperti Ikan?” Setelah berkata demikian Ulu tertawa kencang-kencang. Watak tokoh Ulu adalah ...
baik hati
sombong
keras kepala
rendah hati
Sementara menunggu kedatangan Lutung, tikus-tikus menutupi tubuh Penyu. mereka menari-nari sambil bersyair: "Mari ikut bergembira ria. bersama sang Lutung yang jenaka. yang berhasil menipu Raja Rimba yang mengira betul ada penyu, padahal hanya kita yang ada..." Lutung datang bersama Harimau sangat heran, Di manakah Penyu? Mendengar syair tikus-tikus, Harimau pun menjadi marah karena merasa ditipu. "Mana Penyu yang kau katakan itu?" geramnya. Kemudian Lutung itu diterkam oleh Harimau, dibawa lari ke hutan.
Latar tempat dalam kutipan fabel di atas yang paling tepat adalah....
di hutan
di laut
di atas karang
Di pantai pinggir hutan
“Hore!” Teriak para serangga ketika melihat kodok-kodok itu pergi. Sambil menari-nari mereka mengangkat tubuh Paman Belalang dan melempar-lemparnya ke udara. Kakek Cacing mengucapkan terima kasih kepada Paman Belalang yang sudah menyelamatkan desa. Semenjak itu, Paman Belalang tidak menjadi pemurung lagi. Ia menyadari dirinya masih berguna walaupun telah kehilangan kakinya. Setiap malam ia pun bergabung dengan para serangga lainya untuk berpesta. Paman Belalang selalu bermain gitar dan bernyanyi riang. Para serangga pun sangat menyukainya. Begitu juga dengan Lodi dan Roro yang sekarang menjadi sahabat paman. Mereka selalu ikut berpetualang dengan Paman Belalang dan perahunya.
Latar suasana fabel tersebut adalah ....
Menyenangkan
Menyedihkan
Mengharukan
Membosankan
Belalang terhanyut oleh kata-kata sanjungan Burung Hantu Tua. Akhirnya, dia melompat ke sarang Burung Hantu Tua. Ketika Belalang cukup dekat dalam jangkauan penglihatan, Burung Hantu Tua itu menerkam dan memakannya.
Pesan moral yang tersirat dalam kutipan teks fabel tersebut adalah ...
Ikutilah nasihat seorang sahabat agar tidak salah jalan.
Jangan mudah terhanyut oleh sanjungan orang lain.
Tak ada gunanya berbuat baik dengan orang yang keras kepala.
Jangan suka menyakiti orang lain jika ingin hidup bahagia
1. Bacalah kalimat acak berikut!
1. Kelelawar tidur dengan cara bergantung terbalik di dahan pohon.
2. Pohon yang dipilih untuk bergelantungan adalah pohon besar dan rindang.
3. Kelelawar mencari makan dimalam hari.
4. Oleh karena itu, pada siang hari mereka akan tidur.
Urutan kalimat-kalimat tersebut agar menjadi paragraf padu adalah…
3-4-2-1
1-2-3-4
4-3-2-1
3-4-1-2
(1) Sang mentari menampakkan diri dengan senyum terindahnya. Nuri bersama sahabat-sahabatnya bernyanyi riang. (2) Sementara Katak Putih bertepuk tangan dengan ceria. (3) Sudah terkenal di seluruh hutan bahwa si Nuri dan si Katak Putih bersahabat karib. (4) Saling menopang dan saling menolong dalam suka dan duka. Cuplikan cerita fabel tersebut menunjukkan peristiwa pada siang hari. Kalimat yang berisi latar waktu siang hari ditandai nomor ....
1
2
3
4
Singa dan Seekor Tikus
Seekor singa sedang tidur dengan lelap di dalam hutan, dengan kepalanya yang besar bersandar pada telapak kakinya. Seekor tikus kecil secara tidak sengaja berjalan di dekatnya, dan setelah tikus itu sadar bahwa dia berjalan di depan seekor singa yang tertidur, sang Tikus menjadi ketakutan dan berlari dengan cepat, tetapi karena ketakutan, sang Tikus malah berlari di atas hidung sang Singa yang sedang tidur.
Sang Singa menjadi terbangun dan dengan sangat marah menangkap makhluk kecil itu dengan cakarnya yang sangat besar.
"Ampuni saya!" kata sang Tikus. "Tolong lepaskan saya dan suatu saat nanti saya akan membalas kebaikanmu."
Singa menjadi tertawa dan merasa lucu saat berpikir bahwa seekor tikus kecil akan dapat membantunya. Tetapi dengan baik hati, akhirnya singa tersebut melepaskan tikus kecil itu.
Suatu hari, ketika sang Singa mengintai mangsanya di dalam hutan, sang Singa tertangkap oleh jala yang ditebarkan oleh pemburu. Karena tidak dapat membebaskan dirinya sendiri, sang Singa mengaum dengan marah ke seluruh hutan. Saat itu sang Tikus yang pernah dilepaskannya mendengarkan auman itu dan dengan cepat menuju ke arah di mana sang Singa terjerat pada jala. Sang Tikus kemudian menemukan sang Singa yang meronta-ronta berusaha membebaskan diri dari jala yang menjeratnya.
Sang Tikus kemudian berlari ke tali besar yang menahan jala tersebut, dia lalu menggigit tali tersebut sampai putus hingga akhirnya sang Singa dapat dibebaskan.
"Kamu tertawa ketika saya berkata akan membalas perbuatan baikmu," kata sang Tikus. "Sekarang kamu lihat bahwa walaupun kecil, seekor tikus dapat juga menolong seekor singa." Tahapan komplikasi pada kutipan fabel tersebut ditandai nomor ….
1
2
3
4
Pada suatu hari si Rusa berjalan-jalan di pinggir danau. Ia bertemu dengan Kura-kura yang terlihat hanya mondar-mandir saja.
"Kura-kura, apa yang sedang engkau lakukan di sini?" tanya si Rusa.
"Aku sedang mencari sumber penghidupan," jawab si Kura-kura.
"Jangan berlagak engkau, hei Kura-kura! Engkau hanya mondar-mandir saja namun berlagak tengah mencari sumber penghidupan!"
Si Kura-kura berusaha menjelaskan, namun si Rusa tetap marah. Bahkan, si Rusa mengancam akan menginjak tubuh si Kura-kura. Si Kura-kura yang jengkel akhirnya menantang untuk mengadu kekuatan betis kaki.
Si Rusa sangat marah mendengar tantangan si Kura-kura untuk mengadu betis. Ia pun meminta agar si Kura-kura menendang betisnya terlebih dahulu.
"Tendanglah sekeras-kerasnya, semampu yang engkau bisa lakukan!" tantang si Rusa.
"Jika aku menendang betismu, engkau akan jatuh dan tidak bisa membalas menendangku," balas si Kura-kura.
Si Rusa kian marah mendengar ucapan si Kura-kura. Ia pun menendang dengan kaki depannya sekuat-kuatnya.
....
Si kura-kura bersiaga dan mengambil ancang-ancang di tempat tinggi. Ia lalu menggelindingkan tubuhnya. Ketika hampir tiba di dekat tubuh si Rusa, ia pun menaikkan tubuhnya hingga tubuhnya melayang. Si Kura-kura mengincar hidung si rusa. Begitu kerasnya tempurung si kura-kura mengena hingga hidung si Rusa putus. Peristiwa yang menunjukkan penyebab terjadi konflik pada kutipan fabel tersebut adalah ...
Teks yang bercerita tentang binatang dengan perilakunya seperti halnya manusia disebut ….
Fabel
Legenda
Mite
Sage
Pemberian karakter pada tokoh bisa bersifat ….
humanis dan hewanis
protagonis dan antagonis
omedis dan sadis
dialogis dan monologis
Suatu hari di sebuah kebun anggur, tinggalah sebuah keluarga Semut dengan anggota jumlahnya yang sangat banyak. Semut ini membuat sarangnya dari daun-daun lalu mereka tempel menggunakan cairan seperti lem yang mereka keluarkan dari mulutnya. Para Semut melihat bahwa musim gugur akan segera berlalu dan akan segera datang musim dingin yang cukup panjang. Ketika musim dingin makanan akan sangat sulit untuk didapatkan, maka para Semut itu segera mencari berbagai macam makanan untuk mereka kumpulkan sebagai bahan persediaan ketika musim dingin telah tiba.
Rangkaian peristiwa yang terdapat pada cerita fabel tersebut adalah ….
keluarga Semut dengan anggota jumlahnya yang sangat banyak
pada musim gugur terdapat makanan yang melimpah
ketika musim dingin makanan sangat sulit untuk didapatkan
Semut mengumpulkan berbagai macam makanan sebagai bahan persediaan
Musim dingin tiba. Belalang belum sempat mengumpulkan makanan karena sibuk menari. Belalang kelaparan dan lari ke rumah Semut. Ia meminta makanan kepada Semut. Semut awalnya tidak mau memberikan makanannya karena takut kehabisan. Akan tetapi, melihat belalang lemas kelaparan, Semut tidak tega dan memberikan makanannya kepada Belalang. Belalang pun kembali bugar dan dia berjanji untuk dapat mengelola waktu dengan baik sehingga tidak berakibat buruk.
Watak Semut yang suka membantu diungkapkan melalui ….
dialog tokoh
tanggapan tokoh lain
pikiran tokoh
uraian langsung pengarang
Suatu pagi indah dengan matahari yang cerah, Pak Tua Rusa mengunjungi kediaman keluarga Pip si Tupai di sebuah desa.
Isi kutipan cerita tersebut adalah ….
diawali dengan deskripsi latar
diawali konflik fisik dan batin
diawali dengan penggambaran tokoh
diawali dengan rangkaian peristiwa
Suatu hari Sang Belalang sembah menari di dekat sarang Semut. Dia menari dengan sangat anggun. Gerakan tangan dan badannya yang pelan dan lembut membuat tariannya terlihat sangat mengagumkan. Para Semut melihat Sang Belalang sembah menari, namun mereka tidak menghiraukan tarian indahnya itu karena mereka memiliki tugas yang sangat penting.
Watak tokoh Semut dalam kutipan cerita tersebut adalah ….
anggun
lembut
mengagumkan
bertanggung jawab
Kemudian, dengan gerak cepat dan diam-diam, burung Beo terbang ke punggung burung Elang, tetapi Elang tidak menyadarinya. Burung Beo sangat ringan, sehingga burung Elang tidak tahu. Bahwa burung Beo tersebut berada di punggungnya. Burung Elang terbang tinggi dan tinggi sampai ke langit. Ketika semua burung mendarat, mereka berkata ‘’ Karena burung Elang terbang paling tinggi. Maka burung Elanglah yang menjadi Raja kita.’’ Kemudian mereka melihat burung Beo berada di atas punggung burung Elang. Mereka pun berkata ‘’ Tidak, ternyata burung Beo terbang paling tinggi. Burung Beo, merupakan burung yang paling cerdik dan akhirnya mereka menobatkan burung Beo menjadi Raja burung.’’
Mengapa burung beo dikatakan cerdik?
Karena terbang paling tinggi mengalahkan burung lainnya
Karena terbang menumpang di atas burung elang.
Karena dapat mengalahkan semua burung.
Karena semua burung mengatakan dia cerdik
Kemudian, dengan gerak cepat dan diam-diam, burung Beo terbang ke punggung burung Elang, tetapi Elang tidak menyadarinya. Burung Beo sangat ringan, sehingga burung Elang tidak tahu. Bahwa burung Beo tersebut berada di punggungnya. Burung Elang terbang tinggi dan tinggi sampai ke langit. Ketika semua burung mendarat, mereka berkata ‘’ Karena burung Elang terbang paling tinggi. Maka burung Elanglah yang menjadi Raja kita.’’ Kemudian mereka melihat burung Beo berada di atas punggung burung Elang. Mereka pun berkata ‘’ Tidak, ternyata burung Beo terbang paling tinggi. Burung Beo, merupakan burung yang paling cerdik dan akhirnya mereka menobatkan burung Beo menjadi Raja burung.’’
Pesan moral dari cerita tersebut adalah …
kecerdikan dapat mengalahkan kekuatan.
Jadilah raja untuk menaklukan dunia
Banyak belajar dari burung beo
Manfaatkan teman dengan baik.
Kambing kecil tetap tinggal di lapangan rumput dan mengunyah rumput-rumput yang halus disekelilingnya. Beberapa saat kemudian ketika dia mengangkat kepalanya, dia melihat gerombolan kambing termasuk ibunya sudah tidak ada lagi. Sekarang dia tinggal sendirian. Matahari sudah terbenam. Bayangan panjang mulai menutupi tanah. Angin dingin mulai datang bertiup dan membuat suara yang menakutkan. Anak kambing tersebut mulai gemetar karena takut dia akan bertemu dengan serigala. Kemudian dia mulai lari sekencang-kencangnya melewati lapangan rumput untuk pulang ke peternakan, sambil mengembik-embik memanggil ibunya. Tetapi di tengah jalan, dekat pohon perdu, apa yang ditakutkan benar-benar terjadi, seekor serigala telah berdiri di sana memandangnya dengan wajah lapar. Kambing kecil itu tahu bahwa kecil harapan untuk dia bisa lolos dari sergapan serigala tersebut. “Tolonglah, tuan Serigala,” katanya dengan gemetar, “Saya tahu kamu akan memakan saya. Tetapi pertama kali, nyanyikanlah saya sebuah lagu dengan sulingmu, karena saya ingin menari dan bergembira selama saya bisa.”
Berdasarkan peristiwa yang dialami tokoh cerita, bagian tersebut termasuk struktur ….
orientasi
komplikasi
resolusi
koda
Kambing kecil tetap tinggal di lapangan rumput dan mengunyah rumput-rumput yang halus disekelilingnya. Beberapa saat kemudian ketika dia mengangkat kepalanya, dia melihat gerombolan kambing termasuk ibunya sudah tidak ada lagi. Sekarang dia tinggal sendirian. Matahari sudah terbenam. Bayangan panjang mulai menutupi tanah. Angin dingin mulai datang bertiup dan membuat suara yang menakutkan. Anak kambing tersebut mulai gemetar karena takut dia akan bertemu dengan serigala. Kemudian dia mulai lari sekencang-kencangnya melewati lapangan rumput untuk pulang ke peternakan, sambil mengembik-embik memanggil ibunya. Tetapi di tengah jalan, dekat pohon perdu, apa yang ditakutkan benar-benar terjadi, seekor serigala telah berdiri di sana memandangnya dengan wajah lapar. Kambing kecil itu tahu bahwa kecil harapan untuk dia bisa lolos dari sergapan serigala tersebut. “Tolonglah, tuan Serigala,” katanya dengan gemetar, “Saya tahu kamu akan memakan saya. Tetapi pertama kali, nyanyikanlah saya sebuah lagu dengan sulingmu, karena saya ingin menari dan bergembira selama saya bisa.”
Kecerdikan kambing dalam cerita itu adalah …
Ketika ia ditinggalkan ibunya.
Kambing berlari sekencang-kencangnya.
Kambing meminta serigala menyanyi dengan suling
Kambing menari dan bergembira.
Kambing kecil tetap tinggal di lapangan rumput dan mengunyah rumput-rumput yang halus disekelilingnya. Beberapa saat kemudian ketika dia mengangkat kepalanya, dia melihat gerombolan kambing termasuk ibunya sudah tidak ada lagi. Sekarang dia tinggal sendirian. Matahari sudah terbenam. Bayangan panjang mulai menutupi tanah. Angin dingin mulai datang bertiup dan membuat suara yang menakutkan. Anak kambing tersebut mulai gemetar karena takut dia akan bertemu dengan serigala. Kemudian dia mulai lari sekencang-kencangnya melewati lapangan rumput untuk pulang ke peternakan, sambil mengembik-embik memanggil ibunya. Tetapi di tengah jalan, dekat pohon perdu, apa yang ditakutkan benar-benar terjadi, seekor serigala telah berdiri di sana memandangnya dengan wajah lapar. Kambing kecil itu tahu bahwa kecil harapan untuk dia bisa lolos dari sergapan serigala tersebut. “Tolonglah, tuan Serigala,” katanya dengan gemetar, “Saya tahu kamu akan memakan saya. Tetapi pertama kali, nyanyikanlah saya sebuah lagu dengan sulingmu, karena saya ingin menari dan bergembira selama saya bisa.
Latar tempat dalam cerita tersebut adalah ….
di peternakan
di tengah jalan
di lapangan rumput
di danau
