WorksheetsBAHASA INDONESIA
Total questions: 5
Worksheet time: 3mins
Apotek hidup, selain bermanfaat dalam pelestarian lingkungan, juga bermanfaat bagi kesehatan. Membuat apotek hidup sangat mudah dilakukan. Pertama, siapkan lahan kosong sesuai kebutuhan. Kemudian gemburkan tanahnya menggunakan cangkul. Selanjutnya buatlah lubang untuk menanam bibit tanaman. Setelah lubang selesai dibuat, tanam bibit yang sudah disiapkan.
Kemudian gemburkan tanahnya menggunakan cangkul. Selanjutnya buatlah lubang
untuk menanam bibit tanaman
Apotek hidup selain bermanfaat dalam pelestarian lingkungan, juga bermanfaat bagi
kesehatan
Setelah lubang selesai dibuat, tanam bibit yang sudah disiapkan.
Membuat apotek hidup sangat mudah dilakukan
Sejak duduk di kelas dua, Shafa senang mengoleksi prangko. Shafa mendapatkan prangko dari ayahnya yang bekerja di kantor pos. Kadang Shafa mendapatkan prangko dari pamannya yang bekerja di luar negeri. Shafa mempunyai beberapa koleksi prangko dari beberapa negara. Saat pindah rumah, beberapa koleksi prangkonya hilang. Shafa tetap senang dan melanjutkan hobinya itu.
deskripsi
narasi
persuasi
eksposisi
Saat ini pengguna jalan raya banyak didominasi oleh kendaraan roda empat dan kendaraan roda dua. Para pengendara di jalan raya diimbau untuk tertib berlalu lintas, termasuk di sana juga tertib menggunakan fasilitas jalan, seperti trotoar. Karena tidak hanya pengendara kendaraan saja yang menyalahgunakan jalan raya, tetapi juga para pejalan kaki. Saat jalanan macet banyak sekali para pengendara motor yang melalui trotoar.
Jalanan terhindar dari kemacetan parah dan lebih tertib
Para pejalan kaki akan terganggu dan merasa tidak nyaman
Pengendara motor lebih cepat sampai sehingga jalan menjadi lancar
Pejalan kaki bisa menumpang pengendara bermotor dan lebih cepat sampai
Suara azan subuh berkumandang. Suasana masih sunyi. Kokok ayam pun saling bersautan tanda hari siap dimulai. Sardi mengusap kedua matanya. Lalu dengan berat ia mencoba menegakkan tubuhnya. Sambil berjalan limbung ia menarik sarung yang tergantung di balik pintu kamarnya. Segera ia bergegas menuju surau dekat rumahnya
dalam surau
dalam masjid
dalam kamar
dalam rumah
“Nadia...Nadia!!” Hampir lima menit Nina memanggil-manggil nama Nadia, tapi tak ada sahutan sama sekali. Nina semakin penasaran dibuatnya. Dengan langkah layu. Nina pun kembali melaju di atas sepedanya yang berwarna kuning tersebut. Sekilas tampak Nina menghapus cairan bening yang menetes di sela-sela matanya. Hanya dalam hitungan menit, Nina pun terlihat dengan senyum cerianya lagi
cepat marah
cepat mengeluh
mudah ceria
cepat putus asa
