NEW
Font size
WorksheetsUlangan Harian 1 Yoga Asanas
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Kitab Yoga Sutra dikelompokkan atas 4 pada (bagian), salah satunya adalah Shadhanapada yang memuat tentang
Sifat, tujuan, dan bentuk ajaran Yoga
Aspek sukma dan bathiniah serta kekuatan gaib yang diperoleh dari Yoga
Pelaksanaan Yoga seperti cara pencapaian Samadhi
Alam kelepasan dan kenyataan roh dalam mengatasi alam duniawi
Para tokoh pencipta Yoga
Yoga adalah penyatuan universal yang perlu dilaksanakan oleh umat manusia dengan tujuan untuk merealisasikan keharmonisan raga, rasa, dan jiwa dalam menjalani kehidupan ini. Yoga berasal dari bahasa Sanskerta, dari kata Yuj yang artinya
Menghubungkan
Melepaskan
Mendengarkan
Menerangkan
Mengikat
Cinta kasih dan pengabdian adalah sikap yang paling sederhana dalam kehidupan beragama, sikap seperti ini disebut
Tapa Yoga
KarmaYoga
Bhakti Yoga
Jnana Yoga
Raja Yoga
Gerakan Yoga yang dilakukan dengan tujuan menundukkan pembangkitan daya kekuatan kreatif Kundalini yang mengandung kerahasiaan dan latihan-latihan mental dan jasmani disebut
Hatta Yoga
Laya Yoga
Mantra Yoga
Raja Yoga
Bhakti Yoga
Gerakan yoga yang menerapkan metode untuk meraih kebijaksanaan dan pengetahuan termasuk ajaran
Karma Yoga
Laya Yoga
Mantra Yoga
Jnana Yoga
Bhakti Yoga
Badan halus terdiri dari 5 (lima) unsur/komponen primer yang dikenal dengan sebutan
Panca Maha Bhuta
Panca Tan Matra
Panca Budhindria
Panca Karmendria
Panca Maya Kosa
Salah satu bagian dari ajaran Astangga Yoga adalah Yama Brata yang artinya
Pengendalian unsur rohani
Pengendalian unsur jasmani
Latihan pernafasan
Pengendalian sikap tubuh
Menarik semua indria ke dalam
Salah satu cara agar Atman dapat menyatu dengan Brahman adalah dengan tidak kawin seumur hidupnya, namun diisi dengan belajar ilmu kesucian. Dalam ajaran Panca Yama Brata disebut
Ahimsa
Satya
Asteya
Aparigrah
Brahmacarya
Salah satu sikap dalam melakukan Yoga Asana adalah kepala dibawah dan kaki terlentang ke atas. Sikap seperti ini disebut
Sila Asana
sarvangasana
Bajra Asana
Danur Asana
Sirsa Asana
Keadaan pikiran itu ditentukan oleh intensitas Satwam, Rajas dan Tamas. Apabila pikiran dalam keadaan diombang-ambingkan oleh Rajas dan Tamas, dan ditarik-tarik oleh objek indria dan sarana-sarana untuk mencapainya, pikiran melompat-lompat dari satu objek ke objek yang lain tanpa terhenti pada satu objek, disebut
Wiksipta
Mudha
Ksipta
Niruddha
Ekarga
