NEW
Font size
WorksheetsUKBI Penulisan Kreatif
Total questions: 25
Worksheet time: 19mins
Setiap soal mengandung kesalahan bahasa. Perbaikannya ada pada pilihan jawaban. Silakan pilih jawaban yang paling benar!
Tak tik tuk tak tik tuk. Alarm diruang batin ku berbunyi. Bersyukurlah ada sesuatu yang membuatku segera terbangun.
diruang batin ku
di ruang batinku
membuat ku
buat aku
Panggilan Big Boss menggema diruang batin ku untuk segera tunaikan sholat subuh.
diruang batinku
di ruang batin ku
sholat Subuh.
salat subuh.
“Selamat pagi, bu Silvy!” Sapaku sambil mengucek-ngucek kedua mataku.
“Selamat pagi, Bu Silvy!” Sapaku
“Selamat pagi, Bu Silvy!” sapaku
mengucek-kucek kedua mata.
mengucek-ngucek ke dua mataku.
“Good morning, Niken. Ini si Meggy pagi-pagi minta makan!” Jawab ibu kos ku sambil mengaduk-aduk nasi, daging cincang dan susu.
Jawab ibu kosku
jawab ibu kos ku
mengaduk-ngaduk nasi, daging cincang, dan susu.
mengaduk-aduk nasi, daging cincang, dan susu.
Tiba-tiba dia menuangkan minyak dari botol kemangkok .
“Minyak apa itu, bu?” Tanyaku kaget.
Tiba-tiba, dia menuangkan minyak dari botol ke mangkuk.
Tiba-tiba dia menuangkan minyak dari botol ke mangkok.
“Minyak apa itu, bu?” tanyaku kaget.
“Minyak apa itu, Bu?” Tanyaku kaget.
Tiba-tiba gerakkan adukkan tangan ibu Selvy membawaku pada 30 tahun yang lalu, masa-masa kecilku, saat bersekolah di Sekolah Pendidikan Guru (SPG) disebuah kota kecil nan indah, Majalengka!
Tiba-tiba gerakan adukkan tangan Ibu Selvy
Tiba-tiba, gerakan adukan tangan Ibu Selvy
di SPG (Sekolah Pendidikan Guru) di sebuah
disekolah pendidikan guru (SPG) di sebuah
“Gak boleh seperti itu, Nde! Nde harus makan sehat! Nde sedang bertumbuh dan berkembang. Sehingga harus makan yang bergizi! Sedangkan A Heri gak apa-apa makan yang gituan, sudah tua ini!” Ucap kakak tertuaku itu.
berkembang sehingga harus makan yang bergizi! Sementara itu, A Heri
berkembang sehingga harus makan yang bergizi! Sedangkan
sudah tua ini!” ucap kakak tertua ku
sudah tua ini!” ucap Kakak tertua ku
Mendengar percakapan kami, hmm… mungkin lebih tepatnya perdebatan antara aku dengan kakakku, Mama hanya terdiam. Lalu, perlahan memalingkan wajah kearah photo mendiang ayah. Entah apa yang ada dipikiran Mama.
perdebatan antara aku dan kakaku,
perdebatan antara aku dengan kakaku,
ke arah photo mendiang ayah. Entah apa yang ada di pikiran Mama.
ke arah foto mendiang ayah. Entah apa yang ada di pikiran Mama.
“Maafkan Mama, A Heri. Mama yang bersalah. Mama belum masak, belum menyediakan makanan untuk Nde dan A Heri. Tadi sudah bikin dadar telur dua butir, di iris-iris di bagi delapan, tapi Nde pulang telat, lauknya sudah habis duluan”, Jelas Mama sambil mata menerawang dan memelas.
di iris-iris dibagi delapan,
diiris-iris di bagi delapan,
habis duluan," jelas Mama
habis duluan,” Jelas Mama
“Mama, jangan begitu! Jangan merasa bersalah. Memang Nde suka kok makan sama nasi jelantah. Nih… nih… nih… lihat, Nde lahap kan makannya?”, Seruku sambil mempraktekan makan nasi jelantah di depan Mama.
Nde lahap kan makannya?” seruku
Nde lahap 'kan makannya?” seruku
mempraktekkan makan nasi jelantah di depan Mama.
mempraktikan makan nasi jelantah di depan Mama.
Darimana uangnya? Mama hanya pensiunan. Sawah kitapun tidak banyak menghasilkan. A Heri juga… maaf, berapa gaji sebagai petugas perpustakaan di SPGN Majalengka?” Bertubi-tubi Mama menanyakan kekuatirannya kepada anak sulungnya yang selalu rela berkorban demi kebahagiaan Mama dan adik-adik.
Darimana uangnya? Mama hanya pensiunan. Sawah kita pun
Dari mana uangnya? Mama hanya pensiunan. Sawah kitapun
Mama menanyakan kekuatirannya kepada anak sulungnya
Mama menanyakan kekhawatirannya kepada anak sulungnya
“Meggy, don’t do that!” tiba-tiba ku dengar teriakkan ibu Silvy sambil lari kearahku. Rupanya, ia sedang mencegah Meggy yang akan masuk kedalam kamar mandi, tempat aku berwudhu. Sungguh teriakkan bu Silvy telah menyadarkanku dari lamunan masa lalu.
“Meggy, don’t do that!” tiba-tiba kudengar teriakkan ibu Silvy sambil lari kearahku.
“Meggy, don’t do that!” tiba-tiba kudengar teriakkan Ibu Silvy sambil lari ke arahku.
masuk ke dalam kamar mandi, tempat aku berwudu. Sungguh teriakan Bu Silvy
masuk ke dalam kamar mandi, tempat aku berwudhu. Sungguh teriakkan Bu Silvy
“I am so sorry, Niken! Silahkan kalau mau sholat subuh! Meggy tidak menyentuhmu, kan?” tanyanya mengkuatirkanku.
“I am so sorry, Niken! Silahkan kalau mau salat subuh!
“I am so sorry, Niken! Silakan kalau mau salat subuh!
menyentuhmu, 'kan?” Tanyanya mengkuatirkanku.
menyentuhmu, 'kan?” tanyanya mengkuatirkanku.
“Nggak kok bu. Saya justru berterimakasih atas perhatian ibu” Ucapku dengan rasa hormat kepada perempuan berkalung salib itu. Segera kuambil wudu dengan air hangat. Kutunaikan ibadahku pagi ini dengan penuh rasa syukur. Ya Allah yang Maha Baik, terimakasih atas semua kesempatan baik ini.
“Nggak kok, Bu. Saya justru berterima kasih atas perhatian ibu,” ucapku
“Nggak kok, Bu. Saya justru berterima kasih atas perhatian ibu” ucapku
Ya Allah yang Maha Baik, terima kasih atas semua kesempatan baik ini.
Ya Allah yang Mahabaik, terima kasih atas semua kesempatan baik ini.
Terimakasih Tuhan karena engkau telah memberiku seorang kakak yang baik hati, bertanggungjawab hingga mengantarkan ku menjadi seorang guru bahasa Indonesia di Negeri The Land Down Under.
Terima kasih Tuhan karena engkau
Terimakasih Tuhan karena Engkau
bertanggung jawab hingga mengantarkanku menjadi
bertanggung jawab hingga mengantarkan ku menjadi
Hmm… perkuliahan mulai jam 11:00. Sekarang jam 10:30. Segera kunaikki tram dan hanya 10 menit kemudian, aku sudah sampai di Melbourne University dengan selamat, di sambut oleh ibu Nani dengan pelukkan hangat, mengobrol sebentar, lalu kamipun masuk keruang kuliah.
Hmm… perkuliahan mulai pukul 11:00. Sekarang pukul 10:30. Segera kunaiki tram
Hmm… perkuliahan mulai pukul 11.00. Sekarang pukul 10.30. Segera kunaiki tram
disambut oleh ibu Nani dengan pelukan hangat, mengobrol sebentar, lalu kami pun masuk ke ruang
disambut oleh ibu Nani dengan pelukan hangat, mengobrol sebentar, lalu kamipun masuk ke ruang
Bu Nani mengajak mereka untuk mendiskusikan tentang figur wanita Indonesia yang terdapat didalam karya-karya sastra Indonesia. Sambil beberapa kali kulihat jam, jarum jam tiba-tiba mengajaku pergi ke-30 tahun yang lalu.
Bu Nani mengajak mereka untuk berdiskusi tentang figur wanita Indonesia yang terdapat di dalam
Bu Nani mengajak mereka untuk mendiskusikan figur wanita Indonesia yang terdapat didalam
jarum jam tiba-tiba mengajaku pergi ke30
jarum jam tiba-tiba mengajakku pergi ke 30
“Nde harus ikut bimbel!”, Saran A Heri kepada suatu sore pulang sekolah sambil berjalan-jalan di sepanjang trotoar berpayung rimbunnya pohon kenari disekitar Kantor Kabupaten Kota Angin. “Gak usah, A. Nde bimbel disekolah saja, kan sekolah juga menyediakan waktu belajar tambahan untuk siswa kelas tiga!”, Jawabku dengan maksud meringankan beban kakakku.
“Nde harus ikut bimbel!” saran A Heri kepada suatu sore pulang sekolah sambil berjalan-jalan disepanjang trotoar berpayung rimbunnya pohon kenari di sekitar Kantor Kabupaten
“Nde harus ikut bimbel!” Saran A Heri kepada suatu sore pulang sekolah sambil berjalan-jalan di sepanjang trotoar berpayung rimbunnya pohon kenari di sekitar Kantor Kabupaten
“Gak usah, A. Nde bimbel di sekolah saja, 'kan sekolah juga menyediakan waktu belajar tambahan untuk siswa kelas tiga!” jawabku
“Gak usah, A. Nde bimbel di sekolah saja, kan sekolah juga menyediakan waktu belajar tambahan untuk siswa kelas tiga!”, jawabku
“Ikuti teman-temanmu yang bimbel diluar sekolah!”, Saran pria bertubuh ceking itu.
“Hmm… Nde lebih suka belajar disekolah, A!” jawabku sambil tersenyum.
di luar sekolah!” Saran
diluar sekolah!”, saran
di sekolah, A!” Jawabku
di sekolah, A!” jawabku
Sampai rumah, tiba-tiba, Mamaku dengan bahagia mensodorkan satu nama: A Udin, tetanggaku yang agak stress karena terlalu cerdas. Mana bisa dia mengajariku, protes batinku!
menyodorkan satu nama: A Udin, tetanggaku yang agak stres, karena
menyodorkan satu nama: A Udin, tetanggaku yang agak stres karena
Mana bisa dia mengajariku, protes batinku!
"Mana bisa dia mengajariku," protes batinku!
“Dia akan mengajarimu setiap malam. Mau ya, belajar dengan A Udin! Dia hebat. Lulusan S2. Dia seorang Sarjana Hukum. Pasti kamu senang belajar dengan dia!” kata Mama sambil memeluku.
Lulusan S-2. Dia seorang sarjana hukum.
Lulusan S-2. Dia seorang Sarjana Hukum.
dia!” Kata Mama sambil memeluku.
dia!”, kata Mama sambil memelukku.
Meski ragu pada sang guru, tetapi aku berusaha untuk menghargainya, juga menghormati A Heri, sang pencerah dan Mama, sang penggagas. Meski ragu apakah aku bisa bersaing dengan siswa dari SMU dan lulus UMPTN, tetapi aku berusaha mengikuti alur yang sudah di rancang oleh A Heri dan tentu juga Mama.
Meski ragu pada sang guru, tetapi aku
Meski ragu pada sang guru, aku
Meski ragu apakah aku bisa bersaing dengan siswa dari SMU dan lulus UMPTN, namun aku berusaha mengikuti alur yang sudah dirancang
Meski aku ragu apakah aku bisa bersaing dengan siswa dari SMU dan lulus UMPTN, aku berusaha mengikuti alur yang sudah dirancang
Berharap ada salah satu teman yang menemukan namaku di koran dan memberi tahuku bahwa aku lulus UMPTN namun yang terjadi, sejak sang surya muncul hingga tenggelam, tak satu pun berita baik yang kuterima.
di koran dan memberitahuku
dikoran dan memberi tahuku
Tetapi yang terjadi, sejak sang surya muncul hingga tenggelam, tak satupun
Namun yang terjadi, sejak sang surya muncul hingga tenggelam, tak satu pun
Hmm… benar kan, aku gak lulus? Benar kan, kalau dari SPG ikut UMPTN itu sulit? Benar, Allah tidak mengijinkanku sekolah lebih tinggi karena kakakku dan Mama tidak sanggup membiayaiku. Benar kan? Benar, kan?
Hmm… benar 'kan, aku gak lulus? Benar 'kan, kalau dari SPG, maka ikut UMPTN itu sulit?
Hmm… benar kan, aku gak lulus? Benar kan, kalau dari SPG, maka ikut UMPTN itu sulit?
mengijinkanku sekolah lebih tinggi karena kakakku dan Mama tidak sanggup membiayaiku. Benar 'kan? Benar, 'kan?
mengizinkanku sekolah lebih tinggi karena kakakku dan Mama tidak sanggup membiayaiku. Benar 'kan? Benar, 'kan?
“Oh ya? Do you think that’s my name?” Kali ini kami bukan hanya tertawa, melainkan menangis bersama. Saling berpelukan. Terharu. Ya Rabb. Alhamdulillah… Terima kasih, Ya Rabb.
tidak hanya tertawa, melainkan menangis
bukan hanya tertawa, tetapi menangis
Saling berpeluk-pelukan
berpelukan
