NEW
Font size
Worksheetssoal cerpen kelas 9
Total questions: 30
Worksheet time: 15mins
Unsur pembangun cerpen dari dalam, antara lain sebagai berikut, kecuali ....
tema
amanat
penokohan
nilai kehidupan
Unsur pembangun cerpen yang meliputi tempat, waktu, dan suasana yang tergambar dalam cerita disebut ....Unsur pembangun cerpen yang meliputi tempat, waktu, dan suasana yang tergambar dalam cerita disebut ....
tokoh
latar
alur
sudut pandang
Struktur yang mengarah pada klimaks yang mulai mendapatkan pemecahan sehingga mulai tampak penyelesaian disebut ....
komplikasi
orientasi
resolusi
koda
Nilai yang berhubungan dengan tingkah laku atau perilaku manusia disebut nilai ....
pendidikan
budaya
agama
moral
... Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke rumahnya melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.
"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"
"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua."
(Andi Dwi Handoko, "Bonsai")
Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan teks tersebut adalah ....
ramah, telaten, dermawan
rajin, pemarah, teliti
ceroboh, malas, kaya
cermat, pelit, perhitungan
Pengarang biasanya menyelipkan suatu pesan yang disampaikan melalui cerita yang ditulisnya yang disebut ....
tema
tokoh
latar
amanat
Aku duduk sendirian di halte depan sekolah menunggu angkot yang akan mengantarku pulang. Kini aku harus membiasakan diri karena tak ada lagi mobil mewah dan sopir pribadi.
(Utami Panca Dewi, "Luka Hati Sabrina")
Latar tempat kutipan teks cerpen tersebut adalah ....
halte depan sekolah
terminal
depan rumah
di halte dekat rumah
Ia sendiri tersenyum basah, mengenakan toga dan memegang ijazah kelulusan. Rambutnya telah dipotong pendek. Alangkah syahdunya subuh itu datang sementara suara sember masih saja terdengar dari tape recorder yang disetel penjual roti bakar.
(Resta Gunawan, "Dini Hari di Sudut Kampus")
Nilai yang menonjol dari kutipan teks tersebut adalah ....
pendidikan
budaya
agama
sosial
Pesantren itu sangat besar. Bangunannya berlantai lima dengan banyaknya jendela lusuh yang tidak mampu lagi terhitung oleh mataku yang baru saja tiba di tempat itu. Aku juga melihat banyak anak-anak yang sepertinya kurang terawat.
(M. Zuhri, "Kandang Merpati")
Unsur Pembangun yang menonjol pada kutipan tersebut adalah ....
tokoh
latar waktu
latar tempat
penokohan
Wanita dua puluh limaan, memakai gaun sutera hitam berkerah rendah, tas tangan merah, sepatu hak tinggi warna senada, jam tangan bermerek, serta memakai kacamata hitam turun dari kursi belakang. Lalu berjalan, diikuti pria tinggi besar yang memayunginya, menghampiri Sobri. Wanita itu membuka kacamatanya. Matanya merah, sembab. Kantung bawah matanya menghitam, cembung. Kontras sekali dengan kulit wajahnya yang putih bersih.
(Shofi Al Khansa, "Sampah Bertuah")
Gambaran tokoh wanita dideskripsikan melalui hal berikut, kecuali ....
umur
pakaian
gerak geriknya
perawakannya
Kutipan 1
“ Cepat ke sini!”
“ Aku tidak mau!”
“ Kamu jangan nekat, ini sedang hujan lebat. Kamu akan sakit jika terus menerus jalan di tengah hujan tengah malam begini.”
Aku tak memedulikan ucapannya.
Kakiku terus melangkah tanpa tahu ujung langkah akan berhenti dimana. Hatiku terlanjur hancur.
Kutipan 2
Sebelum subuh Salena sudah bersiap. Dagangan sayurnya sudah lengkap di atas gerobak seperti pasar tradisional mini. Setengah jam kemudian, datang pelanggan pertamanya sebelum ia berkeliling. Bu Minah selalu menjadi pelanggan setianya sebelum ia berangkat dengan gerobak sayurnya. Salena baru kembali ke rumah menjelang magrib.
Perbedaan penyajian pola pengembangan kedua teks cerpen tersebut adalah....
Kutipan 1 diawali dengan latar cerita, kutipan 2 diawali dengan aksi tokoh
Kutipan 1 diawali dengan aksi tokoh, sedangkan kutipan 2 diawali dengan masalah yang harus diselesaikan
Kutipan 1 diawali dengan garis besar cerita, sedangkan kutipan 2 diawali dengan aksi tokoh
Kutipan 1 diawali dengan aksi tokoh, sedangkan kutipan 2 diawali dengan garis besar tokoh
(1) “Sedekah, Pak,” ujar ibu di depanku membuyarkan kegilaanku. (2) Aku menggeleng. (3) Ibu itu kembali menoleh kepadaku, tetapi aku tetap menggeleng. (4) Aku sadar akan kekurangan dan kemiskinan yang juga menjeratku. (5) Haruskah aku menolong, padahal saat ini aku juga sedang membutuhkan pertolongan? (6) Apa salahnya aku memberikan sedikit dari yang kumiliki.
Bagian yang membuktikan rasa kebimbangan tokoh utama terdapat dalam kalimat nomor ….
(1)
(3)
(4)
(5)
Tadi malam, Hidayat berpikir panjang mengenai hidupnya dan rencana hidupnya. “Tak mungkin aku terus-terusan begini, tidak menentu. Mesti ada sesuatu yang kukerjakan. Mesti ada sesuatu yang lebih produktif daripada yang kulakukan sekarang. Tapi apa? Modal tidak ada,” pikirnya. “Dalam keadaan seperti ini, yang harus kujual ialah jasaku, tenagaku, dan pikiranku.”
Amanat yang terkandung dalam kutipan novel tersebut adalah ….
Setiap orang pasti memiliki rencana.
Kita tidak boleh menyerah pada keadaan.
Hidup itu ada kalanya tidak menentu.
Setiap orang perlu menjual jasanya, pikirannya, dan tenaganya.
Anak laki-laki itu merasa kasihan setiap kali menyaksikan si lelaki tua itu pulang dari laut setiap hari dengan perahu kosong. Ia pun selalu datang untuk menolongnya membawakan gulungan tali atau kait besar dan kait kecil, serta layar yang sudah tergulung di tiang perahu. Layar itu bertambal karung gandum dan kalau tergulung di tiang tampak seperti panji-panji.
Pengarang menggambarkan watak tokoh anak laki-laki dalam kutipan cerital tersebut melalui ….
pelukisan perilaku tokoh
paparan langsung oleh pengarang
pelukisan tempat tinggal tokoh
pelukisan bentuk fisik tokoh
Sebuah cerita dibangun dari dua unsur yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik adalah ...
Unsur yang membentuk cerpen dari latar belakang pengarang
Unsur yang membentuk cerpen dari dalam dan luar
Unsur yang membentuk cerpen dari dalam
Unsur yang membentuk cerpen dari luar
Hari ini cuaca begitu cerah suasana jiwaku yang penat karena setumpuk tugas. Namun, sekarang aku harus mulai bangkit dari tidurku dan mandi karena pagi ini aku harus bekerja keras.
Latar waktu kutipan cerpen adalah ....
Pagi hari
Siang hari
Sore hari
Malam hari
“Setidak-tidaknya, sebagai gambaran apakah Anda bersedia seandainya nanti Dewan Komisaris menunjuk Anda sebagai wakil saya?” Taksu menunduk, “Saya sungguh tidak berani mengatakan apa-apa sebelum terjadi.”
Karakter Taksu sesuai dengan penggalan cerita tersebut adalah ….
sombong
rendah hati
penakut
jujur
Bila seseorang bertanya pekerjaan apa yang saya lakukan, maka saya tak mampu menjawabnya. Wajah saya langsung menjadi merah padam dan tergagap-gagap. Saya cemburu terhadap orang yang bisa mengatakan, “Saya tukang batu.”
Watak tokoh saya dalam penggalan cerita tersebut adalah ….
pemalu
penakut
pembohong
pendiam
“Mereka bersaudara, saudara kandung. Mereka hanya dua bersaudara. Ibu Upiklah yang membiayai kuliah Ferri selama ini hingga dia dapat mencapai gelar Ph.D. itu. Ibu Upik mengorbankan masa mudanya hanya untuk kepentingan adiknya yang hanya seorang itu. Ia bekerja membanting tulang menggantikan fungsi kedua orang tuanya untuk menyelesaikan pendidikan adiknya yang sangat disayangi-nya itu. Selama itu pula Ibu Upik menjauhi pria dan bertahan bagai karang menghadapi segala godaan. Ferri tahu itu. Ia kini ingin berbuat apa saja untuk membahagiakan kakaknya. Ia melihat kakaknya sebagai ibu, bukan sebagai kakak.”
hiperbola dan metafora
perumpamaan dan personifikasi
hiperbola dan perumpamaan
metafora dan personifikasi
Di sinilah ayah dulu mengajariku berenang, mengajariku bunyi geletar punggung buaya lapar dan kecipak anak-anak ikan kemuring. Di sini juga ayah mendidikku membedakan suara katak daun dan suara keciap ular manau, yang menyaru suara katak untuk melahapnya. Sering aku dan ayah menyusupi celah-celah nifah, menyelam di bawah gemerisik pelepahnya, saling menguji ketahanan dengan tidak bernapas. Lamunanku buyar ketika telapak kakiku yang mencelup air dikerumuni ikan nari dan batu tempat aku duduk tidak tersinari lantaran matahari hampir tenggelam.
Latar kutipan cerpen tersebut adalah…
di hutan, pagi hari
di desa, siang hari
di sungai, sore hari
di sungai, malam hari
1. Berikut ini yang bukan struktur teks cerpen adalah …
a. Orientasi
b. Komplikasi
c. Imajinasi
d. Rangkaian peristiwa
Orientasi
Komplikasi
Imajinasi
Rangkaian peristiwa
2. Sebuah penyajian permasalahan dalam sebuah cerita hingga sampai puncak masalah disebut ...
a. komplikasi
b. resolusi
c. rangkaian peristiwa
d. Orientasi
Komplikasi
Resolusi
Rangkaian peristiwa
Orientasi
. Bacalah teks berikut ini!
. . . .
“Apa-apaan sih, elo? Posternya kan jadi sobek!!!”
“Sorry, Rin! Gue bener-bener nggak sengaja!”
Rinta sama sekali nggak ngegubris pembelaan Anya. Ia masih memandangi poster Blur kesayangannya yang kini sudah terbagi dua karena robek. “Rin, sorry,ya. Gue . . . .”
“Aah! Udah, deh! Pulang, sana!” potong Rinta kesal, matanya sudah sembap, hampir nangis. Anya nggak mau memperburuk keadaan. Ia pun langsung keluar dari kamar Rinta dan bergegas pulang.
Kutipan teks cerpen tersebut memuat bagian…..
Orientasi
Resolusi
Komplikasi
Koda
. Parjimin adalah tukang batu, tetangga Kurdi. Lumayan bagi mereka, mendapat proyek baru. Rupanya, proyek rumah gedong itulah yang selalu diperbincangkan Kurdi di setiap kesempatan. Di tempat perhelatan nikah, supitan, di tempat kerja bakti, sarasehan kampung, sampai ronda malam. Dia senantiasa tidak lupa menceritakan rencananya membangun rumah gedungnya itu.
Berdasarkan kutipan cerpen tersebut, Kurdi bersifat …
Pemberani
Baik
Sombong
Egois
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Sebuah mobil colt berplat nomor merah berhenti persis di depan kedai kasur Alin. Murni berdebar-debar, kalau-kalau orang yang turun dari mobil itu utusan hotel yang memesan tiga puluh kasur single itu. Ia berusaha tersenyum dan menyembunyikan giginya yang terlalu menonjol ke depan. Orang berpakaian pegawai itu juga tersenyum membalas.
"Maaf, Bu. Saya pegawai ketertiban Balaikota. Apakah racun api Ibu masih baik? Boleh saya periksa?"
Kata tercetak tebal tersebut mengandung makna....
a. bangunan tempat memproduksi barang
b. bangunan tempat berjualan
c. bangunan tempat menitipkan barang
d. bangunan tempat menumpuk barang
Bangunan tempat memproduksi barang
Bangunan tempat berjualan
Bangunan tempat menitipkan barang
Bangunan tempat menumpuk barang
. (1)"Apakah peranku bagimu, silumankah aku?" tak ada jawabmu, hanya angin berdesir di sekeliling kita. (2)Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku. (3)Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini. (4)Jangan lagi memaknainya, menanyakannya atau mengharapkannya esok hari.
Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar malam hari terdapat pada nomor ….
1
2
3
4
Terpaksalah Mbok Sutiyah mengeluhkan perasaannya kepada Nining sendiri.
“Kapan sekolahmu selesai, Nduk! Aku tak melihat apa gunanya sekolah terlalu lama seperti yang kau jalani itu!” Katanya di antara keluhan-keluhannya.
“Hanya tinggal berapa bulan lagi, Mbok. Selesai Ujian SMA, tamatlah sekolahku,” Jawab nining.
Kutipan teks cerpen di atas adalah bagian struktur orientasi berupa …
Penciptaan gambaran visual latar
Penentuan waktu, kisah, latar
Pengenalan tokoh dan penentuan peristiwa
Penentuan peristiwa dan atmosfer
Menjelang malam, terdengar ketukan di pintu. Ayah lalu masuk sambil menenteng bungkusan yang sangat besar. Wajah ayah berseri-seri. Tetapi aku justru sembunyi dibalik bantal. Aku tak berani memandang wajah ayah yang berbinar-binar itu.
Kalimat yang bergaris bawah menggunakan majas …
Simile
Personifikasi
Metafora
Perbandigan langsung
O, alangkah girangnya Marni mendapatkan sandal baru untuk berlebaran. Sandal kecil bekas pakai. Barang itu lalu dibungkus dan diserahkan kepada Marni. Lihatlah betapa gembiranya gadis cilik itu. dipeluknya bungkusan dengan erat, seakan takut barang itu lepas daripadanya. Diciumnya dan ditimang-timangnya. Senandung kecil terdengar dari mulutnya yang mungil..... Latar suasana yang tergambar pada kutipan cerpen di atas adalah....
Duka cita
Riang gembira
Sedih
Pilu
Pertandingan catur antarkelas di sekolah kami berakhir dengan Yudi sebagai juara pertama, Burhan juara kedua, dan aku juara ketiga. Sambil menimang-nimang pialanya, Yudi tertawa riang. Sudut pandang yang digunakan dalam penggalan cerpen di atas adalah . . .
Orang pertama pelaku sampingan
Orang kedua pelaku sampingan
Orang pertama pelaku utama
Orang kedua pelaku utama
