Font size
WorksheetsQuiz 1 Metalurgi Fisik
Total questions: 25
Worksheet time: 16mins
Gambar tersebut merupakan sel satuan:
BCC
FCC
HCP
BCT
CFC
Sel satuan BCC memiliki bilangan koordinasi:
4
6
8
10
12
Jumlah atom di dalam satu sel satuan FCC:
4
6
8
10
12
Pilihlah yang salah dari pernyataan berikut ini:
FCC termasuk struktur kristal susunan rapat
HCP termasuk struktur kristal susunan rapat
Bidang susunan rapat pada FCC berada pada bidang (001)
Tumpukan pada susunan rapat pada HCP adalah ABABABAB….
BCC tidak termasuk di dalam struktur kristal susunan rapat
Indeks Miller bidang B adalah:
(3 2 1)
(3 1 0)
(2 0 3)
(2 3 0)
(1/2 0 1/3)
Pernyataan berikut ini benar, kecuali:
Atom-atom di dalam logam padat tersusun secara teratur dan berulang dalam tiga dimensi dimana struktur ini disebut dengan kristal.
Butir tersusun atas kumpulan sel satuan yang memiliki arah orientasi sama.
Logam yang tersusun atas banyak butir dinamakan logam polikristal
Logam yang tersusun atas satu butir dinamakan logam kristal tunggal (single crystal)
Logam dari fasa cair didinginkan secara lambat sampai mengalami pembekuan maka atom-atom di dalam logam padat tersebut akan berstruktur amorf.
Tentukan indek arah kristalografi tanda panah di gambar:
[1/2 1 1]
[1/2 1 0]
[1 2 0]
[2 1 0]
[0 2 1]
Jumlah atom di dalam satu sel satuan BCC:
2
4
6
8
10
Indeks Miller bidang B adalah:
(1 1/2 1/2)
(1/2 1 1/2)
(2 1 2)
(2 1 0)
(1 2 2)
Gambar di atas memperlihatkan struktur mikro suatu logam. Gambar ini menunjukkan bahwa logam tersebut:
Kristal tunggal
Amorf
Polikristal
Polimorf
Alotrop
Ikatan yang terbentuk antara atom H dan C di atas merupakan ikatan:
Ionik
Logam
Kovalen
Van der waalls
Coulomb
Konfigurasi electron untuk unsur Mg (nomer atom 12) adalah:
1s22s23p64S2
1s22s22p64S2
1s22s22p63S2
1s22s23p43S4
1s22s23p64p2
Indeks Miller bidang A adalah:
(2 2 0 )
(2 1 0)
(2 2 0)
(2 2 0)
(0 0 2)
Tentukan indek arah kristalografi tanda panah pada gambar di atas:
[21 1 1]
[21 1 0]
[0 2 1]
[2 1 0]
[1 0 2]
Indeks bidang yang diarsir pada sel satuan HCP berikut ini adalah:
(1 1 0 1)
(1 0 0 1)
(1 1 1 0)
(0 1 1 0)
(1 1 0 1)
Sebuah plat aluminium tebal 10 mm dilakukan pengerolan secara bertahap menjadi tebal 8 mm pada temperatur kamar. Pernyataan berikut ini benar kecuali:
Proses pengerolan tersebut menyebabkan plat alumninium mengalami penguatan regangan
Plat aluminium tebal 8 mm memiliki kekerasan lebih tinggi dibandingkan dengan plat aluminium tebal 10 mm
Setelah proses pengerolan, plat aluminium meningkat kekuatannya disebabkan oleh meningkatnya densitas aluminium
Keuletan plat aluminium tebal 8 mm lebih rendah dibandingkan dengan plat aluminium tebal 10 mm
Plat aluminium tebal 8 mm lebih getas dibandingkan plat aluminium tebal 10 mm
Sebuah bahan tembaga dilakukan proses tempa pada temperatur 600 oC. Pernyataan berikut ini benar, kecuali:
Proses tempa tersebut dinamakan proses tempa panas
Proses tempa tersebut menyebabkan terjadinya strain hardening
Proses tempa tersebut membutuhkan gaya yang rendah dibandingkan dengan jika proses tempa tersebut dilakukan pada temperatur kamar
Tembaga sebelum dan setelah proses tempa memiliki densitas yang relatif sama
Tembaga mengalami rekristalisasi pada saat atau setelah proses tempa
Proses anil dilakukan untuk menaikkan keuletan logam yang telah mengalami strain hardening. Pada saat dilakukan proses anil maka akan terjadi:
Pembentukan butir baru berbentuk ekuiaksial yang memiliki rapat dislokasi rendah
Pembentukan butir baru sehingga kekerasannya meningkat
Pembentukan butir baru berbentuk pipih sehingga kekuatannya meningkat
Proses recovery yang menyebabkan pembentukan butir baru
Proses recovery yang menyebabkan peningkatan keuletan
Ukuran butir logam yang semakin kecil menyebabkan kekuatan logam semakin tinggi. Hal ini disebakan karena:
Butir merupakan kumpulan sel satuan yang memiliki orientasi tidak sama
Setiap butir memiliki bidang slip yang sama
Dislokasi akan mudah berpindah dari satu butir ke butir lainnya
Batas butir merupakan penghambat gerakan dislokasi
Arah gerakan dislokasi dari satu butir ke butir lainnya tidak mengalami perubahan
Salah satu metode untuk mereduksi (menghaluskan) ukuran butir logam adalah dengan melakukan proses pengerjaan dingin dan dilanjutkan proses anil. Terkait dengan proses tersebut pilihlah pernyataan berikut yang benar:
Semakin besar regangan plastis akan menghasilkan ukuran butir yang semakin besar
Jika deformasi plastis yang diberikan mendekati regangan kritisnya maka akan dihasilkan ukuran butir yang sangat kecil
Tahap pertumbuhan butir terjadi setelah tahap recovery
Besarnya deformasi plastis berpengaruh terhadap ukuran butir hasil anil
Pada tahap recovery terbentuk butir baru yang berukuran kecil
Ukuran atom Cu dan Ni memiliki ukuran atom yang tidak jauh berbeda. Jika logam Cu dan Ni dicampur dalam kondisi fasa cair dan kemudian didinginkan sampai dengan temperatur kamar maka dalam kondisi fasa padat akan terbentuk:
Larutan padat interstisi
Larutan padat substitusi
Campuran larutan padat substitusi dan interstisi
Kedua unsur tidak dapat larut dalam kondisi fasa padat
Atom-atom kedua unsur akan terpisah karena tidak bisa membentuk larutan dalam kondisi fasa padat
Logam Cu yang dipadu dengan unsur Ni memiliki kekuatan lebih tinggi dibanding dengan logam Cu murni karena:
Terjadi peningkatan jumlah dislokasi
Memiliki densitas yang lebih tinggi
Memiliki ukuran butir yang lebih besar sehingga dislokasi lebih sulit bergerak
Atom-atom Ni yang larut di dalam atom-atom Cu menghambat gerakan dislokasi
Atom Cu memiliki berat atom yang lebih tinggi dibanding atom Ni
Paduan Cu-35% Ni berada pada temperatur 1250 oC (di titik C) terdiri dari fasa cair dan padat α. Fraksi fasa cair di temperatur tersebut adalah:
72,7%
27,3%
32%
43%
35%
Paduan Cu-35%Ni berada pada temperatur 1250 oC (di titik c) terdiri atas fasa cair dan padat. Kandungan Ni yang ada di fasa cair adalah:
72,7%
27,3%
32%
43%
35%
Paduan Cu-35% Ni yang berada pada temperatur 1200 oC memiliki fasa:
Cair
Padat
Cair dan padat
Semiliquid
Semisolid
