NEW
Font size
S
M
L
XL
WorksheetsUAS_BIOFARMASI
Total questions: 24
Worksheet time: 12mins
Name
Class
Date
1.
Untuk mempelajari proses biofarmasi sediaan yang diberikan secara perkutan, maka perlu dipahami terkait anatomi utama dari kulit. Disebut apakah bagian dari lapisan epidermis kulit (stratum) yang menjadi tempat untuk proses regenerasi “skin cell renewal”...
a)
Basal
b)
Spinosum
c)
Granulosum
d)
Corneum
2.
Pada proses biofarmasi perkutan, salah satu proses yang dilalui oleh sediaan adalah proses penyerapan/absorbsi. Bagian kulit (stratum) yang manakah yang diketahui bersifat impermeabel dan merupakan daerah lokalisasi sawar pertama bagi sediaan yang diberikan melalui rute perkutan ...
a)
Basal
b)
Spinosum
c)
Granulosum
d)
Corneum
3.
Proses biofarmasi yang juga dilalui oleh sediaan dengan rute perkutan adalah proses penetrasi. Diketahui terdapat 2 jalur penetrasi yang dapat dilalui obat ke dalam kulit. Jalur penetrasi manakah yang secara umum dilalui oleh obat yang diberikan melalui rute perkutan tersebut ...
a)
Transfolukular
b)
Trasapendagel
c)
Transepidermal
d)
Transglandular
4.
Disebut apakah jalur penetrasi obat secara perkutan yang berlangsung dengan cara melewati celah antar sel …
a)
Intercelluler
b)
Transcelluler
c)
Transglandular
d)
Transfolicular
5.
Seiring perkembangan bentuk sediaan obat baru, pemberian obat melalui rute perkutan juga banyak dimodifikasi/dioptimasi untuk memaksimalkan penetrasi dan ketersediaan hayati obat. Disebut apakah metode optimasi sediaan perkutan yang pada penggunaannya dibantu dengan aliran ion/listrik untuk meningkatkan penetrasi obat ...
a)
Sonikasi
b)
Elektroforesis
c)
Iontoforesis
d)
Sonoforesis
6.
Salah satu kendala utama pemberian obat melalui mata adalah penyerapan yang kurang baik karena kontak dengan mata yang singkat. Hal utama yang menyebabkan keterbatasan tersebut adalah…
a)
Volume sediaan terlalu kecil
b)
Adanya arah air mata yang keluar berlawanan
c)
Kedipan mata
d)
Adanya saluran nasolakrimal
7.
Proses transport obat melalui mata terbagi kedalam 2 jalur. Jalur apakah yang dilalui oleh obat-obat yang bersifat hidrofilik dengan bobot molekul besar ?
a)
Korneal
b)
Sklera
c)
Konjungtiva
d)
Transcorneal
8.
Salah satu faktor fisikokimia obat yang mempengaruhi bioavailabilitas obat yang diberikan melalui mata adalah tonisitas. Apabila suatu sediaan obat mata tidak dapat mencapai kondisi isotonis, maka sediaan tersebut masih diperbolehkan bersifat ..... sehingga dapat meningkatkan permeabilitas obat tersebut.
a)
Hipotonis
b)
Hipertonis
c)
Isohidris
d)
Isotonis
9.
Faktor fisikokimia lainnya yang mempengaruhi bioavailabilitas obat yang diberikan melalui mata adalah pH. Sediaan obat mata yang baik adalah yang mendekati pH air mata. Berapakah nilai pH sediaan obat mata yang diperbolehkan dan mendekati pH air mata...
a)
5,4
b)
6,4
c)
7,4
d)
8,4
10.
Penggunaan surfaktan pada sediaan mata harus memenuhi berbagai fungsi baik sebagai antimikroba, juga berperan dalam menurunkan tegangan permukaan sehingg mampu meningkatkan penembusan dan absorbsi obat. Jenis surfaktan apakah yang biasa digunakan pada sediaan mata tersebut...
a)
Non ionik HLB 12-13
b)
Non ionik HLB 14-15
c)
Non ionik HLB 16-17
d)
Non ionik HLB 18-19
11.
Salah satu bentuk sediaan obat mata adalah salep mata. Hal yang harus diperhatikan dalam formulasi salep mata adalah rheologi dari salep mata dan harus melebur pada suhu permukaan mata. Berapakah suhu lebur yang disarankan untuk sediaan salep mata tersebut...
a)
± 32,9˚C
b)
± 33,9˚C
c)
± 34,9˚C
d)
± 35,9˚C
12.
Sistem penghantaran obat baru melalui mata kini telah banyak dikembangkan. Salah satunya adalah sistem penghantaran yang bersifat erodible (pelepasan obat dapat terjadi secara bertahap dalam suatu reservoar), sehingga memberikan keuntungan dapat mengurangi frekuensi pemberian. Sistem apakah yang dimaksud tersebut...
a)
Softlens
b)
Ocuser
c)
Gel forming solution
d)
Tetes mata
13.
pemberian obat melalui rute parenteral. Disebut apakah rute pemberian obat yang diberikan melalui bagian dengan ciri anatomi yang dibentuk oleh otot bergaris dan mempunyai vaskularisasi yang tinggi
a)
Intravena
b)
Subkutan
c)
Intramuskular
d)
Intraperitoneal
14.
Pada rute pemberian IM, aliran darah akan berbeda tergantung pada posisi anatomik otot di tempat penyuntikan. Disebut apakah daerah otot tempat pemberian secara intramuskular yang terletak disekitar lengan atas dan bahu ...
a)
Vatrus
b)
Vastus
c)
Deltoid
d)
Gluteal
15.
Pada rute pemberian IM, aliran darah akan berbeda tergantung pada posisi anatomik otot di tempat penyuntikan. Disebut apakah daerah otot tempat pemberian secara intramuskular yang terletak disekitar bokong dan pinggul ...
a)
Vatrus
b)
Vastus
c)
Deltoid
d)
Gluteal
16.
Apabila sediaan injeksi disuntikkan ke dalam jaringan subkutan dan muskular, akan terbentuk suatu sistem pada lokasi penyuntikan yang berlaku sebagai reservoir dengan kecepatan yang ditentukan oleh masing-masing formulasi sehingga menghasilkan pelepasan kontinu molekul obat. Apakah istilah untuk sistem tersebut ...
a)
Osmosis
b)
Difusi
c)
Depot
d)
Partisi
17.
Untuk membuat suatu sistem seperti yang dimaksud pada lepas lambat, maka diperlukan suatu formulasi khusus dengan tujuan agar menghasilkan perpanjangan kadar obat dalam darah. Manakah dibawah ini yang bukan formulasi yang tepat untuk membentuk sistem tersebut
a)
Larutan sejati
b)
Suspensi dalam air
c)
Suspensi dalam minyak
d)
Larutan dalam minyak
18.
Salah satu kerugian dari pemberian obat secara parenteral adalah prosesnya yang invasif. Namun pada beberapa rute pemberian rasa sakit akibat penyuntikan dapat berbeda-beda. Seperti penyuntikan secara intramuskular kurang terasa sakit dibandingkan subkutan. Hal apakah yang menyebabkan kondisi tersebut ...
a)
Serabut saraf pada intramuskular lebih banyak
b)
Vaskularisasi intramuskular yang tinggi
c)
Serabut saraf pada intramuskular lebih sedikit
d)
Vaskularisasi intramuskular yang rendah
19.
Sediaan aerosol merupakan sediaan yang berupa kabut yang dibentuk oleh partikel-partikel .... yang terdispersi dalam .... , partikelnya cukup halus hingga tetap terdispersi dalam waktu singkat.
a)
Gas, Cair
b)
Gas, Gas
c)
Padat, Gas
d)
Cair, Cair
20.
Pada proses biofarmasi sediaan aerosol, terdapat fase penghirupan dan perpindahan. Salah satu faktor yang mempengaruhi fase tersebut adalah ukuran partikel. Berapakah ukuran partikel sediaan aerosol yang disarankan untuk bisa masuk hingga bronchioles terminales...
a)
1-3 µm
b)
3-5 µm
c)
5-7 µm
d)
7-9 µm
21.
Uji bioavailabilitas dapat dilakukan menggunakan data kadar obat utuh atau metabolitnya dalam darah atau yang diekskresikan melalui urin. Istilah untuk BA zat aktif yang mencapai sirkulasi sistemik dari suatu bentuk sediaan obat dibandingkan dengan bentuk sediaan lain selain intravena disebut ...
a)
BA Relatif
b)
BA Absolut
c)
BE Relatif
d)
BE Absolut
22.
Uji bioavailabilitas dapat dilakukan menggunakan data kadar obat utuh atau metabolitnya dalam darah atau yang diekskresikan melalui urin. Istilah untuk BA zat aktif yang mencapai sirkulasi sistemik dari suatu bentuk sediaan obat dibandingkan dengan bentuk sediaan intravena disebut ...
a)
BA Relatif
b)
BA Absolut
c)
BE Relatif
d)
BE Absolut
23.
Pada rancangan penelitian uji Bioekivalensi, desain penelitian yang biasa dipakai untuk obat dengan waktu paruh pendek adalah desain menyilang 2 arah. Dimana pada desain penelitian ini akan terdapat 2 periode pemberian obat dan diantara kedua periode tersebut dipisahkan oleh periode yang disebut dengan ...
a)
Break out
b)
Time out
c)
Wash out
d)
Half out
24.
Pada rancangan pelaksaan uji bioekivalensi, perlu diperhatikan beberapa hal penting demi menjamin keberhasilan uji salah satunya adalah persiapan subjek peserta uji. Subjek peserta uji tersebut sebisa mungkin subjek sehat pria dan wanita. Sebelum memulai uji, subjek peserta uji harus bersedia menandatangani surat perjanjian yang disebut dengan istilah ...
a)
Confirmed consent
b)
Infomed consent
c)
Criteria exlution
d)
Criteria Inclution
Reset
