wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Teks Cerpen Athirah

Total questions: 15

Worksheet time: 26mins

Name
Class
Date
1.

1. Unsur pembangun cerpen dari dalam, antara lain sebagai berikut, kecuali….

a)

Tokoh

b)

Amanat

c)

Tema

d)

Nilai-nilai kehidupan

2.

Unsur pembangun cerpen yang meliputi tempat, waktu, dan suasana yang tergambar dalam cerita disebut….

a)

Tokoh

b)

Latar

c)

Alur

d)

Sudut pandang

3.

Struktur yang mengarah pada klimaks yang mulai mendapatkan pemecahan sehingga mulai tampak penyelesaian disebut ….

a)

Komplikasi

b)

Orientasi

c)

Evaluasi

d)

Koda

4.

Nilai yang berhubungan dengan tingkah laku atau perilaku manusia disebut dengan nilai….

a)

Pendidikan

b)

Budaya

c)

Agama

d)

Moral

5.

Pengarang biasanya menyelipkan suatu pesan yang disampaikan melalui cerita yang ditulisnya yang disebut….

a)

Tema

b)

Tokoh

c)

Latar

d)

Amanat

6.

Aku duduk sendirian di halte depan sekolah, menunggu angkot yang akan mengantarku pulang. Kini aku harus membiasakan diri karena tak ada lagi mobil mewah dan sopir pribadi.

Latar tempat kutipan teks cerita pendek tersebut adalah….

a)

Halte depan sekolah

b)

Terminal

c)

Depan rumah

d)

Di halte dekat rumah

7.

Perhatikan kutipan cerpen berikut!

Cindanita, maafkan Ayahmu, semua ini harus berakhir menyakitkan. Menatap pusaramu, Nak, meskipun kejadian itu sudah lima belas tahun lalu tertinggal, rasa-rasanya baru kemarin terjadi. Hari ini, kau seharusnya sudah seperti gadis remaja kebanyakan, pasti cantik dengan rambut panjang hitam legam, mata hitam bundar, pipi memerah berlesung, dan hidungmu, persis seperti ibumu, mancung seperti hadiah terbaik Tuhan untuk anak yang manis dan penurut.

Dikutip dari: Liye, Tere. 2012. "Percayakah Kau Padaku" dalam Sepotong Hati yang Baru. Jakarta: Penerbit Mahaka.

Dalam penggalan cerpen di atas, hal yang terjadi pada Cindanita adalah ....

a)

sakit keras

b)

pergi meninggalkan ayah

c)

meninggal

d)

diculik orang

8.

Perhatikan kutipan cerpen berikut!

Cindanita, maafkan Ayahmu, semua ini harus berakhir menyakitkan. Menatap pusaramu, Nak, meskipun kejadian itu sudah lima belas tahun lalu tertinggal, rasa-rasanya baru kemarin terjadi. Hari ini, kau seharusnya sudah seperti gadis remaja kebanyakan, pasti cantik dengan rambut panjang hitam legam, mata hitam bundar, pipi memerah berlesung, dan hidungmu, persis seperti ibumu, mancung seperti hadiah terbaik Tuhan untuk anak yang manis dan penurut.

Dikutip dari: Liye, Tere. 2012. "Percayakah Kau Padaku" dalam Sepotong Hati yang Baru. Jakarta: Penerbit Mahaka.

Penggalan cerpen di atas menunjukkan bahwa tokoh Ayah merasakan ....

a)

kesedihan

b)

kegelisahan

c)

kerisauan

d)

kebimbangan

9.

Perhatikan kutipan cerpen berikut!

Matahari tiba di puncaknya saat Lawa dan Kusa memasuki gerbang kota Ayodya. Nafas prajurit dan rakyat jelata tertahan. Lawa dan Kusa melangkah menyibak pasukan, debu mengepul dari bawah kaki mereka. Busur hadiah Dewa Brahma terpentang kencang-kencang dengan anak panah mengacung ke depan. Aura mengerikan keluar dari wajah mereka.

Dikutip dari: Liye, Tere. 2012. "Percayakah Kau Padaku" dalam Sepotong Hati yang Baru. Jakarta: Penerbit Mahaka.

Suasana yang tergambar dalam potongan cerpen di atas ialah ...

a)

mengharukan

b)

menyedihkan

c)

mencemaskan

d)

menegangkan

10.

Perhatikan kutipan cerpen berikut!

Matahari tiba di puncaknya saat Lawa dan Kusa memasuki gerbang kota Ayodya. Nafas prajurit dan rakyat jelata tertahan. Lawa dan Kusa melangkah menyibak pasukan, debu mengepul dari bawah kaki mereka. Busur hadiah Dewa Brahma terpentang kencang-kencang dengan anak panah mengacung ke depan. Aura mengerikan keluar dari wajah mereka.

Dikutip dari: Liye, Tere. 2012. "Percayakah Kau Padaku" dalam Sepotong Hati yang Baru. Jakarta: Penerbit Mahaka.

Dalam potongan cerpen tersebut, waktu yang ditunjukkan dalam peristiwa tersebut ialah ...

a)

pagi hari

b)

malam hari

c)

siang hari

d)

petang hari

11.

Perhatikan kutipan cerpen berikut!

Sejak dulu, Biara Shaolin selalu berseberangan dengan Istana Terlarang, tidak peduli siapapun yang sedang berkuasa. Biara Shaolin yang dipenuhi rahib-rahib suci selalu berada di belakang rakyat jelata. Celakanya, hampir setiap dinasti yang berkuasa cenderung korup dan lalim terhadap rakyat banyak, itu otomatis berseberangan dengan Biara Shaolin. Celakalah, tabiat buruk itu juga terjadi pada Dinasti Tang.

Dikutip dari: Liye, Tere. 2012. "Mimpi-mimpi Sampek-Engtay" dalam Sepotong Hati yang Baru. Jakarta: Penerbit Mahaka.

Alasan Biara Shaolin bertentangan dengan Istana Terlarang dan Dinasti Tang ialah ...

a)

Biara Shaolin tidak ingin campur tangan dengan kerajaan.

b)

Penguasa banyak yang korup dan lalim terhadap rakyat.

c)

Biara Shaolin hanya berisi orang-orang miskin.

d)

Dinasti Tang membenci rahib-rahib Biara Shaolin

12.

posisi atau kedudukan pengarang dalam cerita disebut dengan….

a)

Tema

b)

Tokoh

c)

Alur

d)

Sudut pandang

13.

Perhatikan kutipan cerpen berikut!

(1)"Apakah peranku bagimu, silumankah aku?" tak ada jawabmu, hanya angin berdesir di sekeliling kita. (2)Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku. (3)Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini. (4)Jangan lagi memaknainya, menanyakannya atau mengharapkannya esok hari.

Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar malam hari terdapat pada nomor ….

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

14.

Ku tak mungkin jatuh cinta kan? Tidak sekarang, tidak denganmu. Pesonamu menjeratku tapi aku tak kan membiarkan diriku jatuh cinta kepadamu. Tak kan pernah kupercaya segala tuturmu kepadaku, dan ku akan selalu menganggap bohong apa pun yang kau ucapkan kepadaku sejak itu, termasuk yang itu ... yang dua kali kau sampaikan padaku. Sampai kapan pun kau merayuku, aku tak akan pernah lagi percaya padamu. Kebohongan-kebohonganmu telah merusak cintaku.

Bukti bahwa watak tokoh kamu pembohong dapat diketahui melalui ….

a)

Tingkah laku tokoh kamu

b)

Tingkah laku tokoh aku

c)

Dialog tokoh kamu

d)

Dialog tokoh aku

15.

Perhatikan kutipan cerpen berikut!

(1) Boleh jadi, itu sikap angkuhnya seorang yang sukses dan kaya menghadapi pemuda kere macam aku. (2) Sebagai pimpinan sebuah bank papan atas di negeri ini, mungkin dia tak rela hati anak gadisnya kupacari. (3) Jadi, amat wajar dia kelihatan tidak suka terhadapku. (4) Apalagi tampangku tidak keren kayak aktor Nicholas Saputra, sementara wajah Mawar memang cakep. (5) Kamu sendiri bilang, Mawar mirip Dian Sastro dengan bodi semampai macam Luna Maya (padahal menurutku, Mawar lebih mirip penyanyi kesukaanmu, Mulan Jamila).

Bukti bahwa watak tokoh ‘dia’ pada kutipan cepen tersebut sombong terletak pada kalimat bernomor .…

a)

(1) dan (2)

b)

(2) dan (3)

c)

(3) dan (4)

d)

(4) dan (5)