wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Uji Pemahaman JKN

Total questions: 20

Worksheet time: 15mins

Name
Class
Date
1.

Pasien mengalami kecelakaan lalu lintas non kecelakaan kerja dan mendapatkan penjaminan PT. Jasa Raharja sebesar Rp. 20.000.000. Plafon yang sudah digunakan sebesar Rp. 15.000.000.

7 bulan kemudian, pasien melakukan kontrol ulang untuk melepaskan plate dan screw. Biaya pelayanan sekarang adalah Rp. 17.000.000 dan tarif INACBG Rp. 16.000.000. Berapakah biaya yang dibayarkan BPJS Kesehatan?

a)

Rp. 16.000.000

b)

Rp. 12.000.000

c)

Rp. 13.000.000

d)

Rp. 17.000.000

2.

Tn. X berobat di Rumah Sakit dengan keluhan nyeri pada kaki. Berdasarkan hasil pemeriksaan didapatkan adanya riwayat jatuh dari motor saat pulang bekerja. Tn. X mempunyai kartu BPJS Ketenagakerjaan. Penjaminan pada kasus ini adalah :

a)

Jasa Raharja

b)

BPJS Ketenagakerjaan

c)

BPJS Kesehatan

d)

A dan B Benar

3.

Hak Kelas Tn. M adalah kelas 1 menginginkan menggunakan BPJS Kesehatan sebagai pembayar pertama dan menghendaki adanya kenaikan kelas perawatan, maka selisih biaya dapat dibayarkan oleh :

a)

Asuransi Kesehatan tambahan yang telah PKS dengan BPJS Kesehatan

b)

Asuransi Kesehatan Tambahan yang belum PKS dengan BPJS Kesehatan

c)

Semua Benar

d)

Peserta

4.

Berdasarkan PMK Nomor 51 Tahun 2018, Pasien JKN hak kelas 2 menginginkan naik ke kelas VVIP, maka:

a)

Pasien boleh naik kelas 2 tingkat tanpa jaminan JKN

b)

Pasien boleh naik kelas 2 tingkat dengan jaminan JKN

c)

RS dilarang menyediakan kelas di atas VIP

d)

Pasien dilarang naik kelas 2 tingkat

5.

Pasien JKN overdosis obat NAPZA masuk Rumah Sakit melalui IGD dan dinilai DPJP sesuai kriteria gawat darurat, maka :

a)

Peserta mendapatkan pelayanan kegawatdaruratan tanpa jaminan JKN

b)

Peserta mendapatkan pelayanan kegawatdarutan dengan jaminan JKN

c)

RS boleh menolak melayani pasien

d)

Semua salah

6.

Peserta JKN mendapatkan pelayanan rawat jalan di poliklinik. Berdasarkan pemeriksaan dokter, pasien memerlukan obat di luar formularium nasional, maka :

a)

Obat dapat diberikan dengan membayar tambahan biaya 50%

b)

Obat dapat diberikan dengan tambahan biaya obat sesuai tarif RS

c)

Obat dapat diberikan tanpa tambahan biaya

d)

Peserta membeli obat di luar RS

7.

Ny. A masuk Rumah Sakit melalui IGD pada hari Rabu dan disarankan dokter untuk rawat inap. Keluarga pasien menginginkan menggunakan BPJS Kesehatan. Pada saat pembuatan Surat Eligibilitas Peserta ternyata kartu tidak aktif karena menunggak. Dari hasil pemeriksaan Dokter, Ny. A diperbolehkan pulang pada hari sabtu dan SEP diterbitkan 1 jam sebelum pasien pulang, maka :

a)

Peserta dapat dijamin oleh BPJS Kesehatan

b)

Peserta tidak dapat dijamin oleh BPJS Kesehatan

c)

Peserta dapat dijamin dengan membayar selisih biaya

d)

Semua salah

8.

Pada tanggal 26 Agustus 2020 Ny. Y mendapat rujukan dari FKTP ke poli penyakit saraf. Dari hasil pemeriksaan dokter, Ny. Y diminta untuk dilakukan pemeriksaan CT-Scan dan mendapatkan jadwal pada tanggal 27 Agustus 2020. Tanggal 27 Agustus Ny. Y datang ke RS untuk dilakukan CT-Scan kemudian pada tanggal 2 September 2020 kontrol kembali ke poli saraf untuk menyampaikan hasil pemeriksaan CT-Scan. Pernyataan yang tepat untuk kasus ini adalah :

a)

Termasuk 1 episode rawat jalan

b)

Termasuk 2 episode rawat jalan

c)

Termasuk 3 episode rawat jalan

d)

Termasuk 4 episode rawat jalan

9.

Peserta JKN dengan diagnosa penyakit kronis pada saat mendapatkan pelayanan rawat jalan yang seharusnya mendapatkan resep obat 1 (satu) bulan tetapi obat yang diberikan kepada peserta hanya untuk 2 minggu dan ditagihkan RS kepada BPJS Kesehatan untuk klaim obat 1 bulan. Kasus ini termasuk jenis kecurangan :

a)

Fragmentasi

b)

Phantom billing

c)

Inflated bills

d)

Repeat billing

10.

Hak kelas Tn. X adalah kelas 1, namun karena kamar perawatan kelas 1 penuh maka pasien dirawat di kelas 2 sampai dengan pulang. Klaim ditagihkan kepada BPJS Kesehatan sesuai dengan hak kelas pasien yaitu kelas 1. Hal ini termasuk jenis kecurangan :

a)

Inflated bills

b)

Phantom billing

c)

Cloning

d)

Manipulasi kelas perawatan

11.

Ny. B mendapatkan rujukan dari FKTP ke Poli Penyakit Dalam dan berdasarkan pemeriksaan dokter, pasien memerlukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Saraf, maka :

a)

Peserta diminta untuk mengambil rujukan ke FKTP

b)

Peserta dapat diberikan rujuk internal dan kenakan biaya tambahan

c)

Peserta dapat diberikan rujukan internal tanpa biaya tambahan

d)

Semua salah

12.

Di bawah ini adalah ketentuan episode rawat inap kecuali :

a)

Pelayanan rawat inap yang menjadi kelanjutan proses perawatan di rawat jalan

b)

Pasien telah mendapatkan pelayanan rawat inap yang lama perawatan kurang dari 6 jam dan pasien meninggal

c)

Pasien telah mendapatkan pelayanan rawat inap yang lama perawatan kurang dari 6 jam dan selanjutnya dirujuk

d)

Semua benar

13.

Yang termasuk pemecahan episode pelayanan yang tidak sesuai indikasi medis (Fragmentasi) kecuali :

a)

Pemberi pelayanan kesehatan mengirimkan tagihan terpisah dari diagnose yang sama tetapi hasil pemeriksaan penunjang yang sebenarnya dapat digabungkan namun diajukan terpisah 3 atau 4 pengajuan untuk memperoleh keuntungan

b)

Peserta JKN dengan diagnosa penyakit kronis pada saat mendapatkan pelayanan rawat jalan yang seharusnya mendapatkan resep obat 1 (satu) bulan tetapi obat yang diberikan kepada peserta hanya untuk 2 minggu dan ditagihkan RS kepada BPJS Kesehatan untuk klaim obat 1 bulan

c)

Tindakan operasi lebih dari satu diagnose penyakit yang dapat dilaksanakan dalam satu tindakan namun dilakukan lebih dari satu dan diklaimkan terpisah dengan tujuan memperoleh keuntungan

d)

Semua benar

14.

Tn. M adalah peserta JKN Penerima Bantuan Iuran APBN menginginkan dirawat di ruang perawatan kelas 2 setelah dirawat di ICU. Pernyataan yang tepat adalah :

a)

Peserta membayar selisih biaya tarif INACBG kelas 1 dikurangi tarif INACBG kelas 2

b)

Peserta membayar selisih biaya tarif real RS dikurangi tariff INACBGs kelas 2

c)

Peserta tidak dikenakan selisih biaya

d)

Peserta membayar seluruh biaya perawatan sesuai tarif RS

15.

Dibawah ini yang termasuk Diagnosa Penyakit yang termasuk Program Rujuk Balik adalah kecuali :

a)

TB Paru

b)

Asma

c)

Sistemik Lupus Eritrematosus

d)

Epilepsi

16.

Masa kadaluarsa klaim pelayanan kesehatan JKN adalah :

a)

2 tahun sejak pelayanan kesehatan selesai diberikan

b)

2 tahun sejak pelayanan kesehatan mulai diberikan

c)

6 bulan sejak pelayanan kesehatan mulai diberikan

d)

6 bulan sejak pelayanan kesehatan selesai diberikan

17.

Kontrol ulang dapat dilakukan maksimal sejak tanggal rujukan awal dikeluarkan :

a)

60 hari

b)

50 hari

c)

90 hari

d)

120 hari

18.

Pengiriman pasien atau spesimen ke pemberi pelayanan kesehatan lain dalam rangka menegakkan diagnosis atau pemberian terapi, yang merupakan satu rangkaian perawatan pasien di Fasilitas kesehatan tersebut, merupakan definisi dari :

a)

Rujukan Internal

b)

Rujukan Horizontal

c)

Rujukan Vertikal

d)

Rujukan Partial

19.

Rujukan parsial dapat berupa :

a)

Pengiriman pasien untuk dilakukan pemeriksaan penunjang

b)

Pengiriman pasien untuk dilakukan pemeriksaan tindakan

c)

Pengiriman spesimen untuk pemeriksaan penunjang

d)

Semua Benar

20.

Ny. Y datang ke RS A dengan keluhan nyeri kepala berulang dan semakin memberat dalam 1 bulan terakhir, setelah dilakukan pemeriksaan fisik oleh DPJP (Bedah Syaraf), dicurigai adanya tumor di kepala Ny. A, namun RS tersebut tidak memiliki sarana penunjang yang memadai untuk menegakkan diagnosis pasti pada pasien tersebut, kemudian Ny. A dirujuk ke RS B hanya untuk dilakukan pemeriksaan MRI dan kembali ke RS A untuk pengobatan lebih lanjut, bagaimana ketentuan yang berlaku pada kasus ini adalah :

a)

SEP diterbitkan di RS A dan RS B

b)

SEP terbit hanya di RS A dan wajib menginput pilihan rujukan parsial pada aplikasi V-claim

c)

BPJS Kesehatan berkewajiban membayar tagihan MRI kepada RS B

d)

RS B berhak membebani iur biaya kepada pasien