NEW
Font size
WorksheetsUji Pemahaman JKN
Total questions: 20
Worksheet time: 15mins
Pasien mengalami kecelakaan lalu lintas non kecelakaan kerja dan mendapatkan penjaminan PT. Jasa Raharja sebesar Rp. 20.000.000. Plafon yang sudah digunakan sebesar Rp. 15.000.000.
7 bulan kemudian, pasien melakukan kontrol ulang untuk melepaskan plate dan screw. Biaya pelayanan sekarang adalah Rp. 17.000.000 dan tarif INACBG Rp. 16.000.000. Berapakah biaya yang dibayarkan BPJS Kesehatan?
Rp. 16.000.000
Rp. 12.000.000
Rp. 13.000.000
Rp. 17.000.000
Tn. X berobat di Rumah Sakit dengan keluhan nyeri pada kaki. Berdasarkan hasil pemeriksaan didapatkan adanya riwayat jatuh dari motor saat pulang bekerja. Tn. X mempunyai kartu BPJS Ketenagakerjaan. Penjaminan pada kasus ini adalah :
Jasa Raharja
BPJS Ketenagakerjaan
BPJS Kesehatan
A dan B Benar
Hak Kelas Tn. M adalah kelas 1 menginginkan menggunakan BPJS Kesehatan sebagai pembayar pertama dan menghendaki adanya kenaikan kelas perawatan, maka selisih biaya dapat dibayarkan oleh :
Asuransi Kesehatan tambahan yang telah PKS dengan BPJS Kesehatan
Asuransi Kesehatan Tambahan yang belum PKS dengan BPJS Kesehatan
Semua Benar
Peserta
Berdasarkan PMK Nomor 51 Tahun 2018, Pasien JKN hak kelas 2 menginginkan naik ke kelas VVIP, maka:
Pasien boleh naik kelas 2 tingkat tanpa jaminan JKN
Pasien boleh naik kelas 2 tingkat dengan jaminan JKN
RS dilarang menyediakan kelas di atas VIP
Pasien dilarang naik kelas 2 tingkat
Pasien JKN overdosis obat NAPZA masuk Rumah Sakit melalui IGD dan dinilai DPJP sesuai kriteria gawat darurat, maka :
Peserta mendapatkan pelayanan kegawatdaruratan tanpa jaminan JKN
Peserta mendapatkan pelayanan kegawatdarutan dengan jaminan JKN
RS boleh menolak melayani pasien
Semua salah
Peserta JKN mendapatkan pelayanan rawat jalan di poliklinik. Berdasarkan pemeriksaan dokter, pasien memerlukan obat di luar formularium nasional, maka :
Obat dapat diberikan dengan membayar tambahan biaya 50%
Obat dapat diberikan dengan tambahan biaya obat sesuai tarif RS
Obat dapat diberikan tanpa tambahan biaya
Peserta membeli obat di luar RS
Ny. A masuk Rumah Sakit melalui IGD pada hari Rabu dan disarankan dokter untuk rawat inap. Keluarga pasien menginginkan menggunakan BPJS Kesehatan. Pada saat pembuatan Surat Eligibilitas Peserta ternyata kartu tidak aktif karena menunggak. Dari hasil pemeriksaan Dokter, Ny. A diperbolehkan pulang pada hari sabtu dan SEP diterbitkan 1 jam sebelum pasien pulang, maka :
Peserta dapat dijamin oleh BPJS Kesehatan
Peserta tidak dapat dijamin oleh BPJS Kesehatan
Peserta dapat dijamin dengan membayar selisih biaya
Semua salah
Pada tanggal 26 Agustus 2020 Ny. Y mendapat rujukan dari FKTP ke poli penyakit saraf. Dari hasil pemeriksaan dokter, Ny. Y diminta untuk dilakukan pemeriksaan CT-Scan dan mendapatkan jadwal pada tanggal 27 Agustus 2020. Tanggal 27 Agustus Ny. Y datang ke RS untuk dilakukan CT-Scan kemudian pada tanggal 2 September 2020 kontrol kembali ke poli saraf untuk menyampaikan hasil pemeriksaan CT-Scan. Pernyataan yang tepat untuk kasus ini adalah :
Termasuk 1 episode rawat jalan
Termasuk 2 episode rawat jalan
Termasuk 3 episode rawat jalan
Termasuk 4 episode rawat jalan
Peserta JKN dengan diagnosa penyakit kronis pada saat mendapatkan pelayanan rawat jalan yang seharusnya mendapatkan resep obat 1 (satu) bulan tetapi obat yang diberikan kepada peserta hanya untuk 2 minggu dan ditagihkan RS kepada BPJS Kesehatan untuk klaim obat 1 bulan. Kasus ini termasuk jenis kecurangan :
Fragmentasi
Phantom billing
Inflated bills
Repeat billing
Hak kelas Tn. X adalah kelas 1, namun karena kamar perawatan kelas 1 penuh maka pasien dirawat di kelas 2 sampai dengan pulang. Klaim ditagihkan kepada BPJS Kesehatan sesuai dengan hak kelas pasien yaitu kelas 1. Hal ini termasuk jenis kecurangan :
Inflated bills
Phantom billing
Cloning
Manipulasi kelas perawatan
Ny. B mendapatkan rujukan dari FKTP ke Poli Penyakit Dalam dan berdasarkan pemeriksaan dokter, pasien memerlukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Saraf, maka :
Peserta diminta untuk mengambil rujukan ke FKTP
Peserta dapat diberikan rujuk internal dan kenakan biaya tambahan
Peserta dapat diberikan rujukan internal tanpa biaya tambahan
Semua salah
Di bawah ini adalah ketentuan episode rawat inap kecuali :
Pelayanan rawat inap yang menjadi kelanjutan proses perawatan di rawat jalan
Pasien telah mendapatkan pelayanan rawat inap yang lama perawatan kurang dari 6 jam dan pasien meninggal
Pasien telah mendapatkan pelayanan rawat inap yang lama perawatan kurang dari 6 jam dan selanjutnya dirujuk
Semua benar
Yang termasuk pemecahan episode pelayanan yang tidak sesuai indikasi medis (Fragmentasi) kecuali :
Pemberi pelayanan kesehatan mengirimkan tagihan terpisah dari diagnose yang sama tetapi hasil pemeriksaan penunjang yang sebenarnya dapat digabungkan namun diajukan terpisah 3 atau 4 pengajuan untuk memperoleh keuntungan
Peserta JKN dengan diagnosa penyakit kronis pada saat mendapatkan pelayanan rawat jalan yang seharusnya mendapatkan resep obat 1 (satu) bulan tetapi obat yang diberikan kepada peserta hanya untuk 2 minggu dan ditagihkan RS kepada BPJS Kesehatan untuk klaim obat 1 bulan
Tindakan operasi lebih dari satu diagnose penyakit yang dapat dilaksanakan dalam satu tindakan namun dilakukan lebih dari satu dan diklaimkan terpisah dengan tujuan memperoleh keuntungan
Semua benar
Tn. M adalah peserta JKN Penerima Bantuan Iuran APBN menginginkan dirawat di ruang perawatan kelas 2 setelah dirawat di ICU. Pernyataan yang tepat adalah :
Peserta membayar selisih biaya tarif INACBG kelas 1 dikurangi tarif INACBG kelas 2
Peserta membayar selisih biaya tarif real RS dikurangi tariff INACBGs kelas 2
Peserta tidak dikenakan selisih biaya
Peserta membayar seluruh biaya perawatan sesuai tarif RS
Dibawah ini yang termasuk Diagnosa Penyakit yang termasuk Program Rujuk Balik adalah kecuali :
TB Paru
Asma
Sistemik Lupus Eritrematosus
Epilepsi
Masa kadaluarsa klaim pelayanan kesehatan JKN adalah :
2 tahun sejak pelayanan kesehatan selesai diberikan
2 tahun sejak pelayanan kesehatan mulai diberikan
6 bulan sejak pelayanan kesehatan mulai diberikan
6 bulan sejak pelayanan kesehatan selesai diberikan
Kontrol ulang dapat dilakukan maksimal sejak tanggal rujukan awal dikeluarkan :
60 hari
50 hari
90 hari
120 hari
Pengiriman pasien atau spesimen ke pemberi pelayanan kesehatan lain dalam rangka menegakkan diagnosis atau pemberian terapi, yang merupakan satu rangkaian perawatan pasien di Fasilitas kesehatan tersebut, merupakan definisi dari :
Rujukan Internal
Rujukan Horizontal
Rujukan Vertikal
Rujukan Partial
Rujukan parsial dapat berupa :
Pengiriman pasien untuk dilakukan pemeriksaan penunjang
Pengiriman pasien untuk dilakukan pemeriksaan tindakan
Pengiriman spesimen untuk pemeriksaan penunjang
Semua Benar
Ny. Y datang ke RS A dengan keluhan nyeri kepala berulang dan semakin memberat dalam 1 bulan terakhir, setelah dilakukan pemeriksaan fisik oleh DPJP (Bedah Syaraf), dicurigai adanya tumor di kepala Ny. A, namun RS tersebut tidak memiliki sarana penunjang yang memadai untuk menegakkan diagnosis pasti pada pasien tersebut, kemudian Ny. A dirujuk ke RS B hanya untuk dilakukan pemeriksaan MRI dan kembali ke RS A untuk pengobatan lebih lanjut, bagaimana ketentuan yang berlaku pada kasus ini adalah :
SEP diterbitkan di RS A dan RS B
SEP terbit hanya di RS A dan wajib menginput pilihan rujukan parsial pada aplikasi V-claim
BPJS Kesehatan berkewajiban membayar tagihan MRI kepada RS B
RS B berhak membebani iur biaya kepada pasien
