WorksheetsEvaluasi Tema 3 subtema 1 Bahasa Indonesia
Total questions: 10
Worksheet time: 9mins
Terjadinya hujan dimulai dari sinar matahari yang panas menyebabkan adanya proses evaporasi. Air yang berada di bumi seperti laut, sungai serta sumber air lainnya mengalami penguapan. Hasil uap tersebut naik dan mengalami proses kondensasi. Dalam proses tersebut, uap air berubah menjadi embun. Karena suhu sekitar awan lebih rendah dari panas matahari, sehingga membentuk titik embun air. Suhu udara yang semakin tinggi membuat titik-titik embun semakin banyak dan memadat, kemudian membentuk awan. Di langit ada perbedaan tertekan udara sehingga pergerakan udara tersebut dikenal dengan angin. Angin kemudian membawa awan yang berisi butir-butir air menuju lokasi yang suhunya lebih rendah. Awan-awan yang mengandung titik embun air tersebut kemudian berkumpul dan membentuk awan besar, sehingga warnanya menjadi kelabu. Ini dikarenakan banyak partikel yang dibawa.
Tetesan air hujan mengembun di sekitar potongan bahan mikroskopis disebut inti kondensasi awan. Kondensasi ini bisa berbentuk partikel debu, garam, asap atau polusi. Kondensasi awan berwarna cerah, seperti debu dan ganggang hijau menyebabkan hujan berwarna. Namun, porsinya kecil.Ternyata tidak semua tetesan air hujan itu jatuh menyentuh tanah. Ada juga butiran air yang kembali ke awan.Hal ini karena air menembus lapisan atmosfer yang lebih hangat dan akhirnya kembali menguap.
Tetesan air hujan sebenarnya memiliki bentuk seperti kue kering, meskipun kebanyakan orang mengira seperti tetesan air mata. Gerimis bisa lebih kecil dari tetesan hujan. Hujan juga sering berbentuk serpihan salju, tetapi meleleh ketika jatuh melalui atmosfer. Salju terbentuk dengan cara yang sama seperti hujan, namun dalam kondisi yang lebih dingin. Kecepatan hujan turun tergantung dari wilayahnya. Daerah gurun kering akan lebih lambat dibandingkan hutan hujan tropis.
Jenis teks tersebut adalah ... .
narasi
argumentasi
deskripsi
eksplanasi
Terjadinya hujan dimulai dari sinar matahari yang panas menyebabkan adanya proses evaporasi. Air yang berada di bumi seperti laut, sungai serta sumber air lainnya mengalami penguapan. Hasil uap tersebut naik dan mengalami proses kondensasi. Dalam proses tersebut, uap air berubah menjadi embun. Karena suhu sekitar awan lebih rendah dari panas matahari, sehingga membentuk titik embun air. Suhu udara yang semakin tinggi membuat titik-titik embun semakin banyak dan memadat, kemudian membentuk awan. Di langit ada perbedaan tertekan udara sehingga pergerakan udara tersebut dikenal dengan angin. Angin kemudian membawa awan yang berisi butir-butir air menuju lokasi yang suhunya lebih rendah. Awan-awan yang mengandung titik embun air tersebut kemudian berkumpul dan membentuk awan besar, sehingga warnanya menjadi kelabu. Ini dikarenakan banyak partikel yang dibawa.
Tetesan air hujan mengembun di sekitar potongan bahan mikroskopis disebut inti kondensasi awan. Kondensasi ini bisa berbentuk partikel debu, garam, asap atau polusi. Kondensasi awan berwarna cerah, seperti debu dan ganggang hijau menyebabkan hujan berwarna. Namun, porsinya kecil.Ternyata tidak semua tetesan air hujan itu jatuh menyentuh tanah. Ada juga butiran air yang kembali ke awan.Hal ini karena air menembus lapisan atmosfer yang lebih hangat dan akhirnya kembali menguap.
Tetesan air hujan sebenarnya memiliki bentuk seperti kue kering, meskipun kebanyakan orang mengira seperti tetesan air mata. Gerimis bisa lebih kecil dari tetesan hujan. Hujan juga sering berbentuk serpihan salju, tetapi meleleh ketika jatuh melalui atmosfer. Salju terbentuk dengan cara yang sama seperti hujan, namun dalam kondisi yang lebih dingin. Kecepatan hujan turun tergantung dari wilayahnya. Daerah gurun kering akan lebih lambat dibandingkan hutan hujan tropis.
Tujuan teks tersebut adalah ... .
mendeskripsikan hujan sebagai suatu fenomena alam di sekitar kita
menjelaskan proses terjadinya hujan sebagai sebuah fenomena alam dari awal sampai akhir
menunjukkan bahwa hujan merupakan suatu fenomena alam di bumi
menjelaskan jenis-jenis hujan
Terjadinya hujan dimulai dari sinar matahari yang panas menyebabkan adanya proses evaporasi. Air yang berada di bumi seperti laut, sungai serta sumber air lainnya mengalami penguapan. Hasil uap tersebut naik dan mengalami proses kondensasi. Dalam proses tersebut, uap air berubah menjadi embun. Karena suhu sekitar awan lebih rendah dari panas matahari, sehingga membentuk titik embun air. Suhu udara yang semakin tinggi membuat titik-titik embun semakin banyak dan memadat, kemudian membentuk awan. Di langit ada perbedaan tertekan udara sehingga pergerakan udara tersebut dikenal dengan angin. Angin kemudian membawa awan yang berisi butir-butir air menuju lokasi yang suhunya lebih rendah. Awan-awan yang mengandung titik embun air tersebut kemudian berkumpul dan membentuk awan besar, sehingga warnanya menjadi kelabu. Ini dikarenakan banyak partikel yang dibawa.
Tetesan air hujan mengembun di sekitar potongan bahan mikroskopis disebut inti kondensasi awan. Kondensasi ini bisa berbentuk partikel debu, garam, asap atau polusi. Kondensasi awan berwarna cerah, seperti debu dan ganggang hijau menyebabkan hujan berwarna. Namun, porsinya kecil.Ternyata tidak semua tetesan air hujan itu jatuh menyentuh tanah. Ada juga butiran air yang kembali ke awan.Hal ini karena air menembus lapisan atmosfer yang lebih hangat dan akhirnya kembali menguap.
Tetesan air hujan sebenarnya memiliki bentuk seperti kue kering, meskipun kebanyakan orang mengira seperti tetesan air mata. Gerimis bisa lebih kecil dari tetesan hujan. Hujan juga sering berbentuk serpihan salju, tetapi meleleh ketika jatuh melalui atmosfer. Salju terbentuk dengan cara yang sama seperti hujan, namun dalam kondisi yang lebih dingin. Kecepatan hujan turun tergantung dari wilayahnya. Daerah gurun kering akan lebih lambat dibandingkan hutan hujan tropis.
Pernyataan berikut ini yang benar berdasarkan teks di atas adalah ... .
proses terjadinya hujan dimulai dari suatu proses yang dinamakan kondensasi
titik embun terbentuk karena suhu sekitar awan lebh rendah dari panas matahari
semua tetesan air hujan itu jatuh menyentuh tanah
kecepatan hujan turun tidak tergantung dari wilayahnya
Terjadinya hujan dimulai dari sinar matahari yang panas menyebabkan adanya proses evaporasi. Air yang berada di bumi seperti laut, sungai serta sumber air lainnya mengalami penguapan. Hasil uap tersebut naik dan mengalami proses kondensasi. Dalam proses tersebut, uap air berubah menjadi embun. Karena suhu sekitar awan lebih rendah dari panas matahari, sehingga membentuk titik embun air. Suhu udara yang semakin tinggi membuat titik-titik embun semakin banyak dan memadat, kemudian membentuk awan. Di langit ada perbedaan tertekan udara sehingga pergerakan udara tersebut dikenal dengan angin. Angin kemudian membawa awan yang berisi butir-butir air menuju lokasi yang suhunya lebih rendah. Awan-awan yang mengandung titik embun air tersebut kemudian berkumpul dan membentuk awan besar, sehingga warnanya menjadi kelabu. Ini dikarenakan banyak partikel yang dibawa.
Tetesan air hujan mengembun di sekitar potongan bahan mikroskopis disebut inti kondensasi awan. Kondensasi ini bisa berbentuk partikel debu, garam, asap atau polusi. Kondensasi awan berwarna cerah, seperti debu dan ganggang hijau menyebabkan hujan berwarna. Namun, porsinya kecil.Ternyata tidak semua tetesan air hujan itu jatuh menyentuh tanah. Ada juga butiran air yang kembali ke awan.Hal ini karena air menembus lapisan atmosfer yang lebih hangat dan akhirnya kembali menguap.
Tetesan air hujan sebenarnya memiliki bentuk seperti kue kering, meskipun kebanyakan orang mengira seperti tetesan air mata. Gerimis bisa lebih kecil dari tetesan hujan. Hujan juga sering berbentuk serpihan salju, tetapi meleleh ketika jatuh melalui atmosfer. Salju terbentuk dengan cara yang sama seperti hujan, namun dalam kondisi yang lebih dingin. Kecepatan hujan turun tergantung dari wilayahnya. Daerah gurun kering akan lebih lambat dibandingkan hutan hujan tropis.
Tetesan air hujan mengembun di sekitar potongan bahan mikroskopis disebut inti kondensasi awan. Berikut ini yang bukan termasuk bentuk kondensasi tersebut adalah ... .
partikel debu
garam
asap
partikel besi
Teks eksplanasi ilmiah adalah teks yang menerangkan suatu proses yang bersifat … .
Menguntungkan
Ilmu ekonomi dan bisnis
Ilmu pengetahuan alam
Ilmu logika dan akal
Teks eksplanasi terdiri dari … .
Pembukaan, kesimpulan dan penutup
Pernyataan umum, deretan penjelas dan kesimpulan
Penjelasan, uraian dan kesimpulan
Kesimpulan, keterangan penjelas dan tambahan
Perhatikan teks eksplanasi berikut!
Rangkaian listrik tertutup adalah rangkaian listrik yang seluruh komponennya sudah terhubung. Rangkaian listrik tertutup dapat terjadi jika konduktor sudah terhubung dengan seluruh komponen. Rangkaian listrik tertutup juga dapat terjadi jika sakelar dalam keadaan tertutup. Akibatnya, arus listrik dapat mengalir sehingga alat listrik akan menyala.
Gagasan pokok teks eksplanasi tersebut adalah … .
rangkaian listrik yang digunakan di rumah
proses kerja rangkaian listrik tertutup
manfaat rangkaian listrik tertutup
penggunaan rangkaian listrik tertutup
Perhatikan paragraf berikut!
Ritsleting adalah alat yang digunakan untuk menyambung dua sisi kain. Ritsleting digunakan dalam pakaian, koper dan berbagai tas, alat-alat olahraga, perlengkapan bertenda, dan benda-benda dari tekstil, kulit, dan lain-lain. Ritsleting disukai orang karena menolong mempercepat orang mengancingkan atau membuka pakaian, tas, sepatu, dibandingkan apabila orang harus menggunakan tali atau kancing.
Sesuai struktur teks eksplanasi, paragraf tersebut merupakan bagian … .
kesimpulan
interpretasi
deret penjelas
pernyataan umum
Pernyataan berikut yang merupakan bagian kesimpulan dari teks eksplanasi adalah … .
Karet gelang adalah potongan karet berbentuk gelang yang dibuat untuk mengikat barang. Karet gelang terdiri dari berbagai macam ukuran, dari yang besar hingga yang kecil, dari yang tebal hingga yang tipis. Penemuan sederhana karet gelang memberikan manfaat bagi banyak orang.
Seorang penemu dan usahawan berkebangsaan Inggris bernama Stephen Perry merupakan orang pertama yang berhasil memperoleh paten untuk karet gelang. Stephen Perry yang mempunyai perusahaan karet vulkanisir memperoleh paten untuk karet gelang pada tanggal 17 Mei 1845. Karet gelang yang dipatenkan Perry berbeda dengan karet gelang yang ada sekarang. Karet gelang zaman sekarang sudah mengalami vulkanisasi, sehingga karet lebih elastis, tahan lama dan pastinya lebih bermanfaat.
Prinsip pembuatan karet gelang sangat sederhana. Karet berbentuk silinder (tabung) panjang dipotong-potong menjadi karet gelang sesuai ukuran. Karet gelang bersifat elastis sehingga sangat berguna untuk membantu pekerjaan ikat mengikat.
Karet gelang dihasilkan dari getah pohon karet yang disadap. Penemuan sederhana berupa karet gelang sangat membantu memudahkan pekerjaan manusia. Sekecil apapun bentuk suatu penemuan apabila bermanfaat bagi banyak orang maka akan sangat berharga penemuan tersebut.
Bagian akhir dari sebuah teks eksplanasi disebut dengan ... .
interpretasi
konklusi
koda
krisis
