WorksheetsInteraksi desa kota
Total questions: 10
Worksheet time: 33mins
Berikut ini ciri-ciri yang melekat pada kehidupan masyarakat desa, kecuali...
Bersifat agraris
Mata pencaharian relatif homogen
Hubungan kekerabatan sangat erat
Bersifat materialistis
Kelompok masyarakat terbentuk atas faktor kesamaan geografis
Dibawah ini yang termasuk potensi fisik desa adalah ....
Kepala desa
Lembaga keamanan desa
Gotong royong
Pemuda karang taruna
Hewan ternak
Fungsi dari desa adalah sebagai daerah penyokong di sekitarnya atau sering disebut juga dengan istilah ....
Landuse
Urbanisasi
Linked in
Boulevard
Hinterland
Salah satu kota di Indonesia yang berkembang dari daerah perkebunan adalah ....
Jakarta
Yogyakarta
Surabaya
Banjarmasin
Bandung
Manakah diantara faktor berikut yang merupakan faktor pendorong urbanisasi?
Lapangan kerja luas
Adat istiadat tidak ketat
Banyak sarana liburan
Upah kerja yang kecil
Gaya hidup yang bebas
Jelaskan 3 perkembangan desa beserta cirinya!
Sebutkan tiga dampak positif dan negatif urbanisasi bagi desa!
Mengapa petani di desa Indonesia masih banyak yang miskin?
Konflik agraria di Urutsewu, yakni penguasaan tanah milik petani di Urutsewu seluas 1.150 hektar yang membentang luas dari Sungai Lukulo sampai Sungai Wawar. Ia mencakup 15 desa pada tiga kecamatan, antara lain, Desa Wiromartan, Desa Lembupurwo, Desa Tlogopragoto, sampai Desa Ayamputih.
Latihan Militer dan uji coba senjata berat berlanjut dengan klaim sepihak TNI-AD, kata Seniman, menimbulkan dampak negatif atau kerugian sangat besar, baik materiil maupun moril.
Dia contohkan, peristiwa berdarah 16 April 2011, berupa penembakan dan penyiksaan warga Desa Setrojenar, Kecamatan Bulus pesantren, Kebumen, Jawa Tengah. Korban tujuh orang tertembak, 13 luka-luka, 12 motor rusak.
Klaim TNI-AD atas tanah rakyat, menghilangkan hak kepemilikan masyarakat terhadap lahan pertanian sebagai tumpuan mata pencaharian masyarakat.
Pembangunan pagar permanen yang membujur dari barat ke timur di sepanjang batas klaim TNI-AD, katanya, membatasi akses masyarakat terhadap lahan pertanian mereka. TNI magar, katanya, tanpa seizin pemilik lahan dan sarat intimidasi.
Belum lagi aktivitas pertanian dan penggembalaan ternak terganggu, karena saat latihan petani dilarang bekerja di lahan.
“Sering juga terjadi kerusakan tanaman karena ledakan peluru,” kata Seniman.
Pengawasan amunisi gagal meledak kurang, hingga bisa meledak sewaktu-waktu kalau tersentuh petani atau warga. Hal ini pernah terjadi dan menyebabkan lima anak dari Desa Setrojenar, dan satu warga Ambal Resmi meninggal dunia. Ada juga empat orang Desa Entak dan Ambal Resmi cacat tetap.
Selain itu, klaim tanah TNI-AD ini berlanjut dengan ada penambangan pasir besi oleh PT Mitra Niagatama Cemerlang (MNC), di mana perusahaan ini diberi izin TNI TNI-AD untuk menambang.
Izin eksplorasi dan izin eksploitasi keluar juga sangat dipaksakan. Sejak awal warga sudah menolak penambangan dan proses penyusunan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) sarat intimidasi. Saat itu, perda tata ruang juga belum menetapkan wilayah itu sebagai kawasan tambang.
“Dampak yang timbul karena penambangan pasir, ekosistem, tekstur dan struktur tanah rusak. Terjadi intrusi air laut yang menyebabkan air tanah asin dan permanen,” kata Seniman.
Perlawanan menolak tambang pasir besi oleh warga membuahkan hasil. Pada 2012, MNC mengibarkan bendera putih alias menyerah dan tak melanjutkan penambangan. Meskipun Pemerintah Kebumen, belum mencabut izin, tetapi MNC tak akan menambang. Alat-alat berat sudah mereka tarik dan basecamp dibongkar.
Berikan tanggapanmu mengenai kutipan berita di atas!
Lengkapi zona ruang kota menurut teori di atas!
