WorksheetsUH 2 SEJARAH WAJIB XII
Total questions: 20
Worksheet time: 15mins
Periode antara tahun 1950-1959 dalam sejarah Indonesia disebut
Demokrasi Parlementer
Demokrasi Presidensial
Demokrasi Pancasila
Demokrasi Terpimpin
Demokrasi Terbuka
Sistem kepartaian yang dianut pada masa Demokrasi Liberal adalah
Partai Tunggal
Multi Partai
Dwi Partai
Partai Koalisi
Partai Oposisi
Mengapa pada masa Demokrasi Liberal di Indonesia sering terjadi pergantian kabinet
Program kerja kabinet kurang sesuai dengan keadaan Indonesia pada waktu itu
adanya perbedaan kepentingan diantara partai-partai yang tidak pernah terselesaikan dengan baik
Program yang dicanangkan setiap kabinet sering mendapat penolakan rakyat
Rakyat tidak percaya dengan kabinet tersebut
Adanya politik adu domba yang dilakukan oleh pihak lain
Zaket kabinet (1957-1959) merupakan istilah untuk kabinet
Djuanda
Natshir
Wilopo
Burhanuddin Harahap
Ali Sastroamijoyo 1
Berhasil menyelenggrakan Konferensi Asia Afrika merupakan prestasi yang pernah dicapai oleh kabinet
Ali Sastroamidjoyo
Djuanda
Natshir
Wilopo
Burhanuddin Harahap
Berikut ini yang termasuk dalam program kerja Kabinet Burhanuddin Harahap adalah
Mengembalikan Irian Barat
menyelenggarakan pemilu 1955
Pembatalan KMB
Normalisasi keadaan RI
Menyempurnakan struktur pemerintahan
Mulai berlakunya UUD sementara 1950 sampai Dekret Presiden 5 Juli 1959 telah terjadi beberapa pergantian kabinet sebanyak
5 kabinet
6 kabinet
7 kabinet
8 kabinet
9 kabinet
Kabinet Djuanda disebut juga Zaken Kabinet karena
terdapat tiga orang yang menjabat sebagai waki perdana menteri
memiliki program utama penyelesaian masalah Irian Barat
mendapat dukungan militer dalam menjalankan programnya
memiliki jumlah menteri yang sangat banyak
terdiri atas orang-orang yang ahli di bidangnya
Pada masa Demokrasi Liberal, bangsa Indonesia menganut sistem pemerintahan
Presidensil
Parlementer
Konstituante
Monarki
Campuran
Pada masa demokrasi liberal, presiden tidak berperan sebagai kepala pemerintahan karena
ketidakmampuan presiden memilih menteri yang cakap dalam kabinet
sesuai dengan hasil kesepakatan KMB
Indonesia menganut sistem demokrasi presidensial
Indonesia menganut sistem demokrasi parlementer
Presiden sudah menduduki jabatan sebagai panglima tertinggi
Salah satu ciri-ciri dari Demokrasi Liberal adalah ....
Konstitusi UUD 1945
Berkonsepsi NASAKOM
Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan
Berkonstitusi UUDS 1950
Presiden dan parlemen dipilih langsung oleh rakyat
Salah satu sebab gagalnya Program Benteng yang dilaksanakan oleh masyarakat Indonesia adalah ....
Masyarakat menggunakan uang dengan hemat
Menikmati hidup dengan sederhana
Mentalitas pengusaha yang cenderung konsumtif
Tidak ingin mendapatkan keuntungan yang cepat
Dapat bersaing dengan pengusaha nonpribumi
Nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia terjadi pada masa kabinet ....
Burhanudin Harahap
Sukiman
Wilopo
Ali Sastro II
Natsir
Pelaksanaan Pemilu I dilaksanakan saat kabinet...
Ali Sastroamijoyo I
Ali Sastroamijoyo II
Burhanuddin Harahap
Wilopo
M. Natsir
Peristiwa yang menjadi sebab jatuhya kabinet Wilopo adalah .....
Peristiwa 17 Oktober 1952
Peristiwa Cikini
Musyawarah Pembangunan Nasional
ditanda tanganinya MSA
Peristiwa Tanjung Morawa
Demokrasi Liberal yang berlaku di Indonesia mencontoh sistem parlementer negara
Timur
Selatan
Utara
Barat
Timur Tengah
Ketika masa Demokrasi Liberal Indonesia terbagi menjadi .... provinsi
45
33
25
18
10
Pemotongan nilai mata uang dilakukan berdasarkan kebijakan yang diambil oleh ....
Sumitro Djojohadikusumo
Soekiman
Wilopo
Burhanuddin Harahap
Sjafruddin Prawiranegara
Nasionalisasi de Javasche Bank menghasilkan institusi keuangan yang diberi nama ....
Bank Dagang Negara
Bank Nasional Indonesia
Bank Tabungan Negara
Bank Rakyat Indonesia
Bank Indonesia
Tokoh yang dua kali memimpin kabinet di Indonesia selama masa Demokrasi Liberal adalah ....
Wilopo
Burhanuddin Harahap
Djuanda
Ali Sastroamidjojo
Natsir
