wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

HIKAYAT

Total questions: 10

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Alkisah, ini hikayat orang dahulu kala. Diceritakan orang yang empunya cerita ini kisah pelanduk jenaka pri bijaksana pandai ia berbuat dusta segala binatang di dalam hutan rimba belantara. Demikianlah bunyinya, sekali peristiwa ada seekor pelanduk, maka ia duduk kepada suatu rimba hampir dengan Gunung Indrakila namanya disebut orang dan padang itupun … luasnya. Maka, banyaklah pada tempat itu segala binatang marga satwa sekaliannya berhimpun di sana.

Judul yang sesuai untuk penggalan hikayat di atas adalah ….

a)

Hikayat Pelanduk Jenaka

b)

Hikayat Gunung Indrakila

c)

Hikayat Si Pendusta

d)

Hikayat Orang Dahulu Kata

e)

Hikayat Seekor Binatang

2.

(1) bersifat imajinasi

(2) mengisahkan tentang kerajaan

(3) nama penciptanya tidak diketahui

(4) bersifat menyindir

bersifat menghibur

Nomor berapakah yang merupakan ciri-ciri hikayat?

a)

(1), (3), (5)

b)

(2), (4), (5)

c)

(1), (2), (3)

d)

(1) (1), (4), (5)

3.

Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.

Amanat yang tersirat dalam kutipan sastra klasik tersebut adalah …

a)

Basmilah jika melihat kejahatan

b)

Jangan menyombongkan diri

c)

Tunjukkanlah jika memiliki suatu kemampuan

d)

Hendaklah menolong orang yang dalam kesulitan

e)

Bersyukurlah jika mendapat pertolongan

4.

Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.

Nilai moral yang terdapat dalam kutipan sastra Melayu klasik tersebut adalah ....

a)

kekacauan penduduk akibat hasutan

b)

ketidakpedulian raja kepada rakyatnya

c)

kepedulian rakyat atas keselamatan rajanya

d)

kekejaman raja terhadap rakyatnya

e)

keadilan seorang raja kepada rakyatnya

5.

Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.

Kalimat dalam kutipan tersebut yang menunjukkan ciri-ciri sastra Melayu klasik dilihat dari bahasanya, menggunakan kata....

a)

diam, dan tuan

b)

daripadanya dan merebut

c)

raja dan tamasya

d)

rimba dan akal

e)

hamba dan buraksa

6.

”Janganlah adinda bertanya jua” jawab baginda dengan sedihnya. ”Pertanyaan itu hanya menambah luka Tuanku jua semata.”

”Ampun, Tuanku, orang yang arif tiada pernah putus asa sekali pun bagaimana juga cobaan yang datang ke atas dirinya. Tiada pula ia bersedih hati karena kesedihan tiada buahnya selain daripada menguruskan badan saja yang sudah ditakdirkan tiada juga akan tertolak olehnya.”

(Hikayat Kalilah dan Dimnah)

Nilai moral yang tertuang dalam penggalan cerita di atas tampak pada perbuatan ….

a)

menghormati orang lain

b)

mendahulukan kepentingan umum

c)

menegur orang dengan bahasa yang sopan

d)

Menolong orang yang sedang menderita

e)

Membantu orang yang sedang bersedih hati

7.

Maka baginda pun bimbanglah, tida tahu siapa yang patut dirayakan dalam negeri karena anaknya kedua orang itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat, iya menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda dan berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri.

Nilai yang terkandung pada penggalan hikayat di atas yaitu...

a)

nilai moral

b)

nilai agama

c)

nilai budaya

d)

nilai pendidikan

e)

nilai sosial

8.

Diambilnya pisau, lalu ditorehnya gendang itu. Maka Putri Ratna Sari keluar dari gendang itu.

Karakteristik hikayat pada penggalan teks di atas yaitu...

a)

kemustahilan

b)

kesaktian

c)

anonim

d)

istana sentris

e)

bahasa

9.

Pengarang membawa pembaca ke dunia khayal atau imajinasi yang serba indah. Pernyataan tersebut merupakan salah satu ciri hikayat yang berarti….

a)

Anonim

b)

Bersifat pralogis

c)

Menggunakan bahasa klise

d)

Magis

e)

istana sentris

10.

Adapun Raja Kabir itu takluk kepada Buraksa dan akan menyerahkan putrinya, Puteri Kemala Sari sebagai upeti. Kalau tiada demikian, negeri itu akan dibinasakan oleh Buraksa. Ditambahkannya bahwa Raja Kabir sudah mencanangkan bahwa barang siapa yang dapat membunuh Buraksa itu akan dinikahkan dengan anak perempuannya yang terlalu elok parasnya itu. Hatta berapa lamanya Puteri Kemala Sari pun sakit mata, terlalu sangat. Para ahli nujum mengatakan hanya air susu harimau yang beranak mudalah yang dapat menyembuhkan penyakit itu.

Kata-kata arkais yang ditemukan pada teks diatas adalah...

a)

upeti dan hatta

b)

upeti, hatta, dan nujum

c)

raja, elok, dan nujum

d)

elok dan nujum

e)

upeti, putri, dan nujum