WorksheetsPH MATERI TEKS CERITA SEJARAH
Total questions: 30
Worksheet time: 2hrs 30mins
Bacalah kutipan teks cerita sejarah berikut!
Perang selalu melahirkan pahlawan-pahlawan. Demikian pula halnya dengan perang yang melanda Aceh. Perang yang dikobarkan rakyat Aceh dalam memperjuangkan kemerdekaan melahirkan banyak pahlawan-pahlawan. Dan di antaranya, terdapat seorang wanita cantik yang gagah berani. Dia adalah Cut Nyak Dien.
Tidak ada catatan yang pasti tentang tahun kelahiran Srikandi Aceh ini. Namun, berdasarkan catatan yang ada, diperkirakan Cut Nyak Dien lahir pada tahun 1850 di Lampadang, Aceh Besar.
Ayahnya bernama Nanta Setia yang menjadi Ulebalang VI Mukim. Nanta Setia ini adalah saudara dari Teuku Mahmud, ayah Teuku Umar. Dengan perkataan lain, Cut Nyak Dien adalah saudara sepupu dari Teuku Umar.
Kakek Cut Nyak Dien adalah juga kakek dari Teuku Umar, yaitu Nanta Cih. Nanta Cih ini berasal dari keturunan Minangkabau yang merantau ke Aceh. Dan kemudian mendapat gelar kebangsaan Teuku dari Sultan Alaidin Syah.
Gelar itu diperoleh Nanta Cih karena membantu Sultan Alaidin Syah dalam menghadapi Panglima Polim dari segi XXII. Berkat bantuan itu, Sultan Alaidin Syah berhasil memenangkan Peperangan tersebut.
Sejak kecil Cut Nyak Dien hidup dalam suasana keluarga yang cukup belajar. Maklum, ayahnya adalah penguasa daerah VI Mukim yang sangat makmur. Dan sejak masa kanak-kanak, sudah kelihatan jelas, Bahwa kelak Cut Nyak Dien ini akan tumbuh menjadi wanita cantik.
Dikutip dari: Deddy Armand, Cut Nyak Dien, Jakarta, Garuda Metropolitan Press, 1985
Kutipan cerpen tersebut merupakan bagian .... teks cerita sejarah atau novel sejarah.
abstrak
orientasi
komplikasi
klimaks
resolusi
Bacalah kutipan teks cerita sejarah berikut!
Perang selalu melahirkan pahlawan-pahlawan. Demikian pula halnya dengan perang yang melanda Aceh. Perang yang dikobarkan rakyat Aceh dalam memperjuangkan kemerdekaan melahirkan banyak pahlawan-pahlawan. Dan di antaranya, terdapat seorang wanita cantik yang gagah berani. Dia adalah Cut Nyak Dien.
Tidak ada catatan yang pasti tentang tahun kelahiran Srikandi Aceh ini. Namun, berdasarkan catatan yang ada, diperkirakan Cut Nyak Dien lahir pada tahun 1850 di Lampadang, Aceh Besar.
Ayahnya bernama Nanta Setia yang menjadi Ulebalang VI Mukim. Nanta Setia ini adalah saudara dari Teuku Mahmud, ayah Teuku Umar. Dengan perkataan lain, Cut Nyak Dien adalah saudara sepupu dari Teuku Umar.
Kakek Cut Nyak Dien adalah juga kakek dari Teuku Umar, yaitu Nanta Cih. Nanta Cih ini berasal dari keturunan Minangkabau yang merantau ke Aceh. Dan kemudian mendapat gelar kebangsaan Teuku dari Sultan Alaidin Syah.
Gelar itu diperoleh Nanta Cih karena membantu Sultan Alaidin Syah dalam menghadapi Panglima Polim dari segi XXII. Berkat bantuan itu, Sultan Alaidin Syah berhasil memenangkan Peperangan tersebut.
Sejak kecil Cut Nyak Dien hidup dalam suasana keluarga yang cukup belajar. Maklum, ayahnya adalah penguasa daerah VI Mukim yang sangat makmur. Dan sejak masa kanak-kanak, sudah kelihatan jelas, Bahwa kelak Cut Nyak Dien ini akan tumbuh menjadi wanita cantik.
Dikutip dari: Deddy Armand, Cut Nyak Dien, Jakarta, Garuda Metropolitan Press, 1985
Siapa nama ayah Cut Nyak Dien?
Teuku Umar.
Nanta Setia.
Nanta Cih.
Sultan Alaidin Syah.
Teuku Mahmud.
Bacalah kutipan teks cerita sejarah berikut!
Perang selalu melahirkan pahlawan-pahlawan. Demikian pula halnya dengan perang yang melanda Aceh. Perang yang dikobarkan rakyat Aceh dalam memperjuangkan kemerdekaan melahirkan banyak pahlawan-pahlawan. Dan di antaranya, terdapat seorang wanita cantik yang gagah berani. Dia adalah Cut Nyak Dien.
Tidak ada catatan yang pasti tentang tahun kelahiran Srikandi Aceh ini. Namun, berdasarkan catatan yang ada, diperkirakan Cut Nyak Dien lahir pada tahun 1850 di Lampadang, Aceh Besar.
Ayahnya bernama Nanta Setia yang menjadi Ulebalang VI Mukim. Nanta Setia ini adalah saudara dari Teuku Mahmud, ayah Teuku Umar. Dengan perkataan lain, Cut Nyak Dien adalah saudara sepupu dari Teuku Umar.
Kakek Cut Nyak Dien adalah juga kakek dari Teuku Umar, yaitu Nanta Cih. Nanta Cih ini berasal dari keturunan Minangkabau yang merantau ke Aceh. Dan kemudian mendapat gelar kebangsaan Teuku dari Sultan Alaidin Syah.
Gelar itu diperoleh Nanta Cih karena membantu Sultan Alaidin Syah dalam menghadapi Panglima Polim dari segi XXII. Berkat bantuan itu, Sultan Alaidin Syah berhasil memenangkan Peperangan tersebut.
Sejak kecil Cut Nyak Dien hidup dalam suasana keluarga yang cukup belajar. Maklum, ayahnya adalah penguasa daerah VI Mukim yang sangat makmur. Dan sejak masa kanak-kanak, sudah kelihatan jelas, Bahwa kelak Cut Nyak Dien ini akan tumbuh menjadi wanita cantik.
Dikutip dari: Deddy Armand, Cut Nyak Dien, Jakarta, Garuda Metropolitan Press, 1985
Mengapa kakek Cut Nyak Dien mendapat gelar kebangsawanan dari kesultanan Aceh?
Membantu melawan penjajahan Belanda di kawasan VI Mukim.
Menjadi salah satu penasihat Sultan Alaidin Syah dari Aceh.
Membantu Sultan Alaidin Syah menghadapi Panglima Polim.
Membantu Sultan Alaidin Syah menghadapi rakyat Sagi XXII.
Membantu Panglima Polim melawan Sultan Alaidin Syah.
Bacalah Kutipan berikut dengan saksama!
“Majapahit ke depan haruslah merupakan Majapahit yang besar,” kata Mahapatih Gajah Mada mengawali pidatonya. “Kebesaran itu hanya dapat diraih melalui dua hal, yaitu satu dan bersatu. Semua orang harus merasa bersatu dan menjadi bagian dari yang satu. Majapahit harus bisa menggandeng dan memaksa negara-negara dari ujung bumi di sebelah timur ke ujung bumi sebelah barat menjadi satu persatuan dan kesatuan. Itu sebabnya, ke depan, Majapahit harus bekerja sangat keras untuk mewujudkannya. Ke depan, Majapahit harus bisa mengajak dan jika perlu memaksa negara-negara lain dari Onin di ujung timur sampai Tumesek di ujung barat untuk menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam satu dan bersatu, dalam persatuan dan kesatuan, di bawah bendera gula kelapa, di bawah panji-panji kebesaran Majapahit.”
Meluap isi dada Gagak Bongol, meluap penuh banjir bandang isi dada Aditiawarman, meluap isi para Bhayangkara, meluap pula isi dada kedua Prabu Putri, dipenuhi semangat yang berkobar makantar-kantar yang diucapkan oleh Gajah Mada.
Dikutip dari: Langit Kresna Hariadi, Gajah Mada: Hamukti Palapa, Surakarta, Tiga Serangkai, 2006
Suasana pada cerita tersebut adalah ...
sedih
bahagia
cemas
serius
gaduh
Bacalah Kutipan berikut dengan saksama!
“Majapahit ke depan haruslah merupakan Majapahit yang besar,” kata Mahapatih Gajah Mada mengawali pidatonya. “Kebesaran itu hanya dapat diraih melalui dua hal, yaitu satu dan bersatu. Semua orang harus merasa bersatu dan menjadi bagian dari yang satu. Majapahit harus bisa menggandeng dan memaksa negara-negara dari ujung bumi di sebelah timur ke ujung bumi sebelah barat menjadi satu persatuan dan kesatuan. Itu sebabnya, ke depan, Majapahit harus bekerja sangat keras untuk mewujudkannya. Ke depan, Majapahit harus bisa mengajak dan jika perlu memaksa negara-negara lain dari Onin di ujung timur sampai Tumesek di ujung barat untuk menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam satu dan bersatu, dalam persatuan dan kesatuan, di bawah bendera gula kelapa, di bawah panji-panji kebesaran Majapahit.”
Meluap isi dada Gagak Bongol, meluap penuh banjir bandang isi dada Aditiawarman, meluap isi para Bhayangkara, meluap pula isi dada kedua Prabu Putri, dipenuhi semangat yang berkobar makantar-kantar yang diucapkan oleh Gajah Mada.
Dikutip dari: Langit Kresna Hariadi, Gajah Mada: Hamukti Palapa, Surakarta, Tiga Serangkai, 2006
Apa inti perkataan Gajah Mada dalam pidatonya setelah diangkat menjadi mahapatih?
Gajah Mada ingin menguasai bekas daerah Singasari dan Kadiri yang lepas dari genggaman Majapahit.
Gajah Mada ingin menyatukan wilayah Nusantara dari Tumasek di sebelah barat sampai Onin di wilayah timur.
Gajah Mada Memberikan perintah kepada semua pejabat Majapahit untuk membantu dirinya menjalankan tugas.
Gajah Mada merasa kejayaan Majapahit sudah habis sehingga mengajak para prajurit untuk memperluas wilayah.
Gajah Mada merasa berterima kasih kepada sang raja karena telah dipercaya menjadi mahapatih kerajaan Majapahit.
Bacalah Kutipan teks cerita sejarah berikut!
Prajurit Demak kian terdesak hebat. Di setiap wilayah peperangan, mereka terus terdesak mundur. Sudah tak terbilang dari prajurit pendukung Pangeran Pengiri itu yang terluka dan menemui ajalnya serta memilih menyerah. Kekuatan mereka pun kian compang-camping. Jatuhnya Pajang seperti tinggal menunggu waktu. Dan, benarlah. prajurit-prajurit Demak yang tersisa memilih mengangkat tangan dan meletakkan senjata dibanding melawan terus.
Dikutip dari: Gamal Kamandoko, Panembahan Senopati, Yogyakarta, Diva Press, 2015
Suasana penggalan cerita sejarah tersebut adalah ...
bahagia
sedih
terharu
susah
menegangkan
Bacalah Kutipan teks cerita sejarah berikut!
Prajurit Demak kian terdesak hebat. Di setiap wilayah peperangan, mereka terus terdesak mundur. Sudah tak terbilang dari prajurit pendukung Pangeran Pengiri itu yang terluka dan menemui ajalnya serta memilih menyerah. Kekuatan mereka pun kian compang-camping. Jatuhnya Pajang seperti tinggal menunggu waktu. Dan, benarlah. prajurit-prajurit Demak yang tersisa memilih mengangkat tangan dan meletakkan senjata dibanding melawan terus.
Dikutip dari: Gamal Kamandoko, Panembahan Senopati, Yogyakarta, Diva Press, 2015
Bagaimana keadaan prajurit Demak yang dipimpin Pangeran Pengiri?
Prajurit Demak membunuh banyak prajurit Mataram yang dipimpin Panembahan Senopati.
Prajurit Demak memenangkan pertempuran melawan prajurit Mataram yang dipimpin Panembahan Senopati.
Banyak prajurit Demak yang terluka dan mati, pada akhirnya menyerah kepada prajurit Mataram.
Prajurit Demak menunggu kesempatan untuk melakukan serangan balasan kepada prajurit Mataram.
Prajurit Demak berlindung di belakang Pangeran Pengiri karena kalah jumlah dengan prajurit Mataram.
Bacalah Kutipan teks cerita sejarah berikut!
Tak menunggu waktu lama, Sanggrama Wijaya segera menyiapkan segenap kekuatan Majapahit. Para prajurit segera bersiaga dengan senjata-senjata. Kuda-kuda perang disiapkan. Sembilan arya terkemuka Singasari turut bersiaga menyiapkan prajurit yang hendak maju menggempur.
“Yang Mulia Pangeran,” kata Banyak Kapuk, “segala sesuatunya telah berjalan sesuai siasat Kanjeng Adipati Wiraraja. Kini saatnya waktu menentukan itu!”
Sanggrama Wijaya menganggukkan kepala. “Benar, Kapuk,” katanya mantap. Ia segera berdiri di depan barisan prajuritnya. Titahnya pun terdengar menggelegar. “Kita runtuhkan Kadiri!”
Segenap prajurit bersorak-sorai menyambut titah Sanggrama Wjiaya.
Rangga Lawe lantas menata gelar pasukan Majapahit membentuk Gilingan Rata. Gelaran perang ini menunjukkan kepiawaian anak kandung Arya Wiraraja dalam memahami siasat perang sekaligus menunjukkan keinginan Majapahit untuk menggempur habis kekuatan Kadiri. Dengan berkuda, Rangga Lawe selaku panglima perang yang berada di depan, di kelilingi para prajurit pemanah. Sanggrama Wijaya berada di belakang Rangga Lawe dengan kawalan empat arya terkemuka Singasari. Segenap prajurit berbaris membentuk lingkaran besar dengan ujung belakang barisan ditempati Gajah Pagon, Nambi, Peteng, dan Wirot.
Dikutip dari: Gamal Kamandoko, Sanggrama Wijaya, Yogyakarta, Diva Press, 2009
Pernyataan yang tidak sesuai dengan kutipan cerita sejarah tersebut adalah ...
Rangga Lawe menata pasukan dengan siasat Gilingan Rata.
Sanggrama Wijaya berada di baris depan dikawal sembilan arya Singasari.
Arya Wijaya adalah ayah kandung Rangga Lawe.
Rangga Lawe adalah panglima perang yang piawai.
Sanggrama Wijaya memberi perintah untuk meruntuhkan Kadiri.
Bacalah Kutipan teks cerita sejarah berikut!
Tak menunggu waktu lama, Sanggrama Wijaya segera menyiapkan segenap kekuatan Majapahit. Para prajurit segera bersiaga dengan senjata-senjata. Kuda-kuda perang disiapkan. Sembilan arya terkemuka Singasari turut bersiaga menyiapkan prajurit yang hendak maju menggempur.
“Yang Mulia Pangeran,” kata Banyak Kapuk, “segala sesuatunya telah berjalan sesuai siasat Kanjeng Adipati Wiraraja. Kini saatnya waktu menentukan itu!”
Sanggrama Wijaya menganggukkan kepala. “Benar, Kapuk,” katanya mantap. Ia segera berdiri di depan barisan prajuritnya. Titahnya pun terdengar menggelegar. “Kita runtuhkan Kadiri!”
Segenap prajurit bersorak-sorai menyambut titah Sanggrama Wjiaya.
Rangga Lawe lantas menata gelar pasukan Majapahit membentuk Gilingan Rata. Gelaran perang ini menunjukkan kepiawaian anak kandung Arya Wiraraja dalam memahami siasat perang sekaligus menunjukkan keinginan Majapahit untuk menggempur habis kekuatan Kadiri. Dengan berkuda, Rangga Lawe selaku panglima perang yang berada di depan, di kelilingi para prajurit pemanah. Sanggrama Wijaya berada di belakang Rangga Lawe dengan kawalan empat arya terkemuka Singasari. Segenap prajurit berbaris membentuk lingkaran besar dengan ujung belakang barisan ditempati Gajah Pagon, Nambi, Peteng, dan Wirot.
Dikutip dari: Gamal Kamandoko, Sanggrama Wijaya, Yogyakarta, Diva Press, 2009
Pokok isi petikan cerita tersebut adalah ...
Pasukan Sanggrama Wijaya bersiap untuk menjatuhkan kepemimpinan Singasari.
Pasukan Sanggrama Wijaya bersiap untuk meruntuhkan Kerajaan Kadiri.
Rangga Lawe ingin menjadi senopati perang Singasari seperti ayahnya.
Arya Wiraraja membawa pasukannya membantu Sanggrama Wijaya.
Sanggrama Wijaya dikawal sembilan arya Singasari memberontak di Singasari
Bacalah Kutipan teks cerita sejarah berikut!
“Tuhan! Kepada-Mu kami bergantung! Kepada-Mu kami mengadukan segala jeritan hati. Sadarkanlah mereka yang telah berbuat angkara murka. Terimalah amal mereka yang telah menjadi korban keganasan itu. Selamatkanlah negeri kami, Maluku tercinta!” ucap Bapak Pendeta.
“Amin!” sambutan hadirin.
Dikutip dari: Arsyad Siddik, Pattimura Pejuang yang Berakhir di Tiang Gantungan, Jakarta, Karya Unipress, 1984
Nilai apa yang terdapat dalam kutipan cerita tersebut?
nilai moral.
nilai sosial.
nilai religius.
nilai budaya.
nilai kepahlawanan.
Bacalah Kutipan cerita berikut!
“Tuhan! Kepada-Mu kami bergantung! Kepada-Mu kami mengadukan segala jeritan hati. Sadarkanlah mereka yang telah berbuat angkara murka. Terimalah amal mereka yang telah menjadi korban keganasan itu. Selamatkanlah negeri kami, Maluku tercinta!” ucap Bapak Pendeta.
“Amin!” sambutan hadirin.
Dikutip dari: Arsyad Siddik, Pattimura Pejuang yang Berakhir di Tiang Gantungan, Jakarta, Karya Unipress, 1984
Latar tempat pada kutipan cerita tersebut adalah ...
masjid
gereja
pura
vihara
klenteng
Bacalah Kutipan cerita berikut !
Amanat cerita ini yaitu bahwa Ki Ageng Mangir adalah seorang kesatria sejati yang rela melepas keperkasaannya demi menghormati mertuanya. Ia berprasangka baik sekalipun kepada musuhnya. Sifat Panembahan Senopati tidak sepatutnya dicontoh. Kita harus memaafkan orang yang sudah meminta maaf kepada kita sekalipun dia pernah memusuhi kita.
Dikutip dari: http://ceritarakyatnusantara.com/id/folklore/297-ki-ageng-mangir-wanabaya, diunduh 31 Januari 2018
Kutipan cerita tersebut merupakan bagian ... cerita sejarah.
orientasi
komplikasi
klimaks
resolusi
koda
Bacalah Kutipan cerita berikut !
Amanat cerita ini yaitu bahwa Ki Ageng Mangir adalah seorang kesatria sejati yang rela melepas keperkasaannya demi menghormati mertuanya. Ia berprasangka baik sekalipun kepada musuhnya. Sifat Panembahan Senopati tidak sepatutnya dicontoh. Kita harus memaafkan orang yang sudah meminta maaf kepada kita sekalipun dia pernah memusuhi kita.
Dikutip dari: http://ceritarakyatnusantara.com/id/folklore/297-ki-ageng-mangir-wanabaya, diunduh 31 Januari 2018
Tindakan apa yang tidak patut ditiru sesuai isi paragraf tersebut?
Rela melepaskan keperkasaannya demi menghormati orang lain.
Selalu berprasangka baik kepada semua orang yang ditemui.
Tidak mau memaafkan kesalahan orang lain yang sudah meminta maaf.
Bersifat kesatria saat menghadapi situasi apa pun.
Bersikap sombong dengan mengagungkan kekuasaan yang dimiliki.
Bacalah Kutipan cerita berikut!
Sampai sore pertempuran masih terus berlangsung. Korban kedua belah pihak berjatuhan. Para pejuang satu per satu gugur sebagai kusuma bangsa. Darah mereka membasahi bumi pertiwi.
Kapitan Pattimura mengundurkan diri ke sebuah kampung. Kampung itu terletak di tengah hutan Negeri Booi. Kapitan Pattimura dan para pembantunya beristirahat pada sebuah rumah.
Rupanya, tempat persembunyian Kapitan Pattimura dan para pembantunya diketahui oleh Raja Booi. Cepat-cepat ia melaporkan tempat itu kepada Kapten Mayer.
“Jika Tuan mempercayai saya, akan kutunjukkan di mana Kapitan Pattimura bersembunyi,” kata Raja Booi.
Alangkah gembiranya Raja Booi. Pangkat dan jabatannya tetap berada di pundaknya. Oleh karena itu, ia berusaha menangkap Kapitan Pattimura. Padahal, Raja Booi sendiri telah menyatakan kebulatan tekad untuk membantu perjuangan Kapitan Pattimura. Bahkan, ia pula yang mengangkat pemuda Matulessi sebagai kapitan.
Dikutip dari: Arsyad Siddik, Pattimura Pejuang yang Berakhir di Tiang Gantungan, Jakarta, Karya Unipress, 1984
Latar waktu yang disebutkan pada kutipan cerita tersebut adalah ...
subuh
pagi
siang
sore
malam
Bacalah Kutipan cerita berikut!
Sampai sore pertempuran masih terus berlangsung. Korban kedua belah pihak berjatuhan. Para pejuang satu per satu gugur sebagai kusuma bangsa. Darah mereka membasahi bumi pertiwi.
Kapitan Pattimura mengundurkan diri ke sebuah kampung. Kampung itu terletak di tengah hutan Negeri Booi. Kapitan Pattimura dan para pembantunya beristirahat pada sebuah rumah.
Rupanya, tempat persembunyian Kapitan Pattimura dan para pembantunya diketahui oleh Raja Booi. Cepat-cepat ia melaporkan tempat itu kepada Kapten Mayer.
“Jika Tuan mempercayai saya, akan kutunjukkan di mana Kapitan Pattimura bersembunyi,” kata Raja Booi.
Alangkah gembiranya Raja Booi. Pangkat dan jabatannya tetap berada di pundaknya. Oleh karena itu, ia berusaha menangkap Kapitan Pattimura. Padahal, Raja Booi sendiri telah menyatakan kebulatan tekad untuk membantu perjuangan Kapitan Pattimura. Bahkan, ia pula yang mengangkat pemuda Matulessi sebagai kapitan.
Dikutip dari: Arsyad Siddik, Pattimura Pejuang yang Berakhir di Tiang Gantungan, Jakarta, Karya Unipress, 1984
Orang yang berkhianat kepada Kapitan Pattimura bernama ...
Philip Latumahina
Anthone Rhebok
Said Perintah
Sahetappy
Raja Booi
Ciri-ciri cerita sejarah nonfiksi di antaranya adalah ...
Jalan cerita disusun berdasarkan dunia nyata
Menggambarkan kehidupan batin seorang tokoh secara lebih mendalam
Pengembangan karakter tokoh tidak sepenuhnya terungkap
Menyajikan kehidupan sesuai pandangan pengarang
Menyajikan kehidupan sesuai data dan fakta
Struktur cerita sejarah yang berisi komentar pribadi penulis tentang peristiwa atau kejadian sejarah yang diceritakan yaitu ...
Orientasi
Prolog
Urutan peristiwa
Reorientasi
Epilog
Bagian dari struktur teks cerita sejarah yang dapat dihilangkan yaitu ...
Koda
Prolog
Urutan peristiwa
Reorientasi
Epilog
Bacalah penggalan teks cerita sejarah berikut!
Pertempuran 10 November merupakan peristiwa sejarah perang antara pihak tentara Indonesia dan pasukan Inggris. Peristiwa besar ini terjadi pada tanggal 10 November 1945 di Kota Surabaya, Jawa Timur.
Teks tersebut merupakan isi struktur teks cerita sejarah, yaitu ...
Abstraksi
Orientasi
Peristiwa
Resolusi
Reorientasi
Perhatikan teks cerita sejarah berikut!
Dengan latar belakang keluarga dan lingkungan sekolah yang seperti ini, Stalin tumbuh menjadi individu yang sangat tertutup, jarang berbicara, serta terbiasa menyembunyikan niat dan perasaannya.
Banyak para ahli sejarah yang memiliki dugaan kuat bahwa pemicu setiap keputusan Stalin ketika nanti dia berkuasa, hampir selalu didasari oleh perasaan ketakutan atau paranoia, yang diakibatkan oleh tekanan psikologis pada masa kecil.
Berdasarkan jenisnya, teks tersebut termasuk teks cerita sejarah ...
Fiksi
Nonfiksi
Rekaan
Khayalan
Tidak nyata
Perhatikan teks cerita sejarah berikut !
Dengan latar belakang keluarga dan lingkungan sekolah yang seperti ini, Stalin tumbuh menjadi individu yang sangat tertutup, jarang berbicara, serta terbiasa menyembunyikan niat dan perasaannya.
Banyak para ahli sejarah yang memiliki dugaan kuat bahwa pemicu setiap keputusan Stalin ketika nanti dia berkuasa, hampir selalu didasari oleh perasaan ketakutan atau paranoia, yang diakibatkan oleh tekanan psikologis pada masa kecil.
Berdasarkan strukturnya, kutipan teks tersebut merupakan bagian ...
Orientasi
Urutan peristiwa
Reorientasi
Refleksi
Konklusi
Perhatikan paragraf berikut !
Ahmad Tagudar terlahir dan tumbuh besar di lingkungan masyarakat Mongol yang berpaham Samanisme. Ajaran Islam bukan hanya asing, bahkan kata Islam sendiri merupakan kosakata yang baru ia kenal. Kekufuran mengepung masa mudanya. Tapi siapakah yang bisa mengeluarkan yang mati dari yang hidup? Hari yang mati karena kekufuran menuju hati yang hidup dengan keimanan?
Sumber: kisahmuslim.com
Berdasarkan struktur teks cerita sejarah, kutipan teks tersebut merupakan bagian ...
Orientasi
Urutan peristiwa
Reorientasi
Konklusi
Refleksi
Perhatikan paragraf berikut!
Ahmad Tagudar terlahir dan tumbuh besar di lingkungan masyarakat Mongol yang berpaham Samanisme. Ajaran Islam bukan hanya asing, bahkan kata Islam sendiri merupakan kosakata yang baru ia kenal. Kekufuran mengepung masa mudanya. Tapi siapakah yang bisa mengeluarkan yang mati dari yang hidup? Hari yang mati karena kekufuran menuju hati yang hidup dengan keimanan?
Sumber: kisahmuslim.com
Nilai keteladanan yang dapat dicotoh dari tokoh Ahmad Tagudar adalah ...
Ia tumbuh besar di lingkungan masyarakat Mongol yang berpaham Samanisme sehingga mudah baginya untuk memilih ajaran Islam
Kekufuran mengepung masa mudanya, tetapi ia mendapat hidayah sehingga memeluk agama Islam
Hatinya yang mati karena kekufuran berubah menuju hati yang hidup dengan keimanan
Ia terlahir di lingkungan samanisme, tetapi memilih ajaran Islam atas kehendaknya sendiri
Ia meyakini ajaran Islam yang asing sebagai tantangan untuk menjadi manusia yang lebih baik dari ayahnya
Bacalah penggalan teks cerita sejarah berikut!
Sultan Ahmad Tagudar bin Hulagu Khan merupakan raja ke-3 dari Kerajaan Mongol Ilkhan (Ilkhanate Dynasty). Selang 18 tahun setelah Hulagu Khan wafat, Ahmad Tagudar memeluk islam. Hulagu wafat pada tahun 663 H atau 1275 M, dalam usia 46 atau 48 tahun. Ia wafat meninggalkan wilayah kekuasaan yang meliputi wilayah Iran, sebagian Turki, dan Syam.
Tagudar memeluk Islam setelah menduduki tahta tertinggi kerajaan. Tepatnya pada tanggal 26 Muharam 681 H bertepatan dengan 6 Mei 1282 M. Ia menggantikan saudaranya, Abaqan Khan, yang merupakan penerus sang ayah. Tagudar adalah anak ke-7 dari Hulagu. Saat ayahnya melakukan ekspansi ke Iran, Irak, dan Syam, Tagudar sedang berada di Cina. Ia datang ke Iran di masa pemerintahan saudaranya, Abaqa, untuk membantunya mengurusi negara.
Tagudar tidak mengumumkan keIslamannya hingga ia menguasai tahta raja. Setelah itu barulah disematkan nama Ahmad pada namanya, sehingga menjadi Ahmad Tagudar. Ia merupakan orang Ilkhan pertama yang memeluk Islam. Melalui perantara dirinya, banyak orang Mongol pun memeluk Islam. Mereka bersungguh-sungguh dalam menganut agama Islam.
Sumber: kisahmuslim.com dengan perubahan
Berdasarkan struktur teks cerita sejarah, teks tersebut merupakan bagian ...
Orientasi
Urutan peristiwa
Reorientasi
Konklusi
Kronologis
Bacalah penggalan teks cerita sejarah beriku!
Sultan Ahmad Tagudar bin Hulagu Khan merupakan raja ke-3 dari Kerajaan Mongol Ilkhan (Ilkhanate Dynasty). Selang 18 tahun setelah Hulagu Khan wafat, Ahmad Tagudar memeluk islam. Hulagu wafat pada tahun 663 H atau 1275 M, dalam usia 46 atau 48 tahun. Ia wafat meninggalkan wilayah kekuasaan yang meliputi wilayah Iran, sebagian Turki, dan Syam.
Tagudar memeluk Islam setelah menduduki tahta tertinggi kerajaan. Tepatnya pada tanggal 26 Muharam 681 H bertepatan dengan 6 Mei 1282 M. Ia menggantikan saudaranya, Abaqan Khan, yang merupakan penerus sang ayah. Tagudar adalah anak ke-7 dari Hulagu. Saat ayahnya melakukan ekspansi ke Iran, Irak, dan Syam, Tagudar sedang berada di Cina. Ia datang ke Iran di masa pemerintahan saudaranya, Abaqa, untuk membantunya mengurusi negara.
Tagudar tidak mengumumkan keIslamannya hingga ia menguasai tahta raja. Setelah itu barulah disematkan nama Ahmad pada namanya, sehingga menjadi Ahmad Tagudar. Ia merupakan orang Ilkhan pertama yang memeluk Islam. Melalui perantara dirinya, banyak orang Mongol pun memeluk Islam. Mereka bersungguh-sungguh dalam menganut agama Islam.
Sumber: kisahmuslim.com dengan perubahan
Pernyataan yang sesuai dengan isi paragraf pertama adalah ...
Raja Hulagu Khan adalah Raja ke-3 dari kerajaan Mongol Ilkhan
Raja Hulagu Khan adalah seorang raja yang berjuang untuk Islam
Raja Hulagu Khan memiliki putra yang bernama Sultan Ahmad Tagudar
Raja Hulagu Khan dan Sultah Ahmad Tagudar sama-sama beragama Islam
Sultan Ahmad Tagudar menjadi raja selang 18 tahun setelah Hulagu Khan wafat
Bacalah penggalan teks cerita sejarah berikut!
Sultan Ahmad Tagudar bin Hulagu Khan merupakan raja ke-3 dari Kerajaan Mongol Ilkhan (Ilkhanate Dynasty). Selang 18 tahun setelah Hulagu Khan wafat, Ahmad Tagudar memeluk islam. Hulagu wafat pada tahun 663 H atau 1275 M, dalam usia 46 atau 48 tahun. Ia wafat meninggalkan wilayah kekuasaan yang meliputi wilayah Iran, sebagian Turki, dan Syam.
Tagudar memeluk Islam setelah menduduki tahta tertinggi kerajaan. Tepatnya pada tanggal 26 Muharam 681 H bertepatan dengan 6 Mei 1282 M. Ia menggantikan saudaranya, Abaqan Khan, yang merupakan penerus sang ayah. Tagudar adalah anak ke-7 dari Hulagu. Saat ayahnya melakukan ekspansi ke Iran, Irak, dan Syam, Tagudar sedang berada di Cina. Ia datang ke Iran di masa pemerintahan saudaranya, Abaqa, untuk membantunya mengurusi negara.
Tagudar tidak mengumumkan keIslamannya hingga ia menguasai tahta raja. Setelah itu barulah disematkan nama Ahmad pada namanya, sehingga menjadi Ahmad Tagudar. Ia merupakan orang Ilkhan pertama yang memeluk Islam. Melalui perantara dirinya, banyak orang Mongol pun memeluk Islam. Mereka bersungguh-sungguh dalam menganut agama Islam.
Sumber: kisahmuslim.com dengan perubahan
Pernyataan yang sesuai dengan teks cerita sejarah tersebut adalah ...
Saat ayahnya melakukan ekspansi ke Iran, Irak, dan Syam, Tagudar datang ke Cina untuk membantu Raja Abaqa mengurusi negara
Tagudar mengumumkan keislamannya sebelum ia menguasai tahta raja
Nama Ahmad disematkan pada namanya menjadi Ahmad Tagudar stelah ia menjadi raja
Tagudar menduduki tahta tertinggi kerajaan pada tanggal 6 Mei 1282 M
Banyak orang Mongol memeluk Islam karena takut kepada rajanya
Bacalah kutipan paragraf cerita sejarah berikut !
Mata uang rupiah bukanlah satu-satunya mata uang yang pernah berlaku di Indonesia.
Kerajaan Mataram lama, Sriwijaya, dan Mataram telah mengenal dan menggunakan berbagai tipe “uang” yang umumnya berupa logam. Setelah kedatangan penjajah di
Indonesia pun, Indonesia telah mengenal berbagai macam mata uang, termasuk sen dan gulden yang diterbitkan oleh De Javasche Bank khusus untuk digunakan di Hindia Belanda (Indonesia saat itu).
Informasi yang disampaikan dalam kutipan teks tersebut adalah ....
Rupiah merupakan mata uang yang digunakan sejak zaman dahulu kala
Kerajaan Mataram lama, Sriwijaya, dan Majapahit menggunakan mata uang gulden
Hindia Belanda menggunakan “uang” berupa logam
Di setiap masa dalam sejarah, Indonesia menggunakan jenis alat tukar atau uang yang berbeda-beda
Penggunaan rupiah ditetapkan pada zaman penjajahan Belanda
Bacalah teks cerita sejarah berikut ini!
Latar belakang datangnya bangsa Barat ke Indonesia karena jatuhnya Konstantinopel. Namun tidak hanya itu, mereka datang ke Indonesia dengan tujuan untuk mencari rempah-rempah dan menguasai beberapa daerah di Indonesia.
Konjungsi yang digunakan dalam paragraf tersebut adalah ...
dan
karena, namun
namun
karena
tidak hanya
Bacalah teks cerita sejarah berikut dengan saksama!
Kemunculan rezim Orde Baru ditandai dengan penyerahan kekuasaan dari Presiden Soekarno pada 22 Februari 1967. Di awal masa pemerintahan, banyak tantangan yang dihadapi oleh Jenderal Soeharto, terutama dalam mengatasi konflik berkepanjangan yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Maka, kebijakan dalam negeri yang diambil pada masa-masa awal pemerintahan bertujuan untuk menstabilkan berbagai sektor fundamental, seperti pertanian dan perdagangan.
Di sektor pertanian, capaian tertinggi pada awal pemerintahan orde Baru adalah swasembada beras. Swasembada beras adalah merupakan tekad utama pemerintah saat itu untuk mengatasi kondisi Indonesia yang sedang kritis. Langkah yang dilakukan untuk mengatasi masalah pertanian saat itu adalah dibangun prasarana pertanian, seperti irigasi, perhubungan, dan teknologi pertanian lainnya. Selain itu, cara-cara bertani yang tepat guna disertai penggunaan teknologi pun terus disampaikan melalui penyuluhan.
Langkah tersebut kemudian berhasil membuat Indonesia mengalami swasembada beras.
Interpretasi yang tepat terhadap isi paragraf kedua pada teks cerita sejarah tersebut adalah ...
Pemerintah Orde Baru berfokus pada masalah pertanian
Masalah pertanian merupakan masalah paling pokok yang dihadapi masyarakat
Swasembada beras memajukan teknologi pertanian Indonesia
Saat itu dilakukan penyuluhan tentang langkah-langkah menuju swasembada beras
Dibangunnya irigasi mengantarkan Indonesia swasembada beras pada saat itu
Perhatikan urutan peristiwa berikut ini!
Tahun 800 M : Borobudur didirikan Wangsa Syailendra
Tahun 1814 : Ditemukan Raffles
Tahun 1975-1982 : dipugar oleh Indonesia dan UNESCO
Penulisan teks cerita sejarah yang tepat berdasarkan data tersebut adalah ...
Candi Borobudur didirikan oleh Wangsa Syailendra tahun 800 M. Keberadaannya mulai dipugar tahun 1975-1982 oleh Pemerintah Indonesia dibantu UNESCO
Candi Borobudur didirikan Wangsa Syailendra pada tahun 800 M. Keberadaannya ditemukan oleh Raffles pada tahun 1814
Candi Borobudur didirikan oleh Wangsa Syailendra. Keberadaannya ditemukan oleh Raffles dan mulai dipugar tahun 1975-1982 oleh Pemerintah Indonesia dan UNESCO
Candi Borobudur didirikan oleh Wangsa Syailendra tahun 800 M. Keberadaannya ditemukan oleh Raffles pada tahun 1814 dan mulai dipugar tahun 1975-1982 oleh Pemerintah Indonesia yang dibantu UNESCO
Candi Borobudur didirikan Wangsa Syailendra. Keberadaannya ditemukan oleh Raffles pada tahun 1814 dan dipugar oleh Pemerintah Indonesia yang dibantu UNESCO
