Font size
WorksheetsTeks cerita pendek kelas 9
Total questions: 50
Worksheet time: 1hrs 8mins
Berikut merupakan pengembangan orientasi, kecuali....
pengenalan konflik
pengenalan latar
pengenalan tokoh
permasalahan
Bagian struktur teks cerita pendek yang menunjukkan masalah mencapai titik puncaknya disebut....
rangkaian peristiwa
orientasi
komplikasi
resolusi
Saat ku dengar suara helikopter itu membelah angkasa.
Kalimat tersebut mengandung majas....
ironi
metafora
hiperbola
personifikasi
Berikut yang termasuk kebahasaan teks cerpen adalah....
Menggunakan bahasa ilmiah
menggunakan dialog/kalimat langsung
menggunakan sudut pandang orang kedua
menggunakan kata baku
Berikut ini yang bukan struktur teks cerpen adalah …
Orientasi
Imajinasi
Komplikasi
Resolusi
Bacalah penggalan cerpen berikut ini !
Andi duduk termenung sendiri di atas sebuah bangku taman. Sekali – sekali dia berdiri dan melihat sekitar. “Dia janji untuk menemuiku jam 8. Sedangkan, sekarang sudah jam 9. Apakah dia lupa dengan janjinya sendiri,” Gerutu Andi.
Latar suasana yang tepat pada penggalan cerpen di atas adalah ?
kesal
gelisah
senang
khawatir
... Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke rumahnya melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.
"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"
"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua."
(Andi Dwi Handoko, "Bonsai")
Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan teks tersebut adalah ....
ramah, telaten, dermawan
rajin, pemarah, teliti
ceroboh, malas, kaya
cermat, pelit, perhitungan
Selain di warung-warung Koran, kadang-kadang aku juga pergi ke perpustakaan daerah. Di sana aku mencermati Koran-koran yang di warung Koran tidak ada. Di sana aku biasanya lebih bebas, karena lepas dari kewajiban membeli Koran.
Cerpen di atas menggunakan sudut pandang …
Orang pertama
Orang kedua
Orang pertama tokoh sampingan
Orang ketiga
Ruang pameraan itu tidak begitu penuh dikunjungi orang hingga tempat yang kecil itu tak hendak meledak. Berulang kali Pri melayangkan pandangannya ke sudut sana. Pokoknya, gadis itu punya pesona tersendiri, punya daya tarik tersendiri, punya magnet yang bisa mengajak mata untuk selalu menatapnya. Sebenarnya sih, sederhana saja penampilanya. Tetapi ia tampak istimewa dengan pakaian seragam seperti itu.
Ciri kebahasaan yang ditonjolkan dalam kutipan cerpen di atas adalah…
Penggunaan majas
Penggunaan kata benda khusus
Penggunaan ungkapan deskriptif untuk menggambarkan keadaan
Penggunaan kata/kalimat emotif
Aku duduk sendirian di halte depan sekolah menunggu angkot yang akan mengantarku pulang. Kini aku harus membiasakan diri karena tak ada lagi mobil mewah dan sopir pribadi.
(Utami Panca Dewi, "Luka Hati Sabrina")
Latar tempat kutipan teks cerpen tersebut adalah ....
halte depan sekolah
terminal
depan rumah
di halte dekat rumah
Perpaduan antara unsur-unsur yang membangun cerita sehingga merupakan kerangka utama cerita disebut dengan ...
Alur
Latar
Tokoh
Sudut pandang
Kelihatan seorang kakek berjalan bersama cucunya seorang gadis belia yang cantik. Mereka duduk di bawah pohon yang rindang. Gadis itu meminta kakeknya menceritakan riwayat hidupnya, siapa sebenarnya kedua orang tuanya dan di mana mereka sekarang. Sang kakek terdiam sebentar, kemudian mulailah ia bercerita. “Delapan belas tahun yang lalu, seorang pemuda kota berjalan-jalan ke desa ini. Ia terpikat gadis cantik bunga desa ini, dan mereka pun menikah. Gadis cantik itu adalah putri kakek satu-satunya.
Latar tempat pada cerita di atas adalah...
di bawah pohon rindang.
di perkampungan.
di hutan rimba.
di jalan pedasaan.
Dengan tergesa-gesa Ersa menaiki bus yang nyaris meninggalkan suasana yang kurang nyaman baginya. Dari kejauhan terdengan sayup suara “… penumpang bus Gemilang harap untuk segera memasuki kendaraan…”. Hati Ersa agak tenang karena dia sudah berada di dalamnya. “Mudah-mudahan sore nanti aku bisa berada di acara itu,” harapnya dalam hati.
Latar waktu dan tempat pada penggalan cerpen tersebut adalah …
sore hari, terminal
siang hari, perjalanan
siang hari, terminal
pagi hari, perjalanan
“kita sebagai pendidik tidak boleh memandang masalah secara hitam-putih pak, diah itu telah banyak menanggung beban hidup, sudah selayaknya kita ikut mendampingi dan membantunya, bukan malah menambah bebannya.
Amanat yang terkandung dalam kutipan cerpen di atas adalah…..
sebagai manusia harus saling tolong-menolong
seorang pendidik harus bisa membantu siswanya dalam mengatasi permasalahan hidup
Guru harus bersikap professional dalam mendidik muridnya
guru harus memiliki sikap kasih sayang dalam mendidik
Pengarang menuturkan cerita dirinya sendiri, dengan pelaku aku/orang pertama tunggal/jamak, berarti kedudukan pengarang dalam cerpen tersebut sebagai...
tokoh bawahan
tokoh pengamat
campuran
tokoh utama
Kamboja masih berusaha menahan tangis. Tubuhnya bergetar semakin kencang. Tangan kanannya terus menelusuri lekuk batu nisan di tanah gundukan di hadapannya. Tangan kirinya semakin kuat mencengkeram tanah di sampingnya.
Suasana yang tergambar dalam kutipan cerpen tersebut adalah....
sunyi
haru
muram
sedih
Apa perbedaan cerpen dan novel?
cerpen memiliki unsur intrinsik sedangkan novel tidak
cerpen dan novel mempunyai tokoh utama
cerpen menceritakan konflik tokoh yang terbatas sedangkan novel menceritakan tokoh yang lebih kompleks
cerpen tidak bisa habis dibaca dalam sekali duduk. Sedangkan novel bisa dibaca dalam sekali duduk
(1)"Apakah peranku bagimu, silumankah aku?" tak ada jawabmu, hanya angin berdesir di sekeliling kita. (2)Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku. (3)Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini. (4)Jangan lagi memaknainya, menanyakannya atau mengharapkannya esok hari.
Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar malam hari terdapat pada nomor….
1
2
3
4
(1) Boleh jadi, itu sikap angkuhnya seorang yang sukses dan kaya menghadapi pemuda kere macam aku. (2) Sebagai pimpinan sebuah bank papan atas di negeri ini, mungkin dia tak rela hati anak gadisnya kupacari. (3) Jadi, amat wajar dia kelihatan tidak suka terhadapku. (4) Apalagi tampangku tidak keren kayak aktor Nicholas Saputra, sementara wajah Mawar memang cakep. (5) Kamu sendiri bilang, Mawar mirip Dian Sastro dengan bodi semampai macam Luna Maya (padahal menurutku, Mawar lebih mirip penyanyi kesukaanmu, Mulan Jamila).
Bukti bahwa watak tokoh ‘dia’ pada kutipan cepen tersebut sombong terletak pada kalimat bernomor.…
(1) dan (2)
(2) dan (3)
(3) dan (4)
(4) dan (5)
Parjimin adalah tukang batu, tetangga Kurdi. Lumayan bagi mereka, mendapat proyek baru. Rupanya, proyek rumah gedong itulah yang selalu diperbincangkan Kurdi di setiap kesempatan. Di tempat perhelatan nikah, supitan, di tempat kerja bakti, sarasehan kampung, sampai ronda malam. Dia senantiasa tidak lupa menceritakan rencananya membangun rumah gedungnya itu.
Berdasarkan kutipan cerpen tersebut, Kurdi bersifat.…
pemberani
baik
sombong
egois
Pesantren itu sangat besar. Bangunannya berlantai lima dengan banyaknya jendela lusuh yang tidak mampu lagi terhitung oleh mataku yang baru saja tiba di tempat itu. Aku juga melihat banyak anak-anak yang sepertinya kurang terawat.
(M. Zuhri, "Kandang Merpati")
Unsur Pembangun yang menonjol pada kutipan tersebut adalah....
tokoh
latar waktu
latar tempat
penokohan
Pagi tadi Eyang menyuruh Bi Jum, pembantunya, mengantar Via berobat ke puskesmas. Sudah dua hari Via pilek. Biasanya Eyang sendiri yang mengantar Via berobat. Namun tetangga sebelah meninggal. Eyang melayat ke tetangga sebelah.
Kalimat yang menggunakan keterangan waktu adalah kalimat ...
Pertama dan Kedua
Kedua dan Ketiga
Ketiga dan keempat
Keempat dan kelama
Via termenung (1). Ya, sepertinya ucapan (2) Bi Jum ada benarnya juga. Bude Laras dan Bulik Prita, saudara Bunda mengasuh (3) sendiri anak-anaknya. Meskipun mereka berdua juga bekerja di kantor. Sementara Via diasuh Eyang.
“Bingung, ya? Via, umumnya seorang anak memang tinggal (4) bersama orang tuanya. Namun karena alasan tertentu, ada juga anak yang tinggal dengan orang lain.”
Kata yang menggambarkan perasaan tokoh ditandai dengan nomor ...
1
2
3
4
Perhatikan penggalan cerpen berikut ini!
Dan ada nasihat-nasihat ayahnya terlalu datar seperti air bengawan di musim kemarau, aku pun telah mulai bosan. Setiap keadaan yang mungkin membawa ayah memberikan nasihat-nasihatnya.
Majas yang digunakan pada penggalan cerpen tersebut adalah ...
Metafora
Hiperbola
Simile
Litotes
Ternyata benar, di setiap musibah ada hikmah yang diambil. Kita ikhlas dan bersabar menghadapinya. Aku bisa belajar banyak hal, banyak pengalaman yang yang aku dapat darisana. Sekarang, walaupun fisikku tidak sempurna, aku bisa menjalani hidup seperti biasa. Akubekerja di sebuah laundry.
Kutipan tersebut merupakan struktur cerpen bagian....
Orientasi
Komplikasi
Konflik
Resolusi
Perhatikanlah kutipan cerpen berikut!
“Kamu, siswa baru, rupanya pintar, ya?” ejek Indah, ketua kelas. Begitu pula teman-teman yang lainnya mengejek Dita sebagai penyontek ulung.
“Aku tidak menyontek, sungguh! Aku mengerjakan sendiri!” sanggah Dita sembari menekan rasa takut.
“Bohong! Buktinya, waktu kamu duduk di belakang itu hasil ulanganmu jelek!” bentak Indah.
“Ta… Tapi aku tidak menyontek,” kata Dita hampir menangis.
“Sudahlah mana ada pencuri mau mengaku atas perbuatannya,” sela Bambang dengan nada mengejek.
“Begini saja, kalau kamu memang betul-betul tidak menyontek, nanti kalau ada ulangan lagi, kamu harus duduk di kursi paling belakang san aitu, dan buktikan bahwa kamu pun bisa memperoleh nilai sembilan tanpa Melati!” ujar Indah memberi keputusan.
Konflik dalam kutipan cerpen tersebut adalah …
Indah dituduh menyontek ketika ulangan berlangsung.
Banyak siswa menuduh Dita menyontek saat ulangan.
Bambang merasa jengkel dengan sikap Indah terhadap Dita.
Melati memberikan bantuan kepada Dita pada waktu ulangan.
Bacalah teks berikut dengan saksama!
Brek! Via menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur. Air matanya meleleh membasahi bantal. Hati Via betul-betul terluka mendengar omongan Bi Jum.
“Lho, kenapa menangis?” tanya eyang putri cemas. Beliau meletakkan obat dan segelas air putih di meja.
Via diam tidak menjawab. Isaknya semakin jelas terdengar.
“Eyang, benarkah bunda tidak mau mengurus Via?” tanyanya terpatah-patah.
“Siapa bilang?”
“Tadi di puskesmas Bi Jum bercerita kepada orang. Katanya, bunda tidak mau mengurus Via.
Pengarang pada kutipan tersebut menggunakan sudut pandang ...
orang pertama pelaku utama
orang pertama pelaku sampingan
orang kedua
orang ketiga
Bacalah kutipan berikut dengan cermat!
Sudah hampir jam satu malam, ketakutan menyerangku. Aku ingin menelepon ke rumah, tapi kupastikan Mak Yem menunggu ayah di rumah sakit. Tiba-tiba aku merasa bersalah, ini sebuah egoisme. Aku dan Yu Ning kejar karir dan selalu lupa kalu masih punya ayah yang harus kami perhatikan. Selalu lupa menelepon beliauhanya untuk mengucapkan, “Halo”. Padahal, sebelum keberangkatanku ke Jakarta, ayah bilang, “Kalian berdua memilih karir di Jakarta. Tak seorang pun memang ingin bersama laki-laki tua sepertiku. Aku tahu tidak ada yang harus disalahkan, setiap anak pasti mencari sarangnya yang baru. Tapi, sesekali teleponlah aku. Itu sudah lebih dari cukup.”
Amanat kutipan cerita di atas adalah ...
jangan sia-siakan kesempatan untuk meraih sukses karir
orangtua harus mendukung anaknya untuk mencapai karirnya
Kesempatan tidak akan pernah datang dua kali dalam hidup
sesukses apapun selalu ingat dan memperhatikan orangtua
Bacalah kutipan berikut dengan cermat!
Kemudian mendadak muncul puluhan, ratusan, bahkan mungkin ribuan kupu-kupu aneka warna berterbangan dan memenuhi pandanganku. Istriku berteriak dan memegang tanganku, kurasakan pegangannya terlepas dan tak kudengar lagi suaraku sendiri.
Latar suasana pada kutipan cerpen tersebut yaitu....
damai
sedih
ketakutan
sepi
Bacalah kutipan berikut dengan cermat!
Terik. Hari ini begitu panas, sampai-sampai cahaya matahari membuat kulitku hampir terbakar. Jemuran pun sekejab kering. Bau asap-asap polusi menyergap masuk ke paru-paru membuat kotor udara. Ditambah suara bising kendaraan yang lalu lalang dihadapanku, membuat suasana bertambah pengap dan panas. Aku hanya bisa melihat orang-orang itu di dalam mobil dengan AC yang membuat mereka sejuk. Berbeda dengan diriku, anak laki-laki dengan baju kumal berdiri di tepi jalan sambil membawa payung di genggaman. Aku hanya bisa menunggu hujan turun dan seseorang datang untuk menggunakan jasaku.
Sudut pandang kutipan cerita di atas adalah …
orang pertama pelaku utama
orang ketiga serba tahu
orang pertama pelaku sampingan
orang ketiga sebagai pengamat
Perhatikan kutipan berikut!
(1)"Apakah peranku bagimu, silumankah aku?" tak ada jawabmu, hanya angin berdesir di sekeliling kita. (2)Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku. (3)Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini. (4)Jangan lagi memaknainya, menanyakannya atau mengharapkannya esok hari.
Majas yang digunakan pada kalimat nomor (2) adalah ….
Personifikasi
Metafora
Ironi
Litotes
Bacalah kutipan cerpen berikut!
Ya, kediaman keluarga Sastro Suwiryo yang menempati lahan seluas 200 meter persegi di Desa Kasongan pinggiran Yogyakarta itu bisa dibilang tenang dan tentram sebelumnya. Malam itu, sudah hampir setengah jam isak tangis terdengar mengalahkan lagu malam yang dinyanyikan oleh angin dan lambaian pohon kelapa belakang rumah. Rembulan purnama yang tengah asyik menemani orang-orang yang sedang tidur dengan nyenyak juga tidak disapa oleh isak tangis itu.
“ Bapak, bangun, Pak.”
“ Ada apa, Bu? Malam-malam begini kok bangun? Kok kelihatannya ada yang serius.”
Dikutip dari: Agung Webe, “Arjuna Tidak Mencari Cinta” dalam Arjuna Tidak Mencari Cinta, Bekasi, Soul Journey, 2016.
Kalimat bercetak tebal dalam kutipan cerpen tersebut mengandung majas . . . .
Metafora
Metonimia
Personifikasi
Hiperbola
Kuingin kau berbohong padaku. Seperti yang kau utarakan kemarin, dan yang kemarin dulu itu. Ketika mentari meredup berpendar di pucuk daun sebelah barat rumah dan ketika kerumunan itu tak lagi bersamamu, kau mulai dengan kisah kebohonganmu yang pertama kepadaku.
Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar waktu sore adalah.…
Mentari meredup
Mentari di sebelah barat
Ketika kerumunan tidak bersama
Kebohongan yang disampaikan tokoh kamu
Bacalah teks cerpen berikut!
(1) Teman teman fajar bersorak gembira, (2) Daffa terkulai lemas karena layang-layang putus. (3) Senja pun tiba. (4) Ketika terdengar suara azan, anak-anak mulai membubarkan diri untuk pergi ke masjid. (5) Berita kemenangan Fajar atas daffa makin menambah keyakinan anak-anak desa itu bahwa layang-layang milik fajar memang sakti. (6) Fajar menjadi makin tinggi hati.
Bukti nilai agama terdapat pada kalimat bertanda nomor ….
1
2
3
4
Bacalah teks cerpen berikut!
(1) Teman teman fajar bersorak gembira, (2) Daffa terkulai lemas karena layang-layang putus. (3) Senja pun tiba. (4) Ketika terdengar suara azan, anak-anak mulai membubarkan diri untuk pergi ke masjid. (5) Berita kemenangan Fajar atas daffa makin menambah keyakinan anak-anak desa itu bahwa layang-layang milik fajar memang sakti. (6) Fajar menjadi makin tinggi hati.
Makna konotasi dari tinggi hati yang terdapat pada kalimat (6) adalah ….
Sombong
Pemalu
Marah
Senang
Bacalah teks cerpen berikut!
(1) Teman teman fajar bersorak gembira, (2) Daffa terkulai lemas karena layang-layang putus. (3) Senja pun tiba. (4) Ketika terdengar suara azan, anak-anak mulai membubarkan diri untuk pergi ke masjid. (5) Berita kemenangan Fajar atas daffa makin menambah keyakinan anak-anak desa itu bahwa layang-layang milik fajar memang sakti. (6) Fajar menjadi makin tinggi hati.
Bukti latar waktu terdapat pada kalimat bertanda nomor ….
(1) dan (2)
(2) dan (3)
(3) dan (4)
(4) dan (5)
Kenari merasa malu dan kurang percaya diri kalau berkumpul dengan teman-temannya. Tubuhnya kecil dan mengeluarkan bau tak sedap. Teman-temannya sering meledek dan menggodanya. Kenari ingin penampilannya berubah. Dia ingin buktikan kepada teman-temannya bahwa ia bisa tampil bersih dan tidak kalah besar. Kenari pun bangun pagi dan rajin membersihkan diri. Ia tidak malas lagi mencari makan. Berkat ejekan teman-temannya, dirinya membuang jauh-jauh sifat malasnya.
Nilai moral pada kutipan cerita tersebut adalah….
dalam pergaulan harus memusnahkan sikap berkuasa
dengan teman harus saling menggoda dan meledek
berusahalah menjadi lebih baik agar percaya diri
kurang percaya diri hal biasa dalam pergaulan
Kuingin kau berbohong padaku. Seperti yang kau utarakan kemarin, dan yang kemarin dulu itu. Ketika mentari meredup berpendar di pucuk daun sebelah barat rumah dan ketika kerumunan itu tak lagi bersamamu, kau mulai dengan kisah kebohonganmu yang pertama kepadaku.
Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar waktu sore adalah.…
Mentari meredup
Ketika kerumunan tidak bersama
Mentari di sebelah barat
Kebohongan yang disampaikan tokoh kamu
Kedamaian kampung saya mulai terusik, saat jalan besar menghubungkan dengan kota kecamatan dan kabupaten diperbesar dan diaspal. Memang aspal ala kadarnya, tidak sebagus sekarang. Akan tetapi, jalan itu memberi gejolak tersendiri. Para petani hilir mudik ke kota kabupaten menjual hasil bumi. pembangunan pabrik-pabrik semakin santer diinformasikan orang kecamata.
Struktur teks cerpen yang tepat untuk teks tersebut adalah
orientasi
rangkaian peristiwa
komplikasi
resolusi
Saya hanya bisa mencatat peristiwa-peristiwa seperti itu tanpa mengerti apa yang telah terjadi. Seperti remaja lain di kampung saya, saya kebingungan dengan banyak hal. satu hal yang pasti, kita harus lebih dekat bersahabat dengan alam, agar alam lebih bersahabat dengan kita. Pohon memang keramat, harus dihargai, dihormati, dijaga, dan dipelihara.
Struktrur teks cerpen yang tepat untuk teks tersebut adalah
orientasi
rangkaian peristiwa
komplikasi
resolusi
Di sebelah barat kampung ada gunung yang tidak begitu besar. disebut gunung barangkali tidak tepat, karena areanya terlalu kecil. lebih tepat disebut bukit. tapi, penduduk kampung, sejak dulu menyebutnya dengan Gunung Beser.
Struktur teks cerpen yang tepat untuk penggalan cerpen tersebut adalah
orientasi
rangkaian peristiwa
komplikasi
resolusi
Wajahnya keras beku seperti dinding batu. Ia berkata "aku ikut!"
Makna konotasi yang terkandung dalam kalimat tersebut adalah
pemarah
berkemauan kuat
pemalu
bijaksana
Nilai yang berhubungan dengan tingkah laku atau perilaku manusia disebut nilai ....
pendidikan
budaya
agama
moral
(1) “Sedekah, Pak,” ujar ibu di depanku membuyarkan kegilaanku. (2) Aku menggeleng. (3) Ibu itu kembali menoleh kepadaku, tetapi aku tetap menggeleng. (4) Aku sadar akan kekurangan dan kemiskinan yang juga menjeratku. (5) Haruskah aku menolong, padahal saat ini aku juga sedang membutuhkan pertolongan? (6) Apa salahnya aku memberikan sedikit dari yang kumiliki.
Bagian yang membuktikan rasa kebimbangan tokoh utama terdapat dalam kalimat nomor ….
(1)
(3)
(4)
(5)
Hari ini cuaca begitu cerah suasana jiwaku yang penat karena setumpuk tugas. Namun, sekarang aku harus mulai bangkit dari tidurku dan mandi karena pagi ini aku harus bekerja keras.
Latar waktu kutipan cerpen adalah ....
Pagi hari
Siang hari
Sore hari
Malam hari
Bila seseorang bertanya pekerjaan apa yang saya lakukan, maka saya tak mampu menjawabnya. Wajah saya langsung menjadi merah padam dan tergagap-gagap. Saya cemburu terhadap orang yang bisa mengatakan, “Saya tukang batu.”
Watak tokoh saya dalam penggalan cerita tersebut adalah ….
pemalu
penakut
pembohong
pendiam
“Mereka bersaudara, saudara kandung. Mereka hanya dua bersaudara. Ibu Upiklah yang membiayai kuliah Ferri selama ini hingga dia dapat mencapai gelar Ph.D. itu. Ibu Upik mengorbankan masa mudanya hanya untuk kepentingan adiknya yang hanya seorang itu. Ia bekerja membanting tulang menggantikan fungsi kedua orang tuanya untuk menyelesaikan pendidikan adiknya yang sangat disayangi-nya itu. Selama itu pula Ibu Upik menjauhi pria dan bertahan bagai karang menghadapi segala godaan. Ferri tahu itu. Ia kini ingin berbuat apa saja untuk membahagiakan kakaknya. Ia melihat kakaknya sebagai ibu, bukan sebagai kakak.”
hiperbola dan metafora
perumpamaan dan personifikasi
hiperbola dan perumpamaan
metafora dan personifikasi
Hari ini aku berangkat ke kampung. Untuk melepas kepergianku, Mama membuat nasi kuning dan ayam bakar. Aku berangkat sebagai delegasi daerahku mengikuti MTQ tingkat nasional. Mama dan Papa mengiring keberangkatanku dengan banjir air mata dan doa.
Apabila dijadikan cerpen, temanya cuplikan di atas bersifat ...
Menyedihkan
Mengecewakan
Mengharukan
Mengesankan
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Setiap sore menjelang, bapak selalu duduk di bangku tua kesayangannya. Bangku yang terbuat dari bamboo itu telah menemani bapak melewati senja yang begitu indah. Duduk dengan tenang sembari melempar pandang ke luar jendela untuk menyaksikan betapa indah panorama yang senja sajikan. [ … .] Rasa lelah setelah seharian memeras keringat tampak memudar ketika ia duduk di bangku tua kesayangannya itu.
Kalimat yang tepat untuk melengkapi kutipan teks cerpen tersebut adalah.…
Bapak memotret senja itu.
Bapak tertidur.
Bapak selalu menikmatinya.
Bapak dan ibu duduk berdua.
Cermati kutipan cerita pendek berikut!
“Sudah kuduga kalian berdua akan datang lebih awal dibandingkan Didut,” kata Bagas si empunya rumah, siswa SMP I yang baru saja naik kelas tiga. “Ya, begitulah. Didut memang sering terlambat dan hebatnya selalu punya alasan untuk keterlambatannya,” jawab Tito yang disetujui Tina. Tito, Didut dan Bagas adalah teman sekelas di SMP I. Sedangkan Tina, teman adik Bagas yang bernama Hanum. Keduanya baru diterima di kelas satu SMP I tahun ini. Malam ini mereka berlima akan membicarakan sebuah rencana yang cukup penting buat mereka. Namun sayang, Didut terlambat datang Seharusnya pertemuan akan dimulai jam setengah tujuh agar selesai tidak terlalu malam. Sudah sepuluh menit berlalu, dan belum ada tanda-tanda Didut akan datang.
Alur yang digunakan dalam cerita tersebut adalah…
alur campuran
alur maju
alur mundur
campuran
