wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

AKSK-TM1

Total questions: 20

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

AUDITING is the accumulation and evaluation of evidence about information to determine and report on the degree of correspondence between the information and established criteria. Auditing should be done by a competent, independent person.


Yang dimaksud dengan established criteria adalah:

a)

Standar Akuntansi Keuangan

b)

Standar Audit

c)

Standar Profesional Akuntan Publik

d)

Standar Operasional

2.

Audit dan Akuntansi merupakan suatu proses pekerjaan yang berbeda, namun dalam alur siklus yang sejalan. Dalam proses audit, dokumen utama apa yang diuji ?

a)

Bukti Transaksi Keuangan

b)

Jurnal Umum

c)

Buku Besar

d)

Laporan Keuangan

3.

AUDITING adalah suatu pemeriksaan yang dilakukan secarakritis dan sistematis oleh pihak yang independen, terhadaplaporan keuangan yang telah disusun oleh manajemen besertacatatan-catatan pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya, dengan tujuan untuk dapat memberikan pendapat mengenai kewajaran (fairness) laporan keuangan tersebut.


Apa yang dimaksud dengan kewajaran (fairness) tersebut?

a)

Laporan keuangan disajikan dengan nilai saat ini (fair value)

b)

Laporan Keuangan sudah disusun dengan benar

c)

Laporan Keuangan disajikan apa adanya sesuai definisi dan kriteria pengakuannya

d)

Laporan Keuangan disajikan tanpa kesalahan sedikit pun

4.

Audit yang dilakukan untuk menilai efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan suatu perusahaan

a)

Audit Investigasi

b)

Audit Kepatuhan

c)

Audit atas Laporan Keuangan

d)

Audit Operasional

5.

Jasa penjaminan (jasa asurans) merupakan jasa penjaminan yang diberikan akuntan publik untuk meningkatkan kualitas informasi keuangan. Berikut adalah jasa asurans yang tidak dapat diberikan akuntan publik:

a)

Jasa Atestasi

b)

Jasa Akuntansi dan Kompilasi

c)

Jasa Audit

d)

Jasa Konsultasi Investasi

6.

Pemeriksaan Pajak yang dilakukan oleh Kantor Pelayanan Pajak terhadap wajib pajak, merupakan jenis audit:

a)

Audit atas Laporan Keuangan (Financial Statements Audit)

b)

Audit Pajak (Tax Audit)

c)

Audit Kepatuhan (Compliance Audit)

d)

Audit Operasional (Operational Audit)

7.

Dalam Audit Operasional, laporan hasil audit yang sangat penting dan bermanfaat bagi manajemen berupa:

a)

Rekomendasi Perbaikan

b)

Opini atas Laporan Keuangan

c)

Pernyataan Keyakinan (Asurans)

d)

Laporan Temuan Audit

8.

Bentuk opini yang paling baik dalam audit atas Laporan Keuangan berupa Opini Tanpa Modifikasian (Clear Opinion). Standar Audit berapa yang mengatur bentuk opini tersebut?

a)

SA 600

b)

SA 700

c)

SA 705

d)

SA 706

9.

Dalam bentuk opini di atas, terdapat Paragraf Tambahan berupa Penekanan Suatu Hal dan Hal Lain. Bentuk tersebut sudah sesuai dengan Standar Audit, yaitu standar nomer berapa?

a)

SA 600

b)

SA 700

c)

SA 705

d)

SA 706

10.

Berikut ini adalah hal-hal yang menyebabkan auditor tidak menyatakan pendapat dalam suatu laporan hasil audit, kecuali:

a)

Pervasil (dampak kesalahan penyajian cukup signifikan)

b)

Terdapat salah saji material

c)

Bukti audit tidak cukup

d)

Auditor tidak memiliki kemampuan untuk menyimpulkan

11.

Opini audit yang sangat diharapkan dapat diperoleh perusahaan yang sedang diaudit adalah

a)

Qualified Opinion

b)

Adverse Opinion

c)

Unqualified Opinion

d)

Disclaimer Opinion

12.

Apabila perusahaan melakukan penerapan dini atas suatu standar akuntansi yang berlaku dan diperkenankan oleh standar untuk melakukan penerapan dini, maka auditor akan menuangkannya dalam:

a)

Paragraf Opini

b)

Catatan atas Laporan Keuangan

c)

Paragraf Tambahan, berupa Penekanan Suatu Hal

d)

Paragraf Tambahan, berupa Hal Lain

13.

Bentuk opini di atas adalah

a)

Opini tanpa modifikasian berupa unqualified opinion

b)

Opini tanpa modifikasian berupa qualified opinion

c)

Opini dengan modifikasian berupa unqualified opinion

d)

Opini dengan modifikasian berupa qualified opinion

14.

Lembaga Pemerintah yang menjadi regulator bagi profesi akuntan publik dan melakukan peer-review atas pekerjaan akuntan publik maupun kantor akuntan publik adalah

a)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

b)

Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI)

c)

Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (PPPK)

d)

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)

15.

Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku di Indonesia diterbitkan oleh

a)

Kementerian Keuangan RI

b)

Ikatan Akuntan Indonesia

c)

Institut Akuntan Publik Indonesia

d)

Dewan Standar Akuntansi

16.

Perikatan Asurans terjadi dikarenakan kebutuhan para stakeholders' berdasarkan kerangka berfikir berikut ini, KECUALI:

a)

Laporan Keuangan yang Siberian oleh Manajemen untuk para stakeholders' bertujuan untuk dasar pengambilan keputusan.

b)

Laporan Keuangan berpotensi bias dikarenakan kepentingan dari Manajemen sebagai penyusun Laporan Keuangan.

c)

Hubungan antara Manajemen dengan Praktisi Asurans harus jelas dan tidak terjadi konflik kepentingan.

d)

Stakeholders' sebagai pengguna Laboran Keuangan menuntut agar kredibilitas Laporan Keuangan dapat lebih ditingkatkan.

17.

Berikut ini adalah Elemen dalam Perikatan Asurans, KECUALI:

a)

Bukti yang cukup dan tepat

b)

Nilai yang disepakati dalam perikatan

c)

Kriteria yang tepat

d)

Hal pokok sebagai subjek perikatan

18.

Berikut ini yang BUKAN merupakan Jasa Asurans, adalah:

a)

Audit atas Laporan Keuangan

b)

Review atas Laporan Keuangan

c)

Konsultansi Perpajakan

d)

Audit Operasional

19.

Dalam suatu laporan hasil audit, Auditor memberikan pernyataan dengan kalimat "Laporan keuangan telah disusun sesuai dengan standar akuntansi keuangan di Indonesia", pernyataan tersebut merupakan tingkat keyakinan (asurans) dalam tenis asurans:

a)

Reasonable Assurance Engagement

b)

Proper Assurance Engagement

c)

Unlimited Assurance Engagement

d)

Limited Assurance Engagement

20.

Dalam perikatan asurans, dikenal juga suatu bentuk Perikatan Dengan Prosedur Yang Disepakati (Agreed Upon Procedures atau AUP). Bentuk perikatan ini dikelompokkan dalam jenis tingkat keyakinan (asurans) yang mana?

a)

Tingkat Keyakinan Memadai

b)

Tingkat Keyakinan Terbatas

c)

Tidak Memberikan Tingkat Keyakinan

d)

Tingkat Keyakinan Tidak Terbatas