wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Bajar Bindo Uji 2 kl 7

Total questions: 10

Worksheet time: 28mins

Name
Class
Date
1.

Bacalah kutipan cerpen berikut dengan saksama kemudian kerjakan soal !


Setelah sholat Isya anak-anak kembali berkumpul untuk mendengarkan cerita nenek. Hari di mana Wiryo ditembak 70 tahun yang lalu. Mencegah agar penembakan itu tidak terjadi sama dengan menyelamatkan nyawa Susan. Mereka duduk bersimpuh membuat lingkaran.“Dengar Yolan, Wirya! Kalian mempunyai 2 jam untuk menyelamatkan nyawa Susan. Tegakkan keadilan untuk Wiryo. Bujuk masyarakat desa untuk berani memberontak pada penjajah. Kalian harus sudah kembali sebelum nyala lilin ini redup. Karena kalau tidak, kalian takkan bisa kembali dan selamanya akan terjebak di lorong waktu. Nyawa Susan tak akan tertolong. Kalian mengerti?” Yolan dan Wirya saling pandang kemudian mengangguk.

Nenek mengucapkan kalimat yang sama sekali tak bisa mereka mengerti. Yolan dan Wirya merasakan tubuhnya terseret ke sebuah lorong hitam. Kemudian, saat membuka mata, mereka telah berada di hutan yang mereka lewati tadi pagi. Yolan dan Wirya melihat sebuah pintu yang bersinar. Pasti sinar itu berasal dari 13 cahaya lilin yang dinyalakan nenek.

Itu adalah jalan satu-satunya untuk mereka kembali ke dunia nyata. Yolan menajamkan pendengarannya…

http://ricoxhukici.blogspot.co.id/2010/03/cerpenterjebak-dalam-lorong-waktu.html


Kutipan teks cerita fantasi tersebut merupakan struktur bagian …

a)

orientasi

b)

komplikasi

c)

resolusi

d)

koda

2.

Bacalah kutipan cerpen berikut dengan saksama kemudian kerjakan soal !


Setelah sholat Isya anak-anak kembali berkumpul untuk mendengarkan cerita nenek. Hari di mana Wiryo ditembak 70 tahun yang lalu. Mencegah agar penembakan itu tidak terjadi sama dengan menyelamatkan nyawa Susan. Mereka duduk bersimpuh membuat lingkaran.“Dengar Yolan, Wirya! Kalian mempunyai 2 jam untuk menyelamatkan nyawa Susan. Tegakkan keadilan untuk Wiryo. Bujuk masyarakat desa untuk berani memberontak pada penjajah. Kalian harus sudah kembali sebelum nyala lilin ini redup. Karena kalau tidak, kalian takkan bisa kembali dan selamanya akan terjebak di lorong waktu. Nyawa Susan tak akan tertolong. Kalian mengerti?” Yolan dan Wirya saling pandang kemudian mengangguk.

Nenek mengucapkan kalimat yang sama sekali tak bisa mereka mengerti. Yolan dan Wirya merasakan tubuhnya terseret ke sebuah lorong hitam. Kemudian, saat membuka mata, mereka telah berada di hutan yang mereka lewati tadi pagi. Yolan dan Wirya melihat sebuah pintu yang bersinar. Pasti sinar itu berasal dari 13 cahaya lilin yang dinyalakan nenek.

Itu adalah jalan satu-satunya untuk mereka kembali ke dunia nyata. Yolan menajamkan pendengarannya…

http://ricoxhukici.blogspot.co.id/2010/03/cerpenterjebak-dalam-lorong-waktu.html


Bukti bahwa peristiwa tersebut terjadi pada malam hari adalah …

a)

Kalimat pertama pada paragraf pertama

b)

Kalimat kedua pada paragraf pertama

c)

Kalimat ketiga pada paragraf kedua

d)

Kalimat keempat pada paragraf kedua

3.

Bacalah kutipan cerpen berikut dengan saksama kemudian kerjakan soal !


Setelah sholat Isya anak-anak kembali berkumpul untuk mendengarkan cerita nenek. Hari di mana Wiryo ditembak 70 tahun yang lalu. Mencegah agar penembakan itu tidak terjadi sama dengan menyelamatkan nyawa Susan. Mereka duduk bersimpuh membuat lingkaran.“Dengar Yolan, Wirya! Kalian mempunyai 2 jam untuk menyelamatkan nyawa Susan. Tegakkan keadilan untuk Wiryo. Bujuk masyarakat desa untuk berani memberontak pada penjajah. Kalian harus sudah kembali sebelum nyala lilin ini redup. Karena kalau tidak, kalian takkan bisa kembali dan selamanya akan terjebak di lorong waktu. Nyawa Susan tak akan tertolong. Kalian mengerti?” Yolan dan Wirya saling pandang kemudian mengangguk.

Nenek mengucapkan kalimat yang sama sekali tak bisa mereka mengerti. Yolan dan Wirya merasakan tubuhnya terseret ke sebuah lorong hitam. Kemudian, saat membuka mata, mereka telah berada di hutan yang mereka lewati tadi pagi. Yolan dan Wirya melihat sebuah pintu yang bersinar. Pasti sinar itu berasal dari 13 cahaya lilin yang dinyalakan nenek.

Itu adalah jalan satu-satunya untuk mereka kembali ke dunia nyata. Yolan menajamkan pendengarannya…

http://ricoxhukici.blogspot.co.id/2010/03/cerpenterjebak-dalam-lorong-waktu.html


Permasalahan yang dihadapi tokoh dalam kutipan cerita fantasi di atas adalah . . .

a)

Susan yang tersesat di hutan

b)

Yolan dan wirya akan menyelamatkan Susan

c)

Yolan dan wirya tersesat di hutan

d)

Yolan akan menyelamatkan wirya

4.

Kuingin kau berbohong padaku. Seperti yang kau utarakan kemarin, dan yang kemarin dulu itu. Ketika mentari meredup berpendar di pucuk daun sebelah barat rumah dan ketika kerumunan itu tak lagi bersamamu, kau mulai dengan kisah kebohonganmu yang pertama kepadaku.

Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar waktu sore adalah …

a)

Mentari meredup.

b)

Ketika kerumunan tidak bersama.

c)

Mentari di sebelah barat.

d)

Kebohongan yang disampaikan tokoh kamu.

5.

(1)"Apakah peranku bagimu, silumankah aku?" tak ada jawabmu, hanya angin berdesir di sekeliling kita. (2) Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku. (3) Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini. (4) Jangan lagi memaknainya,menanyakannya atau mengharapkannya.


Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar malam hari terdapat pada nomor ….

a)

4

b)

3

c)

2

d)

1

6.

Gombu bersama Ibu lalu mengecat sapu terbang miliknya dengan warna merah ceria. Lalu, Gombu melingkarkan beberapa helai pita berwarna-warni. Sekarang, sapu terbang Gombu cantik sekali. Gombu tak lagi malu. Meski tidak baru, sapu terbangnya tak kalah cantik dibandingkan milik teman-temannya. Dan, yang paling penting, sapu terbang itu kuat! Gombu memeluk Ibu. "Terima kasih, Bu."

"Sama-sama, Gombu. Yang penting, kamu senang dan sapu itu tetap aman untukmu."

Pesan moral dari Dongeng Terkenal Dunia: Sapu Terbang Gombu adalah

Kadang, kita merasa bahwa barang-barang yang kita miliki sudah ketinggalan zaman. Apakah kalian juga begitu? Pernahkah kalian merasa iri pada teman-teman yang mempunyai barang yang lebih bagus dari milik kalian?


Kutipan tersebut merupakan struktur teks cerita fantasi bagian ….

a)

orientasi

b)

komplikasi

c)

resolusi

d)

koda

7.

Bacalah kutipan berikut dengan saksama kemudian kerjakan soal !

“Ini darurat Peri, tak bisa menunggu lagi. Ayolah, tongkatmu bisa menolong temanku,” suaranya menghiba (1). Peri Aira tak bisa membiarkannya. Ah, mungkin aku bisa menolongnya sebentar saja, pikirnya. Segera ia putuskan untuk mendatangi pohon tempat burung itu terjebak.(2)

Sesampainya di sana, diamatinya letak si burung pipit terkurung. Peri Aira berputar-putar mengelilingi pepohonan untuk melihat adakah ranting pohon yang kuat diangkatnya. (3)Tapi sayang, semua celah tertutup oleh ranting dan dahan yang berat. Sepertinya aku harus menggunakan tongkatku untuk membuka jalan keluar, pikir Peri Aira.(4) Tringg! Peri Aira mengayunkan tongkatnya. Angin kencang menerpa rimbunnya dedaunan di pohon itu. Tampak celah, sedikit melebar. Dengan segera, Peri Aira masuk ke dalam lubang dan mengajak teman si burung pipit keluar melalui celah itu.(5)


Bukti bahwa peristiwa tersebut terjadi di hutan adalah ….

a)

kalimat pertama pada paragraf pertama

b)

Kalimat kedua pada paragraf pertama

c)

Kalimat pertama pada paragraf kedua

d)

Kalimat kedua pada paragraf kedua

8.

Bacalah kutipan berikut dengan saksama kemudian kerjakan soal !

“Ini darurat Peri, tak bisa menunggu lagi. Ayolah, tongkatmu bisa menolong temanku,” suaranya menghiba (1). Peri Aira tak bisa membiarkannya. Ah, mungkin aku bisa menolongnya sebentar saja, pikirnya. Segera ia putuskan untuk mendatangi pohon tempat burung itu terjebak. (2)

Sesampainya di sana, diamatinya letak si burung pipit terkurung. Peri Aira berputar-putar mengelilingi pepohonan untuk melihat adakah ranting pohon yang kuat diangkatnya. (3)Tapi sayang, semua celah tertutup oleh ranting dan dahan yang berat. Sepertinya aku harus menggunakan tongkatku untuk membuka jalan keluar, pikir Peri Aira.(4) Tringg! Peri Aira mengayunkan tongkatnya. Angin kencang menerpa rimbunnya dedaunan di pohon itu. Tampak celah, sedikit melebar. Dengan segera, Peri Aira masuk ke dalam lubang dan mengajak teman si burung pipit keluar melalui celah itu.(5)

Amanat yang terdapat pada kutipan cerita tersebut adalah …

a)

Tidak ada kata terlambat untuk memaafkan.

b)

Kita harus menyesuaikan diri di mana pun berada.

c)

Kita harus saling tolong menolong.

d)

Pikir dulu sebelum bertindak, sesal kemudian tidak berguna.

9.

Bacalah kutipan berikut dengan saksama kemudian kerjakan soal !

“Ini darurat Peri, tak bisa menunggu lagi. Ayolah, tongkatmu bisa menolong temanku,” suaranya menghiba (1). Peri Aira tak bisa membiarkannya. Ah, mungkin aku bisa menolongnya sebentar saja, pikirnya. Segera ia putuskan untuk mendatangi pohon tempat burung itu terjebak. (2)

Sesampainya di sana, diamatinya letak si burung pipit terkurung. Peri Aira berputar-putar mengelilingi pepohonan untuk melihat adakah ranting pohon yang kuat diangkatnya. (3)Tapi sayang, semua celah tertutup oleh ranting dan dahan yang berat. Sepertinya aku harus menggunakan tongkatku untuk membuka jalan keluar, pikir Peri Aira.(4) Tringg! Peri Aira mengayunkan tongkatnya. Angin kencang menerpa rimbunnya dedaunan di pohon itu. Tampak celah, sedikit melebar. Dengan segera, Peri Aira masuk ke dalam lubang dan mengajak teman si burung pipit keluar melalui celah itu.(5)


Bukti bahwa watak tokoh peri berwatak baik hati pada kutipan cerita fantasi terletak pada kalimat bernomor …

a)

(1) dan (2)

b)

(2) dan (3)

c)

(3) dan (4)

d)

(4) dan (5)

10.

Apa kamu tak ingin memiliki sapu terbang cantik seperti sapu terbang kami?" tanya teman-teman Gombu. Gombu menggeleng ragu, padahal sebenarnya dia ingin sekali punya sapu yang cantik. Namun, Gombu selalu ingat pesan ibunya. "Badanmu besar. Kamu butuh sapu terbang yang besar dan kuat."


Bukti bahwa watak tokoh kamu penurut dapat diketahui melalui ….

a)

tingkah laku tokoh

b)

tingkah laku tokoh aku

c)

dialog tokoh kamu

d)

dialog tokoh aku