WorksheetsSejarah Indonesia Kelas XII IPA
Total questions: 45
Worksheet time: 22mins
1.Pemberontakan PKI Madiun 1948 berlangsung semasa Kabinet....
Amir Sjarifuddin I 3 Juli 1947-11 November 1947)
Amir Sjarifuddin II 11 November 1947-29 Januari 1948)
Hatta I (29 Desember 1948-4 Agustus 1949)
Sjafrudin (19 Desember 1948-13 Juli 1949)
Hatta II (4 Agustus 1949-20 Desember 1949)
Pemicu pemberontakan PKI Madiun 1948 antara lain....
bentrokan bersenjata di Solo antara anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) melawan anggota partai politik lainnya
tuduhan bahwa Sukarno-Hatta telah menjalankan politik kapitulasi terhadap Belanda dan Inggris dan hendak menjual tanah air kepada kaum kapitalis
tidak setuju terhadap perbaikan dalam rangka mengatasi inflasi yang membahayakan kehidupan rakyat
program Kabinet Hatta berupa rekonstruksi dan rasionalisasi angkatan perang
adanya operasi militer dengan nama Gerakan Operasi Militer (GOM) I
Program rekonstruksi dan rasionalisasi angkatan perang pada masa Kabinet Hatta I berisi hal sebagai berikut:
1.melepaskan mereka dengan sukarela untuk meninggalkan tentara bagi mereka yang ingin
kembali ke pekerjaan semula;
2.menyerahkan penampungan kepada Kementrian Pembangunan dan Pemuda;
3.mengembalikan 100.000 orang ke dalam masyarakat desa.
Hal yang utama yang berkaitan dengan program rekonstruksi dan rasionalisasi angkatan
perang tersebut di atas yang mendorong timbulnya pemberontakan PKI Madiun 1948 di bawah
Musso....
.melepaskan mereka dengan sukarela untuk meninggalkan tentara bagi mereka yang ingin kembali ke pekerjaan semula
menyerahkan penampungan kepada Kementrian Pembangunan dan Pemuda
mengembalikan 100.000 orang ke dalam masyarakat desa
tidak setuju terhadap perbaikan dalam rangka mengatasi inflasi yang membahayakan kehidupan rakyat
adanya operasi militer dengan nama Gerakan Operasi Militer (GOM) I
Tindakan pemerintah dalam rangka menanggulangi pemberontakan PKI Madiun 1948....
membubarkan Partai Komunis Indonesia
melaksanakan operasi militer dengan nama Gerakan Operasi Militer (GOM) I
melakukan musyawarah antara Soekarno-Hatta dengan Musso
mengusir ke luar negeri semua anggota PKI
mengubah PKI menjadi paratai nasionalis
Faktor pemicu timbulnya pemberontakan DI/TII ialah....
ketidakpuasan terhadap isi Perjanjian Renville
keinginan untuk mempertahankan Negara Pasundan
penolakan untuk hijrah ke Jogjakarta
pembentukan Negara Islam Indonesia oleh Kartosuwiryo
keinginan mengubah negara RI menjadi NII
DI/TII di Aceh memiliki seorang tokoh yang kuat yaitu Daud Beureuh dan mendapat dukungan....
PUSA
MUI
buruh
bangsawan
petani
Hal yang melatarbelakangi gerakan DI/TII di Aceh di bawah pimpinan Daud Beureuh....
memperjuangkan umat Islam
melindungi pedagang Islam Indonesia
diubahnya status Aceh dari Daerah Istimewa menjadi sebuah karesidenan dari propinsi Sumatra Selatan
merebut daerah Indonesia yang memiliki posisi strategis
memenuhi panggilan seluruh umat Islam
Pemberontakan DI/TII menjalar ke Sulawesi Selatan di bawah pimpinan....
Amir Fatah
Kahar Muzakar
Daud Beureuh
Ibnu Hazar
Andi Azis
Hal yang membuat pemberontakan DI/TII bertahan lama dari 1949 hingga 1962...
bergerak di gunung-gunung
mempergunakan isu agama
persenjataan lebih kuat
mendapat bantuan Belanda
dipimpin oleh Kartosuwiryo
Operasi militer dalam rangka melumpuhkan gerakan DI/TII di Jawa Tengah bernama....
Operasi Gerakan Banteng Nasional
Operasi Pagar Betis
Operasi Trisula
Operasi Sapta Marga
Operasi Tegas
Gerakan DI/TII di Aceh dapat ditanggulangi melalui cara...
operasi militer
arbritase
penyelesaian sengketa melalui PBB
pemberian otonomi khusus
musyawarah
Pemberontakan melawan Republik Indonesia yang sah pada periode Demokrasi Liberal di Sulawesi Selatan bawah pimpinan Andi Azis disebabkan....
TNI tidak mau menerima bekas tentara KNIL yang merupakan bagian dari APRIS
pemberontakan APRIS tidak memperoleh dukungan rakyat Sulawesi
tentara bekas KNIL menolak kedatangan TNI di Sulawesi Selatan
pemberontakan APRIS dianggap tidak efektif
pemberontakan APRIS mendapat dukungan Belanda
Permakluman berdirinya RMS oleh Mr. Dr. Ch. R.S. Soumokil, seorang bekas Jaksa Agung pada Negara Indonesia Timur pada tanggal 25 April 1950 dapat dipahami sebagai gerakan....
separatis
keagamaan
gerombolan pengcau keamanan
mesianistis
ratu adil
Hal yang dituntut oleh inisiator pemberontakan PRRI/Permesta ialah....
pembentukan negara merdeka di Sumatera
pelaksanaan otonomi di daerah-daerah
terbentuknya Negara Islam di Sumatra
agar Kabinet Ali II mundur
menuntut diadaknnya musyawarah nasional Indonesia
Empat dari tujuh korban keganasan dalam peristiwa G30S/PKI yaitu, kecuali....
Letnan Jenderal TNI-AD Ahmad Yani
Mayor Jenderal R. Soeprapto
Mayor Jenderal Haryono MT
Brigadir Jenderal D.I. Panjaitan
Brigadir Jenderal Soetomo
Gerakan 30 September/PKI terhenti aksinya oleh tindakan penghadangan Pangkostrad yang saat itu di jabat oleh...
Kolonel Sarwo Edhie Wibowo
Mayor Jenderal Pranoto Reksosamudro
Mayor Jenderal Soeharto
Brigadir Jenderal Amir Machmud
Mayor Jenderal Basuki Rachmat
Sistem kepartaian yang dianut pada masa Demokrasi Liberal adalah
Partai Tunggal
Multi Partai
Dwi Partai
Partai Koalisi
Partai Oposisi
Mengapa pada masa Demokrasi Liberal di Indonesia sering terjadi pergantian kabinet
Program kerja kabinet kurang sesuai dengan keadaan Indonesia pada waktu itu
adanya perbedaan kepentingan diantara partai-partai yang tidak pernah terselesaikan dengan baik
Program yang dicanangkan setiap kabinet sering mendapat penolakan rakyat
Rakyat tidak percaya dengan kabinet tersebut
Adanya politik adu domba yang dilakukan oleh pihak lain
Zaket kabinet (1957-1959) merupakan istilah untuk kabinet
Djuanda
Natshir
Wilopo
Burhanuddin Harahap
Ali Sastroamijoyo 1
Berhasil menyelenggrakan Konferensi Asia Afrika merupakan prestasi yang pernah dicapai oleh kabinet
Ali Sastroamidjoyo
Djuanda
Natshir
Wilopo
Burhanuddin Harahap
Berikut ini yang termasuk dalam program kerja Kabinet Burhanuddin Harahap adalah
Mengembalikan Irian Barat
menyelenggarakan pemilu 1955
Pembatalan KMB
Normalisasi keadaan RI
Menyempurnakan struktur pemerintahan
Mulai berlakunya UUD sementara 1950 sampai Dekret Presiden 5 Juli 1959 telah terjadi beberapa pergantian kabinet sebanyak
5 kabinet
6 kabinet
7 kabinet
8 kabinet
9 kabinet
Kabinet Djuanda disebut juga Zaken Kabinet karena
terdapat tiga orang yang menjabat sebagai waki perdana menteri
memiliki program utama penyelesaian masalah Irian Barat
mendapat dukungan militer dalam menjalankan programnya
memiliki jumlah menteri yang sangat banyak
terdiri atas orang-orang yang ahli di bidangnya
Pada masa Demokrasi Liberal, bangsa Indonesia menganut sistem pemerintahan
Presidensil
Parlementer
Konstituante
Monarki
Campuran
Pada masa demokrasi liberal, presiden tidak berperan sebagai kepala pemerintahan karena
ketidakmampuan presiden memilih menteri yang cakap dalam kabinet
sesuai dengan hasil kesepakatan KMB
Indonesia menganut sistem demokrasi presidensial
Indonesia menganut sistem demokrasi parlementer
Presiden sudah menduduki jabatan sebagai panglima tertinggi
Sejak masa kabinet Sukiman, politik luar negeri Indonesia menjadi salah satu prioritas pemerintah. adapun politik luar negeri bangsa Indonesia adalah
Dualisme kekuatan
politik dagang
politik kiblat kanan
politik kiblat kiri
politik bebas aktif
Penyebab jatuhnya Kabinet Sukiman adalah karena akibat peristiwa
Tugasnya sudah dianggap selesai dengan terselenggaranya Pemilu pertama tahun 1955
ditandatanganinya persetujuan bantuan ekonomi dan persenjataan dari Amerika Serikat kepada Indonesia atas dasar Mutual Security Act (MSA)
Peristiwa Tanjung merawa
Kegagalan menyelesaikan persoalan Papua Barat yang masih dikuasai Belanda
Mosi tidak percaya dari Serikat Tani Indonesia yang diwakili Sidik Kertapati sebagai Buntut dari peristiwa Tanjung Morowo dimana lima petani tewas di tangan aparat pemerintah
Penyebab kegagalan Kabinet Wilopo adalah karena akibat peristiwa
Tugasnya sudah dianggap selesai dengan terselenggaranya Pemilu pertama tahun 1955
ditandatanganinya persetujuan bantuan ekonomi dan persenjataan dari Amerika Serikat kepada Indonesia atas dasar Mutual Security Act (MSA)
Menyerahkan mandatnya kepada Presiden Soekarno sesuai dengan tuntutan daerah
Kegagalan menyelesaikan persoalan Papua Barat yang masih dikuasai Belanda
Mosi tidak percaya dari Serikat Tani Indonesia yang diwakili Sidik Kertapati sebagai Buntut dari peristiwa Tanjung Morowo dimana lima petani tewas di tangan aparat pemerintah
Penyebab kegagalan Kabinet Natsir sebagai kabinet pertama pada masa demokrasi liberal di Indonesia sering mendapat kritik. Masalah yang paling banyak di kritik adalah
Adanya peristiwa tanggal 17 Oktober 1952
ditandatanganinya persetujuan bantuan ekonomi dan persenjataan dari Amerika Serikat kepada Indonesia atas dasar Mutual Security Act (MSA)
Pencabutan PP No.39/1950
Kegagalan menyelesaikan persoalan Papua Barat yang masih dikuasai Belanda
Mosi tidak percaya dari Serikat Tani Indonesia yang diwakili Sidik Kertapati sebagai Buntut dari peristiwa Tanjung Morowo dimana lima petani tewas di tangan aparat pemerintah
Apa dampak yang ditimbulkan akibat pergantian kabinet pada masa Demokrasi Liberal
Hutang ke luar negeri Indonesia semakin banyak
Rakyat tidak percaya adanya parpol
ketidakstabilan politik nasional
Perekonomian masyarakat menurun
Adanya krisis perekonomian di Indonesia
Bangsa Indonesia menggunakan sistem Demokrasi Liberal dengan UUDS 1950 pada tahun …
A) 1949 – 1950
B) 1950 – 1959
C) 1950 – 1965
D) 1950 – 1960
E) 1950 – 1955
Di era Demokrasi terpimpin Soekarno sering berpidato mengatakan slogan Nefo and Oldefo. Oldefo menurut konsep Presiden Sukarno adalah ...
A) Negara-negara blok Timur
B) Negara-negara yang tergabung dalam Gerakan Non Blok
C) Negara-negara terbelakang
D) Negara-negara Imperialis Barat
E) Negara-negara yang tertindas oleh negara-negara Imperialis
Salah satu pelaksanaan Dekrit Presiden 5 Juli 1959 adalah pembentukan Kabinet Kerja. Adapun yang menjabat sebagai Wakil Presiden pada kabinet tersebut adalah…
A) Ir. Djuanda
B) Moh. Yamin
C) A.H. Nasution
D) Moch. Hatta
E) Soebandrio
Terdapat beberapa alasan untuk mendukung pelaksanaan Demokrasi Terpimpin. Legitimasi munculnya Demokrasi Terpimpin di Indonesia adalah berdasarkan….
A) Pembukaan UUD 1945 alinea ke-4
B) Pancasila terutama sila ke-4
C) Hasil Pemilu tahun 1955
D) Keputusan Presiden sebagai Pemimpin Besar Revolusi
E) Dekrit Presiden 5 Juli 1959
Pemilu 1955 dan Dekrit 1959 merupakan moment penting dalam menguatkanya isu munculnya Demokrasi Terpimpin. Salah satu latar belakang munculnya Demokrasi Terpimpin adalah adanya kegagalan Konstituante dalam merumuskan……
A) Konstitusi
B) UUDS 1950
C) UUD 1945
D) UUD RIS
E) UUD Baru
Indonesia keluar sebagai anggota organisasi PBB pada masa pemerintahan Presiden Soekarno pada tanggal …
A) 28 September 1950
B) 7 Januari 1965
C) 7 Januari 1966
D) 28 September 1966
E) 7 Januari 1964
Faktor utama yang menyebabkan Indonesia keluar dari kenggotaan PBB karena …
A) PBB secara diam-diam membantu pemberontakan PRRI/Permesta
B) PBB tidak dapat membantu menyelesaikan masalah Irian Barat
C) Malaysia diangkat menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB
D) PBB dikuasai Negara-negara imperialis
E) PBB tidak membantu kemelut politik di Indonesia
Konsep pemikiran Presiden Soekarno masa Demokrasi Terpimpin dimasa beliau mempersatukan masyarakat Indonesia dari berbagai golongan nasionalis, agama dan komunis, dikenal dengan istilah....
A) OLDEFO
B) MANIKEBU
C) UCDEC
D) NEFO
E) NASAKOM
Pada masa sistem Demokrasi Terpimpin yang berlangsung di Indonesia pada tahun 1959 sampai 1965, politik luar negeri Indonesia adalah ... .
A) politik luar negeri yang bebas dan aktif
B) politik luar negeri dapat menguntungkan Indonesia
C) politik luar negeri memihak Blok Barat
D) politik luar negeri memihak pada Blok Timur
E) politik luar negeri memihak Blok Timur Tengah
Demokrasi Terpimpin membawa efek domino bagi pemerintahan yang dipi mpin oleh Sukarno. Hal ini dikarenakan Sukarno tidak menggunakan GBHN dalam menjalankan pemerintahannya, serta sikap dansifat otoriter pimpinanyang di lakukan oleh Sukarno menyebabkan Parlemen (DPR/MPR) mulai tidak respek kepada Sukarno. Dalam salah satu pertanggungjawaban Presiden sebagai mandataris MPR, Soekarno berpidato. Pidato pertanggungjawaban Presiden Soekarno dihadapan sidang MPRS diberi judul…
A) Gestapu
B) Nawaksara
C) Trikora
D) Ampera
E) Manifesto
Dekrit Presiden 5 Juli 1959 mempunyai arti penting bagi Republik Indonesia yaitu…
A) menggalang persatuan dan kesatuan bangsa
B) menegakkan kembali bentuk negara kesatuan
C) hilangnya revolusi fisik
D) berfungsinya kembali UUD 1945 sebagai dasar idiil dan yuridis
E) menumbuhkan stratifikasi sistem pemerintahan federal
Berikut ini yang bukan mendasari dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959 adalah ....
pemungutan suara Dewan Konstituante secara aklamasi menghendaki untuk kembali ke UUD 1945
Dewan Konstituante gagal untuk merumuskan UUD baru
Dewan Konstituante tidak mampu untuk memutuskan kembali ke UUD 1945
Dalam setiap persidangan Dewan Konstituante selalu diwarnai pertentangan antarpartai politik
Munculnya penolakan terhadap hasil Pamilu 1955 sehingga Soekarnoo mengambil langkah tegas dengan membubarkan dewan konstituante
Demokrasi Terpimpin diawali dengan dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959, berikut ini yang mendasari dikeluarkannya Dekrit Presiden, kecuali...
Dewan Konstituante gagal membuat Undang-Undang Dasar baru.
Persidangan Dewan Konstituante selalu diwarnai pertentangan antar partai.
Dewan Konstituante melakukan reses untuk waktu yang tidak ditentukan.
Dewan Konstituante menyerahkan keputusan kepada presiden
Sejak tahun 1956-1958 Dewan Konstituante belum berhasil merumuskan UUD yang diharapkan
Perhatikan Pernyataan berikut ini:
1. Menetapkan pembubaran konstituante
2. Membentuk zaken kabinet
3. Pengembalian Irian Barat
4. Menetapkan kembali UUD 1945
5. Pembentukan MPRS dan DPAS
Berdasarkan data diatas yang termasuk dalam dekret presiden 1959 adalah …
1-2-3
2-3-4
3-4-5
1-3-4
1-4-5
Perhatikan pernyataan berikut ini:
1.Gagalkan pembentukan negara boneka Papua
2.Kibarkan sang Merah Putih di Irian Barat
3.Turunkan bendera Belanda di Irian Barat
4. Bersiaplah untuk mobilitasi umum
5.Kembalikan Irian Barat ke NKRI
Berdasarkan pernyataan diatas, yang termasuk dalam Trikora adalah...
1-2-3
2-3-4
3-4-5
1-2-4
1-2-5
