wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

POST TEST BISNIS PROSES & MANAJEMEN RESIKO

Total questions: 20

Worksheet time: 8mins

Name
Class
Date
1.

Yang termasuk dengan Business Process Owner di BPJS Kesehatan adalah

a)

Direksi, Deputi Direksi, Asisten Deputi Bidang, Kepala Cabang, Kepala Bidang, Kepala Kabupaten/Kota

b)

Deputi Direksi, Asisten Deputi Bidang, Kepala Cabang, Kepala Bidang, Kepala Kabupaten/Kota, BRICO, BRIA

c)

Deputi Direksi, Asisten Deputi Bidang, Kepala Cabang, Kepala Bidang, Kepala Kabupaten/Kota, BRICO

d)

Deputi Direksi, Asisten Deputi Bidang, Kepala Cabang, Kepala Bidang, Kepala Kabupaten/Kota

2.

Dalam pro-ops, identifikasi risiko penting dilakukan karena, kecuali

a)

Pemilik proses mengenali potensi masalah dalam mencapai tujuan

b)

Agar standar mutu baku pada aktivitas yang teridentifikasi risiko tidak terpenuhi

c)

Pemilik proses dapat mengidentifikasi rencana mitigasi lebih lanjut

d)

Setiap tahapan proses terkandung risiko yang dapat mengganggu pelaksanaan

3.

Arsitektur Proses Bisnis BPJS Kesehatan terdiri dari lima tingkatan sebagai berikut

a)

L0 – Proses Makro Fungsi, L1 – Sub Proses-PDCA, L2 – Sub Proses Fungsi, L3 – Prosedur Operasional, L4 – Instruksi Kerja

b)

L0 – Proses Makro Fungsi, L1 – Sub Proses Fungsi, L2 – Sub Proses-PDCA, L3 – Prosedur Operasional, L4 – Instruksi Kerja

c)

L0 – Proses Fungsi, L1 – Sub Proses Makro, L2 – Sub Proses-PDCA, L3 – Prosedur Operasional, L4 – Instruksi Kerja

d)

L0 – Proses Fungsi, L1 – Sub Proses Fungsi, L2 – Sub Proses-PDCA, L3 – Prosedur Operasional, L4 – Instruksi Kerja

4.

Pro-Ops dan IK dapat diimplementasikan dengan baik di jajaran operasional, apabila

a)

Terdapat peran aktif BPO dalam melakukan internalisasi

b)

Duta BPJS Kesehatan melaksanakan Pro-Ops yang telah ditetapkan

c)

Semua benar

d)

Pro-Ops dan IK menjadi panduan dalam melaksanakan pekerjaan yang dilakukan

5.

Perbaikan proses bisnis dilakukan melalui tahapan sebagai berikut

a)

Identifikasi masalah, Analisa data, Pengumpulan data, Pelaksanaan solusi, dan Stabilitas solusi

b)

Identifikasi masalah, Pengumpulan data, Analisa data, Stabilitas solusi, dan Pelaksanaan solusi

c)

Pengumpulan data,Identifikasi masalah, Analisa data, Pelaksanaan solusi, dan Stabilitas solusi

d)

Identifikasi masalah, Pengumpulan data, Analisa data, Pelaksanaan solusi, dan Stabilitas solusi

6.

yang berhak menandatangani Pro-sedur Operasional (Pro-Ops) sebagaimana terdapat pada kolom pengesahan pemilik proses adalah

a)

Direktur Teknis

b)

Deputi Direksi Bidang Manajemen Sistem dan Risiko

c)

Deputi Direksi Bidang

d)

Asisten Deputi Bidang Kantor Pusat

7.

Dibawah ini merupakan pernyataan yang tepat tentang Pro-Ops

a)

Pegawai diperbolehkan melakukan pekerjaan tidak sesuai dengan Pro-Ops yang telah ditetapkan

b)

BRICO bertanggung jawab dalam melaksanakan reviu Pro-Ops

c)

Pro-Ops diperuntukkan pada seluruh pegawai dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya

d)

Penyusunan Pro-Ops dilakukan oleh Kedeputian Bidang MSR

8.

Lembaga Jaminan Sosial perlu mengembangkan proses model pelayanan administrasi guna mengidentifikasi titik-titik potensi kegagalan layanan, serta potensi risiko internal dan eksternal organisasi, termasuk menentukan langkah-langkah korektif yang perlu dijalankan, merupakan rekomendasi

a)

APQC tentang Bispro dan Risiko

b)

ISSA tentang Bispro dan Risiko

c)

Dumas tentang Bispro dan Risiko

d)

Malcom Baldridge tentang Bispro dan Risiko

9.

Salah satu aktivitas implementasi yang dilakukan oleh BPO dalam pengelolaan proses bisnis adalah

a)

Penyusunan Pro-Ops dan IK

b)

Pengujian dan penetapan Pro-Ops dan IK

c)

Monitoring penerapan Pro-Ops dan IK

d)

Sosialisasi Pro-Ops dan IK kepada seluruh pegawai di unit kerja setiap terdapat perubahan Pro-Ops dan IK

10.

Dalam hal pengelolaan proses bisnis, BPO Kedeputian Wilayah dan Kantor Cabang memiliki peran dalam siklus proses bisnis sebagai berikut

a)

Implementasi, monitoring danevaluasi, peningkatan proses bisnis

b)

Perencanaan, pemodelan, implementasi dan peningkatan proses bisnis

c)

Perencanaan, pemodelan, implementasi dan monitoring proses bisnis

d)

Pemodelan, implementasi, monitoring dan evaluasi

11.

Upaya organisasi untuk mengarahkan dan mengendalikan risiko badan dengan mendayagunakan lintas fungsi, divisi, atau unit bisnis, disebut

a)

Risiko

b)

Dampak

c)

Manajemen risiko terintegrasi

d)

Audit manajemen risiko

12.

Penerapan manajemen risiko BPJS Kesehatan berdasarkan atas aspek struktural yang terdiridari 3 (tiga) elemen, yakni : Prinsip-prinsip manajemen risiko, Kerangka kerja manajemen risiko, dan

a)

Mitigasi risiko

b)

Penanganan risiko

c)

Proses manajemen risiko

d)

Identifikasi risiko

13.

Risiko akibat kegagalan proses internal, manusia, system, TI, dan /atau adanya kejadian-kejadian yang berasal dari luar lingkungan BPJS Kesehatan, merupakan definisi dari risiko

a)

Strategi

b)

Aset dan liabilitas

c)

Operasional

d)

Kepengurusan

14.

Penilaian risiko terdiri dari 3 proses, yakni

a)

Komunikasi dan konsultasi, identifikasi risiko, dan evaluasi risiko

b)

Prinsip, kerangka kerja, dan proses

c)

Identifikasi, analisis, dan evaluasi risiko

d)

Risiko rendah, risiko menengah, risiko tinggi

15.

Tugas, tanggung jawab dan peran BRIA dalam kegiatan manajemen risiko adalah

a)

Melakukan koordinasi dan pemantauan kegiatan penilaian risiko di wilayah kerjanya

b)

Melakukan pengadministrasian dan pendokumentasian kegiatan manajemen risiko, serta membantu pemilik risiko utama dan pemilik risiko menyusun laporan profil risiko

c)

Memberikan informasi yang dianggap penting terkait pelaksanaan manajemen risiko di lingkungan kerjanya kepada Unit Manajemen Risiko

d)

Melaksanakan agregasi profil risiko di entitas masing-masing BRICO berada (Kedeputian Wilayah/Kantor Cabang)

16.

Jumlah formulir manajemen risiko (FMR) yang dilaksanakan dalam proses manajemen risiko BPJS Kesehatan terdiri dari

a)

FMR 01 s/d FMR 03

b)

FMR 01 s/d FMR 05

c)

FMR 01 s/d FMR 04

d)

FMR 01 s/d FMR 07

17.

Dasar pengelolaan risiko BPJS Kesehatan berbasis pada

a)

ISO 31000

b)

ISO 22000

c)

ISO 21000

d)

ISO 32000

18.

Elemen risiko adalah

a)

Penyebab dan dampak

b)

Pengendalian dan penanganan

c)

Nilai risiko

d)

Manajemen risiko

19.

Nilai risiko yang mempertimbangkan adanya pengendalian risiko/existing control (exco) merupakan

a)

Inherent risk

b)

Residual risk

c)

Actual risk

d)

Current risk

20.

Klasifikasirisiko BPJS Kesehatanberjumlah

a)

6 Risiko

b)

7 Risiko

c)

8 Risiko

d)

9 Risiko