Worksheetspuisi
Total questions: 10
Worksheet time: 50mins
Setelah perang memberi kita
Puing demi puing kepapaan dan air mata
Daftar jenazah yang senantiasa bertambang
Hutang dalam ratusan jam kerja
Timbullah kini kesabaran dan kekuatan
Memikul berat beban nestapa
Seorang tiada hingganya
Tema puisi tersebut adalah …
Perang menimbulkan hutang
Perang menumbuhkan dendam
Kedamaian tumbuh setelah perang
Perang mengakibatkan kesengsaraan
Seratus Juta
Umat miskin dan penganggur berdiri hari ini
Seratus juta banyaknya
Di tengah mereka takt ahu akan berbuat apa
Kini kutundukkan kepala, karena
Ada sesuatu besar luar bisa
Hilang terasa dari rongga dada
Saudaraku yang sirna nafkah, tanpa kerja berdiri hari ini
Seratus juta banyaknya
Kita mesti berbuat sesuatu, betapa pun sukarnya
(Taufik Ismail)
Amanat puisi tersebut adalah kita harus ..
Tetap berjuang tanpa kenal putus asa
Berjuang untuk sesuatu yang luar biasa
Pasrah pada keadaan yang menyulitkan
Hidup sebagai pejuang hingga akhir usia
Berkenalan dengan sepi
(…)
Jalanan berderu tak berhenti
Lewat nasip menatapnya
Larik bermajas yang tepat untuk melengkapi kutipan puisi tersebut adalah …
Pada malam aku terkenang
Gelap di malam dingin
Sepi yang diam seribu bahasa
Melewati jalanan yang berbatu
Deretan bukit menghijau
Hamparan kerikil dan batu
Air sungai gemericik merdu
Di sanalah tempat kami bersatu
Sungguh indah dikenangkan
Takkan mungkin terlupakan
Imaji penglihatan dalam kutipan puisi tersebut terletak pada baris ke- ....
1 dan 2
2 dan 3
3 dan 4
4 dan 5
Masa kecilku begitu penuh ceria
Kala itu yang ada hanyalah nyata
Dan tak ada sedikit pun pura-pura
Salah satunya
Saat aku diboncengkan sepeda
Oleh ayah tercinta
Penuh kasih kami bergembira
Melihat alam penuh pesona
Sawah menguning sebagai pertanda
Sebentar lagi panen akan tiba
Semua pun menyambutnya dengan sukacita
Isi puisi tersebut adalah ...
Menceritakan seorang petani yang akan panen
Menggambarkan keindahan alam di sebuah desa
Menceritakan masa kecil yang penuh kegembiraan
Menggambarkan seorang sedang menyambut panen
Dalam suram dari murung senja
Bersama ketukan jari hujan
Dan di hati bangkit kemanisan
Yang berakhir negeri sendiri
Yang lalu tak kan surut lagi
Amanat yang terdapat pada puisi tersebut adalah …
Janganlah suka bermain air hujan
Janganlah masalah disimpan dalam hati
Janganlah terlalu memikirkan masa lalu
Janganlah membiarkan pintu terbuka
Saat itu
Saat Mentari mulai terbit
Itulah awal aku mengenalmu dalam buku
Saat raja siang membakar
Itulah awal aku bersamamu
Saat hujan turun dengan lebat
Itulah saat aku menghawatirkanmu
Saat bintang bertabur dan bulan tersenyum
Itulah saat aku memikirkanmu
Saat malam semakin larut
Saat itulah aku merasa takut untuk kehilangan dirimu
Tema puisi tersebut adalah …
Orang yang sangat setia
Keakraban seseorang dengan waktu
Orang yang sedang marah
Kerinduan seseorang terhadap ilmu
Memandang senja bersama jingganya
Menikmati pasir putihnya dengan manja
Mendengar riuh ombak yang pulang
Bersenda gurau dengan kelepak camar yang datang menggoda
Tidakkah semua bentuk kebesaran-Nya
Bagi insan yang mempunyai rasa
Isi puisi tersebut adalah ....
seseorang yang sangat mengagumi keindahan sore di pantai
seseorang yang sangat menyadari kebesaran Tuhan melalui pantai
seseorang yang sangat menikmati suasana senja di pantai
seseorang yang mempunyai rasa berlebih terhadap pantai
Gemericik air mengalir jernih
Percikkan ke muka segar rasanya
Ikan berlumban tak kenal sedih
Gerak gembira jiwa merdeka
Ibunda
Hatimu tak pernah kemarau
Meski waktu merambat makin tua
Aku kini bukan bocah lagi
Telah beranjak, berpikir, dan berasa
Terbayang dulu menangis manja disuapi
Tangan lembutmu menyentuh jiwaku
Tema puisi tersebut adalah ....
kasih sayang
lingkungan
balas budi
kenangan
Seratus Juta
Umat miskin dan penganggur berdiri hari ini
Seratus juta banyaknya
Di tengah mereka tak tahu akan berbuat apa
Kini kutundukkan kepala, karena
Ada sesuatu besar luar biasa
Hilang terasa dari rongga dada
Saudaraku yang sirna nafkah, tanpa kerja berdiri hari ini
Seratus juta banyaknya
Kita mesti berbuat sesuatu, betapapun sukarnya. (Taufik Ismail)
Amanat puisi tersebut adalah kita harus ....
A. tetap berjuang tanpa kenal putus asa
B. berjuang untuk sesuatu yang luar biasa
C. pasrah pada keadaan yang menyulitkan
D. hidup sebagai pejuang hingga akhir usia
Tetap berjuang tanpa kenal putus asa
Berjuang untuk sesuatu yang luar biasa
Pasrah pada keadaan yang menyulitkan
Hidup sebagai pejuang hingga akhir usia
