NEW
Font size
WorksheetsKuis IMPK I
Total questions: 20
Worksheet time: 7mins
Kapitalisme cetak ialah
Ketika tulisan dan kertas diproduksi massal
Ketika berita dan informasi diperdagangkan
Ketika budaya membaca milik golongan Eropa dan sedikit golongan Bumiputera
Ketika aksara latin mendominasi budaya cetak Hindia Belanda
Berikut adalah situasi sosial Kota Padang peralihan abad XX yang digambarkan novel Sitti Nurbaya, kecuali
Para pedagang dari pedalaman (darek) banyakberdatangan dan berhasil
Sejak pertengahan abad XIX, sekolah mengenalkangaya hidup modern
Munculnya hasrat pribadi dari bumiputera untuk hidup seperti Eropa
Bangsawan lokal terusik oleh kemajuan perdagangan dan pendidikan sekolah
Menurut Taufiq Abdullah, majalah Insulinde ialah yang pertama kali mengenalkan slogan
Moderen
Etische
Kemajuan
Hutang kehormatan
Datuk Sutan Maharadja berkata, demi “kemajuan”, Padang harus dikembalikan ke sistem adatnya yang
Feodal
Demokratis
Matrilineal
Asli
Kaum muda, kata Rivai, adalah orang yang
berhasrat maju sebagaimana kemajuan bangsa Eropa
senantiasa ingin mendapatkan harga diri melaluipengetahuan dan ilmu
selalu memperbaiki kualitas diri demi masa depan
berjiwa luwes dan berpikiran terbuka terhadapperkembangan zaman
Boedi Oetomo bertujuan membebaskan masyarakat Jawa dari
Kebodohan dan kematian karena penyakit
Kekunoan dan kekolotan
Kemiskinan dan keterbelakangan
Keterasingan dan kemunduran
Sarekat Dagang Islam didirikan oleh
Haji Oemar Said Tjokroaminoto
R. M. Tirtoadhisoerjo
Haji Samanhudi
Haji Agus Salim
Bahasa Jawa yang dipakai Wahidin Soedirohoesodo di pers ternyata mengandung dilema kultural, yakni
Kepala desa pun mampu memahaminya
Bahasa Jawa mengandung simbol-simbol hierarkisosial
Sebagian priyayi Jawa sudah memahami bahasaMelayu Pasar
Bahasa Jawa melanjutkan diskriminasi kolonial
Gerakan Jawa Dwipa bertujuan
Menyebarkan kebudayaan Jawa di wilayah HindiaBelanda
Mewujudkan kesejahteraan di bumi Jawa
Menjadikan orang Jawa berpendidikan danbermartabat
Menjadikan bahasa Jawa satu tingkatan saja
Diktum Boedi Oetomo berbunyi, “bila elit Jawa telah terpelajar, maka
Gupermen akan memberi perhatian
Ratu Walanda akan sepakat
Masyarakat biasa akan ikut
Organisasi lain akan tertarik
Masa perbenturan ideologi di kalangan kaum pergerakan ditandai oleh
Mas Marco melahirkan semboyan “sama rasa samarata”
SI cabang Semarang menjadi SI Merah
Pengakuan hukum rechtperson pada unit SIsaja
Pendirian Partai Komoenis di Hindia
Bagi Indische Partij, bangsa Hindia hanyalah golongan blijvers, yakni
Penetap di tanah Hindia, terlepas asal-usulnya
Orang yang tinggal sementara di tanah Hindia
Orang yang lahir dan menetap di Hindia
Hamba gupermen Hindia-Belanda
Artikel Als ik eens Nederlander was berisi, jika
Soewardi menjadi Ratu Wihelmina dan merayakan peringatan kemerdekaan
Soewardi jadi orng Belanda, merayakan kemerdekaan di tengah bangsa terjajah
Orang Belanda dapat berempati terhadap perasaan orang Bumiputera yg terjajah
orang Bumiputera menjadi orang Belanda danmerayakan kemerdekaannya
Kesadaran yang ditularkan oleh tokoh Tiga Serangkai pada kaum nasionalis sebelum mereka dibuang adalah
Persoalan wijken stelsel dan moralitasvisi Pax Nerlandica
Legalitas exorbirtante rechten dan moralpolitik kolonial
Demokratisasi formasi sosial kolonial dankeabsahan negara kolonial
Kebanggaan dan harga diri sebagai bangsa yangbesar di masa lalu
Menurut Soetatmo, sistem pendidikan Barat tidak mementingkan moral tetapi mementingkan
pendidikan intelektual
sisi sekuler
kepentingan kolonial
aspek mental
Tjipto Mangunkusumo menolak argumentasi Soetatmo dan nasionalisme Jawa, sebaliknya, ia
Mempercayai internasionalisme
Menekankan humanisme
Mengajukan nasionalisme Hindia
Mengajarkan sosialisme
Janji November (November beloofte) memberikan angin surga berupa
Kesetaraan segenap penduduk Hindia
Penghargaan pada pendiri Hindia
Kemerdekaan Hindia Belanda
Demokratisasi Hindia Belanda
Majalah Poedjangga Baru menggunakan bahasa nasional modern, yang berimplikasi pada
Lenyapnya bahasa lokal
Hilangnya dialek bahasa pasar
Terjembataninya jurang etnisitas dan kelas sosial
Bersatunya kaum pergerakan
Periode 1930-an diingat sebagai zaman normal, artinya
kedamaian, keteraturan, dan keamanan
stabilitas harga dan tecukupinya produksi dalam negeri
persatuan bangsa-bangsa di Hindia
bersatunya nusantara di bawah Pax Nerlandica
Menjelang Perang Pasifik, sikap para nasionalis radikal
mendukung ideologi fasisme dan anti terhadap Barat
menunggu saat yang tepat untuk muncul, dan menunggu pemenang perang
tampil sebagai sekutu ideologis Barat yang demokratis
kembali kepada ideologi lokal yang moderat
