WorksheetsCERPEN 4.8
Total questions: 10
Worksheet time: 26mins
Pengarang menuturkan cerita dirinya sendiri, dengan pelaku aku/orang pertama tunggal/jamak, berarti kedudukan pengarang dalam cerpen tersebut sebagai...
tokoh bawahan
tokoh pengamat
campuran
pendamping
tokoh utama
Pengarang sebagai orang yang berada di luar cerita dan tidak terlibat dalam cerita, dengan menggunakan pelaku utama ia/dia. Kedudukan pengarang dalam cerita tersebut sebagai....
tokoh utama
tokoh bawahan
tokoh figuran
tokoh protagonis
pengamat
Setibanya Pak Usman di restoran kecil sepulang dari sekolah, Larasati segera memulai pembicaraan. “Sebelum membicarakan soal Diah, saya perlu menjelaskan mengapa saya tidak mau membicarakan hal ini di sekolah karena saya ingin bicarakan adalah masalah yang harus diselesaikan dengan kacamata kemanusiaa, bukan kedinasan” “Maksud ibu apa? Saya khawatir, keinginan bapak untuk menghabisi Diah itu karena kebencian bapak terhadap saya. Selama ini orang kan tahu saya sangat perhatian terhadap Diah. Dia anak yang lemah Pak, sudah mengalami berbagai cobaan hidup, sering murung karena menerima beban yang terlalu banyak dalam hidupnya.
Sifat tokoh Larasati berdasarkan kutipan di atas adalah …
sabar dan penyayang
angkuh dan disiplin
tegas dan pemberani
penuh perhatiaan dan tegas
angkuh dan pemberani
“Hanya itu alasan Mama melarang Anisa menikah dengan Handoko?” Bibir Anisa menyinggung sinis. “Oh, alangkah piciknya pikiran Mama! Lalu apa artinya kemuliaan hati Mama selama ini yang Anisa kagumi? Padahal dulu Mama tidak pernah mempermasalahkan status Handoko yang ternyata belum mempunyai pekerjaan tetap. Demikian kakakku yang selama ini mendukungku sekarang berbalik arah.
Konflik yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah …
Anisa dan Handoko tidak jadi menikah.
Anisa dilarang menikah oleh Mama dan kakaknya.
Mama yang berpikiran picik terhadap Handoko.
Keinginan Mama agar Anisa hidup bahagia.
Kakak tidak mendukung pernikahan Anisa dengan Handoko.
“Hanya itu alasan Mama melarang Anisa menikah dengan Handoko?” Bibir Anisa menyinggung sinis. “Oh, alangkah piciknya pikiran Mama! Lalu apa artinya kemuliaan hati Mama selama ini yang Anisa kagumi? Padahal dulu Mama tidak pernah mempermasalahkan status Handoko yang ternyata belum mempunyai pekerjaan tetap. Demikian kakakku yang selama ini mendukungku sekarang berbalik arah.
Penyebab konflik pada kutipan cerpen di atas adalah …
Status Handoko yang sudah mempunyai istri.
Mama yang menginginkan menantu orang kaya.
Handoko yang belum mempunyai pekerjaan tetap.
Mama yang mempersalahkan masa lalu Handoko.
Mama melarang Anisa menikah dengan Handoko.
Dua kegagalan yang lalu berakhir ketika aku diterima di jurusan bahasa Inggris. Kutekuni masa pendidikan tinggi dengan sepenuh hati. Kendala finansial mendorong ku untuk merambah dunia kerja disamping kuliah. Pucuk dicinta ulam tiba. Suatu hari Kak Ica, saudara sepupuku, datang kepadaku.
“Nanda, di sebelah toko Bunda ada kios yang dijual. Bagaimana kalau kita patungan untuk membeli kios itu. Lalu kita jual pakaian di sana?” kata Kak Ica.
Ia mengajak berpatungan untuk membeli kios itu. Kami mulai berbisnis pakaian. Tidak kusangka, usaha itu menuai hasil yang gemilang.
Tokoh aku dalam penggalan cerpen di atas adalah …
Ica
bunda
nanda
seorang siswa
seorang penjual kios
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda. “Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.
Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah …
orang pertama pelaku utama
orang ketiga pelaku sampingan
orang ketiga pelaku utama
orang pertama dan ketiga
orang ketiga serbatahu
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda. “Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.
Amanat dalam penggalan cerpen tersebut adalah …
Jangan cepat menyerah pada keadaan bagaimanapun juga.
Jangan membuang waktu selagi masih ada waktu.
Sebaiknya kita menyesuaikan diri dengan keadaan.
Jangan lupa diri bila menguasai bahasa orang.
Jangan mudah dipengaruhi oleh orang lain.
Aku tak bisa diam, setengah tahun aku ditempatkan di sekolah ini pengelolaan BK aku ubah secara mendasar. Mulai administrasi, cara penanganan siswa, termasuk ruang konsultasi siswa. Namun, langkahku membuat lukman terusik, terutama dalam kasus Diah telah banyak menerima penderitaan, anakitu perlu bimbingan dan kasih sayang bukan penghakiman.
Isi cerita dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….
kehidupan seorang guru BK di sekolah
kesedihan seorang guru BK melihat kondisi siswanya
keinginan seorang guru BK untuk melaksanakan tuganya dengan baik
seorang guru BK yang ingin membantu mengatasi masalah siswanya
memerlukan penanganan khusus
Aku tak bisa diam, setengah tahun aku ditempatkan di sekolah ini pengelolaan BK aku ubah secara mendasar. Mulai administrasi, cara penanganan siswa, termasuk ruang konsultasi siswa. Namun, langkahku membuat lukman terusik, terutama dalam kasus Diah telah banyak menerima penderitaan, anakitu perlu bimbingan dan kasih sayang bukan penghakiman.
Berdasarkan kutipan tersebut, tema cerpen tentang….
kemanusiaan
masalah pendidikan
kehidupan sosial
permasalahan ekonomi
kemiskinan
