NEW
Font size
WorksheetsUlangan Harian Cerita Hikayat
Total questions: 20
Worksheet time: 1hrs 6mins
1. Bacalah kutipan cerita hikayat di bawah ini!
“Mimpi apa?” tanya Anggung Selamat penuh perhatian.
“Banyak pulau bergerak mendekati pantai Muar, kemudian ribuan tabuan datang menyerang kota. Piring makannya pecah. Dan. . . .”
“Dan apa?”
“Banjir darah di Negeri Muar,” Muda Cik Leman meneruskan seraya menatap mata Anggung Selamat.
Dari kutipan cerita hikayat tersebut ditemukan majas hiperbola, “banjir darah” yang berarti. . . .
Terjadi banjir air merah seperti darah
Adanya mimpi yang tidak masuk akal
Matinya orang dalam jumlah banyak
Kemenangan akan diraih
Adanya tipu daya oleh Raja Petukal
2.Bacalah kutipan cerita hikayat di bawah ini!
Konon salah seorang raja India bernama Baridun memiliki seekor burung bernama Fanjah yang telah menetaskan seekor piyik. Burung Fanjah dan anaknya bisa berbicara dengan fasih sehingga membuat kagum sang raja. Sang raja memerintahkan supaya kedua ekor burung tersebut dipelihara di dekat istrinya, dan memerintahkannya supaya dia bisa menjaga mereka dengan baik.
Kemustahilan yang bisa ditemukan pada kutipan cerita hikayat tersebut adalah . . .
Seekor burung bernama Fanjah yang bisa bertelur piyik
Anak burung yang dipelihara oleh seorang raja
Burung yang bisa berbicara dengan fasih seperti manusia
Raja yang mudah kagum akan sesuatu hal
Seorang permaisuri yang menyukai burung Fanjah
3. Bacalah penggalan cerita hikayat berikut!
Pada suatu hari perahu mereka berjumpa dengan angkatan laut Raja Camar Laut yang meminta cukai kerajat dari mereka. Raja Donan enggan membayar cukai. Maka terjadilah peperangan.
Arti kata cukai dalam kutipan hikayat tersebut adalah . . .
Tabungan
Ongkos
Hutang
Pajak
Denda
4. Bacalah kutipan cerita hikayat berikut!
Sebermula ada saudagar di negara Ajam. Khojan Mubarok namanya, terlalu amat kaya, akan tetapi ia tiada beranak. Tak seberapa lama setelah ia berdoa kepada Tuhan, maka saudagar Mubarok pun beranaklah istrinya seorang anak laki-laki yang diberi nama Khojan Maimun. Hatta umur Khojan Maimun lima tahun, maka diserahkan oleh bapaknya mengaji kepada banyak guru sehingga sampai umur Khojan Maimun lima belas tahun.
Penggunaan Bahasa Melayu Kuno pada hikayat bisa dilihat dari ditemukannya kata . . .
sebermula dan hatta
diserahkan dan sehingga
beranak dan maka
mengaji dan sebermula
hatta dan saudagar
1. Cermati kalimat berikut!
Gadis Cik Inam memandang ke kejauhan bagai nelayan memandang cakrawala.
Kata yang digarisbawahi tersebut mengandung majas. . .
Simile
Repetisi
Hiperbola
Personifikasi
Metafora
6. Bacalah kutipan cerita hikayat berikut!
Gondoriah meminta Nan Tingga membawakannya benda-benda dan hewan-hewan langka sebanyak 120 buah. Beberapa di antaranya adalah seekor burung nuri yang bisa berbicara, beruk yang pandai bermain kecapi, dan kain cindai.
Karakteristik cerita hikayat pada kutipan tersebut yaitu. . .
Anonim
Kesaktian
Kemustahilan
Istana sentris
Klise
7. Bacalah kutipan cerita hikayat berikut!
Pada suatu ketika ia sangat tergila-gila pada seorang wanita. Wanita itu sungguh cantik, pintar serta termasuk wanita yang ahli ibadah. Abu Nawas berkeinginan untuk memperistri wanita salihah itu. Karena cintanya begitu membara, ia pun berdoa dengan khusyuk kepada Allah SWT. Abu Nawas melalukan doa setiap selesai shalat lima waktu. Selama berbulan-bulan ia menunggu tanda-tanda dikabulkan doanya. Bberjalan lebbih 3 bulan, Abu Nawas merasa doanya dikabulkan Allah.
Dari kutipan yang telah kamu bac bisa disimpulkan bahwa cerita hikayat tersebut masuk ke dalam jenis . . .
Hikayat berunsur Hindu
Hikayat berunsur Buddha
Hikayat berunsur Hindu-Buddha
Hikayat berunsur Hindu-Islam
Hikayat berunsur Islam
8. Bacalah kutipan cerita hikayat berikut!
Mendengar ramalan yang demikian, Makdam dan Makdim menjadi sakit hatinya. Mereka berdusta kepada ayahanda mereka dengan mengatakan, jikalau Jaya Langkara ada dalam negeri, negeri akan binasa, beras padi juga akan menjadi mahal. Raja termakan fitnah ini dan membuang Jaya Langkara dengan bundayanya dari negeri.
Nilai yang dapat kita ambil dari kutipan hikayat di atas adalah…
Nilai sosial
Nilai budaya
Nilai estetika
Nilai edukasi
Nilai moral
9. Bacalah kutipan cerita hikayat berikut!
Tak seberapa lama setelah ia berdoa kepada Tuhan, maka saudagar Mubarok pun beranaklah istrinya seorang anak laki-laki yang diberi nama Khojan Maimun.
Nilai yang dapat kita ambil dalam kutipan hikayat di atas adalah…
Nilai Sosial
Nilai Budaya
Nilai Edukasi
Nilai Religius
Nilai Estetika
10. Bacalah kutipan cerita hikayat berikut!
Anggung selamat mencoba tersenyum. Suaranya tenang tatkala mengiba-iba, “Bagi hamba tiada pilihan lain, tuanku. Tiada terbilang budi tuan berdua terhadap hamba. Tiada dapat membayar dengan harta benda, apa lagi dengan penghianatan.”
Nilai yang dapat kita ambil dari kutipan teks diatas adalah…
Nilai Religius
Nilai Sosial
Nilai Estetika
Nilai Budaya
Nilai Edukasi
11. Bacalah kutipan cerita hikayat berikut!
Sekali peristiwa, bapanya itu sakit dan hampir mati. Ia meminta Abu Nawas mencium telinganya. Telinga sebelah kanannya sangat harum baunya, sedangkan telinga kiri sangat busuk. Bapanya menerangkan bahwa semasa ia menjadi kadi dan membicarakan perkara dua orang, dia pernah mendengar aduan seorang dan tiada mendengar aduan yang lain.
Nilai moral apa yang dapat kita ambil dari kutipan hikayat di atas?
Seorang yang hampir meninggal harus memiliki pesan kepada anaknya.
Seorang anak harus menuruti kemauan orang tua.
Sebagai penengah kita harus berperilaku adil.
Tidak perlu mendengarkan perkataan orang tua yang berperilaku tidak baik.
Seorang anak harus mendoakan orang tuanya.
12. Bacalah kutipan cerita hikayat berikut!
Setelah umurnya Khojan Maimun lima tahun, maka diserahkan oleh bapaknya mengaji kepada banyak guru sehingga sampai umur Khojan Maimun lima belas tahun.
Nilai religius yang dapat kita ambil dari kutipan hikayat di atas adalah…
Belajarlah mengaji sejak dini.
Mengaji dapat menyejukan hati.
Mengaji dapat menambah amal kebaikan.
Mengajilah ketika disuruh orang tua.
Pada masa sekarang mengaji bukanlah sebuah kebiasaan.
13. Bacalah kutipan cerita hikayat berikut!
“Sungguh kami telah berkhianat terhadap anakmu, kemudian kamu membalas hukuman kepada kami, tapi kami tidak ingin membalasmu dengan hukuman lain, maka kembalilah, kepadaku dengan aman,” kata sang raja membujuknya.
Nilai moral yang dapat kita ambil dari penggalan hikayat di atas adalah?
Orang yang salah haruslah diberi hukuman.
Sebuah penghianatan haruslah dibalaskan.
Kita harus bisa memaafkan kesalahan orang lain.
Balas dendam hanya akan menambah masalah.
Rasa sayang kepada seorang anak.
14. Bacalah kutipan hikayat berikut!
Dalam hati, si penipu sudah berencana membawa pergi seluruh uang seribu dinar itu. Kemusian, ia berkata, “Uang ini tidak perlu kita bagi karena meneruskan perserikatan dalam kerja akan lebih bersih. Akan tetapi, aku hanya ingin mengambil sedikit yang cukup untul biaya makan, dan engkau juga mengambil sama seperti aku. Kemudian sisa uang ini kita tanam di bwah akar pohon yang besar ini karena ini asalah tempat paling aman. Ketika membutuhkannya, kita bisa datang ke tempat ini bersama-sama,” ucap si penipu.
Tidak seorang pun mengetahui tempat itu selain mereka berdua, Mereka mengambil uang itu secukupnya, dan sisanya ditanam lagi. Lalu mereka pergi meninggalkan tempat itu untuk meneruskan perjalanan ke daerahnya. Si penipi kembali lagi ke tempat uang dinar itu ditanam tanpa sepengatahuan si pelupa. Ia menggali tanah itu dan mengambil seluruh uang dinar. Tanahnya diratakn kembali sebagaimana semula.
Amanat yang terdapat dalam kutipan hikayat tersebut adalah...
Jangan mudah percaya kepada orang lain
Peganglah amanat yang disepakati bersama-sama
Bantulah teman yang sedang memerlukan bantuan
Berhati-hatilah menyimpan harta benda atau uang
Berhati-hatilah menyimpan harta benda atau uang
15. Bacalah kutipan teks hikayat berikut ini!
Telah dilihatnya anak raja itu, maka kata katak, “Hai orang muda! Lepaskan apalah hamba ini daripada ular itu; karena Allah kiranya tuan hamba menolong hamba! Karena hamba mencari rezeki akan anak-bini hamba.”
Maka anak raja itu pun berkata kepada ular itu, “Hai ular! Pintalah aku katak daripadamu itu.”
Maka kata ular itu, “Hai anak raja! Akan katak itu sedialah rezeki hamba juga akan memberi makan anak-istri hamba. Jikalau tuan hamba hendak melepaskan katak inim berilah tukarannya oleh tuan hamba.”
Maka kata anak raja itu, “Apakah ada kepada kamu, hanyalah dagingku, itulah yang ada padaku.”. Maka kara ular itu, “Baiklah!”
Maka kata oleh anak raja itu pun diirisnya daging pahanya sebesar katak itu juga.
Sifat tokoh anak raja dalam kutipan hikayat tersebut adalah....
Iri hati
Kecil hati
Buta hati
Besar hati
Murah hati
16. Bacalah kutipan teks hikayat berikut ini!
Barang siapa menyia-nyiakan salah satu dari kondisi ini, maka ia tidak akan menemukan apa yang diinginkannya. Sebab, jika ia tidak mau bekerja, maka ia tidak akan memiliki harta yang menjadi sarana hidup di dunia. Jika ia mempunyai pekerjaan dari harta berlimpah, tetapi tidak memiliki tanggung jawab yang baik atas keduanya, maka harta yang diperolehnya bisa saja cepat habis dan kemudian ia akan jatuh miskin. Jika ia membiarkan harta itu dan tidak mau mengembangkannya, maka tidak tertutup kemungkinan bahwa harta itu akan segera habis, sekalipun ia berusaha menghemat pembelanjaannya.
Amanat tepat berdasarkan kutipan hikayat tersebut adalah.....
Sedekahkan harta kita kepada masyarakat kurang mampu.
Tempatkanlah pendapatan yang kita miliki pada tempatnya.
Sesuaikan pengeluaran dengan pendapatan yang kita peroleh.
Bekerjalah dengan keras agar sarana hidup di dunia menjadi nikmat.
Bekerjalah dengan rajin dan gunakan uang hasil bekerja dengan benar.
17. Bacalah kutipan teks hikayat berikut ini!
Tiba-tiba dadanya berdeburan kencang. Ternyata titik-titik hitam makin lama semakin terlihat jelas dan membesar. Dalam kabut pagi titik-titik hitam tampak bagai pulau-pulau kecil yang bergerak perlahan-lahan menuju pantai. Dan semakin lama jumpah titik-titik hitam itu semakin banyak.
Latar yang terdapat dalam kutipan teks hikayat tersebut adalah...
Pagi hari, pantai, menegangkan
Pagi hari, laut, mengharukan
Siang hari, dermaga, menegangkan
Siang hari, laut, mengrukan
Pagi hari, dermaga, mengharukan
18. Bacalah kutipan teks hikayat berikut ini!
Maka baginda itupun sedang ramai dihadap oleh segala raja-raja. Maka si Miskin datanglah. Lalu masuk ke dalam sekali. Maka titah baginda, “Hai Miskin, apa kehendakmu?” Maka sahut si Miskin, “Ada juga tuanku.” Lalu sujud kepalanya lalu diletakkannya ketanah, “Ampun Tuanku, beribu-ribu ampun tuanku. Jikalau ada karenanya Syah Alam akan patuhlah hamba orang yang hina ini hendaklah memohonkan daun mempelam Syah Alam yang sudah gugur ke bumi itu barangkali Tuanku.
Maka titah baginda, “Hendak engkau buatkan apa daun mempelam itu?”. Maka sembah si Miskin, “Hendak dimakan, Tuanku.” Maka titah baginda, “Ambilkanlah barang setangkai berikan kepada si Miskin ini”.
Sifat tokoh Baginda dalam kutipan teks hikayat tersebut adalah....
Iri hati
Buta hati
Murah hati
Besar hati
Kecil hati
19. Bacalah kutipan teks hikayat berikut ini!
Alkisah, ini hikayat orang dahulu kala. Diceritakan orang yang empunya cerita ini kisah pelanduk jenaka pri bijaksana pandai ia berbuat dusta segala binatang di dalam hutan rimba belantara. Demikianlah bunyinya, sekali peristiwa ada seekor pelanduk, maka ia duduk kepada suatu rimba hampir dengan Gunung Indrakila namanya disebut orang dan padang itupun luasnya. Maka, banyaklah pada tempat itu segala binatang marga satwa sekaliannya berhimpun di sana.
Latar tempat dari penggalan hikayat tersebut adalah...
Gunung Indrakila
Padang rumput
Kebun binatang
Hutan rimba
Margasatwa
20. Bacalah kutipan teks hikayat berikut!
Maka kata Indera Bangsawan, “Hamba ini tiada bernama dan tiada tahu akan bapak Hamba, karena diam dalam hutan rimba belantara. Adapun sebabnya hamba kemari ini karena hamba mendengar khabar anak raja sembilan orang hendak datang membunuh buraksa dan merebut tuan hamba dari padanya itu, itulah maka hamba datang kemari hendak melihat tamasya anak raja itu. Mengasihani hamba dan pada bicara akal hamba akan anak raja-raja yang sembilan itu tiadalah dapat membunuh buraksa itu. Jika lain daripada Indera Bangsawan tiada dapat membunuh akan buraksa itu.
Amanat yang terdapat dalam kutipan hikayat tersebut adalah...
Hendaklah menolong orang yang dalam kesulitan
Bersyukurlah jika mendapat pertolongan
Jangan menyombongkan diri
Tunjukkanlah jika memiliki suatu kemampuan
Lawanlah jika melihat kejahatan
