wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Uji Kompetensi Teks Cerpen

Total questions: 10

Worksheet time: 20mins

Name
Class
Date
1.

Cermati kutipan berikut.

Namanya Arjuna. Laki-laki, kurus, bujangan, 45 tahun-an. Ada yang memanggilnya ”Mas Ar”, ada juga yang memanggilnya dengan ”Kang Juna”. Siapa yang benar? Kurasa dua-duanya benar karena Arjuna hanya tersenyum.

Ketika ada yang penasaran mengapa dia diberi nama Arjuna, laki-laki itu hanya tersenyum ramah. Lalu, biasanya, dia akan melanjutkan dengan suaranya yang ragu dan sedikit gemetar bahwa itu pilihan ibunya. Ibunya hanya penjual bunga di makam.

Kutipan cerita tersebut menunjukkan bagian ....

a)

klimaks

b)

konflik

c)

pengenalan

d)

resolusi

2.

Apa yang bisa dilakukannya setelah semua pintu kantor tertutup baginya? Tak ada lagi sisa pekerjaan. Kantor tak membutuhkan seorang laki-laki kurus, apatis, dan lamban seperti dia. Kantor tak membutuhkan otak yang menolak dan menilai sebuah tugas. Tidak. Pintu-pintu kantor terbuka bagi mereka yang muda, gesit, dan tidak banyak tanya kecuali billing yang akan diterima kantor.

Tokoh Aku memiliki karakter berikut, kecuali ....

a)

pengangguran

b)

apatis

c)

lelaki kurus

d)

tangkas

3.

“Ibu...Ibu kritis, Mas,” tangis Surti meledak(1). Aku membiarkan tangisnya mereda(2). Aku bergumul dengan perasaanku sendiri(3). Ibu kritis dan aku tak di sampingnya(4). Anak macam apa aku ini(5). Seharusnya aku tahu akan terjadi sesuatu pada diri Ibu dan Surti(6). Bukankah cicak itu...cicak yang kemarin telah menjatuhiku?(7) Cicak itu telah memberitahu padaku(8). Bodohnya aku tak menyadarinya(9).

Bukti watak tokoh aku “percaya tahayul” terdapat pada kalimat nomor ....

a)

(1) dan (2)

b)

(3) dan (4)

c)

(5) dan (6)

d)

(7) dan (8)

4.

“Hani! Kenapa kamu lakukan itu? Kamu kan tahu aku ingin sekali pergi ke konser itu?” bentak Tina via telepon. Hani yang baru saja bangun karena suara dering dari handphone-nya hanya bisa mengelus dadanya karena kaget. Jantungnya berdegup kencang. Matanya kemudian melihat keluar jendela. Semburat sinar matahari sudah berubah menjadi oranye.

Tersadar dari lamunannya, Hani melihat kembali nama penelepon yang terpampang di layar teleponnya. “Umm, Tina, memangnya aku melakukan apa?” tanya Hani bingung.

“Hani, kamu jangan pura-pura tidak tahu. Kamu kan yang bilang sama ayahku kalau besok kita bukan pergi ke perpustakaan tapi konser band favoritku.”Jawab Tina ketus.

“Tidak kok. Aku tidak bilang apa-apa ke ayahmu. Aku kan belum sempat pergi ke rumahmu Aku juga tidak tahu nomor telepon rumah dan handphone ayahmu,” ujar Hani agak kesal.

Penggambaran watak tokoh melalui ….

a)

tindakan tokoh

b)

dialog antartokoh

c)

diceritakan tokoh lain

d)

penuturan pengarang

5.

(1) Aku selalu kagum dengan birunya langit dan laut. (2) Kuhabiskan waktu berjam-jam hanya untuk memandang saja. (3) Sendiri. (4) Aku berdiri di antara tali temali kapal yang bersandar. (5) Kusapukan pandanganku untuk menikmati karya cipta Sang Mahaagung. (6) Suasana itu selalu saja mampu mengusir galau yang bergelayut di hati.

Bukti bahwa tokoh aku berada di dermaga tampak pada kalimat nomor ….

a)

(1)

b)

(2)

c)

(4)

d)

(5)

6.

Kulihat pertama kali wajah Rin yang sendu. Matanya bengkak, habis menangis. Tiba-tiba ada yang mengiris-iris hatiku. Gadis mungil bermata kelinci itu juga pasti menyayangiku. Oh Tuhan, mengapa kau tumbuhkan kasih sayang di hati kami, bila jalan kami berbeda?

“Kau sudah puas sekarang, San? Kamu sudah puas membuatku menangis begini? Kalau kamu dari awal bilang, aku tidak akan membiarkan diriku mengasihimu. Apa artinya, kamu mengingatkanku sholat, kalau kamu sendiri bukan golonganku? Lupakan semua, San. Tolong jangan ganggu aku,” serunya lirih seolah menahan tangis.

“Rin, tunggu! Aku ingin jujur dari awal, tapi aku takut kehilanganmu. Aku sayang kamu. Kupikir tak ada masalah tentang keyakinan. Toh kita saling menghargai. Aku tak akan mengganggu ibadahmu,” kataku nyaris tersekat di tenggorokanku.

Sudut pandang yang digunakan dalam kutipan cerita tersebut adalah ….

a)

orang pertama pelaku utama

b)

orang pertama pelaku sampingan

c)

orang ketiga serbatahu

d)

orang ketiga pengamat

7.

Rasanya berat untuk berpikiran bahwa orang seperti dia bisa melakukan tindakan tidak terpuji. Tapi, apa boleh buat, ada dugaan kuat bahwa paling tidak ia telah berbuat salah yang membuatnya begitu resah. Inilah peristiwa yang mengawali dugaan itu, seperti berulang kali diceritakan ibu, “Waktu itu kelihatan sekelebat orang keluar. Waktu mau balik, tiba-tiba ada perasaanku tidak enak. Lalu saya ke tempat menyimpan kendaraan ayah. Ternyata bukan Darmin.”

Amanat kutipan cerita tersebut adalah ....

a)

Bantulah orang yang sedang tertimpa masalah.

b)

Maafkan kesalahan orang lain dengan ikhlas.

c)

Jangan menyimpan barang tidak pada tempatnya.

d)

Jangan menuduh kalau tidak ada bukti, waspada boleh.

8.

Pak Lebai adalah seorang nelayan. Suatu hari, ia mendapat undangan pesta dari dua orang kaya di desa tetangga. Pesta tersebut diadakan pada hari dan waktu yang bersamaan. Pak Lebai berpikir keras untuk mendapatkan semuanya. Pak Lebai cepat-cepat mengayuh perahunya menuju Desa Hulu. Karena datang lebih awal sebelum pesta dimulai, Pak Lebai tidak mendapatkan apa-apa. Pak Lebai memutuskan untuk pergi menuju Desa Hilir. Ia mengayuh perahunya dengan cepat karena tidak ingin terlambat. Ketika sampai di sana, pesta sudah selesai.

Simpulan cerita tersebut adalah...

a)

Pak Lebai adalah orang yang mau berpikir dan bekerja keras.

b)

Pak Lebai mampu mendatangi kedua undangan tersebut dengan tepat.

c)

Pak Lebai terlambat mengayuh perahunya sehingga tak mendapat apapun.

d)

Pak Lebai tidak mendapatkan apapun karena keserakahannya.

9.

GUBRAK! Kulempar tas ke atas meja belajar. Hari ini begitu melelahkan. Tanpa mengganti seragam dan melepas sepatu, kurebahkan badanku di atas kasur. “MasyaAllah, Ana,” suara mama mengagetkanku. “Kalau mau istirahat ganti pakaian, cuci tangan dan kaki dulu. Masa perempuan jorok, ntar cantiknya hilang lho….” kata mama menggoda.

Setelah mama keluar, aku mengganti pakaian. Papa jarang di rumah, tapi selalu meneleponku. Mereka berdua sangat menyayangiku. Kukeluarkan mengambil buku IPA. Tiba-tiba aku teringat saat Pak Hendro, memarahiku tadi pagi.

“An,gimana kamu itu? Kapan nilai kamu meningkat? Mana semangat kamu? Lihatlah teman temanmu, mereka bersemangat. Lah kamu kok malah loyo,” tegurnya.

Penyebab konflik pada penggalan cerpen tersebut adalah….

a)

Nilai IPA tokoh Aku tidak meningkat.

b)

Papa tokoh Aku jarang berada di rumah.

c)

Tokoh Aku dimarahi oleh mamanya.

d)

Tokoh Aku suka membanting barang.

10.

Ketika aku mau menyiramkan racun pembunuh tikus ke sudut rumahku, terutama lubang-lubang opersembunyiannya, ada keraguan di hatiku. Sebelum aku melangkah, dati dalam lubang mermunculan anak-anak tikus. Sekujur tubuhku menggigil. Aku pun lemas dan merasa bersalah.

Konflik yang muncul dalam penggalan cerpen tersebut adalah....

a)

Tokoh aku menyiramkan racun pembunuh tikus.

b)

Dari dalam lubang bermunculan anak-anak tikus.

c)

Kebimbangan tokoh aku untuk membasmi tikus.

d)

Banyak lubang persembunyian tikus di rumah tokoh aku.