Font size
WorksheetsHydraulic for Expert
Total questions: 157
Worksheet time: 2hrs 58mins
Menurut hukum paskal, force sebanding dengan pressure & berbanding terbalik dengan luas penampang.
benar
salah
Semakin besar luas penampang piston, maka kecepatan gerak rod semakin cepat.
benar
salah
Aeration sering disebut dengan kavitasi.
benar
salah
Berikut efek dari aeration, kecuali:
local overheat
unstable cylinder
kerak pada komponen hydraulic
noise
Kavitasi adalah proses munculnya vacum bubble.
benar
salah
Istilah hydraulic lock identik dengan hydraulic static lock.
benar
salah
Untuk antisipasi terjadinya hydraulic static lock, maka dibuatlah groove melingkar pada spool.
benar
salah
Diameter lap pada spool lebih besar daripada diameter neck.
benar
salah
Flow rate adalah berat fluida yang berpindah dalam satuan waktu.
benar
salah
Volumetric efficiency adalah perbandingan antara actual discharge & theoretical discharge.
benar
salah
Pressure x flow pada hydraulic system akan sebanding dengan power x kecepatan putar pada mechanical system.
benar
salah
Pump efficiency adalah volumetric eficiency dibagi dengan torque eficiency.
benar
salah
Istilah cracking pressure tidak sama dengan istilah pressure override.
benar
salah
Angka pembagi untuk mengkonversi fluid power ke satuan PS adalah:
150
250
350
450
Pressure drop berbanding lurus dengan oil viscocity.
benar
salah
Istilah head pada cylinder adalah pada sisi rod.
benar
salah
Pada kondisi normal, internal leakage di dalam cylinder lebih besar daripada internal leakage di dalam control valve.
benar
salah
Standard max. external leakage pada cylinder KOMATSU adalah:
0.01 cc
0.02 cc
0.03 cc
0.04 cc
Pressure pada hydraulic adalah identik dengan voltage pada electric.
benar
salah
Nilai output pressure setelah orfiice bisa lebih besar dari nilai input pressure orifice.
benar
salah
Nilai hambatan pada orifice sebanding dengan hal berikut, kecuali:
Viscosity
Temperature
Diameter orifice
Flow
Komponen yang di dalamnya dipasang orifice, kecuali:
Self pressure reducing valve
Steering valve
Accumulator charge valve
Cooling fan pump
Return filter terpsang diantara hydraulic pump dan hydraulic control valve.
benar
salah
Fungsi hydraulic tank pada hydraulic system, kecuali:
tempat penampungan oil return
tempat pemasangan hydraulic control valve
tempat pemasangan hydraulic pump
tempat pemasangan hydraulic sensor
Secara umum, hydraulic tank yang dipakai pada alat berat KOMATSU ber type:
unpressurize
pressurize limited
pressurize unlimited
unpressurixe unlimited
Nilai presure di dalam hydraulic tank pressurized limited adalah:
dibawah 1 kg/cm2
dibawah 5 kg/cm2
diatas 5 kg/cm2
di atas 10 kg/cm2
Relief valve yang terpsang pada pilot circuit ber type:
poppet
piston
pilot
ball
Paper element filter pada breather hydraulic tank bisa dipasang bolak-balik.
benar
salah
Suction filter element di dalam hydraulic tank D375A-6 terpasang di dasar tank.
benar
salah
Hydraulic return filter dilengkapi dengan bypass valve yang berfungsi untuk mengalirkan oli saat element filter buntu.
benar
salah
Untuk benar2 mendudukan filter, baik pada return maupun suction filter dilengkapi dengan spring.
benar
salah
Tool yang digunakan untuk melakukan visual inspection pada bagian dalam tank:
boriscope
microscope
osiloscope
stetoscope
Berdasarkan flow oil ke tank, secara umum unit KOMATSU memakai open loop type.
benar
salah
Pada unit KOMATSU, external gear pump lebih banyak dipakai untuk main pump hydraulic system daripada internal gear pump.
benar
salah
Suction filter dipasang pada hydraulic tank, khusus untuk main pump ber type piston.
benar
salah
Discharge flow gear pump berbanding lurus dengan nilai gear center.
benar
salah
Gear pump SA type tidak dapat dilakukan test performance jika rotation speed testbench kurang dari 1000 rpm.
benar
salah
1.57 adalah angka faktor yang digunakan untuk menghitung displacement gear pump berdasarkan dimensi.
benar
salah
Nilai peak pressure SA type gear pump:
210 kg/cm2
232 kg/cm2
252 kg/cm2
268 kg/cm2
Rotational torque SA gear pump single series 4:
0.2 - 0.5 kgm
0.3 - 0.7 kgm
0.7 - 1.2 kgm
1.0 - 1.5 kgm
Pada kondisi normal gear pump, ketebalan gear case lebih besar daripada ketebalan gear + side plate.
benar
salah
Penyebab kerusakan gear pump, kecuali:
Kontaminasi
Deteriorasi
Over temperature
Over pressure
Penyebab dominan kerusakan gear pump adalah:
particle contamination
water content
cavitation
over themperature
Jumlah piston pada piston pump selalu ganjil.
benar
salah
Shaft pada piston pump memutar piston barrel dengan mekanisme riveting.
benar
salah
Nama lain dari swash plate adalah rocker cam.
benar
salah
HPV375, berikut pernyataan yang kurang tepat:
Pump
variable displacement
H series
capacity 375 L/min
L series piston pump digunakan sebagai cooling fan pump pada dozer series.
benar
salah
Pivot mechanism pada L series piston pump menggunakan:
Ball
Guide
Spring
Piston
Front seal pada L series piston pump dilepas dengan cara:
push bolt
tracker
punch
push sleeve
Shaft pada H series piston pump duduk pada bearing dengan model:
Ball
Needle
Roller
Cone
Rear bearing pada L series piston pump dilepas dengan cara:
push bolt
tracker
punch
push sleeve
Inner part piston pump yang minim potensi mengalami keausan:
Slider
Cradle
Valve plate
Shoe
Swash plate ikut berputar bersama shaft saat piston pump bekerja.
benar
salah
Semua KOMATSU piston pump selalu memiliki spring yang dipasang diantara shaft & piston barrel.
benar
salah
Pada H series piston pump terdapat 2 buah bolt untuk adjustment min-max swash plate angle.
benar
salah
Bentuk suction & discharge port pada valve plate piston pump adalah sama.
benar
salah
Pada kondisi engine mati, sudut swash plate pada main pump PC1250-8 adalah minimum.
benar
salah
Pada kondisi engine mati, sudut swash plate pada main pump D155A-6 adalah minimum.
benar
salah
TVC pada main pump PC1250-8 terpasang pada:
Main pump 1 front
Main pump 1 rear
Main pump 2 front
Main pump 2 rear
Gear type charge pump terpsang di dalam piston pump untuk mensupply oil dari tank ke piston.
benar
salah
Kepanjangan dari TVC:
Thermal Variable Coefisien
Torque Variable Control
Tension Variable Control
Tune Variable Coefisien
Berikut hydraulic pump yang terpasang proportional lever di dalamnya, kecuali:
Cooling fan pump D155A-6
Hydraulic pump D375A-6
Hydraulic pump PC1250-8
Hydraulic pump PC2000-8
Pada hydraulic pump D155A-6, PC valve dipasang di dalam servo piston.
benar
salah
inner race rear bearing di dalam hydraulic pump D375A-6 dipasang pressfit pada shaft.
benar
salah
Di dalam piston pump, mekanisme untuk mendudukan valve plate pada housing adalah:
dowel
bolt
rivet
spring
Valve plate pada L series pump berbentuk cembung terhadap piston barel.
benar
salah
Valve yang terpsang pada hydraulic pump D155A-6
PC valve
VC valve
LS valve
NC valve
Impeller pump pada hydraulic pump PC2000-8 dipasang sejajar dengan putaran main shaft.
benar
salah
Di dalam hydraulic pump PC2000-8 terdapat mekanisme bevel-pinion untuk memutar impeller pump.
benar
salah
Piston pump dimana gerakan servo piston searah dengan gerakan swash plate:
hydraulic pump D155A-6
Hydraulic pump D375A-6
Hydraulic pump PC1250-8
Hydraulic pump PC2000-8
Pada cooling fan pump, EPC current berbanding lurus dengan swash plate angle.
benar
salah
TVC current berbanding terbalik dengan swash plate angle.
benar
salah
Pada semua port EPC valve dipsang screen untuk menyaring kotoran.
benar
salah
Pada L series piston pump, EPC dan PC valve terpasang pada 1 houisng tersendiri berbeda dengan housing pump.
benar
salah
Pada hydraulic pump PC1250-8, Pecn berbanding lurus dengan pump delivery.
benar
salah
Pada PC1250-8, spool CO dipsang 1 housing (block) dengan spool NC.
benar
salah
Jumlah spool servo valve pada hydraulic pump PC1250-8:
1 buah
2 buah
3 buah
4 buah
Urutan mekanisme servo pada hydraulic pump PC1250-8:
CO-NC-TVC-servo
NC-CO-servo-TVC
TVC-Co-NC-Servo
TVC-NC-CO-Servo
Pada servo piston hydraulic pump PC1250-8 dipsang o-ring untuk mencegah internal leakage.
benar
salah
LS differential pressure berbanding terbalik dengan pump delivery.
benar
salah
Adjuster diputar searah jarum jam untuk menaikan sudut swash plate, kecuali:
TVC valve
PC valve
LS valve
VC valve
Setting (jumlah thread) servo piston pada hydraulic pump dozer, adalah sama besar antara sebelah kanan & kiri pump.
benar
salah
Valve yang terpsang pada hydraulic pump PC2000-8, kecuali:
EPC valve
VC valve
Self Pressure Reducing Valve
LS valve
Pada hydraulic pump PC2000-8, EPC current berbanding lurus dengan swash plate angle.
benar
salah
Port measurement pada hydraulic pump PC2000-8, kecuali:
Ce
Cs
Ch
Ca
Basic pressure VC valve adalah dari main & pilot circuit.
benar
salah
VC valve mensupply oli ke small & big chamber servo piston.
benar
salah
Theoretical capacity gear pump selalu lebih besar daripada actual capacity nya.
benar
salah
Hubungan antara clearance gear pump dengan internal leakage nya adalah:
linear berbanding lurus
progressive berbanding lurus
linear berbanding terbalik
progressive berbanding terbalik
Klasifikasi hydraulic control valve, kecuali:
Fungsi
Model housing
Posisi neutral
Sequence
Penggerak hydraulic spool yang dipakai di unit KOMATSU, kecuali:
Mechanical
Pneumatic
Hydraulic
Electric
Control valve pada KOMATSU PC Big umumnya bertype open center, sedangkan small PC bertype close center.
benar
salah
Rangkaian control valve yang paling umum dipakai pada alat berat KOMATSU:
Parallel
Seri
Tandem
Duo
Berikut contoh directional control valve, kecuali:
Throttle valve
Check valve
Suttle valve
Non return valve
Pada hoist valve HD785-7, menggunakan double side spring yang dipasang di kedua sisi spool.
benar
salah
Main relief valve pada hydraulic system HD785-7 terpsang pada:
Demand valve
Hoist valve
Steering valve
Demand & Hoist valve
Model relief valve pada hydraulic system HD785-7:
Poppet
Piston
Pilot
Ball
Type control valve D375A-6 adalah monoblock:
benar
salah
Jumlah housing control valve D375A-6 single tilt:
1 buah
2 buah
3 buah
4 buah
Jumlah spool untuk menggerakkan blade lift cylinder D375A-6:
1 spool
2 spool
3 spool
4 spool
Preset check valve hanya terpsang pada control valve D155A-6, sedangkan pada D375A-6 diganti dengan plug.
benar
salah
Berikut valve yang terpsang 1 housing pada D375A-6:
Blade lift valve
Blade tilt valve
Unload valve
Main relief valve
Jumlah relief valve D375A-6:
1 buah
2 buah
3 buah
4 buah
Hanya ada 2 measurement pick-up plug pada control valve D375A-6.
benar
salah
Pada control valve D375A-6, menggunakan double side spring yang dipasang di kedua sisi spool.
benar
salah
Ripper hi valve terpsang di dekat ripper cylinder D375A-6.
benar
salah
LS relief valve D375A-6 dilakukan adjustment menggunakan:
L key
screw driver
Open end wrench
Star key
Semua main spool pada control valve D375A-6 dilengkapi dengan load holding check valve, kecuali spool ripper tilt.
benar
salah
Kepanjangan LS pada hydraulic system:
Long stroke
Load system
Load sensing
Light structure
Suction valve blade lift D375A-6, terhubung dengan cylinder sisi bottom.
benar
salah
Main relief PC1250-8 akan masuk ke 2nd stage saat mendapat supply oli dari pilot circuit.
benar
salah
Line filter hydraulic PC1250-8 terpasang setelah control valve.
benar
salah
Semua safety valve yang terpasang pada main control valve housing PC1250-8 dilengkapi dengan suction valve.
benar
salah
Berikut unit dengan pilot relief valve yang dilengkapi dengan pressure reducing valve, kecuali:
PC2000-8
PC1250-8
PC800-8
D375A-6
Model pilot safety valve yang terpasang pada D375A-6:
Poppet
Piston
Pilot
Ball
Wear ring terpasang pada:
Piston
Rod
Head
Bottom
Model head pada steering cylinder HD785-7 adalah thread.
benar
salah
Piston pada hoist cylinder HD785-7 terpsang pada:
1st cylinder
2nd cylinder
rod
1st & 2nd cylinder
Spherical bearing terpasang pada bottom & rod hoist cylinder HD785-7.
benar
salah
Dust seal terpasang pada:
Piston
Rod
Head
Bottom
Cushion pada boom cylinder PC1250-8 terpsanag pada sisi head & bottom.
benar
salah
Hydraulic cylinder PC1250-8 yang menggunakan 2 spherical bearing pada bottom maupun rod.
Boom cylinder
Arm cylinder
Bucket cylinder
Arm & bucket cylinder
Unload valve D375A-6 bisa disetting dengan memutar adjuster screw.
benar
salah
Valve pada HD785-7 yang mempunyai output LS pressure:
Demand valve
Steering valve
Hoist valve
Crossover valve
Overhaul componen termasuk di dalam kegiatan maintenence :
Periodic maintenence
Condision base maintenence
Recondision schedule
Predictive maintenence
Untuk menjamin qualitas dari hasil overhaul , harus di buatkan suatu panduan kerja untuk menuntun mekanik agar bekerja sesuai shop manual dan referensi yang ada, panduan tersebut adalah :
JSS
JSA
Re useable part
QA
Form QA yang ada di Comex-BPOP terdiri dari QA1 s/d QA8 , untuk QA 1 untuk proses:
Disassembling
Measuring
Receiving inspection
Final inspection
Form QA 6 di pergunakan untuk proses:
Assembling
Washing & cleaning
Performance test
Recomended Part & FR
Sebelum melakukan proses Overhaul Componen harus di lakukan suatu persiapan & perencanaan yang matang
Antara lain sebagai berikut :
Historical data componen yang akan di overhaul
Kapan ,di mana dan siapa yang akan melakukan overhaul
Special tools, Equipment support & spare part
Semua jawaban benar.
Berikut kritikal poin pada saat melakukan QA2, kecuali:
Perhatikan titik jepit
Prosedur Lifting yang benar
Tidak membuat part / componen cacat
Kejelian mata saat inspeksi parts
Pada saat melakukan visual inpection pada komponen, berikut yang harus di perhatikan, kecuali :
Check measurement tool baik da normal fungsi.
Check keretakan ( Crack )
Check keausan ( worn )
Check Discoloration
Berikut adalah item yang harus dilakukan measurement pada hydraulic cylinder saat overhaul, kecuali :
OD ( outer diameter ) Rod
OD ( outer diameter ) Piston Rod
ID ( inner diameter ) Eye Rod & Eye Tube
IDE ( inner diameter ) Tube
Standar Chrome Thickness pada Rod Cylinder Hydraulic:
50 – 65 micron
Max 0.2 mm
30 – 250 micron
Max 0.5 mm
Standard round out & bending rod cylinder hydraulic :
Max 0.5 mm
Max 0.2 mm
Max 1 mm
Min 0.5 mm
Standart Roughness ( kekasaran ) Cylinder Hydraulicadalah sebagi berikut :
Max 0.5 micron
Max 0.2 micron
Max 1 micron
Min 0.5 mm
Saat melakukan Visual & Measurement inspection wajib menggunakan form :
QA3
QA5
QA4
QA6
Memastikan semua komponen Cylinder Hydraulic bersih bebas dari kotoran , debu , karat serta kelengkapan
spare part merupakan proses dari pada :
Assembling
Measuring
Performance test
Delivery inspection
Pressure gauge & Dial gauge di gunakan pada saat proses :
Assembling
Measuring
Performance test
Delivery inspection
Bore gauge di gunakan pada saat measurement ..... :
Inner tube
Outer tube
Hole eye tube
Jawaban ke 1 & 3 benar
Untuk mengetahui apakah ketebalan Chrome pada Rod Cylinder masih standart atau sudah repair limit, maka
Tool yang di gunakan adalah:
Roughness tester
Hardness checker
Color checker
Coating Thickness
Cylinder repair stand di gunakan saat proses :
Disassembling & Assembling
Measurement
Delivery
Jawaban a,b & c benar.
Untuk menentukan suatu componen atau part masih bisa di gunakan sesuai standart overhaul, maka harus berpedoman pada...... :
Hasil Visual Inspection
Hasil Measurement
Re-usable part guidance
Jawaban benar semua
Overhaul management meliputi sebagai berikut, kecuali:
Quality
Cost
Frequency
Leatime
Form yang digunakan untuk menjamin quality hasil overhaul:
PK2
QA
Check sheet
OPK
Hal yang dilakukan saat receiving component adalah:
Visual check
Measurement
Test performance
Washing
Sandblast digunakan untuk membersihkan part untuk tujuan lead time & quality.
benar
salah
Istilah untuk kerusakan komponen berupa lecet.
Worn
Scratch
Chipping
Scuffing
Istilah kerusakan komponen berupa baret:
Crack
Scratch
Scuffing
Dent
Test yang dilakukan pada rod hydraulic cylinder, kecuali:
Roundness
Bending
Coating thickness
Yield strength
NDT tool yang digunakan saat proses overhaul, kecuali:
Dye penetrant
Ultrasonic
Magnetic
Edy current
Tool yang digunakan untuk mengukur kerataan permukaan komponen:
COating thickness
Surface tester
Hardness tester
Bore gauge
Satuan kekerasan, kecuali:
HA
HB
HR
HV
Sealing force dari sebuah seal dipengaruhi oleh hal berikut, kecuali:
Matterial
Dimensi
Flow
Pressure
Untuk mempermudah inspeksi eksternal leakage saat test performance hydraulic cylinder, maka digunakan:
color checker
ultrasonic
magnetic
kaca pembesar
Standard kebersihan oli yang dipakai PAMA:
ISO
SAE
JIS
Euro
Standard kebersihan hydraulic oil:
16/13
14/11
16/6
15/13
