NEW
Font size
WorksheetsLATIHAN SOAL PH 2 CERPEN
Total questions: 15
Worksheet time: 35mins
Bacalah teks berikut!
Ado, ini surat aku tulis sepulang dari rumahmu. Engkau telah membawa aku ke kawah kerinduan yang luka. Sisa langit kelam, desing letupan di telinga, petir cambuk api seolah tersimpan di pembuluh darah halus bola matamu yang liar seperti ketika engkau menarikan tari Baris Bali. Tidak hanya itu Ado, aku masih sempoyongan ketika meninggalkan rumahmu, sebab pukulan kata-katamu yang mengentak di pangkal sanubariku.
Sudut pandang yang digunakan pada cerita di atas adalah ....
Orang pertama, pelaku utama
Orang pertama, pelaku sampingan
Orang ketiga, pengamat
Orang ketiga, pelaku utama
Mengingat terus masa lalu seperti dililit spiral kawat berdurinya sejarah.
Kalimat di atas merupakan majas ....
metafora
personifikasi
simile
litotes
Milana berdiri dan menarikku dari bangku taman. Kami menyisir garis panjang di depan bangku, terus ke barat hingga beberapa puluh meter.
Latar tempat yang ditunjukkan cerita di atas adalah ....
di barat
di taman
di danau
di hutan
DI tengah-tengah masyarakat sedang membutuhkannya, Sukar malah memilih tidur di pos kamling. Kebiasaannya tidur di pos kamling mulai sering dilakukan sejak berpisah dengan istrinya. Istrinya tak kuat lagi dengan prinsip hidupnya. Kebiasaannya banyak membantu masyarakat kecil dan miskin sampai ke pelosok desa ternyata tidak sejalan dengan pola pikir istrinya.
Watak Sukar pada cuplikan cerita di atas adalah ....
mudah menyerah
tidak peduli
suka membantu
suka tidur
Namanya Agung Prasetyo. Teman-teman sekolah biasa memanggilnya Agung. Dia adalah anak sulung dari dua bersaudara. Ayahnya, Prasetyo, saat ini bekerja sebagai pegawai negeri sipil di salah satu dinas di lingkungan pemerintahan kota. Sedangkan ibunya bernama Mutia, adalah guru SD. Dita, adik satu-satunya saat ini duduk di kelas dua SMP. Anindita Prasetyo, demikian nama lengkapnya.
Struktur yang ditunjukkan pada cerpen di atas adalah ....
rangkaian peristiwa
komplikasi
resolusi
orientasi
Sebelum duduk di kursi, segera Agung mengatakan kepada ayah, ibu, dan adiknya perihal ketidaklulusannya. “Yah, Bu, maafkan Agung. Agung tidak lulus UN.”
Latar suasana pada penggalan cerita di atas adalah ....
mengharukan
menakutkan
mengecewakan
menyenangkan
Di bawah ini yang menunjukkan penggunaan majas personifikasi adalah ....
Roy adalah temanku yang siswa kutu buku.
Setiap pagi alarm menyapaku untuk menyambut pagi.
Nasib keluarga kecilnya berujung di meja hijau.
Matanya bagaikan air tenang yang meneduhkan.
“Ayah…, Ibu…, Meskipun Agung gagal dalam UN ini, Agung masih merasa terhormat. Agung menjawab soal-soal dengan pikiran dan ilmu Agung sendiri. Agung tidak mencontek sedikit pun. Meskipun kawan-kawan Agung mendapatkan kunci jawaban dan berusaha membantu Agung, Agung menolaknya. Agung tidak ingin menyelesaikan UN dengan cara yang curang. Agung masih ingat kata Pak Somad, guru mengaji Agung dulu, bahwasanya keberhasilan yang didapat dengan kebohongan tidak akan berarti apa-apa.”
Amanat dari cuplikan cerpen di atas adalah ....
Belajarlah dengan tekun agar lulus UN dan mendapat nilai memuaskan.
Belajarlah dengan bantuan teman-teman dan orang tua agar lulus UN.
Janganlah mengecewakan orang tua dengan tidak lulus UN.
Jujur dalam segala hal karena kejujuran adalah harga yang mahal.
Gadis kecil itu memucat, bibirnya membiru karena dingin. Hujan belum juga reda sejak sore tadi. Jalanan basah dan sebagiannya menampakkan genangan pekat seperti menandakan begitu kelamnya kehidupan kota ini.
Latar waktu pada penggalan cerpen di atas adalah ....
pagi
siang
sore
malam
DI bawah ini yang menunjukkan majas metafora adalah ....
Aroma masakan ibu merayuku dari ruang tengah.
Guruku bagaikan singa ketika marah.
Wajahmu manis seperti madu yang baru dipanen.
Mana mungkin dia lupa dengan darah dagingnya sendiri.
Kakak adik itu bertengkar seperti anjing dan kucing.
Kalimat di atas menggunakan majas ....
metafora
simile
personifikasi
hiperbola
Suara gemuruh pagi tadi membangunkan semua orang.
Kalimat di atas menunjukkan penggunaan majas ....
simile
metafora
personifikasi
kiasan
Suara televisi yang memekakkan telinga berbaur suara gaduh di apartemen atas yang sedang diperbaiki tak membuat Bobo terganggu. Jika dia berada di rumah, dipastikan televisi selalu menyala. Entah dia sedang menonton atau tidak. Biasanya aku mematikan setelah Bobo tertidur. Dia takut kesepian, jikalaupun terbangun tengah malam, dia akan bergegas ke ruang tengah dan membangunkanku untuk minta dinyalakan televisi.
Sudut pandang cerita di atas adalah ....
orang pertama tunggal
orang pertama jamak
orang ketiga tunggal
orang ketiga jamak
“Saya di sini, Bobo.” Jawabku, buru-buru berbenah dan mengusap air mata dan mendatangi arah suara di kamar. “Kamu jangan pergi, aku takut sendiri.” “Tidak Bobo, tidak akan. Aku akan menjaga dan merawatmu selalu. Aku akan menyanyi untukmu setiap hari.” Kataku sambil memeluknya erat dan hangat. Dia membalasnya dengan mengusap rambutku, “Kwai la,” Kutemukan jejak kehangatan cinta dan kasih ada pada dirinya.
Penggalan cerpen di atas merupakan struktur bagian ....
oreintasi
komplikasi
resolusi
rangkaian peristiwa
“Tapi sayangnya, kami belum bisa menerimamu bergabung di sini.”
Seketika aku lemas. Dan tanpa sadar bertanya, “Kenapa?”
Masih dengan tersenyum, laki-laki itu menjawab, “Kami tak bisa bekerja sama dengan seseorang yang memiliki keyakinan berbeda dengan kami. Mohon maaf, ya.”
Tema dari cuplikan cerpen di atas adalah ....
sosial pendidikan
sosial persahabatan
sosial politik
sosial intoleransi
