NEW
Font size
WorksheetsUTS TEK PENGEMASAN DAN PELABELAN
Total questions: 20
Worksheet time: 7mins
Perpindahan yang terdapat dalam kemasan ke dalam bahan makanan disebut
Difusi
Degradasi
Migrasi
Adsorbsi
Jumlah keseluruhan komponen-komponen kemasan (yang tidak diketahui secara pasti unsur -unsurnya) yang bersifat mudah bergerak (mobil) ke dalam makanan disebut
Migrasi spesifik
Migrasi non plastik
Migrasi total
Migrasi palstic
Komponen yang berpindah dari suatu kemasan kedalam produk sudah diketahui dan membahayakan bagi kesehatan manusia merupakan ciri dari
Migrasi spesifik
Migrasi non plastik
Migrasi total
Migrasi plastik
Monomer-monomer dari kemasan seperti Monomer VCM (Vinil Chloride Monomer) pada Kemasan PVC dan Monomer Stirena pada kemasan Polystirena merupakan contoh kasus
Migrasi spesifik
Migrasi non plastic
Migrasi total
Migrasi logam
Jenis monomer pada plastik yang dapat bermigrasi ke bahan pangan kecuali
vinil klorida
akrilonitril
styrene
epoksi fenol
Monomer vinil klorida dan akrilonitril berpotensi menyebabkan
Gangguan hormon
Iritasi saluran pencernaan
kanker
Gangguan ginjal
Semakin tinggi suhu maka semakin ………… potensi migrasi
Rendah
Tinggi
Tidak berpengaruh
Semua jawaban salah
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) menetapkan persyaratan berupa batasan migrasi untuk ftalat. Batasan migrasi yang ditetapkan oleh BPOM RI adalah
10 ppm
20 ppm
30 ppm
40 ppm
Perlu diperhatikan bahwa logam akan bereaksi dengan ……., yang menyebabkan logam tersebut melarut.
Basa
Asam
Alkali
Netral
Kaleng ataupun kemasan logam lainnya tidak boleh mengandung logam ….,……, dan…….. karena dapat mengakibatkan efek negatif terhadap kesehatan manusia.
Kalium, kalsium, magnesium
Fosfor, nitrogen, cadmium
Kromium, merkuri, cadmium
Merkuri, kalium, magnesium
Interaksi antara bahan dasar kaleng dengan makanan, kecuali
Penambahan nilai gizi
Perubahan warna dari bagian dalam kaleng
Perubahan warna pada makanan yang dikemas
Off-flavor pada makanan yang dikemas
Menurut CODEX, batas maksimum Sn di dalam makanan adalah
240 mg/kg
250 mg/kg
260 mg/kg
270 mg/kg
Untuk memperkecil larutnya Sn ke dalam bahan makanan maka digunakan…
Besi
Alumunium
Enamel
Melamin
Bahan berbahaya yang ada dalam kertas, yang dapat bermigrasi kedalam pangan antara lain adalah…
Klor
Hemiselulosa
Minyak esensial
Alkaloid
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses migrasi, kecuali
jenis dan konsentrasi bahan kimia yang terkandung dalam kemasan
sifat alamiah pangan atau pilihan larutan simulan pangan disertai kondisi saat terjadi kontak (suhu dan lama kontak)
ketebalan kemasan
Sifat ekstrinsik kemasan
Potensi migrasi menurun jika
bahan kemasan berbobot molekul rendah
kontak antara pangan dan kemasan secara langsung
daya difusi bahan kemasan tinggi
adanya lapisan pembatas yang inert
Pemilihan kemasan untuk menghindari migrasi kemasan pangan kecuali
Labeling kemasan yang sesuai dengan standar
Sesuai derajat asam basa
Suhu saat pengemasan dan penyimpanan
Kandungan bahan kimia yang dominan
Pengawasan Kemasan Pangan diatur pada
21 CFR (Code of Federal Regulations) section 175-178 tahun 1995, yang diperbaharui tahun 2008
Japanesse food sanitation law tahun 1989
Peraturan Kepala Badan POM Nomor HK.03.1.23.07.11.6664 tahun 2011
Malaysia Food regulation tahun 1985
Batas migrasi monomer vinil klorida (VCM) dari kemasan PVC dan logam berat seperti timbal (Pb) dan kadmium (Cd) diatur pada
21 CFR (Code of Federal Regulations) section 175-178 tahun 1995, yang diperbaharui tahun 2008
Japanesse food sanitation law tahun 1989
Peraturan Kepala Badan POM Nomor HK.03.1.23.07.11.6664 tahun 2011
Malaysia Food regulation tahun 1985
Jenis plastik beserta batasan migrasinya, spesifikasi dan batas migrasi bahan tambahan, tipe pangan dan kondisi penggunaan, jenis stimulan, waktu dan suhu pengujian; diatur pada
21 CFR (Code of Federal Regulations) section 175-178 tahun 1995, yang diperbaharui tahun 2008
Japanesse food sanitation law tahun 1989
Peraturan Kepala Badan POM Nomor HK.03.1.23.07.11.6664 tahun 2011
Malaysia Food regulation tahun 1985
